
Shaka melajukan mobilnya dengan santai Syaqina yang duduk di sampingnya sesekali saling melempar senyum, tiba-tiba Shaka terkagetkan dengan ulah pengendara motor yang ugal ugalan membuat Shaka harus memijak Rem dalam- dalam hingga menimbulkan bunyi yang lumayan keras.
CIITTTT
"astagfirullah"
DUGGG
karena Shaka membanting setir kearah kiri kepala Syaqina pun terbentur pada dinding pintu mobil dan ia pun mengaduh
"awww"
Syaqina mengaduh, Shaka yang sangat panik kemudian memeluk Syaqina
"maaf .. maaf ..maafkan aku sudah ceroboh"
tampak jelas ketakutan di wajah Shaka pasti itu rasa trauma akibat peristiwa beberapa waktu lalu.
" lepaskan aku nggak apa-apa?"
Syaqina merasa risih
"maaf.. maaf aku tadi panik"
"kamu kenapa?"
"entahlah seperti aku masih sedikit trauma"
"trauma apa?, apa sebelum ini kamu pernah mengalami kecelakaan?"
"emhh.. Iya ta..tapi itu udah lama"
jawab Shaka dengan gugup
"kamu tenang ya ..aku tidak apa-apa hanya sedikit sakit saja"
tanpa disadari Syaqina menggenggam tangan Shaka. dilihatnya kening Syaqina yang tampak memar
"kita kerumah sakit ya.."
"kamu tuh kenapa tidak usah over deh ini cuma memar sedikit saja"
Shaka semakin memandang Syaqina dengan cemas, ada sesuatu yang aneh disana jantung Shaka berdegup lebih cepat dari biasanya
"apa kamu yakin?"
"Iya.. nanti dioles obat gosok pasti sembuh kok"
"astaga kenapa aku bisa lupa, di mobil ini kan ada kotak P3K"
Shaka pun membuka dasboard dan segera mengambil kotak putih berisi obat-obatan kemudian mengambil salep dan segera mengoleskanya di kening Syaqina
"awww "
Syaqina meringis merasa perih pada keningnya setelah di olesi salap
"sakit ya..maaf ya gara-gara aku ceroboh kamu jadi sakit gini"
"nggak usah merasa bersalah gitu, ini nggak apa -apa, oh iya..kita kan tadi mau makan siang kalau nggak jalan lagi bisa-bisa telat nih waktu makan siangnya"
"kamu bener, kamu pasti merasa lapar juga ya?"
"emmm..sedikit"
jawab Syaqina malu malu
Setelah beberpa menit Shaka pun menghentikan mobilnya di sebuah cafe yang tidak asing untuk Syaqina yaitu cafe Victory
"kita makan disini ?"
__ADS_1
"Iya.. kenapa atau kamu nggak suka, kita bisa pindah ke tempat lain"
"nggak ..kok nggak apa-apa disini saja"
"ya udah ayok kita turun"
rupanya Shaka sudah memesan privat room jadi mereka tidak perlu khawatir akan merasa terganggu oleh pengunjung yang lain.
"untung saja ini privat room kalau tidak bisa-bisa aku habis sama mereka kalau sampai ketahuan aku makan dengan seorang lelaki di tempat kerjaku sendiri" Syaqina berbicara dalam hati
"kamu mau makan apa?"
tanya Shaka menawarkan setelah seorang writers memberikan List menunya.
"terserah kamu saja aku bisa makan apa saja"
dan untungnya lagi pelayan yang melayani mereka sepertinya karyawan baru dilihat dari pakaiannya yang belum memakai seragam, biasanya untuk karyawan baru masih menggunakan seragam hitam putih.
setelah selesai memesan makanan yang akan di pesan Shaka writers itupun keluar ruangan untuk menyerahkan pesanan mereka
"kamu suka makan disini ya ?"
tanya Syaqina
"kadang-kadang sih, ini kan Cafe punya .."
Shaka menggantung ucapannya, dia tak mungkin memberitahukan kalau ini salah satu anak cabang usaha keluarga Darmawan yang bergerak di bidang kuliner. Shaka pun segera mengalihkan pembicaraan dengan topik lain
"jadi ini tadi ceritanya udah reservasi lebih dulu?" tanya Syaqina
"Iya gitu dech"
"kenapa ambil yang Private room gini?"
"nggak apa-apa biar kamu nyaman saja,..ya anggap saja kita ini sedang berkencan"
"kamu kalau ngomong suka ngaco"
jawab Syaqina dengan muka malu-malu
"setelah ini kamu pingin kemana?"
tanya Shaka pada Syaqina
"kok tanya aku? kan tadi yang maksa pakai ngancam siapa?"
"Iya deh....maaf, "
Shaka mengaku kalah sesekali mereka saling beradu pandang dan kedua terlihat sangat kikuk
ternyata cowok ini ganteng juga kalau diperhatikan, aduh kok jantung aku jadi berdebar gini ya aneh banget
sementara Shaka pun tak jauh berbeda dengan Syaqina ia merasa ada yang aneh pada dirinya, biasanya dia sangat cuek dang terkesan dingin dengan cewek meskipun dia banyak dipuja kaum wanita karena ketampananya dan juga statusnya sebagai tuan muda keluarga Darmawan Mahantara
gila nih cewek cantik banget biarpun penampilannya tertutup dan islami gini tapi tetep pesonanya luar biasa, kenapa juga jantung gue jadi nggak stabil gini baru kali ini gue deket dengan cewek model tertutup gini tapi rasanya beda banget dia cantik, sederhana dan terlihat polos
tak lama pelayan sudah datang membawakan minuman dan pesanan makanan rupanya menyusul
"silahkan tuan, nona ini pesanan minumannya kami antar terlebih dahulu "
suara pelayan yang tadi melayani pesanan mereka mempersilahkan
"terimakasih "
jawab Syaqina seraya tersenyum, namun Shaka hanya terdiam sepertinya ia masih asyik dengan monolognya.
