
Dengan kekuasaan yang dimiliki oleh keluarga Darmawan Mahantara melalui perintah Shaka akhirnya pihak agency berhasil menghancurkan karier chamila sebagai photo model dan Bintang iklan. Setelah pihak Shaka berhasil mendulang dengan sejumlah nominal fantastis pihak Agency yang mengontrak Chamila pun akhirnya memecat Chamila bahkan terjadi pencekalan di berbagai stasion televisi dan juga pemutusan kontrak dari produk yang pernah ia bintangi, dan sudah dipastikan tidak akan ada lagi pihak agency yang mau memakai Chamila.
Tidak hanya sampai disitu saja bahkan kini perusahaan Papanya Chamila juga tengah krisis karena pihak DM corporation menarik sahamnya sebanyak 45%. Sehingga Papanya Pak Prasetyo harus dirawat di rumah sakit karena syok berat sehingga mengalami serangan struk karena Hipertensi yang dideritanya.
Bu Susan kini tampak menangis meratapi keadaanya saat ini, perusahaan suaminya terancam bangkrut , suaminya terkena struk , dan karier Chamila juga hancur.
Dengan wajah sendu dan mata yang sembab Bu Susan tampak setia mendampingi suaminya yang kini terbaring lemah di bangkar Rumah sakit, karena serangan struk yang dideritanya Pak pras mengalami kelumpuhan separuh pada anggota tubuhnya bahkan tidak bisa lagi berbicara dan beraktivitas seperti sedia kala.
" Pi.. kenapa sih jadi begini? Papi harus pulih ya nanti Papi harus terapi biar nanti Papi bisa pulih "
" Mi, Pi, maafkan Mila semua ini salah Mila "
Chamila tampak tertunduk penuh penyesalan saat ini ia benar - benar merasa hancur, ia sangat menyesal telah membuat masalah dengan Shaka saat itu ia hanya menuruti egonya dan obsesinya untuk mendapatkan Shaka kembali, sampai ia lupa bahwa keluarga Shaka bukanlah orang sembarangan terbukti sekarang karier dan perusahaan Papanya telah diluluh lantahkan dalam waktu sekejap.
Jika Uang dan kekuasaaan yang berbicara maka semua urusan akan mudah semudah menjentikkan jari semua akan terjadi. Uang memang bukan segalanya tapi segala sesuatu itu membutuhkan uang untuk mencapainya.
" Sebenernya apa lagi yang kamu lakukan sampai- sampai semua ini terjadi Mil, bukankah Mami sudah pernah peringatkan kamu untuk berhenti menganggu kehidupan Shaka. Kamu sendiri dulu yang menghianati Shaka kenapa sekarang justru kamu malah nekat kayak gini bahkan sampai Karier kamu, bisnis papi kamu juga hancur , Papi terkena struk , dan sekarang kita butuh biaya yang tidak sedikit untuk pengobatan Papi kamu. coba sekarang kita harus bagaimana ?"
" iya Mi maaf, Mila memang salah tapi nggak seperti ini juga caranya menghukum Mila Mi "
" coba saja kamu mendengarkan nasehat Mami semua ini nggak akan terjadi, kamu memang keras kepala Mila "
" semua ini salahnya perempuan kampungan itu, dia yang udah membuat Shaka menjadi setega ini padaku "
"berhenti melibatkan kesalahan yang kamu perbuat pada orang lain, sebaiknya kamu intropeksi dirimu sendiri "
Mami Susan benar - benar merasa marah dan kecewa pada putrinya. Syaqina dan Chamila memang memiliki sifat yang bertolak belakang dan itu sudah terlihat sejak mereka masih kecil. Syaqina yang kalem, sabar, dan apa adanya sementara Chamila dengan sifat jutek, manja dan keras kepala. Namun itulah sifat manusia semua sudah menjadi ciri khas masing - masing.
Terlebih lagi setelah Chamila menjadi seorang public figure fan berhasil menjadi Model yang lumayan terkenal di Negara ini justru semakin menjadikannya pribadi Sombong dan angkuh . Chamila memang selalu dimanjakan dengan limpahan materi yang dimiliki sang Papi mengingat Chamila merupakan anak tunggal dari Prasetyo dari istri keduanya yaitu Mami Susan.
Istri pertama Prasetyo Monica tidak bisa memberikan keturunan karena Monica mengidap penyakit kanker Rahim yang mengharuskan rahimnya diangkat , Hingga suatu saat Prasetyo yang merupakan mantan kekasih Susan saat itu mereka bertemu kembali tanpa sengaja namun saat itu Susan sudah menikah dengan pria lain dan sudah memiliki seorang putri. lima tahun mereka berpisah namun nyatanya masih menyisakan getaran cinta dihati Pras dan Susan hingga keduanya menjalin hubungan terlarang dibelakang pasangan masing - masing.
# flash back Prasetyo dan Susan
__ADS_1
Disebuah Mini market seorang perempuan tengah berjalan sambil mendorong troly belanjaan yang berisi susu formula, dan kebutuhan rumah tangga lainya. karena buru - buru perempuan itu pun menabrak seorang laki - laki yang tengah berbelanja juga di Mini market tersebut laki - laki tersebut tampak membawa satu botol air mineral dingin dan beberapa cemilan diruanganya, alhasil belanjaan pria tersebut jatuh berserakan karena tertabrak oleh perempuan tadi.
