Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
148. Kembali berjuang


__ADS_3

Pagi belum sepenuhnya terjaga masih bergelung manja dengan kabut tipis, Adzan subuh pun baru berkumandang tiga puluh menit yang lalu , Syaqina menggeliat perlahan membuka matanya yang masih terasa berat meskipun begitu ia sadar ada kewajiban yang belum ia tunaikan dengan perlahan ia pun menuruni tempat tidur dan menuju tolit untuk membersihkan diri setelah semuanya selesai ia lakukan selanjutnya adalah hendak menuju dapur untuk mempersiapkan sarapan untuk kedua orang tercintanya. Beberapa hari ini kualitas tidurnya sangat buruk ia lebih sering terbangun dan akan susah untuk tidur kembali entah karena kondisi badanya yang tengah hamil tua dan sedang menunggu kelahiran buah cintanya atau karena ada yang tidak beres dengan tubuh dan pikiranya.


Meskipun Shaka telah melarangnya untuk mempersiapkan sarapan pagi tapi Syaqina tetap tidak mau menurut karena ia tahu kegiatan memasak untuk mereka adalah hal yang selalu menyenangkan dan ada kepuasan tersendiri untuknya.


Menu sarapan pagi telah ia selesaikan dan sudah tersaji di meja makan dengan rapi, kotak bekal untuk putri kecilnya pun juga sudah ia persiapkan. Kini hanya tinggal menunggu keduanya turun dari kamar. Rasty pun hendak berjalan menaiki tangga ke kamar putrinya tapi baru berjalan di tangga kedua ia merasakan perutnya menegang dan tersa seperti di cengkeram


" auh.. "


Syaqina pun berusaha tenang dan rilex dengan berdiri bersandar pada pembatas tangga namun beberapa saat kemudian hal yang sama terjadi dan ini lebih sakit lagi tak berselang lama ia pun merasakan kepalanya sangat pusing, badannya juga terasa panas. Sadar ada hal yang tidak biasanya kini sedang terjadi maka ia pun berinisiativ meminta bantuan


" Mas... Tolong aku, bik Mar tolong aku "


Bik Mar yang baru saja selesai dari ruang londry tampak tergopoh mendengar suara minta tolong sang majikan


" astaqfirullah.. Nyonya kenapa ini "


Kini Bik Mar sudah memegangi tubuh majikanya yang sudah tampak lemah


" Tuan... Tuan.. Tolong ini Nyonya "


Shaka yang sedari tadi tengah berada di dalam kamar dan sedang berada di dalam kamr mandi tak mendengar apapun tapi saat ia sudah kluar dari kamar dan baru saja akan ke kamar putrinya untuk mengajak turun bersama ia pun dapat mendengar teriakan Bik Mar langsung panik berlalri menuruni anak tangga dengan cepat


" kenapa Sayang, .. ? "


" Mas.. Kepalaku pusing dan perutku sakit "


Kini tubuh Syaqina sudah di bantu oleh bik Mar berbaring di sofa beberapa saat tadi.


" bik cepat panggil Mang Tarjo siapkan mobil kami harus kerumah sakit sekarang "


Titahnya dengan panik melihat keadaan sang istri tanpa berpikir panjang ia pun segera membopong tubuh istrinya keluar menuju garasi


" sabar ya Sayang.. Kita kerumah sakit sekarang "


Syaqina tampak terdiam menahan sakit dan kini tubuhnya sudah berpindah ke dalam mobil


" kerumah sakit sekarang Mang , Bik tolong kasih tahu mbak Ning dan Queen kalau kami kerumah sakit nanti kesekolah biar diantar Mang Tarjo saja "


" ia.. Iya baik Den "


Setelah menpuh waktu hampir 30 menit akhirnya mobil yang di kendarai Mang Tarjo pun sampai di Rumah sakit Kasih Ibu,

__ADS_1


Shaka segera turun dan kembali membopong istrinya menuju IGD . Empat perawat pun mendorong bangkar dan Shaka meletakan istrinya dengan hati - hati


" cepat panggil dokter Clara istriku butuh penanganan saat ini juga "


Titahnya pada salah satu perawat meski tadi saat berada di jalan ia sudah menelphon dokter Clara langsung


" dokter Clara sudah menunggu di ruangan pak "


Jawab salah satu dari keempat perawat itu, sampai di depan ruang penanganan benar rupanya dokter Clara sydah menunggu


" apa yang terjadi Shaka ?"


" kamu tak perlu tanya tangani dulu istriku Cla "


" ia aku tahu tugasku, sejarang kamu tunggu diluar biar aku periksa istrimu "


" kamu gila ya Cla kenapa kamu mengusirku, aku mau mendampingi istriku kamu tidak lihat dia sudah sangat kesakitan begitu "


Shaka sudah terbawa emosi bermaksud tak ingin meninggalkan istrinya


" aku tahu dan kamu juga tahu prisedurnya bagaimana, nanti jika memang sydah siap persalinan kamu bisa menemaninya , sekarang jangan buang waktuku , bahkan kamu sudah pernah kan mendampinginya melahirkan putri pertama kalian dulu, jadi tenang dan bersabarlah "


" masih saja suka mengintimidasi kamu tuh , aku pasti memberikan yang terbaik untuk kalian dan Anda tuan angkuh "


