Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
129. Pertalian batin


__ADS_3

" Sayang.. nanti jam berapa kita bertemu dokter Clara ?"


" jam tiga sore By,.. "


" ok kalau begitu nanti pulang kantor kita langsung kesana, kamu siap - siap nanti begitu aku On the way pulang aku kabari "


" siapp... pak suami "


tanya Shaka disela menikmati sarapan paginya dengan terus menyuapkan sendok berisi nasi goreng buatan Bik Minah, karena semenjak ketahuan positive hamil anak kedua Syaqina tidak bisa mencium bau dapur apalagi aktivitas memasak yang merupakan hobby nya. sekarang ia seperti alergi dengan yang namanya dapur meskipun untuk selera dan na*** makan tidak berubah jauh namun entah mengapa ia sangat enggan untuk menginjakkan kaki di dapur. dan hal itu sangat dimaklumi oleh suaminya bahkan dari dulu pun Shaka selalu melarang istrinya mengerjakan semua pekerjaan seperti memasak dan mengurus putri pertamanya sendiri, melainkan Shaka sudah mempersiapkan beberapa tenaga sebagai asisten namun ia lebih memilih mengerjakan semuanya sendiri.


Meskipun dirumah ini sudah disediakan dua orang ART dan satu orang baby sistter namun Syaqina baru menggunakan jasa jasa baby sisternya ketika baby Queen berusia 6 bulan dan ia mulai kuliah lagi, meskipun demikian saat dirumah ia berusaha mempersiapkan keperluan suami dan anaknya dengan tanganya sendiri. karena ia tak ingin ketatnya sebagai istri dan ibu tergantikan oleh seorang asisten.


" Ya udah aku berangkat kerja dulu ya Sayang, inget jangan capek - capek untuk urusan Queen percayakan sama Winda ingat usia kandungan kamu masih sangat rentan aku nggak mau ambil resiko kalau kalian berdua kenapa - napa "


sebelum berangkat seperti biasa Shaka akan memberi wejangan panjang kali lebar semenjak Syaqina mengandung kembali


" iya By... kamu tenang aku udah pernah melewati hal ini sebelumnya , kamu buruan berangkat kerja nggak lucu kalau telat bisa - bisa jadi contoh kurang baik untuk karyawan kamu "


" ya udah aku berangkat ya Sayang"


Syaqina pun mencium punggung tangan suaminya dan suaminya mengecup kening, pipi kanan dan kiri dan terakhir bibir merah cherry


" Queen Daddy kerja dulu ya nak, jagain Bunda dan dedek bayi ya "


ucapnya sembari meraih bayi gembul berusia 18 bulan itu yang kini tengah asyik berjalan kesana kemari dan membawanya dalam gendonganya dan menghujani dengan ciuman penuh kasih sayang sebelum akhirnya menyerahkan kembali pada baby sisternya yang bernama Winda


" Daddy kerja ya nak, Queen sama mbak Winda ya "


" da.. da.. da.. dady "


jawabnya dengan swara khas yang masih cadal, buat Shaka semakin gemas dengan putri kecilnya itu


" da..da.. "


Kemudian Shaka pun berangkat menuju perusahaannya dengan membawa mobil sendiri karena Shaka lebih suka menyetir sendiri daripada dengan supir kecuali jika sedang pergi dengan keluarga


🍃🍃🍃


Jarum Jam sudah menunjuk pada angka 14.40 menit sesuai janjinya tadi ia akan menemani istrinya untuk menemui dokter Clara dokter cantik yang menangani Syaqina saat hamil baby Queen dan kehamilannya kali ini ia tetap ingin ditangani dokter Clara karena Syaqina sudah sangat nyaman dengan dokter cantik berusia 26 tahun itu.


dalam Waktu kurang dari 20 menit mereka sudah sampai di Rumah sakit Kasih Bunda dan segera menuju ke ruang praktek dokter Clara


" hay... Syaqina kita berjumpa lagi ya? apa kabar mu? "


sapa Dokter Clara dengan ramah sambil bercipika cipiki, karena selain dokter Clara merupakan sahabat Shaka mereka juga masih memiliki hubungan kerabat dan juga rekan bisnis keluarga Darmawan Mahantara dengan orang tua Clara yaitu keluarga Sudrajat yang tak lain pemilik Rumahsakit Kasih Bunda ini.


" alhamdulillah saya baik Dokter, gimana juga dengan kabar dokter?"


