Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
43. Rujak Buah


__ADS_3

Mereka bertiga sudah sampai dirumah, lebih tepatnya di kos Rissa setelah mereka membersihkan diri, dan sudah berada di atas kasur busa ukuran Queen tanpa ranjang.


" Ris kamu yakin tak memiliki perasaan yang lebih ke Aldo?"


Tanya Syaqina sambil merebahkan tubuhnya di samping Rissa


" entahlah Sya.. untuk saat ini aku belum yakin, rasanya aneh saja kalau tiba -tiba perasaan itu berubah Sya.. meskipun tak aku pungkiri kalau Aldo selalu ada setiap aku sedang susah dan butuh bantuan, bahkan Aldo satu - satunya teman lelaki yang paling dekat denganku selama ini, tapi aku masih ragu sya apa mungkin jika nanti kami tak hanya sebagai sahabat tidak akan pernah ada masalah nantinya, dan aku sangat takut kehilangan sahabat sebaik Aldo Sya "


"itu artinya kamu hanya Ragu saja Ris, tapi aku percaya seiring berjalannya waktu kamu bisa melewati keraguan itu, apapun itu aku hanya tak ingin persahabatan kita rusak hanya karena berubahnya perasaan kalian "


ternyata Rissa sudah terlelap dengan nyaman nya


"hemmss pantas saja nggak ada yahut rupanya udah molor.."


🌸🌸🌸


Malam sudah larut lebih dari tengah malam, kesunyianpun mengiringinya untuk menjemput perasaannya. namun sepasang mata Syaqina masih enggan untuk diajak terpejam pikirannya semakin jauh menerawang ingatanya kembali pada nasibnya yang sangat menyakitkan, entah mengapa disaat semuanya sudah terasa begitu indah bahkan seperti kebahagiaan yang sempurna kenyataan itu muncul dan mencabik -cabik semuanya hingga nyaris tak utuh lagi.


bulir - bulir air matanya murah teruarai menuruni kedua belah pipinya yang kini semakin tirus,


"apakah aku terlalu egois jika aku melakukan semua ini Yah ?"


Syaqina berbaring sambil memeluk figura berisi photo almarhum sangat Ayah, mungkin saat ini ia sudah sangat Rindu karena sudah cukup lama semenjak menikah ia belum lagi mengunjungi makam Ayahnya. dan ia berniat mengunjunginya Esok hari dengan meminta bantuan Aldo dan Rissa untuk mengantarkan kesana.


Pagi hari mulai menyapa hari ini cuaca sangat cerah meski sangat kontras dengan suasana hati Syaqina saat ini. namun begitu ia selalu berusaha terlihat baik - baik saja jika bersama dengan kedua sahabatnya itu, Pagi ini Syaqina dan Rissa sudah bersiap untuk mengunjungi makan Ayahnya mereka tinggal menunggu kedatangan Aldo saja, Syaqina yang tengah duduk di kursi kayu terus Kos nya tampak sedang melamunkan sesuatu , karena beberapa kali Rissa memanggilnya tampak tidak merespon dan Rissa pun merasa jengah akhirnya memutuskan untuk diam dan tak mengulangi pertanyaannya melainkan beralih memainkan Gawai nya, sampai akhirnya Aldo datang


"udah pada nungguin lama ya ?"


tanyanya sambil menyodorkan bungkusan dalam plastik berwarna putih pada Rissa


" apaan ini ?"


tanyanya sambil meraih bungkusan yang di asongkan kepadanya


" Kue dari Bunda katanya buat kalian "


" Eh.. Aldo udah datang ?"


Syaqina yang sepertinya baru kembali dari dunia lamunannya


"hemmss... tadi aja entah kemana melaluinya sampai diajak ngobrol berkali kali gue di kacangin"


seloroh Rissa sambil memanyunkan bibirnya


"masa sih Riss kok aku nggak nyadar ya ?"


"Ya nggak nyadarlah orang ngelamunnya jauuuhh entah sampai ke alam antah berantah sana "


" ya..maaf jangan marah ya sayang kuh "


" cihh... sayang kalau ada maunya "

__ADS_1


"udah.. udah.. kita berangkat saja bawa ada kue dari Bunda buat kalian cemil di mobil kalian kan pasti belum sarapan juga "


Suara Aldo seakan menginterupsi keduanya dan segera melangkah mengikuti Aldo yang sudah masuk ke dalam mobil


"Ris.. buka dhonk... itu yang kamu bawa gue lapar banget nih"


Syaqina merengek seperti bocah yang meminta makan pada Emaknya


" ini biar aku buka dulu, sabar sebentar, Waah..


bunda tahu saja kalau aku paling demen sama bolu tiramisu "


" cieyy.... yang dapat kue dari Bunda Camer "


