
Setelah selesai sarapan Shaka sudah rapi dengan pakaian kantornya, kali ini Syaqina yang memilihkan setelan Jas berwarna navy dengan celana bahan senada dan kemeja berwarna putih serba Dasy senada dengan Jas nya menambah kadar ketampanan seorang Shaka bertambah berlipat - lipat.
" sayang... aku berangkat dulu ya, nanti sebelum jam makan siang aku jemput, dan.... kesayangan Daddy baik - baik ya jaga Mommy jangan rewel nanti kita bakal belanja untuk keperluan kamu sayang "
ucapnya sambil berjongkok dan menempel kan wajahnya pada perut buncit istrinya
" Mas.. Udah siang telat nanti "
" iya, aku berangkat ya "
Cup
sebuah kecupan hangat mendarat dengan sempurna di kening Syaqina yang tertutup jilbab, Syaqina pun hanya bisa tertunduk malu, ia belum terbiasa seperti ini dan dia pun pun meraih tangan Shaka untuk di salim.
" hati - hati ya _ mas "
ucap Syaqina dengan terbata, sesaat kemudian senyum Shaka pun terbit mendengar kata yang sebenernya biasa saja namun entah mengapa terdengar sangat sweet di telinga Shaka, hingga membuatnya merasa seperti melayang beberapa centi dari tempatnya berpijak saat ini.
" iya sayang, aku berangkat ya "
Shaka pun melajukan mobilnya menembus riuhnya kemacetan di waktu pagi. Ada rasa tenang dalam jiwa Shaka, senyumnya terus terukir menghiasi wajah tampanya yang selama beberapa bulan ini seakan membeku tertutup awan kelabu.
🍁🍁🍁
Jarum Jam sudah menu buk di Angka 11.20 Shaka telah menyelesaikan meeting dengan client pentingnya, dan kini sudah bersiap untuk pulang kerumah. sesuai janjinya pada Syaqina untuk menemani membeli berbagai keperluan dan perlengkapan Baby Girls yang beberapa bulan lagi segera launching. Shaka pun tampak begitu bersemangat bahkan hatinya seakan tak sabar membayangkan memilih pernak pernik yang lucu - lucu dan menggemaskan itu.
"Ok Ga, gue tinggal dulu ya untuk pekerjaan hari ini semua elo yang handle "
" Boss jadi nih mau shoopingnya ?"
mendengar kata itu sebenernya Shaka merasa geli karena terkesan dirinya sudah seperti seorang kaum sosialita yang hobbynya berbelanja atau shopping mengitari pusat perbelanjaan seharian tanpa merasa lelah
" kurang asem loh, dasar asisten laknat emang gue encik - encik yang hobby shopping. aku tuh cuma temenin nyonya Boss saja "
" iya deh bos terus apa namanya kalau bukan belanja alias shopping "
" ahh.. sudahlah nggak ada habisnya gue ngomong sama Elo, bisa telat nih ntar "
" ok siap Boss happy shopping "
suara Rega seolah menirukan penjual di sebuah situs jual beli on line
" awas loh, tunggu ntar kalau Elo udah mau jadi bapak pasti nggak bakalan tuh mikirin gensi buat anter bini elo belanja "
"hemmm masak sih Boss?"
" makanya gas.. Gercep tuh katanya elo naksir si Rany anak marketing tuh , awas keburu di sambar si Juna Casanova nya kantor ini kapok loh "
Shaka pun langsung bergegas berlalu meninggalkan ruang kerjanya dan juga Rega yang tampak sedikit bingung memikirkan perkataan Shaka tersebut.
mengingat Rega sudah cukup lama memendam rasa pada Rany karyawan di perusahaan ini, namun Rega seolah tak memiliki keberanian untuk lebih mendekat pada Gadis manis berlesung pipi itu.
Padahal kini Usia Rega sudah menginjak 25 tahun namun ia masih enggan menjalin hubungan yang serius dengan seorang wanita. alasanya terlalu klasik yaitu ingin mengurus adik - adik dan ibunya terlebih dulu, padahal sebentar lagi Mutiara adik perempuanya akan segera menikah dengan putra kedua keluarga Darmawan Mahantara yaitu Mahesa . Dan tinggalah adek bungsunya yang kini masih di kelas XII dan sebentar lagi masuk perguruan tinggi, dan sebenernya itu bukan alasan untuknya harus berlama - lama membujang.
__ADS_1
Setelah berpikir sebentar mengenai Rany gadis pujaan hatinya yang hanya dia cintai dalam diamnya Rega pun kembali melanjutkan pekerjaannya yang sudah menumpuk di meja kerjanya. Hingga tanpa terasa jam makan siang pun tiba juga, Rega pun beranjak dari meja kerjanya dan berencana untuk Makan siang di Kantin perusahaan saja mengingat saat ini ia tengah di beri mandat oleh Boss Shaka untuk menghendle semua pekerjaan Bossnya karena kapasitasnya sebagai Asisten pribadi Shaka.