"memangnya hari ini kamu nggak kerja kok bisa kelayapan sampai ke rumahku dan sekarang ngajakin makan siang, terus tadi nawarin mau kemana lagi ?"
"gue dah izin sama boss hari ini, pekerjaan gue dah gue selesaikan tadi jadi gue udah free"
__ADS_1
"sebenarnya kamu kerja apaan sih kok enak gitu bisa suka -suka hati kamu "
sepertinya Syaqina semakin penasaran
"kerja di .... di kantor temen gue "
"memang ada gitu kerja seperti itu?, kamu tuh jangan mentang-mentang kerja sama temen terus kamu kerja seenak jidat loe kerja itu ya harus ada tanggung jawabnya "
Syaqina justru mengomeli Shaka sudah mirip seperti emak-emak saja.
tak lama pesanan makanan mereka datang mereka pun menjeda percakapan
"udah makan saja dulu nanti baru dilanjut lagi, kamu tuh ternyata bawel juga ya"
"ih.. siapa yang bawel, aku tu ya cuma nggak suka sama orang yang nggak tanggung jawab sama pekerjaannya, sekarang tu cari kerja susah jadi harus banyak bersyukur di luaran sana banyak yang mencari kerja dengan susah payah belum berhasil, tapi kamu punya pekerjaan malah menyia-nyiakan "
hemmss.. menarik sekali nih cewek, walaupun bawel dan berisik tapi gue suka karakter uang seperti ini istriable banget
bibir Shaka tertarik ke ujung membentuk senyum tipis
"udah .. ngomelnya nona Syaqina, bisa kitamakan sekarang?"
ucapan Shaka seakan menginterupsi Syaqina sehingga ia terpaksa diam dan mulai memaonkannsendok dan garpu pada makanan yang ada di hadapannya
"sorry "
"hemm , sekarang kita makan dulu "
beberapa saat mereka sudah menyudahi makan siangnya masing-masing selama makan mereka dalam mode diam hanya suara dentingan garpu dan sendok yang sesekali beradu dengan piring mereka.
"oh, iya boleh minta tolong antarkan ke makam Ayah nggak? udah 3 hari aku belum nengokin Ayah "
seketika wajah cerianya berubah jadi murung, bulir-bulir air matanya berlinang, semakin membuat Shaka merasa bersalah
"heyy... kok kamu jadi sedih gitu, baiklah nanti kita ke makam Ayah ya, sekarang loe senyum dulu ".
"beneran kamu mau anterin aku ?"
"Iya.. hari ini khusus aku berikan waktuku untuk menjadi temanmu"
"sembarangan lalu gimana dengan kerjaan kamu, ?kamu nggak perlu kok sampai segitunya aku cuma minta tolong antar saja nanti aku pulang busa naik taxi on line jadi kamu bisa langsung balik ke tempat kerja kamu "
"udah nggak usah ngebantah, pasti nanti di makam Ayah kamu kamu itu bakal sedih dan pinginnya berlama-lama disana nggak mungkin kamu mau aku tinggalin sendirian, ntar kalau kamu butuh bahu buat bersandar butuh tangan untuk mengusap airmata kamu kamu mau minta tolong siapa?"
"terserah kamu sajalah, kamu kan keras kepala mana mau ngalah "
"denger ya .. aku tuh titipi amanat sama almarhum ayah kamu untuk menjaga dan melindungi kamu apa kamu lupa itu ?"
"nggak perlu aku bukan bocah kecil yang harus dijagain aku udah dewasa bisa menjaga diriku sendiri, jadi nggak usah lebay gitu"
"hemm aku sih nggak yakin "
"ishh memang siapa kamu bisa bicara begitu, aku tuh perempuan kuat, tegar, mandiri bukan cewek menye-menye yang bergantung pada orang lain "
"Iya deh percaya, kelihatan kok kalau kamu cewek perkasa"
jawab Shaka lagi dengan kesan meledek.
Ada yang tak biasa dengan sikap dan perlakuan Shaka terhadap Syaqina, mereka memang baru kenal entah kenapa seperti sudah sangat dekat, setiap ucapan dan perlakuan Shaka mengandung rasa sayang atau mungkin hanya sekedar rasa kasihan pada Syaqina mengingat ia baru saja mengalami peristiwa yang sangat menyakitkan dalam hidupnya yaitu kehilangan sang Ayah.
visual Syaqina Azzahra
visual Shaka Ibrani Darmawan Mahantara
Terimakasih yang sudah membaca cerita ku semoga suka dengan ceritanya🤲 mohon maaf jika banyak Typo atau pun alur cerita yang belum sesuai. AUTHOR mohon dukungannya untuk like dan comentnya🙏🏻🙏🏻😍
__ADS_1