Syaqina menggoda Rissa yang tanpa babibu langsung melahap kue tersebut


"ehmmm..sumpah ini kue enak banget Sya.. sumpah "


"ihhh... gue yang pingin banget kok malah di duluin sih "


" iya..iya ini tuh banyak banget nggak bakal habis kita makan , sini nih gue suapin "


" nggak ah.. udah nggak pingin"


" kok kayak orang lagi ngidam saja sih ,, sensitive banget "


"beneran Riss gue udah nggak nafsu sama sekali "


Suara Aldo sambil membuka A' mulutnya pada Rissa, dengan reflek Rissa pun menyuapi Aldo, seketika Rissa tampak malu -malu dan tiba - tiba Syaqina mengagetkan Aldo karena meminta menghentikan mobil dengan tiba -tiba.


"Al... stop !! pinggiran dulu mobilnya "


Aldopun reflek memijak pedal ngerem mendadak beruntung iya berada pada jalur kiri dan kondisi jalanan sedang sepi


" ada apa sih Sya ? bikin gugup deh "


Rissa pun mencak - mencak


" itu .. ada yang jual Rujak buah.. tiba - tiba pingin banget makan rujak buah "


Jawab Syaqina yang tak lupa dengan memasang wajah 'puppy eyes nya


"hah.. nggak salah nih ?, ini loh masih pagi sya ?"


gantian Aldo yang baru menyadari kejanggalan pada diri sahabatnya itu


" lagian setahu aku aku nih ya, kamu nggak suka sama yang namanya Rujak ataupun yang asem - asem deh jangan - jangan kamu... ?"


Rissa sudah merasa curiga terlebih selama tinggal beberapa hari denganya iya selalu memperhatikan sahabatnya itu wajahnya pucat dan juga nafsu makanya sangat payah bahkan sedikit sekali, awalnya mungkin karena dia sedang stres memikirkan masalahnya saat ini hingga dia kabur dari rumah


Namun semakin kesini kecurigaan itu semakin beralasan, bagaimanapun juga Syaqina adalah perempuan yang sudah bersuami dan mereka juga sering melakukan hubungan.

__ADS_1


"kamu apa-apaan sih,.. Riss udah pokoknya sekarang aku mau rujak buah itu"


"Ya udah, kalian tunggu disini saja biar aku turun untuk membelinya "


Aldopun turun setelah meminggirkan mobilnya dengan benar


" Sya.. kapan terakhir kamu datang bulan ?"


Tanya Rissa to thepoint


"emhh... entahlah Ris aku lupa tapi seingat ku beberapa hari setelah menikah dan sampai sekarang belum datang bulan lagi "


"serius kamu sya.. !! dan kamu nggak curiga apa -apa gitu ?"


" bahkan aku tidak ingat kalau kamu tidak menanyakannya"


""OMG... Syaqina kamu tuh ya... be** banget sih kamu itu udah punya suami udah gitu kamu juga udah lakuin itu kamu nggak dapat sampai hampir dua bulan kok nggak mikir kesana "


" tapi kan selama ini aku nggak pernah merasa ada tanda -tanda orang hamil Ris "


"udah gini saja nanti sepulang kita dari makam Ayah kita langsung beli tes pack"


tak berselang lama Aldopun membawa bungkusan rujak dan menyerahkan pada Syaqina, tanpa menunggu aba -aba Syaqina langsung membuka kotak stereofoam wadah rujak beraneka buah dengan sambal kacang yang kental dan Syaqina melahapnya satu porsi rujak itu tanpa sisa. Rissa dan Aldo hanya saling memandang melihat berapa rakusnya Syaqina melahap rujak tersebut hingga tanpa sisa.


"hemmss.. mantab banget, makasih ya Al.."


"tuh kan apa aku bilang.. kalau feeling aku tuh kamu tuh beneran lagi ngidam Sya "


celetuk Rissa tanpa basa basi,


" hushh... ngawur lo Ris ?"


Aldo seolah mematahkan asumsi Rissa


"ngawur gimana lo Al.. salahnya dimana Syaqina kan udah nikah dia ada suami dan mereka sering ngelamunin itu jadi wajarkan kalau itu terjadi "


Aldo pun manggut - manggut merasa argument Rissa memang masuk akal jika Syaqina hamil.


"ayu udah, sepulang dari Makan nanti kita temenin kamu periksa sekalian Ya "


Syaqina pun hanya mengangguk pasrah mengikuti saran kedua sahabatnya.


Terimakasih untuk yang sudah setia mengikuti cerita ku, terimakasih tak terhingga juga untuk yang sudah mendukung semoga kita bisa saling menebar manfaat dan kebaikan.


jangan lupa


LIKE ❀


komentar


dan Vote nya..πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»

__ADS_1


__ADS_2