Rega pun berjalan menuju lift lantai 3 disanalah letak Kantin berada. dengan langkah lebarnya ia pun masuk dalam lift yang kebetulan kosong, namun saat pintu lift hampir tertutup seseorang tampak menyerobot masuk dengan tergesa hingga menubruk dan menginjak kaki Rega, untung saja ia memakai sepatu pantofel kalau tidak pasti remuk jemari kaki Rega terkena tumit lancip hills gadis tersebut
Brughh
" auuhh"
Lelaki di dalam lift itupun mengaduh merasa nyeri pada kakinya
" maaf ..maaf saya buru - buru mengejar pintu lift tadi"
a ucap perempuan manis berlansung pipi dengan rambut hitam sebahu itu. Rega pun merasa tak asing dengan suara itu seketika ia mendongakkan kepalanya dan...
" Ra.. Rany ?!"
pemilik suara itupun menatap kearah suara yang menyebutkan namanya
"Rega.. ?"
keduanya pun saling tersenyum namun Rega seolah tidak baik baik saja Jantungnya tiba - tiba merebut dengan cepat, keringat dingin pun tampak bercucuran membasahi punggung dan keningnya
" ma_ mau makan siang juga ?"
tanya Rega dengan terbata karena jantungnya yang masih belum normal kembali
" iya, kamu sendiri ?"
" mau makan siang di Kantin "
" lagi sibuk kerjaan numpuk ngehandle kerjaan boss "
" ooh gitu "
Rany tampak santai dan hanya ber oh ria membalas pernyataan Rega
Tinggghh
Pintu lift pun terbuka, Rany segera ingin keluar dan berucap pada Rega
" duluan ya Ga "
Namun dengan refleks Rega mencekal tangan Rany hingga membuat Rany terheran
" tunggu.."
" kenapa ? mau barengan ?"
tanya Rany biasa saja
" i_ iya bisa kita bersama - sama ?"
Rany terkekeh melihat keanehan pada Rega
__ADS_1
" ya udah ayok kalau mau barengan "
" nggak apa - apa gitu ?"
"maksudnya ?"
" ya_ itu... apa tidak ada yang keberatan kalau makan barengan gini ?"
" oh.. ya ampun Ga, siapa juga yang keberatan orang kita cuma makan siang bareng di Kantin saja, biasa kan ? emang kamu nggak pernah makan barengan teman sekantor gini ?"
" ya_ pernah lah "
"terus kenapa tanya?"
" kali aja di Sini ada teman spesial kamu seperti boy friend kamu misalnya ?"
" ihh.. apaan sih kamu Ga "
" kalaupun ada ya pasti dia nggak akan gimana - gimana orang kita makan rame - rame di Kantin, kecuali kita berdua lagi dinner gitu mungkin "
" kalau kita beneran Dinner berdua gimana?"
Rega menyeletuk, dan membuat Rany mengernyitkan dahi
" maksudnya ?"
" emhh.. ya kalau kita beneran Dinner berdua apa beneran akan ada yang marah ?"
senyum tipis Rany pun terbit , seketika wajahnya bersemu merah
" kamu sedang bercanda ya Ga ?"
" apa aku terlihat sedang bercanda ?"
" emhh enggak sih, kan kamu orangnya flat gitu sejak kapan aku lihat kamu bercanda serius terus iya "
Rega pun terdiam dia sadar jika mungkin ia terlalu serius menjalani hidupnya saat ini bahkan iya sendiri tak pernah bercanda ataupun tertawa seperti kebanyakan lelaki bujangan lainnya.
"Ga.. Rega ! "
Rany memanggil nama Rega namun tak bergeming sepertinya dia sedang asik dengan dunianya saat ini, ya... dunia lamunannya
"Regantara !!!!"
" ah.. iya kenapa ? kenapa ?"
" mau makan nggak ? tuh di belakang banyak yang antri "
Rany menyenggol lengan Rega dan mengisyaratkan untuk menoleh kebelakang dimana udah ada antrian karyawan lainya yang mengular di belakang mereka
"so_ sorry , "
Rega pun mengambil piring kemudian memilih lauk dan juga menu pendamping nasi lainya yang sudah disediakan oleh pihak jasa catering perusahaan, setelah itu merekapun mencari tempat duduk dan meja yang kosong untuk menim.ati makan siangnya.
__ADS_1
Rany Andriana merupakan Karyawan di perusahaan Shaka di bagian marketing, ia merupakan Karyawan yang bisa dikatakan senior karena ia mulai bekerja di perusahan Shaka sejak perusahan ini Shaka dirikan, seangkatan dengan Rega yang juga membantu merintisnya dari nol. Rega memang telah lama mengenal Rany namun mereka hanya sebatas kenal dan sebagai teman kantor biasa
meski sebenernya Rega sudah memendam rasa dan merasa tertarik pada sosok Rany sejak setahun terakhir namun karena Rega yang tak memiliki keberanian lebih untuk mengungkapkan perasaannya.