
Dikamar Tiara tampak sedang mencemaskan sesuatu ia tampak berjalan mondar mandir seperti setrikaan, sepertinya ia sedang dilanda kegalauan yang entah apa masih dirahasiakanya.
Derttt
terdengar suara hand phone bergetar dan cepat - cepat Tiara meraih benda pipih yang tergeletak di atas nakas itu
" Kak Mahesa , ada apa ya ?"
gumamnya kemudian menggeser tombol hijau pertanda menerima panggilan
" assalamualaikum, kak "
" waalaikumsalam, Beb kamu sedang apa?"
" eh... ini nggak sedang ngapa- ngapain Kak,ada apa kaka telphon ?"
" loh, kamu udah berberesnya bukanya tadi Mama bilang kalau sore ini juga kita berangkat ke lombok untuk bulan madu, bahkan sebentar lagi aku sampai rumah nih "
" hah.. jadi seriusan kita berangkat sore ini juga kak ?"
" iya honey... ya udah kamu persiapkan keperluan kamu dulu nanti punyaku aku persiapkan setelah sampai rumah "
" i..Iya Kak "
" ya udah tutup dulu ya lagi nyetir nih "
"ya sudah Assalamualaikum kak"
Tiara pun menjatuhkan tubuhnya di sofa kamar yang kini berubah fungsi menjadi tempat tidur untuknya selama beberapa malam ini
" pasti ini tuh usaha kak Mahes buat dia bisa mendapatkan haknya sebagai suamiku sepenuhnya, tapi gimana bisa sedangkan aku merasa takut, dan bayangan itu "
Tiara pun mengigit bibir bawahnya seakan menahan beban yang selama ini terpendam
" Mama benar sepertinya aku harus menjelaskan pada suamiku apa yang sebenernya pernah aku alami, aku nggak mau ini menjadi masalah yang berlarut jika tak secepatnya kak Mahes tahu, aku memang mencintai suamiku dan akau tidak mau terjadi hal buruk pada pernikahanku nantinya"
Tiara masih saja bermonolog sambil menunggu kepulangan suaminya di dalam kamar. tiba - tiba suara pintu dibuka mengejutkan Tiara yang tengah terduduk ditempat yang sama beberapa saat yang lalu
" Honey... sayang kamu kenapa ? hari masih siang kok kamu udah merenung saja "
Tiara tampak menoleh dan seketika menghambur pada suaminya dengan memeluk tubuh gagah dengan dada bidang yang kini masih tertutup baju kemeja putih dengan ujung lengannya tergulung rapi dengan Dasi motif garis berwarna navy
" wait,.. kenapa nih istri cantikku kok tiba - tiba jadi agresif gini, ohhh kamu sengaja mau menggodaku ya "
Mahesa tampak menaik turunkan alis matanya menggoda Tiara yang tampak bersikap berbeda tak seperti biasanya, Tiara memeluk erat tubuh suaminya dengan tubuh yang terguncang, dan sudah pasti saat ini gadis itu tengah menangis
" hey... kenapa ? ada apa Tiara, kenapa kamu menangis seperti ini ?"
__ADS_1
Namun Tiara semakin terisak dan Mahesa pun berusaha menenangkan istrinya
" kamu tenang ada aku disini, jika menangis bisa membuat suasana hatiku menjadi lega maka lakukan itu sayang "
" Kak... Maaf in Tiara ya selama ini belum bisa memberikan hak kakak sepenuhnya"
ucapnya sambil terisak dan masih memeluk erat suaminya,
" Udah, aku bisa mengerti itu Honey, aku juga tak akan memaksamu melakukannya jika kamu belum siapa, aku akan menunggu sampai kamu siap "
" Kak... "
"hemmm, apa kamu ingin menjelaskan sesuatu ?"
" tapi janji kakak nggak akan marah ataupun benci pada Tiara ya ?"
Kali ini Tiara sudah tidak sekacau tadi pelukanya mulai mengendor dan ia mulai berani menatap wajah suaminya dengan mendongakkan kepalanya. Tiara dan Mahes memang terpaut usia 4 Tahun dan tubuh mungil Tiara dengan tinggi 160cm membuatnya hanya sebatas dada Mahesa ketika sedang berdiri.
"kita duduk dulu ya "
Mahesa pun membimbing tubuh mungil itu untuk kembali duduk di tepi ranjang
diambilnya kedua tangan Tiara dan dibawanya ke dada Mahesa kemudian & punggung tangan berkulit langsat dengan jemari lentik dan disalah satu jari manis itu bertengger sebuah cincin berlian yang sangat indah
Mahesa menatap lekat sepasang netra berwarna coklat itu, Tiara pun sesekali menundukkan pandangannya
" jadi apa kamu ingin menyimpannya sendiri dan membiarkan beban itu kamu simpan sendiri ?"
" Maaf, tapi aku tidak yakin jika aku ceritakan ini akan bisa merubah keadaanku "
" segitu beratnya hal itu ?"
" a.. aku .. aku tak tahu Kak, tapi yang pasti semua itu telah membuat hidupku kacau bahkan aku tak memiliki keberanian untuk menghadapimu "
Mahesa semakin dibuat bingung dengan pernyataan Tiara yang terasa ambigu
" tatap Mataku ,jika kamu memang berniat membagi cerita itu kamu pasti bisa melakukannya, jika kamu memang belum siap aku tidak memaksamu"
" aku pernah mengalami hal paling buruk dalam hidupku, aku dilecehkan dan nyaris diperkosa kak "
akhirnya kata itu lolos dari bibir tipis yang tampak bergetar menahan rasa takut itu
" apa ?! siapa pedebah itu? dan kapan itu terjadi?"
