Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
58. Di kantin Kantor


__ADS_3

Cuaca Pagi ini menyapa dengan sumringah matahari bersinar kekuningan menampilkan semburat cantiknya meski baru sebagian dan belum sepenuhnya menampakkan dirinya.


Syaqina berjalan memasuki loby perusahaan tempatnya bekerja dengan wajah berseri tak kalah cerianya dengan suasana langit pagi ini, selama satu minggu ini ia memang harus pulang dan berangkat kerja sendiri karena mbak Anggi masih berada di Singapura untuk melakukan program kehamilan, pagi ini Syaqina pergi ke kantor dengan naik Taxol.


Wajah cantik dengan pipinya yang terlihat mengembang menampilkan wajahnya yang semula tirus kini mulai menjadi chubby beruntung iya masih tertolong dengan hidung mancungnya sehingga wajahnya tidak membulat sempurna, Tubuhnya yang terbalut Gamis formal berwarna Mocca yang sedikit longgar di padukan dengan pamina berwarna peach yang terlilit menutupi surai hiyam sebahu , gterlihat perut buncitnya menjadi tersamarkan sehingga tak begitu menonjol karena memang perutnya terlalu kecil untuk ukuran usia kehamilan enam bulan, mungkin karena postur tubuh Syaqina yang lumayan tinggi sehingga perutnya terlihat tipis.


tap.. tap.. tap


terdengar suara sepatu pantofel beradu dengan lantai keramik tampak berada di belakang Syaqina yang juga tengah menyusuri lantai lobi.


"Sya... tunggu "


suara seorang laki -laki memanggilnya membuat langkah kecil Syaqina terhenti dan segera menoleh siapa pemilik suara tersebut


"Riyan !"


" hem... cepet banget jalan ya ini kan masih lama jam kantornya baru juga jam 07.05 "


"Iya sih, tapi aku masih pingin singgah ke kantin"


"oh.. bumil laper ya belum sarapan ?"


" iya emang sengaja pingin sarapan di kantin kantor "


" kebetulan nih aku juga belum minum kopi "


"Lah... memang nggak ada yang menyiapkan? masak cuma minum kopi saja nggak sempat?"


tanya Syaqina dengan sedikit heran, karena setahunya membuat kopi itu hanya perkara sepele semua orang pasti bisa mempersiapkan sendiri


"kan aku tinggal sendiri, dirumah juga nggak ada asisten terus akunya lagi malas ke dapur"


"hemmm makanya buruan cari asisten pribadi dan yang halal pastinya"


celetuk Syaqina yang bermaksud meledek Riyan yang menurut pengakuannya masih lajang

__ADS_1


"iss... ngawur kamu mana ada asisten harus halal, kalau pacar halal itu baru bener "


" yach.. what ever sajalah "


" susah Sya habisnya perempuan yang aku mau udah disunting orang duluan, padahal diam -diam aku nungguin dia buat siap di halalin soalnya dulu zaman sekolah dia bilangnya nggak mau pacaran maunya pacaran ya setelah nikah, eh.. giliran ketemu lagi udah jadi bini orang "


"maksudnya nyindir nih ?"


Syaqina yang sepertinya paham dengan orang yang dimaksud Riyan


"sejujurnya iya sih sedikit, hehee "


"dasar kamu tuh,.. suka ngegombal, itu loh dah beberapa tahun yang lalu masih juga belum move on"


"maunya sih gitu tapi nyatanya nggak semudah itu "


mereka berbincang sambil terus berjalan dan sekarang mereka sudah berada tepat di depan lift


tingggg


Syaqina dan Riyan pun berjalan berdampingan menuju kantin Syaqina yang pagi ini ingin makan nasi lemak pun langung request dengan mbak kantin memesan satu porsi Nasi lemak lengkap dengan tempe orek bercampur kacang tanah dan iblis medan, irisan telur dadar, lalapan mentimun dan tak ketinggalan kerupuk. sementara Ryan memilih menyantap Bihun goreng dan memesan secangkir kopi hitam.


kedua orang yang berstatus teman lama itu pun tengah menikmati sarapan paginya di kantin kantor dengan nikmat. beberapa menit keduanya telah menyelesaikan misi pengisian amunisi untuk cadangan energi menjalani aktivitas kerjanya hari ini, dilanjut dengan berbincang sambil menunggu Riyan menyeruput kopi hitamnya.


