Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
158. Kehangatan keluarga


__ADS_3

Mobil yang dikendarai Shaka pun berhenti dipelataran halaman rumah utama keluarga Darmawan Mahantara, rumah mewah tiga lantai itu tampak sudah dipasangi beberapa tenda di halaman dengan berbagai dekorasi untuk acara tasyukuran dan juga santunan untuk anak yatim dan kaum duafa. Acara yang di rancang sebagai ucapan syukur terhadap kelahiran putra kedua dari Shaka dan syaqina dan merupakan cucu ke lima keluarga Darmawan Mahantara serta sekaligus ucapan doa selamat karena Syaqina masih diberikan kemudahan untuk bisa kembali berada dalam keluarga setelah mengalami koma selama 2 minggu setelah melahirkan putranya.


" sayang.. Tunggu jangan turun dulu biar Mas gendong kamu belum boleh capek karena kamu belum pulih sepenuhnya "


" mas.. Aku bisa kok kalau cuma jalan sendiri, aku kuat jangan berlebihan aku sudah merasa lebih sehat bahkan aku sudah bisa menggendong Queen loh "


" Sayang.. Jangan aneh - aneh aku tahu kamu wanita tangguh tapi selama ada aku hal itu tidak akan terjadi kamu hanya harus fokus dulu sama kesehatan kamu anak - anak sudah ada suster yang mengurusi mereka masing - masih. Jadi jangan membantah ini perintah dari suami "


Syaqina pun hanya bisa nyengir melihat suaminya yang berlaku lebih protective dari sebelumnya bahkan bertambah sepuluh kali lipat dari tingkat keprotectivannya yang terdahulu yang sydah membuatnya resah apalagi sekarang pasti tak akan dibiarkanya ia sekedar pergi turun ranjang meskipun hanya sekedar urusan kamar mandi Shaka pasti akan over protektive terhadapnya.


Tanpa membuang kata dan waktu lagi Shaka pun turun dari balik kemudi dan memutari mobilnya kemudian membuka pintu dan segera membopong tubuh sang istri yang kini tampak lebih ringan karena berat badanya iya yakini kurang dari 50 kg saat ini.


Jika sudah begini Syaqina hanya bisa patuh dengan kehendak suaminya, meskipun acara belum dimulai namun rumah sudah dipenuhi oleh beberapa kerabat dan juga pekerja yang akan menangani kelangsungan acara yang akan di laksanakan setelah baqda isya' nanti.


kesibukan penghuni rumah mempersiapkan acara yang bisa dikatakan dadakan itu kembuat mereka tidak menyadari jika Shaka dan Syaqina sudah datang dan kini sudah memasuki rumah itu


" assalamualaikum "


Ucap Shaka saat sudah diambang pintu , membuat beberapa orang yang berada di ruang depan jadi terheran dan juga merasa sangat senang dengan kedatangan mereka berdua karena memang sudah sangat ditinggunterutama oleh Mama Vina dan juga papa Andi tak lupa Mahesa dan juga Tiara dan terkhusus Queen si sulung yang selalu merengek meminta Bundanya segera bagun dari koma karena memang Queen sangat dekat dengan Bundanya


" waalaikum salam... Alhamdulillah kalian sudah datang nak "


kini mama Vina yang tergopoh menyongsong kedatangan anak lelaki dan menantunya


" maaf ya Ma.. Dan semuanya Shaka langsung ke kamar saja biar istriku bisa istirahat dulu "


" iya.. Tentu saja bawa istrimu untuk istirahat dulu nak "


Kini papa Andi yang menimpali. Kemudian mereka bergantian mengikuti masuk menemui Syaqina yang saat ini sudah berada di dalam kamar mereka yang akan mereka tempati ketika menginap di rumah utama.


Mereka bergantian saling menyalami dan bahkan memeluk Syaqina yang kini tengah terduduk di atas ranjang kamarnya


" Bunda.. Ui sangat rindu bunda "


Kini putri sulung mereka tengah bergelayut manja disamping syaqina dan menengelamkan diri dalam dekapan sang bunda

__ADS_1


" sayang.. Bunda juga sangat rindu dengan putri kesayangan bunda yang cantik ini"


Tak henti - hentinya Syaqina terus menciumi wajah dan pucuk kepala sang anak


" Queen nggak nakal kan selama Bunda nggak ada ?"


" iya bunda Ui nggak nakal kok kan Ui sudah besar sudah menjadi kakak jadi Ui harus malu kalau masih bandel soalanya dedek Satria saja tidak nakal "


Interaksi antara ibu dan anak itu pun berjalan cukup lama mereka saling melepas rindu dan Aqueena tak henti - hentinya bercerita hampir semua hal selama sang Bunda berada di rumah sakit dan mengalami koma


" Queen.. Udah dulu ya kangen - kangenanya sama bunda biar bunda juga istirahat, biar Bundanya cepat pulih dan nanti bisa main dan gendong Queen dan juga adek Satria "


Kini sang oma tengah membujuk cucunya karena dari tadi Queen terus menempel dengan bundanya, sedangkan bundanya masih harys banyak istirahat mengingat kondisinya masih masa pemulihan.


