Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
151. Rahasia


__ADS_3

"Hubby... Kasian sekali ya nasib Syaqina entah kenapa dia masih saja tak beruntung, aku sedih liat dia dengan keadaan seperti ini. Apalagi jika sudah Queen merengek menayakan Bundanya, Baby Satria yang nggak mau tidur pulas ketika malam, aku pasti akan setress dan tertekan seperti Shaka saat ini "


kini Tiara tengah duduk di sofa tak jauh dari ranjang tempat Sahabat sekaligus adik iparnya terbaring. Mahesa menarik nafas panjang kemudian menghembuskanya kasar pertanda bahwa ia juga sedang dalam keadaan nyaris putus asa.


Terlebih baginya Syaqina tetap memiliki ruang khusus di hatinya meski kini ia sudah berbahagia dengan Tiara dan juga Maira putri tunggal mereka yang kini sudah berusia tiga tahun. Namun semua itu tidak serta merta meluluhkan perasaan yang dulu pernah ada terhadap Syaqina.


" entahlah.. Yang pasti aku juga merasa sedih melihatnya merasa sakit memikirkanya, Syaqina dari kecil sudah banyak mengalami penderitaan setelah menikah dengan Shaka aku berpikir ia tak akan lagi mengalami penderitaan tapi ternyata tidak begitu"


" aku tahu benar bagaimana ia berjuang demi bisa tetap kuliah ia rela bekerja paruh waktu sejak masih SMP dan setelah menikah dengan Shaka memang ia tak lagi mengalami masalah keuangan tapi entah mengapa ujian justru silih berganti "


" Syaqina orang yang baik Allah pasti akan memberikan yang terbaik juga ujian ini hanya untuk menaikan derajatnya "

__ADS_1


Tiara dan Mahesha terus bergantian memandangi wajah tenang itu sebelum akhirnya mereka memutyskan untuk beristirahat berbaring di tempat tidur sebelah Syaqina karena ruang VVIP jadi disana terdapat dua buah ranjang salah satunya untuk keluarga yang menunggu pasien


" sudah malam sebaiknya kita juga istirahat kamu tidurlah dulu nanti kita gantian menjaga Syaqina "


Ucap Mahesa sembari meraih tangan istrinya dan menuntunya berdiri dan berpindah ke ranjang tak jauh dari Ranjang Syaqina


" ya udah aku tidur duluan ya By.. "


Tiara pun naik keatas ranjang singgle kemudian menarik selimut sementara Mahesha kembali duduk di samping Syaqina untuk menjaganya siapa tahu nanti sewaktu - waktu ia akan bangun dari komanya.


Aku bahkan hanya bisa diam menatap perih melihat wajah cantik yang dulu selalu teduh penuh ketenangan ketika memandang wajah ayunya, bahkan ketika aku sedang mengalami masalah seketika aku bisa kembali tenang ketika melihat wajahnya dan senyum tulusnya. Ya.. Kenyataanya saat ini aku dan dia adalah saudara ipar lebih tepatnya dia adalah adik iparku. Namun kenyataan itu tak bisa menghapus begitu saja persaan cinta yang ada dalam hatiku, mungkin benar cinta pertama akan sulit dilupakan maka aku sangat setuju karena aku sendiri mengalami hal itu, Syaqina adalah gadis kecil yang dulu selalu aku lindungi saat ia di bully teman - temanya aku selalu ada saat dia sedang membutuhkan bantuan bahkan aku rela tidak berpacaran dan berhubungan dengan gadis manapun bahkan saat aku di Luar Negeri sampai aku lulus kuliah dan kembali ke kota ini. Aku menyimpan rapi perasaanku selama bertahun - tahun aku menyimpan harapan besar pada gadis sederhanaku itu dan aku sudah bertekad akan mengungkapkan perasaanku saat aku kembali ke Negeri ini tapi kenyataanya Gadisku itu tak lagi tinggal di rumah yang dulu biasa aku singgahi saat mengantarkanya pulang sekolah. Hingga aku mendapati gadisku ternyata justru tinggal dirumah orangtuaku dan kenyataan begitu menyakitkan itupun harus aku terima ia sudah menjadi istri adik kandungku.

__ADS_1


Hancur, kecewa, sakit hati ini melihat kenyataan itu namun harus aku terima. Meski sulit aku harus bisa terima kenyataan bahkan aku nyaris berada pada titik nol Hingga akhirnya aku menemukan sosok gadis sederhana tak jauh beda dengan gadisku itu. lambat tapi pasti aku membuka hatiku pada gadis bernama Tiara hingga akhirnya akupun menikahinya meskipun saat itu aku belum memiliki cinta namun aku tetap berusaha menumbuhkan perasaan cinta itu toh dia gadis yang sangat baik dan dia sahabat Syaqina juga.


Akupun menjalani rumah tanggaku sebagaimana mestinya meski kami harus diuji dengan berbagai masalah pada akhirnya kami mampu melewatinya. Kebahagiaku seolah sempurna setelah putri kami lahir kedunia setelah harus menunggu selama tiga tahun.


Namun hatiku kembali hancur saat wanita yang aku cintai lebih tepatnya gadis dalam masa laluku kembali menderita saat akan melahirkan buah cintanya dengan adikku nyawanya nyaris tak tertolong ketika ia harus menjalani operasi dan mengalami pendarahan hebat. Entah ini takdir Tuhan atau hanya kebetulan stok darah golongan Syaqina kosong di rumahsakit ini dan juga di berbagai Bank darah pun tak ada. Kepanikan sempat melanda seluruh keluarga kami bahkan Papa sudah mengerahkan anak buahnya untuk mencari donor darah. Alangkah bahagianya aku ternyata golongan darahku cocok denganya sehingga aku dengan suka rela bahkan jika harus mengambil seluruh darahku aku iklas, begitu yang aku sampaikan pada dokter yang menanganinya asalkan mereka bersedia merahasiakan identitasku.


Aku hanya tak ingin orang lain mengetahuinya karena aku benar - benar tulus memberikan darahku untuk wanita yang memiliki ruang khusus di hatiku selama ini. Walaupun sebenarnya jika Shaka dan keluargaku tahu itu bukan masalah tapi aku hanya tak ingin berbagi kebahagiaanku ini dengan orang lain. Biarlah darahku dan darahnya bercampur menjadi satu setidaknya itu cukup bagiku lebay memang tapi itulah kenyataanya.


Kebahagiaanku seakan percuma ketika kudapati kenyataan jika Syaqina mengalami koma.


Jederrrrr

__ADS_1


Hatiku kembali terpatahkan dan bahkan nyaris hancur menerima kenyataan itu, ternyata darahku belum mampu menyelamatkan jiwa wanita spesialku. Aku mungkin lelaki brengsek bahkan terbrengsek karena dengan lancang menyimpan perasaan itu pada adik iparku namun aku memang egois aku lebih dulu mengenalnya dari pada Shaka adikku meskipun aku tahu dia yang menikahinya. Aku bukann tak tahu kisah dibalik pernikahan dia dan adikku tapi aku masih memiliki jiwa legowo bahwa bagaimanapun aku harus merelakan dia menjadi milik adikku karena aku tahu Syaqina juga mencintai Shaka.


Akupun mengiklaskanya asalkan mereka bahagia dan aku juga akan bahagia dengan keluarga kecilku meski entah sampai kapan perasaan ini akan tersimpan rapi didalam salah satu sudut hatiku, entah sampai kapan mungkin nanti atau bahkan selamanya. Yang pasti saat ini aku hanya bisa menikmati perasaan itu meski mungkin hanya sepihak.


__ADS_2