
Shaka berjalan dengan langkah gontai sepertinya ia sangat lelah hari ini selain pekerjaan yang menumpuk di kantor, persoalan dengan Syaqina seolah mbuatnya frustasi. sampai saat ini rasa bersalah itu masih tetap menghantui pikirannya setiap saat. terlebih ketika melihat Syaqina seketika janji untuk menjaga dan melindungi Syaqina dihadapan almarhum Ayahnya selalu terngiang yang meneror pikirannya setiap saat.
"sayang... kamu sudah pulang nak?"
sapa Mama Vina setelah melihat putra kesayangannya berjalan melintasi ruang keluarga, hari memang telah malam jarum jam menunjuk pada angka 21.30
"Iya mah"
jawab Shaka dengan malas
"apa pekerjaanmu mengahruskanmu pulang malam begini nak?"
mama Vina khawatir melihat wajah lelah anaknya dan hampir setiap hari pulang malam nyaris tidak punya waktu lebih untuk istirahat.
"heemm...Iya mah kerjaan di kantor numpuk, selama ini Shaka masih kacau memikirkan masalah kemaren"
"sayang ...apa kamu sudah makan?"
"Nanti saja mah..Shaka capek mau istirahat dulu"
"mama nggak mau kamu jadi mengabaikan kesehatan mu nak, makanlah.. biar mama temani ya"
mama Vina terus membujuk Shaka dengan wajah penuh khawatir dan muka cemas dan Shaka tidak pernah bisa melihat mamanya bersedih ia pun akhirnya menyetujui ajakan mama Vina untuk makan.
"baiklah Shaka makan tapi mama nggak boleh sedih gitu"
"mama hanya tidak mau kamu sampai sakit "
" Mah.... menurut mama sekarang Shaka harus gimana?"
ucap Shaka disela-sela aktivitas makannya
"gimana apanya ?"
"soal janji Shaka pada almarhum pak Damiri"
mama Vina menghela nafas panjang sepertinya beliau pun masih bingung harus bagaimana mencari solusi untuk masalah yang sedang Shaka hadapi saat ini.
"sebelum kita cari solusi yang tepat, mama mau tanya bagaimana perasaan Shaka terhadap gadis itu, ya... mama tahu kamu baru mengenalnya beberapa hari tapi setidaknya kamu bisa merasakan misalkan ada rasa tertarik atau semacamnya gitu?"
"Shaka belum tahu karena setiap kali Shaka bertemu dengannya yang ada di pikiran Shaka hanya rasa bersalah yang menuntut Shaka untuk harus bisa menebus kesalahan itu"
Sesaat keduanya hanya saling diam dan larut dalam pikiran masing-masing, sampai pada akhirnya Papa Andi datang dan memecahkan kesunyian itu.
" sepertinya sedang membicarakan hal serius ya ? kok pada diem-dieman gitu"
suara papa Andi saat memasuki Ruang makan beliau baru saja pulang dari acara makan malam dengan sahabat-sahabatnya tapi kali ini khusus kaum bapak-bapak tidak membawa pasangan karena mereka ingin lebih fokus dengan sahabat sahabatnya.
__ADS_1
"pah..udah pulang? gimana acaranya success?"
sapa Mama Vina kemudian beranjak dari duduknya dan menyalami tangan suaminya kemudian papa Andi mencium kening mama Vina
"success kok Mah semua sesuai rencana"
jawab papa Andi sambil menarik kursi dan mendudukkannya disamping Shaka
"kamu kenapa lagi Shaka? apa masalahnya belum selesai juga?"
tanya papa Andi setelah melihat raut muka Shaka tampak amburadul lesu tak karuan
"Pah...Shaka harus bagaimana sekarang?"
"maksud kamu ?"
"Shaka tak tahu harus bagaimana harus mewujudkan janji Shaka pada almarhum pak Damiri"
"oh...Iya papa hampir lupa mah, tadi mas Handoko mengundang kita dan juga Shaka menghadiri pesta ulangtahun putri tunggalnya yang merupakan artis dan model terkenal itu"
"maksud papa Karina?"
"Iya betul itu, tadi mas Handoko menayakan Shaka terus sepertinya beliau tertarik untuk mengambil mantu anak bungsu kita ini Mah"
"papa gimana sih kak anak lelaki kita ada dua pa, mama rasa Esha lebih pantes mengingat usianya kini sudah cukuplah untuk menikah kalau Shaka mama yakin kita tak perlu disahkan kalau untuk urusan jodoh, beda dengan kakaknya dia kan selalu lemah kalau untuk urusan perempuan, due memang jago masalah bisnis dan menghendle perusahaan tapi tidak untuk urusan perempuan"
papa dan mamanya hanya saling memandang
"sebenarnya apa yang menjadi tujuan utamanya kamu untuk masalah ini?"
papa Andi berusaha menanggapi Shaka yang terlihat serius dengan masalahnya
"Shaka tidak ingin terus menerus di hantui rasa bersalah Pah,..gadis itu kehilangan satu-satunya keluarganya karena Shaka, gadis itu sekarang hidup sebatang kara, dia harus membiayai kuliahnya dan juga kebutuhan pribadinya bahkan ia harus bekerja paruh waktu untuk bisa menghidupi dirinya, sedangkan Shaka nggak bisa hidup tenang sebelum janji Shaka terhadap almarhum Ayahnya belum bisa Shaka tunaikan Pah "
kali ini Shaka benar-benar merasa sangat frustasi dengan masalah yang membelenggu hidupnya. Sang papa juga tampak berpikir keras untuk bisa memberi jalan keluar untuk sang putra
" apa janjimu pada Almarhum itu ?"