Brukkk
" maaf.. maaf saya tidak sengaja "
perempuan itu tampak meminta maaf dan merasa bersalah, sambil membantu memunguti belanjaan yang tercecer di lantai mini market
" it's ok.. nggak masalah "
jawab pria tersebut masih belum memperhatikan si penabrak hingga pada akhirnya pandangan mereka saling bertemu saat keduanya memegang barang yang sama yaitu sebotol air mineral
" Susan ! "
" Prasetyo ?"
" Susan ini beneran kamu ? Ya Tuhan bertahun - tahun aku mencari keberadaan kamu tidak ketemu dan sekarang kita bertemu disini, kamu apa kabar Susan ?"
jawabnya dengan wajah tertunduk , Namun Pras tampak memperhatikan wajah perempuan itu dari ujung kaki hingga ujung kepala, memang penampilannya sangat jauh berbeda dengan Susan kekasihnya lima tahun lalu. Susan kekasihnya selalu berpenampilan Modis, stylist, dan terkesan glamour. tapi kini perempuan itu terkesan sangat sederhana, dengan pakaian yang mencerminkan perempuan sederhana dan bisa dibilang kampungan, tak ada lagi pesona kembang Campus yang dulu sempat melekat pada wanita itu.
" Susan .. aku mau bicara denganmu bisakah kita berbicara sebentar saja "
" tapi Pras, aku.. aku_ "
Belum lagi sempat melanjutkan perkataannya Prasetyo sudah menarik tangan Susan mengikuti langkahnya menuju ke parkiran tentunya setelah mbayarkan belanjaan Susan sekalian. kini Susan sudah berada di dalam mobil Pras
" apa kamu sudah menikah Susan ?"
Susan hanya menjawab dengan Anggukan dengan wajah yang terus tertunduk
"kamu tahu Susan sebenarnya semenjak kejadian itu aku terus mencarimu dan aku bermaksud bertanggung jawab dengan perbuatanku saat malam pesta ulang tahunku dimana aku sudah merenggut keparawananmu. tapi tanpa diduga pagi itu Ayahku harus pindah Dinas keluar kota hingga akhirnya aku tak bisa berpamitan denganmu "
" sudahlah Pras aku juga sudah melupakan peristiwa itu, beruntung saat itu ada seorang pemuda yang mau menikahiku karena kasian melihat kondisiku saat itu aku hamil diluar nikah dan pria tersebut meninggalkanku begitu saja. aku menikah dengan mahasiswa seni rupa di kampus yang sama dengan kita. demi untuk menikahiku pria itu akhirnya memutuskan berhenti kuliah karena orang tuanya tak mau lagi membiayai setelah kami menikah, dia lelaki yang baik dan sangat tulus bahkan dia mau mengakui anak yang aku kandung yang jelas - jelas bukan benihnya "
__ADS_1
Susan menyeka air matanya yang sudah membasahi wajah polos tanpa make up itu
" lalu dimana anakku saat ini ?"
" saat kandunganku berusia tujuh bulan aku melahirkan secara prematur dengan beratnya hanya 1.500 gram dan harus masuk di ruang NICU yang membutuhkan biaya cukup banyak bahkan kami samapai tak memiliki apa - apa karena apa yang bisa kami jual untuk biaya putra kamu , tapi Tuhan berkehendak lain Bayi itu pun tidak bisa selamat"
Pras memejamkan matanya tangan mengepal kemudian menjambak rambutnya sendiri.
" dan sekarang karma itu datang padaku istriku tak bisa memberikan aku anak. aku minta maaf Susan semua salahku. izinkan aku menebusnya Susan "
" semua sudah terlambat Pras, aku sudah menikah bahkan aku saat ini sudah memiliki anak dari laki - laki itu"
" apa kamu mencintai laki - laki itu ?"
tanya Pras karena ia yakin jika Susan masih mencintainya sampai saat ini itu sangat terlihat jelas dimatanya karena Susan tak pernah berani menatap mata Pras sejak pertemuan mereka beberapa waktu lalu
" dia pria yang baik, dan memiliki hati yang tulus, aku sudah berhutang budi padanya karena dia sudah menyelamatkan hidupku saat itu "
" maafkan aku Susan, ini kartu namaku jika kamu membutuhkan bantuannya datanglah kapan saja maka aku akan dengan senang hati menerimamu "
Susan menerima kartu nama itu dengan sedikit Ragu,
" Baiklah aku pulang dulu, anakku sudah menungguku"
"Susan, ambil ini untuk membeli apa yang kamu butuhkan "
ucapnya sambil menyodorkan sebuah amplop berwarna coklat
" tidak Pras, terimakasih kamu sudah cukup dengan membayari belanjaanku tadi "
" ambillah, jika kamu tak ingin aku memaksa"
Pras berkata dengan sedikit mengancam dan akhirnya Susanpun menerima pemberian tersebut. Susan pun keluar dari mobil mewah tersebut dan kembali ke rumahnya dengan berjalan kaki karena jarak dari mini market ke rumahnya lumayan dekat.
__ADS_1