"Sya.. nanti pulang kerja kamu dijemput ?"


Tanya Riyan yang berusaha memastikan karena sepertinya ia masih merasa penasaran dengan keadaan dan status pernikahan teman lamanya itu lebih tepatnya teman dan pernah menjadi gebetanya dulu karena sebenarnya tadi pagi Riyan sudah memperhatikan Syaqina dari jauh saat Syaqina menaiki Taxsol dan mengikuti dari kejauhan hingga sampai di kantor hampir bersamaan, ya.. itu tadi bukan suatu kebetulan namun kesengajaan.


mendengar pertanyaan Riyan Syaqina terdiam sesaat kemudian menggelengkan kepalanya, hal itu semakin meyakinkan Riyan jika saat ini Syaqina dalam keadaan tidak baik -baik saja


"kalau gitu bareng aku saja pulangnya, kan kita searah "


" nggak usah Yan aku naik Taxol saja, ntar ngerepotin kamu"


"repot apanya orang kuta searah kok kan sekalian bareng"

__ADS_1


"makasih Yan tapi nggak usah, nggak enak nanti dilihat sama temen -temen karyawan yang lain bisa timbul fitnah nanti apalagi kita terlihat deket gini, kasian kamu nya ntar pamornya turun jadi nggak laku -laku deh "


" semprul luh, bilang saja mau ngatain aku kan ?"


"ih.. nggak serius deh tapi bener kan aku bilang tadi kalau kita deket gini pasti bakal timbul banyak perspektif dari orang - orang"


"kenapa takut ya aku yang ganteng maksimal ini di cap sebagai Pebinor ?"


"kamu nih kalu bicara suka bener"


lalu mereka pun terkekeh. Riyan segera membayar makanan yang telah mereka pesan dan sudah habis mereka eksekusi dan diamankan dalam perut masing - masing. Syaqina yang bermaksud membayar makananya sendiri langsung ditolak sama Riyan


"Yan biar aku bayar sendiri makananku"


"udah,.. aku masih kuat kok kalau cuma bayarin makanan kamu tiap hari, nggak usah nolak karena seorang Riyan Permana tidak suka penolakan "


" iya deh terimakasih banyak -banyak saja kalau begitu "


sepuluh menit lagi jam kerja akan dimulai, merekapun bergegas meninggalkan kantin untuk menuju ruang kerjanya masing - masing


Syaqina sebenarnya belum mengetahui jika Riyan teman SMA nya itu telah menduduki jabatan penting di kantor dan perusahaan ini yaitu sebagai wakil CEO, karena Syaqina merupakan tipe orang yang cuek dan tidak begitu tertarik pada hal - hal yang tak menjadi urusannya. sehingga ia tak pernah bertanya apa jabatan Riyan disini bahkan ia sendiri tidak menyadari bahwa logo perusahaan DM corporation itu merupakan perusahaan milik keluarga Darmawan Mahantara dimana ia sampai saat ini masih berstatus sebagi istri dan putra Bungsu keluarga Mahantara dan sekaligus menantu Keluarga Darmawan Mahantara.


ada beberapa karyawan yang terlihat bingung dan penasaran dengan kedekatan Riyan dan Syaqina terlihat beberapa kali mereka tampak akrab seperti pagi ini misalnya. beruntung teman satu devinya sepertinya belum mengetahui itu kalau sampai mereka tahu pasti akan heboh mengingat Riyan merupakan wakil Boss dan Syaqina yang hanya karyawan biasa dan masih terbilang baru pula, bisa sedekat dan seakrab itu dengan wakil Boss di perusahaan ini.


keduanya sudah sampai di lantai 5 gedung perkantoran ini lalu mereka berpisah karena harus bekerja pada bagian masing - masing.


Terimakasih untuk yang sudah setia mengikuti cerita ku, terimakasih tak terhingga juga untuk yang sudah mendukung semoga kita bisa saling menebar manfaat dan kebaikan.


jangan lupa


LIKE ❤


komentar


dan Vote nya..🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2