Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
92. Wanita terhebat


__ADS_3

Ruang perawatan pun kini kembali sunyi karena hanya menyisakan Mama Vina dan juga Shaka sementara bayi mereka masih di tempatkan di ruang bayi, Mama Vina yang sudah sangat lelah karena seharian ini merupakan hari yang penuh kebahagiaan dan juga keberuntungan bagaimana tidak hari ini putra keduanya baru saja melangsungkan pernikahan dan semua berjalan dengan lancar. Dan sekarang cucu dari putra bungsunya juga terlahir dengan selamat.


" Mama pasti cape banget kan ? Mama tidur di tempat tidur saja biar Shaka nanti tidur di sofa "


" beneran nih nggak apa - apa Mama tinggal istirahat, Mama ngantuk banget nih "


" makanya Mama istirahat, kan tadi Shaka juga udah bilang Mama pulang saja sama Papa istirahat dirumah, biar Shaka yang jagain Syaqina disini "


" Mama nggak mungkin biarin anak menantu Mama yang habis melahirkan ini sendiri cuma sama kamu, kamu nggak tahu apa - apa caranya menangani orang habis lahiran gini"


" Mama tuh terlalu lebay deh, orang dokter Clara saja bilang Syaqina udah baik - baik saja bahkan dia nggak perlu ada jahitan loh Mah besok juga udah bisa pulang, jadi nggak ada yang perlu di khawatirkan "


" masak iya tadi Syaqina nggak di jahit anunya?"


Mama Vina masih mempertanyakan dengan bahasa yang ambigu. untung saja saat ini Syaqina tengah tertidur lelap untuk memulihkan tenaganya karena selama hampir 4 jam ia berjuang antara hidup dan mati untuk melahirkan putri kecilnya, kalau iya mendengar pembicaraan ibu dan anak tadi pasti akan sangat malu sekali karena Syaqina merupakan type orang pemalu apalagi jika harus membahas masalah yang absurd seperti itu.


" emang kenapa Mah kalau tidak di jahit ? kok Mama jadi nggak percaya gitu?"


" Hemmmsss... nanti juga kamu tahu sendiri jawabanya"


" maksud Mama ?"


" ihhh... kepo ya ? hemmm "


Entah kenapa Mama Vina malam ini justru menjadi tak seperti biasanya karena beliau malah sengaja menggoda putranya yang istrinya baru saja bersalin.


" nanti kamu akan tahu jawabanya , tapi tunggu 40 hari atau masa nifas istrimu selesai "


ucapnya sambil berbisik di telinga Shaka sambil mengedipkan sebelah matanya hal itu membuat Shaka bergidik


" Mama apaan sih "


" loh kan tadi kamu yang tanya"


" iya in aja deh nggak bakal menang Shaka berdebat sama Mama "


" hemmm gitu dhonk , memangnya kamu mau jadi anak durhaka kalau ngelawan Mama "


" Mama ih mana berani Shaka ngelawan sama Mama setelah liat perjuangan istri Shaka melahirkan tadi , Maafin Shaka ya Ma selama ini Shaka belum bisa berbakti dengan Mama Shaka juga masih sering membantah dan menyakiti Hati Mama , Shaka tahu gimana perjuangan Mama dulu waktu lahirin aku, Bahkan seorang ibu akan dengan suka rela menukar nyawanya demi memberikan kehidupan untuk anak - anaknya "


Shaka berucap dengan mata yang berkaca - kaca ditatapnya lekat wajah sang ibu yang selama ini sangat menyayangi dirinya dan seluruh keluarganya

__ADS_1


" Nak... sekarang kamu tahu kan betapa hebat dan berat perjuangan seorang wanita untuk menjadi ibu, Mama harap kamu bisa memahaminya sekarang semoga dengan ini kamu nggak akan pernah berani menyakiti hati perempuan karena jika kamu tega berbuat demikian maka sama halnya kamu menyakiti Mama mu ini. Mama harap kamu bisa lebih menyayangi dan menghargai istrimu sekarang "


" terimakasih Ma, Shaka nggak mungkin melakukan itu karena Shaka akan berusaha selalu membuat istri dan anak Shaka bahagia dan menebus semua kesalahan Shaka yang telah membuat mereka menderita dengan memberikan seluruh kasih sayang dan semua yang Shaka miliki Ma untuk membuat mereka bahagia"


Anak dan ibu tersebut kini mengurai pelukanya dan Shaka pun mengusap sisa airmata sang Mama


" Shaka sayang Mama "


" Mama juga nak, sekarang kamu sudah tampak lebih dewasa semoga kamu bisa menjadi suami dan Ayah yang terbaik untuk mereka "


" amin Mah doain Shaka bisa menjadi suami dan Ayah yang bertanggung jawab untuk keluarga kecil kami "


" doa Mama selalu teriring untuk semua anak mama sayang"


keduanya pun kini segera beristirahat dan merebahkan tubuh mereka di tempatnya masing - masing dan segera terlelap dalam buaian malam yang mendekati dini hari.