" cukup baik, ya ... Meskipun sampai sekarang masih belum bertemu jodoh "

__ADS_1


kelakar dokter cantik tersebut dan sontak membuat mereka tertawa


" makanya jangan terlalu banyak memilih, ntar keburu lapuk lo "


cetus Shaka sambil menarik kursi di depan meja konsutasinya


" kamu Tuh doanya ya "


" habisnya kamu nunggu apa lagi, kamu tuh cantik, karier cemerlang, keluarga nggak diragukan lagi status sosialnya tapi betah lo nggak Nikah - nikah , gue aja udah mau punya dua anak nih "


" iya deh iya, selamat buat kamu dan kalian tentunya "


" kalau gitu kita mulai pemeriksaannya sekarang , silahkan berbaring dulu yach "


ucapnya sambil menunjuk pada ranjang pemeriksaan dimana sudah ada seorang suster yang akan membantu proses pemeriksaan , Syaqina pun sudah membaringkan tubuhnya diatas Bangkar dan suster pun mengoleskan gel untuk digunakan melakukan USG , dan tak berapa Lama jari - jari lentik dokter Clara mulai dimainkan dan menampilkan sebuah gambar di layar monitor


" nah... berdasarkan hitungan terakhir kali periode bulanannya bayi kalian sudah berusia 8 minggu 4 hari dan secara keseluruhan kondisinya baik, ukuran embrionya juga sesuai dengan usianya , apa kamu merasakan keluhan lain, misalkan mual , pusing ?"


" alhamdulillah Dokter, semua normal kecuali saya sangat tidak menyukai bau dapur , dan sering merasa lapar saat malam hari "


" kalau itu normal dan hormonal , Syaqina yang penting tidak sampai membuatmu merasa terhambat dalam beraktivitas "


Proses pemeriksaan dan konsultasi pun selesai dilakukan dan Syaqina dipersilahkan menunggu di bagian farmasi untuk mengambil Vitamin dan obat pereda mual jika sewaktu.- waktu Syaqina merasakan mual.


Saat sedang menunggu menebus Vitamin tanpa sengaja Syaqina bertemu dengan seseorang yang sangat iya kenali


" loh.. Ibu Susan ?!"


" Syaqina ?!"


wanita berusia 55 tahun itu pun segera menghampiri Syaqina


" Ibu mengantarkan suami ibu chek up ya ?"


" iya Syaqina, kamu sendiri ngapain? siapa yang sakit? "


Langsung saja Syaqina diberondong pertanyaan oleh bu Susan


" Tante.. "


" hay.. Shaka rupanya dengan kamu ?"


" iya Bu karena ini kan pertama kali Syaqina periksa kandungan "


" jadi Syaqina hamil lagi ? Alhamdulillah ibu senang dengar nya, selamat ya untuk kalian "


" terima Kasih Bu, "


ucap Syaqina sambil menerima pelukan hangat Bu Susan

__ADS_1


" jadi... ingat dengan mimpi Ibu beberapa waktu lalu ibu seperti menangkap seekor burung dan ibu berikan pada Syaqina, mungkin itu pertandanya kalian akan mendapat momongan kembali "


" waah.. Bu Susan seriusan mimpi seperti itu ?"


Tanya Shaka yang sebenernya sudah tahu rahasia besar dari Bu Susan


" iya ... nggak nyangka ya ternyata apa yang di yakini sebagai mitos nenek moyang dulu beneran nyata, katanya kalau mimpi mendapatkan burung bakal ada keluarga atau kerabat yang akan hamil "


Wajar saja Bu Susan mimpi seperti itu kan pertalian batin kalian kan memang kuat karena kalian memang anak dan ibu kandung


Shaka tampak membatin dalam hati


" udah berapa usia kandunganmu nak ?"


" oh.. delapan minggu empat hari Bu "


" jaga kesehatan dan jaga cucu Ibu dengan baik ya sayang "


" tentu Bu, "


" ya Sudah Shaka Syaqina ibu ambil obatnya Om dulu ya "


" oh, silahkan Bu "


entah disadari atau tidak Shaka sejak tadi sudah mengganti panggilan tante me jadi u semenjak ia tahu kenyataan kebenaran kalau Bu Susan adalah ibu kandung Syaqina


" Shaka.. kamu panggil tante dengan panggilan Ibu juga ?"


"i..iya Tante maaf Shaka pikir hanya ingin terlihat kompak dengan Syaqina saja "


" Ibu sangat senang mendengarnya, terimasih sekali kalian sudah mau memanggil dengan sebutan Ibu, meski Tante bukan Ibu kalian "


" tidak masalah Bu, kami juga anggap bu Susan ibu saya juga "


ucap Syaqina dengan polosnya dan hal itu membuat Bu Susan semakin merasa bersalah sudah menyembunyikan sebuah kebenaran.


" ya Sudah Ibu duluan ya kasian Om Pras nunggu nya kelamaan, oh iya kalau kamu.mungkin ingin makanan sesuatu jangan segan kasih tahu ibu ya Sya , ibu pasti akan dengan senang hati membiarkannya untukmu "


" hah.. iy.. iya Bu , tapi pasti nanti akan merepotkan Bu Susan "


" tidak repot kok, kan untuk Cucu sendiri "


seketika suasana jadi hening Syaqina merasa bingung dengan ucapan Bu Susan


" maksud saya, kalian sudah ibu anggap seperti anak sendiri jadi anak kalian cucu Ibu juga "


" iya .. terimakasih Bu "


" ya Sudah Ibu duluan ya nak "

__ADS_1


Pamitnya kemudian meninggalkan Shaka dan Syaqina yang masih menunggu giliran Vitaminnya


__ADS_2