Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
25. merasa bahagia


__ADS_3

Syaqina tampak mempersiapkan pakaian kerja dan diletakkan diatas tempat tidur, kemudian Syaqina merapikan tempat tidur dan mengganti spray yang sudah tidak berbentuk, kemudian menggantinya. Syaqina tampak tersenyum mengingat kejadian semalam meski ia belum yakin adanya rasa cinta diantara mereka namun kedua kalinya melakukan tadi malam sudah sangat berbeda dengan waktu pertama kali, semalam mereka sudah sama-sama menikmatinya bahkan tidak cukup hanya dengan sekali penyatuan karena Shaka masih merengek meminta jatah lebih. sehingga Syaqina pun tak kuasa menolaknya. setelah 10 Shaka pun keluar dari kamar mandi dengan melilitkan handuk sepinggang, rambutnya tampak masih basah semakin menambah kadar kegantengannya.


"ganti spray lagi ya ?" tanyanya basa basi


"iyalah... orang tadi malam habis ada singa mengamuk"


jawab Syaqina sekenanya. Shaka pun terkekeh mendengarnya


"jadi gimana puas tidak dengan permainan singa yang sedang mengamuk itu ? sepertinya kamu bakal kewalahan sayang "


ucapnya penuh menggoda dengan mengedip ngedipkan sebelah matanya


"ihh..apaan sih cacingan ya ?"


"sekarang bagaimana kalau kita ubah panggilan kita, nggak ada lagi Elo gue, tapi aku dan kamu, dan.... gimana kalau aku memanggilmu dengan panggilan sayang ?"


"terserah kamu sajalah"


"dan kamu harus memanggilku abang... atau mas mungkin biar lebih romantis"


"emang harus gitu?"


"ya..Iya dhonk, kan aku ini suamimu nggak sopan kalau cuma panggil nama"


"aku kan mencobanya tapi tidak sekarang"


"hemmm.. terserah kamu saja lah"


ucap Shaka pasrah


"bisa bantu aku memasang dasi ini sayang ?"


"baiklah sini aku bantu "


Syaqina pun meraih dasi yang ada di tangan Shaka kemudian memasangnya, Shaka tampak memandang wajah Syaqina yang sangat dekat dengan wajahnya bibirnya tampak tersenyum


memandangi wajah ayu istrinya, jantungnya berdesir ada degupan yang lebih kencang dari


biasanya setiap mereka berdekatan seperti ini.


"udah selesai"


ucap Syaqina sambil merapikan kerah baju suaminya


"terimakasih ya sayang, semoga ini akan menjadi awal yang indah untuk hubungan rumah tangga kita "


Syaqina hanya menganggukkan kepalanya


"Shaka bagaimana kalau nanti aku hamil?"


tiba-tiba pertanyaan itu lolos dari mulutnya begitu saja


"kenapa apa kamu sudah siap untuk memiliki baby dariku ?"


"bukan begitu, kita kan sudah beberapa kali melakukannya tanpa ..."


"tenang saja kalaupun kamu hamil kan ada suamimu, jadi tak perlu takut. kita juga baru 4x


melakukannya jadi kemungkinan kamu hamil kecil"


"tapi aku sedang masa subur"


"oh ya...!"


kenapa aku tidak berpikir hal itu

__ADS_1


gumamnya dalam hati


"sudahlah kita jalani saja, yakinlah tidak akan apa-apa"


"ya udah kita turun sekarang pasti mereka sudah menunggu kita"


ucap Syaqina sambil beranjak meninggalkan Shaka yang masih merapikan rambutnya.


Shaka menuruni anak tangga dengan senyum sumringah, aura kebahagiaan terpancar jelas diwajah tampanya


"pagi semuanya...Mah, pah, kak Esha, "


sambil tersenyum menampakkan gigi putihnya dan lesung pipi yang menyempurnakan ketampanannya.


"pagi " jawabnya kompak


"selamat pagi juga istriku tersayang "


bisiknya di telinga Syaqina yang tengah mengambilkan sarapan untuknya. Syaqina hanya tersenyum menunduk dengan muka merah jambu.


"wahhh... wahhh... sepertinya lagi happy nih ?"


celetuk Papa Andi melihat yang tak biasa pada anak bungsunya.


"Iya Nih pah,..sepertinya ada yang lagi bahagia ya Pah "


imbuh sang Mama turut menggoda si bungsu


"kayak mama papa nggak pernah jadi pengantin baru saja"


jawabnya dengan senyum menyeringai sambil terus menikmati sarapan paginya.


"hemmmsss... jadi ini toh penyebabnya, ok... kalau begitu mama dan papa boleh dong minta sesuatu sama kalian berdua"


"apa itu mah ?"


"uhukkk uhukkk "


Shaka yang tengah menyelesaikan makanya langsung tersedak mendengar permintaan mama Vina. Syaqina langsung menyodorkan segelas air putih untuk Shaka.