" tapi Ui masih kangen dengan bunda Oma "


Kini wajah cantik itu berubah jadi cemberut


" iya.. Oma tahu tapi kan nanti dan sterusnya Queen masih bisa sama - sama Bunda seperti dulu lagi, sekarang Bunda kan baru sembuh dari sakit jadi masih harus banyak istirahat biar cepat puluh. Kan Queen mau di antar kesekolah sama Bunda, pergi ke arena bermain , terus bisa dimasakin makanan kesukaan Queen semuanya sama Bunda kan ? "


" pinter.. Jadi sekarang biarkan Bunda istirahat dulu, Queen juga harus siap - siap nanti dandan cantik kan mau ikut acara tasyukuran untuk dedek Satria dan Bunda "


" baiklah Ui mau ke kamar Mesya saja dengan Mama Ara "


" ya sudah.. Ayo biar Mama nanti dandani kalian tapi harus mandi dulu ya "


Kini Tiara pun mengambil alih gadis kecil berusia 6 tahun itu meskipun usianya dengan putrinya Mesya terpaut 2 tahun kini mesya berusia 4 tahun namun keduanya tampak akur terlebih selama Syaqina di rawat di rumah sakit Tiaralah yang lebih sering mengasuh Aqueena.


" Bunda Ui sama Mama Ara dulu ya.. Mama cepat sembuh "


" tentu sayang..Bunda pasti akan cepat pulih kalau durawat sama putri cantik Bunda ini, ya sudah jangan nakal jangan merepotkan Mama Ara ya nak "


" ok.. Siap Bunda"


Kemudian gadis kecil itu mencium kedua sisi pipi sang bunda terakhir pada kening kemudian bergerak turun dari ranjang dan berjalan menuju kamar sang tante Tiara

__ADS_1


" Tiara.. Terimaksih ya kamu sudah banyak membantu menjaga Queen selama ini . Maaf sudah merepotkan kalian semua"


" Kamu ini bicara apa sih, tak ada yang repot Aqueena itu keponakanku itu artinya nakku juga kan. Udah kamu jangan mikir kejauhan yang penting kamu fokus sama kesehatan kamu biar secepatnya pulih. Kamu istirahat dulu nanti biar bisa mengikuti acaranya. Aku mau urus anak - anak dulu ya "


" makasih ya Ra "


" iya, sama - sama "


Tiara pun berlalu dari kamar dan juga diikuti Mama Vina dan yang lainya dan hanya menyisakan Shaka dan Syaqina di dalamnya.


Untuk baby Satria sengaja tidak dibawa menemui Bundanya lebih dulu karena saat tadi banyak orang dewasa lainya takut akan berefek tidak baik untuk baby Satria menginat usianya baru dua minggu sistem imunitasnya belum kebal akannlebih baik jika berada pada situasi ramai seperti tadi.


Syaqina pun kini berbaring di atas ranjang dan Shaka menemani disebelahnya seraya ikut berbaring dan tangan kananya melingkar di perut istrinya


" Mas.. Awas tanganya berat nih nindih perut aku yang bekas cecar "


Sebenarnya Syaqina hanya berkilah pasalnya suaminya itu tampak manja dan tak mau jauh- jauh dari dirinya


" masak sih Yang... Perasaan aku meluknya di atas nggak pas di bekas jahitanya "


" ihh.. Mas nih kan aku yang ngerasain bukanya kamu, lagian risih lo mas"


" Risih ? Rusih sama siapa orang kita saja cuma berdua gini , lagian ya.. Aku tuh kangen banget tahu nggak Yang bawaanya pengen nempel terus kayak tentakel "


" iya Mas aku tahu.. Tapi aku begini juga untuk ķebaikan mas juga karena aku tahu saat ini Mas lagi nggak baik- baik saja. Ada yang sedang bergejolak disitu "


Ucapnya sambil melirik pada titik fokus sang suami, bagaimanapun juga Syaqina tahu akan signal kerinduan suaminya itu


" huff... Jadi malu aku Yang, tapi tenang saja aku bakal tahan kok sampai masa nifas kamu berakhir, aku tahu kok Yang caranya meredam gejolak ini. Bagaimanapun berumahtangga nggak cukup dengan s*x melulu. Buat aku bisa bermanja kayak gini sudah buat aku nyaman dan tenang "


Kali ini Shaka berucap dengan serius dan tatapan yang dalam


" makasih ya Mas karena kamu selalu mengerti aku, i love you suami gantengku "


Syaqinapun memberikan kecu**n sayang di kening suaminya kemudian Shaka membalas hal yang sama hingga keduanya terlelap dalam tidur sampai akhirnya mereka terbangun satu jam kemudian sebelum acara berlangsung.

__ADS_1


__ADS_2