"Shaka akan menjaga dan melindungi menggantikan tugas ayah gadis itu Pah "
"dengan kata lain kamu sudah menawarkan diri kamu untuk menjadi suami untuk gadis itu"
Shaka terbelalak mendengar ucapan papa Andi
ternyata Shaka selama ini tidak mengerti dengan ucapannya sendiri dan baru memahaminya setelah diterjemahkan oleh sang Papa.
"serius seperti itu pa ?"
__ADS_1
lalu menurutmu apa?makanya kalau bicara itu dipikir2 dan di telaah lebih dulu jangan asal nyeplos. bukankah kamu tahu tugas orang tua terlebih seorang ayah itu selain mencukupi kebutuhannya ia juga harus menjaga melindungi anak'-anaknya, bahkan jika anak perempuan dosa yang diperbuat anaknya akan dipertanggung jawabkan oleh ayahnya dihadapan Allah. Dan ketika seorang lelaki yang telah melafalkan ijab Qobul maka secara mutlak segala bentuk tanggung jawab dari ayah kandungnya berpindah kepada suami. Sekarang bagaimana mungkin kamu bisa menjaga dan melindunginya jika itu bukan milikmu, jika kamu tak memiliki kepemilikan atas gadis itu"
"maksud Papa ?"
Shaka tampak tak mengerti dengan maksud sang Papa
"jika kamu ingin menjaga dan melindunginya maka jadikanlah gadis itu milikmu"
"itu artinya Shaka harus...."
Shaka belum sampai meneruskan ucapannya sudah terlebih dulu di potong sang Mama
"kali ini Mama setuju dengan Papa kamu harus menjadikan gadis itu milikmu, menikahlah denganya setidaknya beban dan rasa bersalahmu akan berkurang bahkan hilang"
"bagaimana mama dan papa busa berpikir aku harus menikah dengan dia sementara mama papa belum pernah bertemu dan mengenalnya, dan kita juga tidak mengetahui latar belakang keluarganya"
"feeling orang tua itu sangatlah kuat untuk anaknya mama yakin dia gadis yang baik, terbukti sampai saat ini dia tidak pernah menuntut dan melanggar janjinya pada ayahnya untuk mengusut pelaku tabrakan itu, bahkan dia menerima begitu saja takdirnya"
"tapi ..Pah ..Mah.. gadis itu hanyalah gadis biasa apa tidak akan apa- apa jika masuk ke dalam keluarga kita ?"
"kamu ini bicara apa sih sayang.. apa selama ini Papa dan Mama pernah memberikan syarat untuk menjadi menantu kami harus sepadan dengan status sosial kita, yang penting orang itu baik, tulus menyayangi anak- anak Mama dan juga keluarga kita itu sudah cukup"
"mama kamu benar Shaka, Papa juga tidak pernah mempermasalahkan itu semua karena dulu Mama papa pilih menjadi istri Papa juga demikian, dan nenek kakek kalian tidak keberatan terbuktikan Mamah memang wanita terbaik yang papa pilih"
"tapi Paa.. gimana mungkin Shaka bisa memiliki Gadis itu kalau Shaka sendiri belum memiliki perasaan cinta terhadapnya"
"sayang... percaya sama mama semua itu akan hadir seiring berjalannya waktu dalam kebersamaan kalian"
Shaka masih terlihat bingung perasaanya belum Yakin dengan saran yang di berikan oleh kedua orangtuanya
"kenapa lagi..kamu tidak sedang mencintai orang lain kan Sayang ?"
tanya Mama Vina lagi
"heh..ng..ngak kok mah "
jawabnya dengan terbata bata
"Shaka Papa sudah mengajarkan ilmu berbisnis kepada semua anank-anak Papa tak terkecuali kamu, bahkan kamu sudah Papah ajarkan dan Papa beri kepercayaan mengelola aset perusahaan sejak kamu baru kelas 1 SMA, kamu tahu kan bagaimana caranya memenangkan sebuah Tender ? Papa harap kamu juga bisa memenangkan Tender pribadimu kali ini, Papa yakin kamu bisa"
ucap Papa Andi sambil menepuk pundak anak bungsunya itu kemudian berlalu menuju kamarnya.
"ya sudah kamu istirahat ya Mama juga mau istirahat sayang".
*************
MOHON MAAF YA UNTUK PARA READERS SETIA KALI INI TERLALU LAMA UP NYA ..DIKARENAKAN KESIBUKAN DI BULAN PUASA. TERIMAKASIH UNTUK LIKE, KOMEN DAN JUGA VOTE NYA. 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻
__ADS_1
udah AUTHOR revisi loh ya mulai dari bab 1 sampai bab ini, semoga makin banyak yang berminat membacanya dan memberikan DUKUNGANYA matur thank you ya pembaca setia 🙏🏻🙏🏻