
Matahari pagi telah bersinar dengan sempurna menyunggingkan senyuman ceramahnya penuh kehangatan, Syaqina kini tengah bersiap menuju ke.sebuah pasar tradisional yang tak berapa jauh dari komplek perumahan yang ia tinggali, memang semenjak tinggal disini hampir setiap libur kerja ia selalu menyempatkan diri untuk berbelanja kebutuhan sehari - hari ke pasar.
Apalagi semenjak kehamilannya memasuki usia enam bulan ia selalu menyempatkan diri untuk berjalan kaki dan sekedar berolahraga kecil, setelahnya ia akan mampir ke pasar, jika biasanya Syaqina selalu di temani Rissa namun hari ini berbeda.
" kamu yakin mau ikut mas ?"
"Iya memangnya kenapa?"
" masalahnya aku ini mau ke pasar tradisional lo bukan ke supermarket, nanti kamu nggak nyaman. terus lagi ya aku perginya dan pulangnya jalan kaki sekaliann olah raga "
"ya terus kenapa ?, aku nggak masalah kok kalaupun harus jalan kaki, ataupun ke pasar yang becek sekalipun, kalau kamu saja bisa kenapa aku tidak. aku ini laki - laki Syaqina, nggak perlu kamu khawatirkan seperti itu"
" ya sudah, aku hanya tak mau nantinya kamu nggak nyaman dan menyalahkan aku karena harus pergi ke tempat yang aku yakin kamu belum pernah datangi seumur- umur "
" baiklah, terimakasih karena sudah memahami keadaan aku, tapi percayalah mulai sekarang dan seterusnya, laki - laki yang berdiri di hadapanmu ini bukan lelaki menye- mente melainkan lelaki yang kuat ,tangguh,dan bisa hidup dalam kondisi dan situasi seburuk apapun, asalkan itu ada kamu dan calon bayi kita "
Syaqina hanya terdiam mencerna kata-kata Shaka yang tulus, netra mereka saling beradu perempuan yang berstatus sebagai istrinya itu tampak berusaha mencari kebohongan yang menjadi keraguan namun tak berhasil ia dapatkan, karena memang Shaka berkata tulus tanpa kebohongan.
" ya wes lah ayok berangkat kalau begitu "
Shaka pun langsung meraih tangan Syaqina untuk di gandengnya, dan pemilik tangan tampak terbengong merasakan hal yang terasa aneh baginya
"kenapa ? apa aku nggak boleh menggandeng tangan istriku?"
tanya Shaka dengan mimik wajah penuh rasa bersalah
" enggak kok nggak gitu Mas, aku cuma tidak terbiasa saja "
" Okey.. mulai sekarang semua akan terbiasa karena mulai sekarang tangan ini akan selalu ada untuk menggandeng tangan mu "
" ihh... hal banget sih bucinya kebangetan "
" kok kamu ngatain suami kamu BUCIN sih sayang"
" ya emang BUCIN malah udah akut lagi "
" biar saja kan emang suami kamu ini Beneran cinta sama kamu "
" udah ah,.. ge gombal terus kesiangan iya nanti"
" ya uda ah berangkat kita "
Sepasang suami istri yang baru saja bertemu setelah hampir enam bulan terpisah itu kini tampak seperti pasangan pengantin baru yang masih tampak malu - malu terlebih jika dalam kebersamaan seperti itu mereka masih terlihat sangat canggung. mengingat dulu pernikahan mereka pun terjadi bukan karena adanya saling cinta melainkan mereka baru saling mengenal, dan ketika mereka baru akan tumbuh benih - benih cinta Badai kebenaran datang memporak porandakan benih - benih yang baru bersemai itu.
Selama berada di pasar Shaka tak melepaskan tautan tangannya pada tangan Syaqina ia tampak begitu protektif apalagi saat berada di lapak yang ramai pembeli.
" Maaf mas capek ya ikutin aku belanja? , kamu bisa kok tunggu disana itu di warung tenda, kamu bisa tunggu disana sambil minum es cendol mungkin"
" udah .. lanjutin belanja nya keburu siang panas nanti kamunya"
__ADS_1
Syaqina tersenyum simpul, sesungguhnya ia sangat senang ditemani dan diantar belanja suami seperti saat ini adalah salah satu keinginan sederhana bagi sebagian istri. Syaqina pun segera menuju ke lapak buah yang tampak sangat segar - segar setelah memilih beberapa dan membayarnya ia pun menyudahi perburuanya tampak Shaka menentang beberapa kantong belanjaan dan merekapun berjalan pulang jarak pasar dengan rumahnya kurang lebih 300 meter saja.
" Alhamdulillah sampai juga "
pekik Shaka sambil meletakkan beberapa kantong belanjaan di lantai teras kosan istrinya
" makasih ya Mas udah anterin dan nemenin aku belanja"
" masak cuma makasih dhoank, nggak ada jatah kiss mungkin biar capek nya hilang "
" ihh sekarang gitu mesum banget sih jadi orang "
Syaqina sudah on dengan mode merengutnya
" ya gimana lagi efek kelamaan menduda sih "
" siapa suruh nungguin kalau nggak tahan menduda kenapa nggak cari saja yang baru "
" beneran nih, rela "
Shaka sambil menaik turunkan kedua alisnya menggoda Syaqina yang wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus.
