
" sudah sudah .. ini masih pagi udah pada mengharu biru pakai acara peluk memeluk segala, Pah.. Esha udah siap nih ayok kita berangkat "
suara Mahesa membuyarkan keharuan anatara Syaqina mama, dan juga papa Andi
"bilang saja kamu iri pingin ikut nimbrung juga kan ?"
ledek sang Ayah hingga membuat mereka semua terkekeh
"ya sudah ma, Syaqina papa berangkat ke kantor dulu memperkenalkan kakak mu pada seluruh karyawan papa di kantor. dan mama jangan lupa segera bersiap karena sepulang kantor kita akan langsung ke bandara dan berangkat."
" iya pah mama sudah siap kok tinggal ganti baju saja nanti"
Papa Andi dan Mahesa pun keluar dari rumah menuju ke parkiran kali ini mereka pergi dengan diantar Supir karena nanti papa tidak akan lama di kantor setelah memperkenalkan Mahesa pada seluruh karyawan Papa Andi akan segera pulang untuk kembali bertolak ke bandara dan berangkat ke Paris bersama Mama Vina.
Sementara Syaqina pun segera bersiap -siap untuk segera pergi ke Campus setelah terlebih dulu berpamitan dengan Mama mertua berasa mama kandungnya.
πΈπΈπΈπΈπΈ
Di Kantor Shaka
setelah selesai memimpin meeting Shaka kembali keruanganya dan segera berkutat dengan beberapa map berisi berkas - berkas penting perusahaan yang harus iya tanda tangani, karena perusahaan yang berhasil Shaka rintis sendiri sudah mulai berkembang dan hampir mensejajarkan dengan perusahaan sang Papa perusahaan yang bergerak di bidang advertising itu kini telah berhasil menjalin kerja sama dengan beberapa Perusahaan multi level tanah air dan bahkan manca negara membuat Shaka sibuk dan hampir tak memiliki waktu senggang.
Sejak beberapa waktu terakhir Shaka cukup berganggu pikiranya dengan masalah pribadinya. Semenjak ia dan Syaqina memutuskan untuk menerima dan menjalani pernikahannya dengan sewajarnya pernikahan pada umumnya kegelisahan itu mulai muncul apalagi setelah mulai tumbuhnya benih -benih cinta di hati Shaka dan dengan cepat benih - benih itu tumbuh, Perasaan itu tumbuh terlalu cepat membuatnya merasa takut kehilangan semua kenyamanan yang di berikan oleh Syaqina karena meskipun Syaqina tidak pernah mengungkapkan secara lisan namun itu sudah cukup jika disebutnya saling mencintai itu hanya masalah waktu untuk mengakuinya. Syaqina yang telah melakukan perannya sebagai istri yang baik sudah cukup membuat Shaka terperdaya dan sngat takut kehilangan jika suatu saat nanti kenyataan yang sebenarnya itu terungkap.
"maafkan aku Syaqina, aku belum bisa jujur padamu, aku belum siap mengakui semuanya karena aku tak ingin kehilanganmu untuk saat ini aku yak akan sanggup jika kamu membenciku, jika kamu nantinya akan meninggalkanku"
Shaka tampak begitu frustasi dengan keadaanya saat ini hingga tak bisa fokus pada pekerjaannya, bahkan ketika Rega Asisten pribadi sekaligus sahabatnya mengetok pintu berkali kali ia tidak mendengarnya
"selamat siang Bapak Shaka yang terhormat.. "
__ADS_1
tak juga mendapat respon membuat Rega Asisten pribadinya itu berdecak kesal
"ini kenapa sih su bosque kusut gitu sepertinya di sedang melamunkan masalahberat nih nggak biasanya seperti ini "
Rega tampak berbicara sendiri, tanpa pikir panjang Rega pun menaruh tumpukan map yang di depan Shaka tadi dengan keras sehingga menimbulkan suara
Dgrughh
anggap saja demikian bunyinya
"apa - apaan sih loe bikin orang kaget saja "
"habisnya si boss dari tadi ngelamun bengong saja, mikirin apa sih?"
Rega pun menjatuhkan dirinya di sofa ruangan Shaka, Shaka masih tak merespon pertanyaan Rega
" udah.. kalau mau cerita cerita saja kali ini gue datang sebagai sahabat elo bukan sebagi asisten loe, barangkali gue bisa bantu cari solusi "
Shaka pun menghampiri Rega dan duduk di sofa yang sama dengan Rega
" soal apa sih ?"
