
TOKK TOKK
terdengar suara pintu di ketuk, Syaqina yang masih berada di dalam kamar mandi hanya bisa terdiam, berharap Shaka lebih peka dan melihat siapa yang hendak bertamu sore hari begini.
TOKK TOKK
terdengar kembali pintu di ketuk hingga kali ini Shaka pun berdiri dari duduknya dan segera mendekat kearah pintu untuk membukanya
Cekrekkk
suara pintu berderit dan tak lama daun pintu terbuka, seoarang Gadis manis berdiri di depan pintu yang barusan Shaka buka, sepasang mata Shaka menelisik pada sesosok gadis manis di depannya itu, Shaka sangat mengenal seragam kerja yang di pakai perempuan itu seragam berwarna navy dengan logo restaurant yang cukup terkenal merupakan salah usaha keluarga Darmawan Mahantara yang bergerak di bidang kuliner
" maaf kamu siapa?"
tanya Shaka terhadap gadis itu
" Anda sendiri siapa ? kenapa bisa ada di sini ? terus yang tinggal dirumah ini kemana ?"
Shaka langsung di berbondong dengan pertanyaan bertubi - tubi membuat dia bingung harus menjawab yang mana terlebih dulu
"siapa..Mas yang da.."
suara Syaqina yang muncul dari dalam dengan rambut yang masih di gulung handuk meski sudah berpakaian rapi dengan pakaian kebesaran ibu - ibu hamil yaitu daster
" Syaqina?!"
"Rissa !"
Ya Gadis itu adalah Rissa selama dua hari ini ia sibuk lembur kerja sehingga tak sempat bertemu dengan sahabat tercintanya itu, tanpa mempedulikan kehadiran Shaka Rissa langsung menerobos masuk ketika mendengar suara Syaqina, keduanya langsung berpelukan seperti sudah berbulan bulan tak bertemu padahal baru 2 hari saja
" maaf ya Utun, aunty nggak sempet ketemu kamu selama 2 hari ini karena Aunty lembur"
ucapnya sambil mengusap perut buncit Syaqina
" pantesan 2 hari menghilang kirain kawin lari sama Aldo "
" ish.. mulut itu kalau ngomong suka asal "
" emhh... Sya itu... siapa ?"
bisik Rissa sambil pandangannya mengarah pada Shaka yang sudah kembali duduk di atas Sofa single itu
__ADS_1
" di...Di.. dia Su..suamiku "
"hah.. su..suami ?"
Syaqina mengangguk
" jadi kamu udah baikan dengan dia "
" ceritanya panjang Riss"
"tapi nggak apalah asalkan kamu baik - baik saja dan dia nggak jahatin kalian aku bakal dukung, setidaknya kamu tidak perlu susah payah seperti sekarang ini "
"hemm hemm"
terdengar suara deheman dari Shaka yang kini menuju pada Rissa dan Syaqina
" perkenalkan aku Shaka suami Syaqina "
Shaka tampak mengasongkan tanganya mengajak bersalaman, yang di sambut dengan Ragu oleh Rissa
" Rissa , sahabat Syaqina "
" emh.. dia sahabatku yang selama ini membantuku dan menjagaku selama tinggal disini , dia dan pacarnya yang bernama Aldo selalu ada dan membantuku saat aku terpuruk dan susah bahkan ketika aku ketahuan me gandung, mereka yang memberiku kekuatan dan keyakinan untuk bisa bertahan dalam keadaan yang begitu rumit"
" terimakasih karena selama ini sudah membantu Syaqina dan calon anak kami "
" Syaqina sudah seperti sodaraku jadi tidak perlu sungkan seperti ini"
" maafkan saya karena suami yang tak bertanggung ini jadi merepotkan kalian "
" maaf..tapi kok sepertinya wajah Anda ini tidak Asing ya ?"