Clara pun segera mendorong tubuh Shaka menjauh dari pintu dan segera menutupnya untuk memeriksa keadaan pasien. Shaka dan Clara memang masih memiliki hubungan kerabat dan juga sudah berteman baik semenjak masih TK jadi wajar jika antara keduanya sangat akrab. Bahkan Clara yang dulu sempat menaruh hati pada Shaka kini justru dekat dan tengah menjalin hubungan dengan Rian Kerabat dekat Shaka yang dulu sempat begitu mencintai Syaqina semasa SMA


Sementar didalam Ruang IGD Clara yang tengah memeriksa kondisi Syaqina sempat bingung kenapa tekanan darah pasien jadi sangat tinggi dan itu sangat membahayakan nyawa keduanya setelah memberikan obat untuk menstabilakn tekanan darah pasien dan memastikan sang bayi juga aman Dokter Clara segera memberitahukan keadaan pasien pada keluarganya bahwa terpaksa harus melakukan operasi demi menyelamatkan nyawa keduanya.


Dokter Clara pun keluar dan sudah disambut Shaka dengan kecemasanya


" gimana keadaan anak dan istriku Cla ?"


" kamu tenang ya Kha .. Tekanan darah pasien sangat tinggi karena itu kita harus melukan tindakan cepat dengan operasi cecar "


" lakukan yang terbaik Cla "


" baiklah mari keruanganku untuk menandatangi surat persetujuan dan juga kamu harus mempersiapkan darah dengan golongan O- "


" kebetulan di rumah sakit ini sedang kosong, kami juga swdang mencari di bank darah semoga masihada karena golongan darah itu termasuk langka "


Setelah menandatangi surat persetujuan operasi Shaka pun segera menghungi anak buahnya untuk mencari donor maupun darah yang disebutkan dokter Clara, tak berselang lama seluruh keluarga Darmawan Mahantara pun datang termasuk Mama dan Papa Shaka serta Mahesa fan Tiara istrinya

__ADS_1


" Shaka... Bagaimana keadaan istri kamu nak ?"


Mama Vina yang baru datang langsung memeluk Putra bungsunya itu, raut wajah penuh kekhawatiran itu pun tampak jelas terukir di wajah perempuan berumur hampir 60 tahun itu


" tekanan darahnya sangat tinggi dan harus dilakukan operasi Ma, untuk menyelamatkan mereka , Ma.. Aku takut Ma "


" Nak.. Jangan seperti ini, kamu harus kuat harus yakin kalau istri dan anak kamu sangat kuat, mereka pasti bisa melewati semua ini yang terpenting doa dari kita terutama kamu jangan pernah putus karena kamu kekuatan mereka "


" Papa dan kakak kamu juga sudah membantu mencari donor darah ,kamu tenang serahkan semua pada Allah"


Shaka memang sedikit tenang dengan adanya keluarga yang kini mendampingi dirinya melewati keadaan saat ini


Ketegangan dan kecemasan masih melanda seluruh keluarga besar Darmawan Mahantara terutama Shaka ia seperti tak bisa tenang barang sedtikpun sydah tiga puluh menit yang lalu pintu operasi ditutup namun belum juga dibuka kembali. Shaka tampak mondar mandir di depan pintu ruang operasi meski semua selalu menenangkanya termasuk sang Mama


" Ma.. Kenapa lama sekali , bagaimana kedaanbistri dan anakku Ma ?"


Shaka bahkan sampai merengek sepeti anak kecil saking kacaunya


" tetap tenang Sayang, berdoa semua pasti baik - baik saja mereka pasti selamat dan sehat "


" tapi ini sudah lama Ma kenapa aku tak diizinkan untuk menemaninya padahal aku sangat ingin melihat langsung perjuangan Syaqina Ma "


" Kha.. Operasi ini sifatnya darurat bukan seperti operasi pada umumnya yang kamu bisa ikut di dalam. Kakak harap kamu tenang kita semua juga mencemaskan keadaan anak dan istri kamu tapi kita hanya bisa berdoa itu yang busa membantunya saat ini "


Kali ini giliran Mahesa yang memberikan nasehat untuk sang adik


Perlahan sayup- sayup terdengar suara tangisan bayi berasal dari dalam ruang operasi dan itu sontak mbuat Shaka dan keluarganya merasa sedikit lega dan bersyukur, setidaknya sang bayi sudah berhasil diselamatkan


" Ma, pa, itu.. Itu tangisan anakku kan ?"


Bulir - bulir airmata kini menggenangi sepasang mata Shaka rasa syukur dan bahagia juga khawatir kini bercampu jadi satu


" ia.. Kamu dengar tangisan itu terdengar lantang, pasti ia sangat sehat nak "


Sepuluh menit kemudian pintu ruangan operasi terbuka dua dokter spesialis pun ikut keluar bersama dokter Clara dan seorang perawat tampak menggendong bayi mungil yang berbalut bedong


" Cla... Istriku ?"


" operasinya Alhamdhulillah berjalan lancar, bayi kamu selamat dan laki - laki, sehat dan semua normal. Tapi.. "


Wajah berbinar bahagia sesaat tadi berubah tegang dan sendu sesaat setelah dokter Clara menerangkan kondisi sang ibu

__ADS_1


__ADS_2