Flash back on
__ADS_1
Suasana Campus sore itu sudah sepi hanya tinggal beberapa orang Mahasiswa saja yang masih tampak disana, Tiara berjalan lunglai dia baru saja dari perpustakaan mencari referensi buku untuk tugas mata kuliah nya. entah kenapa hari ini suara hatinya sangat buruk bahkan seperti hilang semangat, terlebih saat ia mengingat sahabatnya Syaqina yang hingga samapai saat ini keberadaanya belum juga berhasil ditemukan.
Tiara pun terus melangkahkan kakinya menuju parkiran untuk segera mengambil motor matic kesanyanganya setelah memakai helm Tiara pun segera meninggalkan kampus dan segera untuk pulang. Namun saat sampai di jalanan yang sepi tiba - tiba ada sebuah Mobil memepet sepeda motornya dan seseorang dari belakang membekap mulutnya dengan kain dan setelahnya ia tak tahu lagi dan ia sadar sudra berada di sebuah kamar namun suasananya sangat sunyi bahkan cenderung sepi, namun dari jendela kaca yang terpasang di dinding kamar yang tertutup gorden putih terlihat sebuah pemandangan mirip seperti pemandangan pinggir laut. perlahan matanya mengerjap menyesuaikan dengan ruangan yang asing baginya dengan kondisi tangan terikat
" dimana ini ?, kenapa aku bisa berada di tempat ini ?"
berbagai pertanyaan pun muncul rasa takut dan khawatirnya kian membuncah saat mengingat kejadian sebelum iya kehilangan kesadarannya tadi.
" mungkinkah aku diculik?, siapa yang tega melakukan ini, dan apa motivnya "
Sedangkan Tiara sadar dia hanya anak orang dari kalangan biasa jadi tidak mungkin jika ia di culik dan akan dimintai tebusan seperti di dalam film ataupun sinetron, lagi pula dia kan bukan anak kecil yang bisa dijadikan bahan umpan untuk mendapat tebusan.
cekrekkk
pintu bercat coklat itu pun terbuka dan dengan cepat Tiara menoleh karena dia juga sudah sangat penasaran dengan orang tersebut. Dan benar sesosok pria jangkung memakai celana jeans hitam senada denga kaos dan jaket yan ia kenakan serta topi yang hitam pula membuat Tiara semakin bertanya - tanya siapa orang itu
" sudah bangun cantik "
Deg
Tiara tertegun mendengar suara yang tak asing di telinganya, pria itu langsung berjalan semakin mendekat ke arah ranjang yang ditiduri Tiara dan langsung membuka topi yang sedari tadi digunakan untuk menutupi wajahnya
"Calvin ??!!"
" kamu terkejut cantik ? "
" apa mau mu kenapa kamu bisa menculikku?"
lelaki itu menyeringai licik dan mendudukkan tubuh jangkungnya di sebelah Tiara
" lepasin aku Vin aku mohon , salahku apa kenapa kamu melakukan ini ?"
" kamu bertanya salah kamu apa cantik ? salah kamu karena kamu sudah menolak ku dan kamu malah akan menikah dengan Mahesa putra dari keluarga Darmawan Mahantara kolomerat itu"
" Vin.. aku hargai perasaanmu dan aku berterimakasih untuk itu, tapi perasaan tidak bisa dipaksakan aku menganggapmu tak lebih dari teman dan juga kakak, Ayo Lah Vin aku mohon jangan seperti ini, kita sudah tumbuh bersama sejak kecil aku menganggapmu seperti kakakku sendiri "
" bertahun - tahun aku selalu memendam rasa ini Tiara bahkan aku tidak bisa lagi melihat pada wanita lain, aku bertekad memantaskan diriku untukmu aku rela empat tahun berpisah dengan keluargaku dan juga menahan rindu darimu untuk belajar di luar negeri namun setelah aku kembali aku bawa gelar Sarjana lulusan universitas kenamaan Luar Negeri tapi tak juga mengubah pandanganmu. kamu justru semakin jauh dan kamu malah memilihnya "
" aku minta maaf untuk itu aku memang tidak bisa menerima perasaanmu, aku mohon lepaskan aku, kita masih bisa bersama sebagai teman, sodara ataupun sahabat jika kamu mau "
" heh... hentikan bualanmu bahkan aku tak butuh itu jika aku tak bisa mendapatkanmu dan menjadikanmu milikku maka orang lain juga tidak akan bisa "
Tubuh jangkung itu semakin mendekat dan kini berusaha menyentuh wajah berantakan itu, tanganya pun sudah mulai tak terkontrol lagi menggerayangi bagian - bagian sensitive tubuh Tiara
" lepasin aku Vin, kamu jangan kurang ajar kayak gini "
Tapi Calvin semakin liar bahkan kini sudah menanggalkan jaket hitam yang ia kenakan tadi tubuh kekar itu kini sudah menindih tubuh ringkih itu bahkan wajah cantik nan mulus itu tak luput dari kenakalannya, bibir mungilnya bahkan sudah disergap berkali - kali hingga tampak membengkak, Tiara semakin menangis histeris meski berusaha menghindar namun posisi Tiara dengan tangan terikat tak bisa berbuat banyak, dan juga Tempat yang berada di sebuah pinggir pantai dan jauh dari keramaian mbuatnya leluasa melakukan aksinya.
__ADS_1
Bersambung🍁🍁