Syaqina tampak mengerjapkan matanya yang mulai terbuka jarum jam baru menunjukkan angka 04.00 namun ia terbangun dari tidur lelahnya karena ia merasa ingin buang air kecil sejak ia tertidur 2 jam yang lalu setelah melahirkan. Ia berusaha turun dari ranjang untuk pergi ke kamar Mandi namun rasanya sangat susah bahkan kini ia merasa tulang dan persendianya terasa ngilu dan kaku mengingat semalam baru saja ia berjuang di medan perang antara hidup dan mati demi mewujudkan kehidupan untuk buah hatinya.


Shaka yang tertidur di sofa tak jauh darinya merasa terusik setelah mendengar suara tempat infus berderit dan bergeser karena pergerakan Syaqina untuk bisa turun dari bankar , dengan reflek Shaka pun langsung terbangun menghampiri istrinya


" sayang, kamu mau kemana ?"


" maaf By aku pingin ke kamar mandi "


" aku nggak tega bangunin kamu By "


" kamu tuh keras hati banget jadi orang, lalu apa gunanya suami kamu ini menjagamu disini ? kalau mau bangun pergi ke kamar mandi saja kamu kesusahan tapi nggak minta bantuan "


Shaka tampak kesal dengan istrinya, tanpa pikir panjang lagi ia pun segera me ngangkat tubuh ramping itu ke kamar mandi dan mendudukkannya di closed


" tapi By aku mau sekalian ganti pembalut "


ucapnya dengan malu - malu


"oh.. itu, tidak masalah biar aku bantu"


Shaka pun dengan cepat mengerti maksud istrinya ia segera keluar dari kamar mandi dan menuju ruang perawatan kemudian mengambil benda dan perlengkapan lain yang dimaksud istrinya tadi, tanpa canggung Shaka pun membawa benda tersebut ke dalam toilet kemudian membantu istrinya dengan telaten . bahkan saat sedang buang air kecil untuk pertama kalinya setelah melahirkan Syaqina harus meringis menahan perih , dan hal itu tak luput dari perhatian Shaka


" apa itu sakit sekali sayang ?"


" sedikit perih By "

__ADS_1


" maaf ya sayang , demi melahirkan anakku kamu bahkan sampai terus menerus merasakan sakit "


ucap Shaka dengan rasa bersalah


" By.... aku iklas kok menjalani semua ini dan ini tuh konsekwensi yang harus ditanggung untuk menjadi seorang ibu. kamu tenang saja ini nggak apa kok "


Shaka pun mengelus kepala istrinya dan mendaratkan kecupan lembut di kening istrinya


" terimakasih ya sayang "


" sama - sama By, sekarang aku mau kembali ke kamar bisakah bantu menggendongmu lagi ?"


" dengan senang hati sayang "


Shaka pun langsung membopong tubuh istrinya Ala bridal style dan Syaqina pun melingkarkan tanganya pada leher suaminya


" sekarang kamu istirahat lagi ya "


ucapnya setelah membaringkan kembali tubuh Syaqina diatas ranjang rumahsakit


" tapi By.. aku lapar "


" oh.. astaga kamu kan dari habis bersalin tadi malam belum makan maaf ya sayang udah bikin kamu kelaparan , sebentar tadi sepertinya Mama membawa makanan untukmu, sebentar aku ambilkan ya"


Shaka pun segera membuka rantang yang tadi sempat Mama Vina bawa didalam ada nasi putih yang masih hangat, Daging rendang dan beberapa jenis lalapan yang di steam dan beberapa lauk lainnya. setelah mengambilkan makanan Shaka pun kembali ke dekat istrinya dan segera menyuapi istri tercintanya dengan telaten suapan demi suapan pun berhasil Syaqina lahap hingga tanpa sisa.


" banyakin makannya ya Yang biar cepet pulih dan ASI kamu biar banyak besok baby Girls kita biar puas mimiknya"


" terimakasih ya By udah menemaniku melewati perjuangan tadi, dan maaf kalau tadi aku se bar bar itu sampai - sampai tangan dan punggung kamu penuh luka cakar dan gigit, bahkan beberapa kali kamu aku jambak"


Syaqina masih ingat betul gimana tadi ia telah menganiaya suaminya saat proses bersalin, dan dilihatnya beberapa luka baret di kedua tangan suaminya dan juga rambut seorang Shaka menjadi berantakan karena dijambak - jambaknya.


" don' t worry sayang itu nggak sebanding dengan sakit yang kamu rasakan tadi "


Shaka kembali mengecup kening, kedua pipi hidung dan terakhir bibir merah chery yang kini tampak memucat efek pasca melahirkan


" terimakasih ya wanita hebatku, i love you forever sayang "


kemudian membawa tubuh itu dalam pelukan hangatnya.


" terimakasih Ya Allah engkau telah anugerahkan suami terbaik untukku , Ayah pasti bahagia kan melihat dari atas sana pilihan Ayah tidak salah "

__ADS_1


ucapnya lirih dalam hati sambil terus menyusupkan kepalanya pada dada bidang suaminya.


__ADS_2