"hati-hati dhonk Shaka makannya, masak cuma denger mama minta cucu saja sampai tersedak gitu, memang kalian belum punya keinginan untuk memiliki momongan gitu, kan ini udah hampir 2 bulan pernikahan kalian"


"Maaf.. Mah,pah, bukanya begitu tapi kita masih belum ada planning untuk itu, kita masih mau menikmati waktu berdua, lagipula Syaqina juga masih kuliah sekarang saja baru masuk semester 5 "


jelasnya sedikit berbohong


"jadi benar begitu yang dikatakan Shaka sayang ?"


tanya Mama Vina meminta kepastian


"emhh..i..Iya ma "


"sejak kapan kami membahasnya bahkan sejauh ini kami melakukan itu tanpa ada planning dan...astagfirullah selama ini kami melukakan itu tanpa pengaman bagaimana kalau aku..hamil padahal aku masih dalam masa subur, gimana mau persiapan sedangkan kami melakukannya tanpa terencana terlebih dulu, semoga saja ini tidak terjadi aku masih ingin mewujudkan cita-cinta ku aku harus lulus sarjana baru memikirkan hal itu, karena itu mimpiku yang ingin ku persembahkan untuk almarhum ayah, dan aku juga tak ingin kalau aku hamil anak ini terlahir disaat kami belum saling mencintai itu artinya anak ini bukan buah cinta tapi hanya karena berdasarkan nafsu yang tak terkendali semata. meski jujur saat ini aku sudah merasa bahagia dengan hubunganku dengan Shaka yang terlihat lebih baik dengan cepat"


Syaqina tampak sibuk berbicara dalam hatinya sendiri, sementara mama Vina tampak menatap heran


"sayang... kok malah ngelamun sih nak"


"eh... mama..enggak kok Syaqina nggak lagi ngelamun cuma sedang ingat sesuatu saja"


"apa itu sayang ?"


"bukan apa apa kok ma, maaf ma Syaqina sudah selesai sarapannya syaqina ke atas dulu ada yang lupa tadi"


kilahnya pada mama Vina supaya bisa pergi dari sana, sementara Syaqina langsung meninggalkan mereka semua yang masih di meja makan

__ADS_1


"kenapa dengan menantu kita Ma ?"


"Nggak tahu pa"


"mama sih pakai tanya aneh aneh gitu "


seloroh Esha menimpali yang sedari tadi lebih banyak diam dan menyimak setiap kejadian sambil menikmati sarapannya.


"mama dan papa kan memang dah pingin diberi cucu sayang, kakak kalian sheren walaupun dah memberi kami cucu tapi kan jauh setahun sekali belum tentu mereka pulang kesini, sementara kamu entah kapan mau nikahnya, otomatis kami berharap penuh dhonk sama pernikahan adek kamu ini"


"hemmss mama.. ujung-ujungnya Esha lagi nih yang kena"


ucapnya dengan ekspresi pasrah


"dengerin tuh kak buruan cari istri makanya jan asyik ngejomblo saja, lagian mau -maunya jagain jodoh orang mulu "


celoteh Shaka dengan ucapan tak kalah menohoknya dengan sang mama


"dasar bocah nggak tahu balas budi..harusnya Elo berterimakasih sama kakak loe yang ganteng ini, udah bantuin jagain jodoh loe "


seketika suasana jadi hening mama Vina dan papa Andi tampak saling menatap kearah Esha


"Iya deh makasih udah ngebahas jodoh Shaka walaupun dari jauh.."


"sudah - sudah kalian tidak boleh bicara seperti itu nanti kalau Syaqina denger bisa salah paham kan kasian dia seolah jadi perebutan kalian"


papa Andi tampak melerai candaan yang bisa berakibat fatal itu


"papa benar sayang kalian tidak boleh seperti itu, setidaknya mama bahagia sayang Syaqina menjadi menantu di keluarga kita dia menantu idaman mertua cantik, baik hati, sopan, perhatian pandai masak lagi."


ucap mama Vina dengan senyum puasnya


"Elo tenang Shaka gue udah iklasin Syaqina untuk jadi istri loe tapi kalau sampai kamu nyakiti dia atau buat dia menderita, gue nggak segan buat merebutnya kembali dari Elo, karena gue adalah malaikat pelindung buat Syaqina dari dulu dan nanti"


ucap Esha penuh penekanan


"elo tenang saja kak, gue bakal buat Syaqina bahagia dan bakal menjaga sampai aku mati"


"bagus gue pegang omongan loe"


merekapun menyudahi obrolannya karena Shaka sebentar lagi harus berangkat ke kantor. setelah Shaka berpamitan dengan kedua orangtuanya Shaka pun keluar dari rumah menuju parkiran di halaman rumah dan segera melesat ke kantornya karena di kantor Rega asistennya telah menunggu untuk segera memimpin rapat dengan klien mereka. 40 menit Shaka sudah sampai di halaman kantor berlantai 10 itu, setelah memarkir kendaraannya di tempat parkir khusus pimpinan perusahaan kemudian memasuki lift khusus pimpinan Shaka pun telah tiba di ruang meeting.


"tumben datangnya telat sih boss ?"


sapa Rega sang asisten


"Iya tadi gue bangun kesiangan Ga "


"heemm.. mentang-mentang pengantin baru"


"haha... tahu saja kamu Ga "


"makanya buruan nikah biar ngerasain yang gue rasain"


"sialan si boss ini juga lagi usaha bos "


"usaha terus kapan berhasilnya? apa kamu cuma berniat mengencani mereka dalam semalam saja hah ?"


"bos.. jangan gitu dhonk kalau ada yang dengar bisa hancur repotasiku, gue kan lagi ngegebet Siska anak marketing itu boss "


"ya..ya.. teruskan usahamu brothers"


tak lama mereka menyudahi perbincangannya setelah para anggota meeting memasuki ruangan dan meeting pun segera dimulai.


🌸🌸🌸

__ADS_1


terimakasih untuk DUKUNGANYA ya READERS tercintah jangan lupa like dan komentarnya juga vote nyaπŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»


__ADS_2