Rissa berusaha mengingat karena wajahnya mirip seseorang yang pernah ia jumpai
" mungkin wajah saya yang pasaran "
" hemm bisa jadi , tapi tunggu Anda mirip sekali dengan salah satu putra Big Boss kami di Restaurant kami "
" mungkin hanya mirip saja "
" oh.. sepertinya tidak tapi bener-bener mirip kalau tidak salah namanya Shaka Ibrani Darmawan Mahantara dan kamu juga Shaka, tunggu - tunggu biar aku chek dulu "
__ADS_1
Rissa pun merogoh saku celananya dan mengambil benda pipihnya, dan segera mengetik sesuatu tak berapa Lama mimik wajahnya berubah matanya membulat sempurna, mulutnya tampak ternganga
" ja..jadi.. suami kamu ini Beneran anak kolomerat Darmawan Mahantara dan itu artinya anak big boss di Restaurant tempat kerjaku"
Benar memang berita yang terjadi di malam kemaren Anniversary perusahaan itu kini tengah menjadi trandding topik atau istilahnya sekarang viral.
" jadi kamu itu menantu keluarga Darmawan Mahantara, kenapa kamu tega sih merahasiakan semua itu dari aku, katanya kita sahabat tapi kamu malah nyimpen rahasia besar itu dariku"
" maaf, kamu juga nggak pernah bertanya, dan bagiku itu nggak penting juga "
" hemmss iya juga ya, aku nggak pernah tanyakan siapa suami kamu "
" Rissa sekarang kamu sudah tahu siapa sebenarnya aku tapi... aku harap kamu nggak berubah kamu tetap saja seperti Rissa yang dulu, aku nggak mau status sosial orang tua dan keluargaku justru menjadi pembatas antara istriku dengan sahabat dan juga teman - temannya, aku harap kamu mengerti akan hal itu"
ucap Shaka dengan sedikit memohon terhadap Rissa, sementara Syaqina tengah membawa 3 cangkir teh hangat untuk di suguhkan pada Rissa<
" Riss minum dulu kamu kan baru pulang kerja pasti cape, duduk dulu dan nih minum teh hangatnya "
" ah.. jadi nggak enak nih sama Bumil masak iya aku yang dilayani "
" alahhh biasanya juga gitu, pakai sok Jaim loh "
" yaitu kan sebelum aku tahu kamu tuh menantu big boss aku, jadi otomatis kamu juga boss aku "
Rissa merasa sungkan jika ternyata sahabatnya itu adalah menantu kolomerat Darmawan Mahantara , begitulah jodoh siapa yang bisa menyangkalnya, seperti Syaqina dengan Shaka jika dinalar seperti tidak mungkin terlalu jauh perbedaannya sehingga terlalu timpang, namun siapa yang bisa menyangka denga kuasa Illahi
" Bay The Way rencana kalian apa nih setelah baikan ?"
tanya Rissa entah mengapa jiwa kepo nya kembali meronta setelah mengetahui Sahabatnya sudah berbaikan dengan suaminya
" rencananya sore ini kami akan aku bawa Syaqina pindah kerumah yang sudah aku persiapkan"
" hah.... kalian yakin sore ini juga mau pindah dari sini ?, "
" Ya.. setidaknya Syaqina harus mengizinkan aku untuk menjadi suami yang bertanggung jawab dengan memberikan tempat tinggal yang lebih layak , terlebih saat nanti bayi kami sudah lahir, pasti akan butuh tempat yang lebih luas"
Syaqina hanya terdiam justru Shaka yang tampak mendominasi percakapan antara ketiga orang tersebut.
" aku paham tempat terbaik seorang anak adalah berada di antara kedua orang tuanya, dan tempat terbaik seorang istri adalah berada di sisi suaminya, jadi aku mendukung keputusan suami kamu Sya asal jangan sampai kalian tersakiti"
" kamu bisa peggang omonganku, kalau aku akan berusaha menjadi suami dan Ayah yang siaga, dan selalu memberikan yang terbaik untuk mereka, karena aku tahu sudah banyak waktu dan kesempatan yang terbuang semenjak kami berpisah dan aku akan berusaha menebusnya sekarang"
__ADS_1
" hemmss baiklah sebagai sahabat aku bisa memahami itu, dan aku yakin apapun masalahnya memaafkan dan memperbaiki sebuah hubungan itu jauh lebih baik kan dari pada memulai dari awal "
Ketiga orang beda jenis kelamin itu pun tertawa kecil mencoba memahami setiap kata yang diucapkan oleh sahabatnya.