
Syaqina langsung masuk ke dalam taxi yang kebetulan melintas di depan Cafe setelah menyebutkan alamat tujuan supir pun segera melajukan kendaraannya membelah jalanan yang tampak padat merayap. Waktu menunjukkan pukul 12.15 menit membuat udara terasa begitu panas menyengat Syaqina pun masih setia dengan tangisannya meratapi ketidakmujuranya dalam cinta. hatinya terasa hancur melihat kejadian didepan matanya dengan jelas,
"ahhh sungguh keterlaluan kamu Mas "
gumamnya lirih sambil terus menyeka air matanya, kini mata indah itu telah menjadi sembab dan dandanan wajahnya pun berantakan
" Maaf nona kita sudah sampai di alamat tujuan "
supir taxi pun memberitahukan bahwa mereka sudah sampai ditempat tujuan
" iya pak maaf , terimakasih ya pak "
ucapnya sebelum turun dan selesai membayar. ia pun segera masuk ke dalam rumah dan menuju ke kamar utama mengambil beberapa pasang baju dan juga baju si kecil kemudian memasukkan ke dalam tas jinjing kemudian ia mencari keberadaan Putrinya di kamar sebelah yang rupanya tengah asyik bermain dengan bik Nah
" Bik.. bagaimana Queen rewel tidak Bik ?"
" tidak kok Nona dia anteng sekali , bahkan dari tadi tidak ada menangis "
" syukurlah Bik dia memang anak yang baik"
" Non... apa ada masalah ?, maaf bibik perhatikan dari kemaren wajah Non terlihat sendu "
" tidak apa kok Bik hanya saja sedikit kurang enak badan saja "
jawabnya beralih agar tidak membuat Bik Nah bingung,
" oh ya Bik, hari ini saya mau ajak Queen pergi ketempat salah satu teman saya, tapi kalau suami saya pulang bibik bilang saja kalau nggak tahu "
" tapi Non ?"
" tidak ada apa- apa Bik saya cuma mau menenangkan diri, saya pergi sekarang ya Bik "
Dengan langkah lebar dan tergesa Syaqina pun pergi meninggalkan rumah yang telah menjadi tempat tinggalnya selama ini, setelah terlebih dulu iya memesan taxi on line dan kini sudah menunggunya di depan rumah diluar pagar setelah memberikan alamat tujuan mobil pun segera melaju .
🍃🍃🍃
Sesaat mobil uang ditumpangi Syaqina pergi mobil Shaka pun memasuki halaman rumah tersebut. Dengan langkah tergesa ia langsung memasuki rumah dan berlari menuju kamar namun tak mendapati yang ia cari kemudian berpindah ke kamar lainya namun tetap sama tak menemukan yang ia cari
" shiitttt,, kamu kemana Sayang "
" Bik... bibik..."
" iya Den "
" istri saya kemana Bik ?, bibik pasti tahu "
" a..anu anu Den "
" Anu apa Bik ?"
__ADS_1
" tadi Non cuma bilang mau pergi menenangkan diri "
" bibik yakin nggak pesan apa gitu, "
" nggak Den tan Non cuma bawa tas jinjing kecil dan membawa Ndoro kecil "
" kemana Bik anak dan istri saya pergi, Bik tolong bik bantu mencari mereka "
Bahkan Shaka tengah menangis pikirannya sangat kacau saat ini , bahkan ia tampak memukul tubuhnya sendiri
" Den,.. eling jangan menyiksa diri begini, Aden sabar biar bisa mencari Non "
" Bik,.. Syaqina sudah pergi dia ninggalin saya Bik "
" Tenang Den, minum dulu ya biar tenang "
Shaka pun menerima segelas air putih dari tangan Bik Nah dan meneguknya hingga tandas. Saat ini Shaka tengah terduduk di sofa ruang keluarga dengan kondisi yang sangat kacau, merasa khawatir dengan keadaan majikannya Bik Nah pun segera menelpon rumah utama untuk memberi kabar pada Mama Vina atau pun Papa Andi
" sekarang Aden istirahat ya biar dibantu pak Amir dan Udin ke kamar"
pak Amir adalah tukang kebon dirumah ini dan Udin adalah security dirumah ini juga
Dengan bantuan keduanya Shaka pun kini telah berada di dalam kamarnya. Tak berselang lama Mama Vina dan Papa Andi pun datang dan langsung menemui Shaka di kamarnya.
" Sayang.. ada apa ini kenapa kamu sebagai ini? apa yang sebenernya terjadi?"