" ini soal Syaqina "
"kenapa ? dia lagi merajuk ? atau dia hamil?"
"mulut tuh kalau ngomong asal aja, dia bukanbtipe orang yang mudah merajuk tanpa alasan yang jelas, dan kalau dia hamil gue bersyukur dan seneng banget? berarti dia tak akan mudah buat ninggalin gue"
"terus..???"
__ADS_1
" gue takut kehilangan dia Ga, kalau sampai dia tahu kebenarannya kalau gue yang udah menyebabkan Ayahnya meninggal pasti dia akan sangat kecewa dan membenciku dan aku nggak akan sanggup kalau harus kehilanganya"
"ya udah hamili saja dia biar nggak mudah dia ninggalin elo kalau suatu saat nanti dia tahu kebenarannya"
"kalau itu tanpa Elo suruh juga udah gue lakuin tiap malam langsung tembak dalam bro"
" trus.. mana hasilnya belum ada sekarang ? atau tembakanmu belum sempurna mencapai sasaran Bro "
"sok tahu kamu,, punya pacar aja enggak pakai acara mencela orang yang sudah berbini"
" iya sih memang saat ini gue nggak ada pacar tapi bukan berarti gue nggak lauk ya.. catat itu gue masih mau fokus mengurus adik dan juga ibu Gue kedua adik gue masih butuh biaya banyak bro gue harus sekolahan dan kuliah mereka sampai lulus baru setelah itu gue akan berpikir soal pasangan"
Ya Regantra putra Gunawan adalah sahabat Shaka dari SMA dan sampai saat ini meskipun mereka kuliah di kampus berbeda namun mereka tetap dekat karena sejak SMA Rega sudah membantunya mengurus pekerjaan di perusahaan ini. Rega adalah anak pertama dari tiga bersaudara adek keduanya perempuan bernama Mutiara putri Gunawan saat ini masih kuliah semester lima dengan jurusan managemen bisnis di universitas Putra Bangsa
wahh.. jurusan dan kampus yang sama dengan Syaqina jangan - jangan mereka saling kenal lagi π€ AUTHOR
sedangkan adek nya yang bungsu kelas tiga SMA bernama Satria Pamungkas Ayah Rega dulunya merupakan salah satu karyawan Darmawan Mahantara group menjabat sebagai salah satu manager di devisi keungan bernama Roby Gunawan. namun sudah meninggal beberapa tahun yang lalu karena kecelakaan mobil saat pulang dari kantor saat itu Rega masih duduk di kelas tiga SMA.
Karena dedikasi almarhum pak Roby selama menjadi bagian dari perusahaan DM corp yang cukup lama mulai dari perusahaan masih kecil hingga dapat berkembang pesat atas pertimbangan itulah Papa Andi pun membiayai pendidikan Rega dan juga tunjangan disetiap bulannya selama anak - anak pak Roby belum menikah, selain itu Papa Andi juga meminta Rega untuk ikut membantu Shaka yang saat itu belajar merintis usahanya dengan harapan mereka akan sama - sama Belajar mengurus perusahaan dan merintisnya dari nol.
Rega sebenarnya sudah papa Andi anggap sebagai anak sendiri juga oleh sebab itu Rega pun merasa banyak berhutang budi. Untuk alasan Rega mengenai pertanyaan Shaka kenapa sampai saat ini ia masih jomblo karena masih fokus membiayai kedua adiknya sebenarnya kurang tepat karena kalaupun Rega sudah menikah kedua adiknya masih tetap mendapatkan tunjangan dari keluarga Darmawan Mahantara, selain itu kalau nanti Rega menikah papa Andi sudah berjanji akan menanggung semua biayanya dan tentu juga Shaka tak akan tinggal diam mengingat Rega sudah sangat membantunya mendirikan perusahaannya sendiri.
visual Regantara Putra Gunawan
Terimakasih pembaca yang setia mengikuti cerita dari karyaku ini, semoga tidak bosan ya ? karena kisah masih panjang konflik baru akan dimulai nih.. Terimakasih untuk dukungannya jangan lupa
LIKE,
__ADS_1
KOMENTAR,
Dan juga Vote nya ππ»ππ»ππ»