" emangnya siapa juga yang nyuruh nungguin "
ucapnya dengan wajah masam dan nada sewotnya, maklum kondisi hormonal untuk ibu hamil itu memang suka berubah - ubah.
" nggak mungkin lah aku bakal pindah ke lain hati apalagi udah ada calon bayi kita, memangnya aku laki - laki apaan, gimana pun juga aku laki - laki yang sudah punya tanggung jawab dunia akhirat untuk kamu dan anak kita "
"auh... "
Syaqina mengaduh sambil memegangi perutnya, membuat Shaka terkejut dan terperanjat khawatir
" kenapa? kenapa dengan perut kamu sayang ?"
" ah... nyeri sekali perutku kram mas "
" kita ke dokter ya "
" nggak ..Ini belum.waktunya chek up"
" tapi kamu kesakitan aku nggak mau anak kita kenapa - napa "
" bantu aku untuk rebahan mas nanti pasti akan baikan sendiri "
" nggak.. kita ke dokter sekarang , setelah dari dokter kamu mau apa terserah "
tanpa berpikir panjang Shaka langsung membopong tubuh Syaqina yang tengah terduduk di kursi dapur. langsung di bawa ke dalam mobil Shaka.
"Mas.. aku tuh nggak apa - apa nanti juga hilang sendiri"
__ADS_1
" udah sekarang kita ke dokter dulu"
Shaka pun segera menghidupkan mesin mobilnya dan segera melaju ke dokter spesialis kandungan yang cukup terkenal di kota ini. setelah mendapatkan nomer antrian merekapun menunggu sejenak dan segera ditangani oleh dokter Clara, yang merupakan teman semasa SMA Shaka.
" Jadi .. Ini istri kamu Ka ?"
" iya Ra "
" jadi kemaren sempat ada rumor kalau putra Bungsu keluarga Darmawan Mahantara itu sudah menikah dan sempat batal menggelar resepsi pernikahan itu beneran ?"
" iya Ra sebenernya kemaren sempet ada sedikit masalah makanya resepsi terpaksa di batalkan"
" maaf ya sekarang silahkan anda berbaring dulu ya"
seru dokter cantik itu setelah Syaqina berbaring dan perawat memberikan gel untuk USG
" silahkan kamu perhatikan layar monitor nya Ka tuh bayi kalian aktiv sekali, jadi rasa kram dan nyeri yang dirasakan ibunya tadi itu karena gerak si bayi yang cukup aktiv, dan itu sangat normal apalagi untuk usia kandungan yang memasuki usia tujuh bulan, dan ini jenis kelaminnya sepertinya baby boy, untuk beratnya masih kurang, jadi ibu bayi harus menkonsumsi makanan yang bergizi, susu harus terus minum ya bu, dan usahakan istirahat yang cukup ya, karena disini tekanan darah ibu sedikit rendah"
" baik dokter"
jawab Syaqina, sementara Shaka tidak terlalu banyak berkata - kata karena Shaka masih terperangah melihat gerakan bayinya di layar 4 dimensi layar USG yang ditunjukkan dokter Clara
" vitamin dan obat tambah darahnya harus diminum terus ya Bu "
" iya dokter , saya sudah bilang sama suami saya kalau ini tidak apa - apa hanya kram biasa tapi dia tidak percaya dokter, makanya memaksa untuk periksa "
" nggak masalah justru itu bagus bu, karena Ayahnya sudah nggak sabar pingin lihat si baby boy sepertinya "
" ini tuh pertama kalinya saya ikut dan menemani dia periksakan bayi kami Cla, karena selama ini kami tinggal berpisah bahkan sejak awal kehamilan istriku aku tidak ada disampingnya Cla, jadi mulai sekarang aku bakal jadi suami dan Ayah siaga seperti yang pernah kamu iklankan di iklan layanan masyarakat yang di TV "
" seriusan kamu Shaka ?"
" iya serius , ini pertama kalinya aku anter ke dokter, dan kami baru berjumpa tadi malam waktu acara Anniversary Perusahaan rupanya istriku ini selama ini menjadi karyawan perusahaan keluarga kami, padahal kami selam lima bulan ini mencarinya hampir keseluruh tempat di kota ini, tapi aku nggak bisa menemukannya"
" bay the way apa karena kamu yang play boy makanya istri kamu ninggalin kamu ?, setahu ku ya kamu kemaren pacaran sama artis photo model "
" udah lah nggak usah bahas soal itu"
Saat ini Syaqina masih diruang periksa karena perawat masih membersihkan gel bekas USG tadi, setara Shaka sudah berada di meja konsultasi dokter
" yang terpenting sekarang istri dan bayi kami baik - baik saja Cla"
" kamu tenang semua baik kok, asalkan istri kamu mengikuti saran dokter, kamu harus lebih perhatikan asupan gizi dan nutrisinya karena berat badan bayi kalian masih kurang, dan juga tekanan darah istri kamu sedikit rendah "
" aku akan perhatikan semua itu kok Cla "
"dokter terimakasih "
" sama - sama kalau ada keluhan jangan sungkan untuk hubungi saya ya, Shaka ini teman saya semenjak SMA jadi anggap saja kita ini keluarga "
__ADS_1
" oh.. begitu ya , iya dokter terimaksih, kami pamit dulu"
Maaf ya eperibadeh baru sempat up soalnya author lagi sibuk banget ππ»ππ» mohon untuk DUKUNGANYA selalu berikan like β€, komentar dan juga votenyaππ»ππ»