" Ma .. Syaqina pergi membawa Queen mereka pergi Pa "
" Bik.. bisa tolong ceritakan apa yang terjadi dirumah ini sebelumnya ?"
tanya Mama Vina yang sengaja menghampiri Bik Nah yang sedang membuatkan minuman untuk Tuan dan Nyonya besarnya
" a.. anu Nyah Maaf Bibik kurang tahu pasti hanya saja beberapa hari ini Aden dan Non sepertinya sedang tidak baik bicara karena mereka jarang bicara dan ketika akan makan pasti Bibik yang diminta memanggil dan sudah dua malam ini mereka pun tidur di kamar yang berbeda , dan tadi Non pergi keluar sebentar dan setelah pulang matanya tampak sembab seperti habis menangis dan kemudian pamit mau menginap di rumah temanya untuk menenangkan diri "
" Astagfirullah Bik, ada apa ini ? "
" saya juga kurang faham Nyah "
" barangkali Nyonya bisa menanyakan pada asisten Aden "
" oh iya, kenapa saya tidak berpikir kesana Bik, terimakasih ya Bik saya akan tanyakan pada Rega "
Mama Vina pun segera mengambil handphone nya dari dalam tas dan segera mendial nomer Rega untuk menanyakan kejadian yang menimpa putra bungsunya
" Assalamualaikum, Rega ini Mama mau menanyakan apa yang sebenernya terjadi pada Shaka dan Syaqina "
" Maaf Ma nanti akan Rega jelaskan ini Rega sedang di jalan menuju rumah Shaka "
" ok kebetulan Mama tunggu disini "
__ADS_1
Sambungan telphon pun terputus dan Mama Vina merasa sedikit tenang karena akan segera mendapatkan jawaban dari Rega atas kondisi Sang putra.
Beberapa Menit berlalu.terdengar Rega memasuki rumah Shaka dan segera menemui Papa Andi dan Mama Vina yang kini berada di dalam kamar Menemani dan menenangkan Shaka
" Om, Tante gimana keadaan Shaka ?"
" sudah sedikit tenang Ga, bisakah kamu ceritakan apa yang terjadi diantara mereka ?"
" tentu tante saya akan ceritakan sebatas yang saya tahu "
Lalu Rega pun menceritakan semua yang terjadi sesuai yang diceritakan Shaka
" dan tadi saya juga sudah menawarkan untuk menemani Shaka menemui Chamila namun Shaka menolaknya jadi saya tidak tahu jika akhirnya seperti ini Om, Tante "
"Shaka benar - benar tidak berubah tetap saja dia tak bisa bersikap terbuka dan jujur pada istrinya"
ucap Papa Andi yang merasa sangat kecewa pada sikap anak lelakinya itu
" Mama bisa memahami perasaan Syaqina Pa, wajar jika ia seperti ini "
" setelah tenang nanti Papa akan tanyakan pada Shaka Ma "
" lalu kemana Syaqina membawa cucu kita Pa, ? mereka disini tak punya sanak sodara,"
" apa mungkin mereka ke tempat Kos yang dulu itu ya Om Tante ?"
" Rega benar Pa, bisa jadi Syaqina kesana "
" kita tunggu Shaka dulu Ma , baru kita ambil tindakan "
Meski sejujurnya Papa Andi juga merasa khawatir dengan menantu dan cucunya saat ini.
🍃🍃🍃
Perlahan Shaka membuka matanya dan menelisik seluruh ruangan, iya tahu jika saat ini ia sedang berada di kamarnya.
" Mama , Papa , Rega "
" Sayang gimana keadaan mu?"
" Maaf Ma, Pa udah kecewakan kalian , Shaka udah menyakiti Syaqina , Shaka udah buat dia pergi Ma "
" Sayang .. tolong ceritakan semua sama kami"
" Shaka yang salah Ma nggak berani ceritakan semua sama Istriku Chamila akhir - akhir ini selalu mengangguku mulai dari mendatangi ke kantor, menelpon saat aku sedang dengan Syaqina, bahkan mengirimkan beberapa photo saat dulu kami masih berhubungan. dan terakhir ia bilang bersedia menghapus photo - photo itu dengan syarat aku mau menemaninya makan siang, entah darimana Syaqina bisa tahu bahkan dia juga tahu semua photo itu, Shaka memang salah karena beberapa kali Dia udah kasih kesempatan Shaka untuk menceritakan semua tapi Shaka terlalu takut kalau akan menyakitinya, berharap setelah semua teratasi baru Shaka akan bercerita "
" Papa dan Mama sangat kecewa denganmu , sekarang juga tolong kamu bawa pulang menantu dan cucuku kembali, jika kamu berharap maaf dari kami "
Papa dan Mama pun segera beranjak dari ruangan itu, berharap Shaka lebih bisa bertanggung jawab dan bersikap dewasa menyelesaikan masalah rumah tangganya.
__ADS_1
Crazy up ya READERS untuk hari ini, biar AUTHOR semakin semangat bantu kasih like ❤, komentar, dan Vote nya tak lupa hadiahnya.. 🙏🏻🙏🏻