Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
42. tiga sahabat


__ADS_3

Satu minggu sudah Syaqina meninggalkan kediaman Darmawan Mahantara dan tinggal bersama sahabatnya bernama Rissa, meski ini hanya sementara karena tidak mungkin iya akan terus tinggal dengan Rissa yang notabene kamar kos nya hanya satu kamar dengan fasilitas sederhana yaitu satu kamar tidur dengan toilet dan dapur mini dan ruang tamu kecil tanpa ada kursi. Namun itu sudah sangat untuk seorang Rissa karena di kota ini iya hanya merantau orangtuanya berada di kampung Rissa menjadi tulang punggung keluarga karena Ayahnya yang sudah lanjut usia dan sudah sakit - sakitan meskipun Rissa adalah anak kedua dari tiga bersaudara namun iya merasa bertanggung jawab penuh untuk kebutuhan keluarganya mengingat kakak pertamanya sudah menikah dan tinggal di kota Y, sementara adik lelakinya sedang menempuh pendidikan di Akademi Militer di kota M dan baru berjalan 2 tahun terakhir.


" Ris.. tadi aku di lihat kamar kos yang di sebelah sana itu sudah di kosong kan penghuninya udah pindah tadi pagi, menurut kamu kalau aku tempati kamar itu gimana? setuju nggak aku ambil kamar kos sendiri ?"


Syaqina membuka percakapan sambil mendudukkan dirinya di kasur tepat disamping Rissa yang tengah merebahkan tubuhnya yang terasa lelah setelah pulang berkerja


"kamu yakin mau tinggal sendiri ?, nanti kalau tiba - tiba hujan petir kamu bingung lagi"


" Ya ampun Riss kamu nggak yakin banget sih, lagipula ini kan kita cuma deketan cuma beberapa kamar saja jaraknya. kita kan juga butuh privasi kan "


" iya sih aku bisa mengerti, kalau memang itu maunya kamu aku setuju, nanti kita semua mbk Anggi pemilik kos ini"


"ok.. thanks ya sayangkuh"


Mereka pun saling berpelukan dan moment itu terusik oleh kedatangan seseorang


"duuh.. yang lagi asyik berpelukan jadi cuma berdua saja nih gue nggak di ajakin, kan gue juga kangen "


Ya.. siapa lagi kalau bukan Aldo sahabat tahun juga sedikit terlupakan selama dua bulan terakhir


"Aldo... Ya ampun kemana saja sih jahat banget gue udah disini berhari - hari baru datang "


meskipun ia sangat merindukan sahabatnya itu tapi mereka tidak lantas saling berpelukan mereka sangat menyadari batasan masing - masing sebagai lelaki dan perempuan yang bukan muhrim.


" iya..maaf gue ada kerjaan keluar kota buat ngecek penjualan di restaurant yang baru di buka di kota S "


"oh iya.. aku lupa sekarang kan kamu sudah naik pangkat menjadi supervisor marketing ya selamat ya Al sekarang karir kamu sudah jauh meningkat, semoga secepatnya level jomblo itu segera terlepas dari jidat lo "


"amin... ini juga sedang di usahakan kok Sya "


jawabnya sambil melirik kearah Rissa yang sedang tidak memperhatikannya, namun Syaqina sekilas menangkap gelagat tak biasa dari sahabatnya itu


" oh ya,.. kalian belum makan kan ?, gimana kalau kita makan diluar sekalian merayakan kembalinya tiga sahabat ini berkumpul, tenang.. gue yang traktir kalian boleh makan sepuasnya ditempat yang kalian suka"


" beneran lo, Al ? "


Rissa memastikan


"Iya udah buruan kalian siap - siap gue tunggu di luar ya "


kedua perempuan itu pun antusias dan segera berganti pakaian dan bersiap.


setelah sampai di luar Kamar kos mereka sudah siap untuk berangkat


"tapi kita bertiga gimana dhonk perginya masak iya mau naik motor kan Syaqina sedang sakit Al "


Rissa dan Syaqina tampak kebingungan

__ADS_1


"udah.. tenang sekarang kita kalau pergi bertiga nggak perlu bingung naik apa Gue udah beli mobil, meskipun nggak baru dari dealer tapi lumayanlah untuk membawa kalian jalan-jalan tanpa harus kepanasan dan kehujanan. Jawab Aldo sembari menunjukkan mobil Av*** berwarna hitam yang terlihat masih begitu mulus dan kinclong.


"wahhh... sekarang elo udah beli mobil Al.. hemmss sepertinya bener - bener udah niat nih mau nglepas predikat Jomblonya terbukti udah mempersiapkan akomodasi untuk bisa antar jemput bidadari syurga yang belum diturunkan dari kayangan."


Syaqina kembali menggoda Aldo sementara Rissa tampak sangat tidak percaya melihat perubahan Aldo


" iya Sya ini hasil nabung gue selama 3 tahun kerja, Ibu yang maksa buat beli ini katanya biar calon menantunya cepat luluh "


" serius lo Al..? kalau gitu kamu sepertinya harus lebih keras lagi usahanya buat meyakinkan dia Al "


"kalian sedang ngomongin siapa sih ?"


" bukan siapa - siap kok Riss udah yuk cepetan naik, ntr kemalen lagi "


" Riss elo duduk depan ya biar gue di belakang "


titah Syaqina pada Rissa dan segera membuka pintu mobil bagian tengah dan buru -buru menutupnya


"kok gue sih, kita kan bisa dibelakang berdua "


" terus maksud Loe gue jadi supir taxi gitu "


celetuk Aldo, sehingga mau tidak mau Rissa pun menurut dan segera duduk disamping Aldo, kemudian siap meluncur ketempat tujuan.


sepanjang perjalanan masih terasa hening tidak seperti biasanya dulu ketika mereka bertiga bersama pasti sangat Riuh dan selalu berisik tapi itu sekarang sudah berbeda. Syaqina yang memang sudah lama kehilangan moment kebersamaan dengan mereka berdua membuat Syaqina sedikit bingung dan tak mau kehilangan moment seperti dulu Syaqina pun berinisiatif menghidupkan kembali suasana hening ini.


"maksud nya apaan sih Sya?"


"" ya.. aku ngerasa kita tuh sekarang nggak seasyik dan segokil dulu saja, sekarang banyak jaimnya, terutama kalian berdua "


"kok kita sih Sya..?? emang kita kenapa?, kita masih baik - baik saja kok nggak ada yang berubah. Iya kan Al..?"


Rissa berusaha mengelak , meski sejujurnya dia merasakan hal yang sama dan dia sangat tahu alasannya itu.


"hemmss...Iya tidak ada yang berubah kok kecuali perasaanku "


Jawab Aldo lirih namun, masih terdengar oleh Rissa yang memang duduk bersampingan disebelah Aldo. tanpa Terasa mobil yang mereka naiki sudah berhenti di pelataran parkir semua Cafe yang sedang hitz di kota tersebut saat ini. Mereka bertiga sudah turun dari dalam mobil dan mulai berjalan beriringan dengan Rissa saling berpegangan tangan dan Aldo mengiring dibelakang kedua perempuan cantik itu. setelah berada di dalam dan mereka sudah memilih tempat duduk yang masih kosong. cafe dengan view menghadap sebuah danau buatan dan terdapat beberapa mini garden di halamannya membuat cafe itu tak pernah sepi dari pengunjung, terlebih pasangan muda mudi yan hobby mengeksplor tempat -tempat yang sedang viral untuk dijadikan sebagai konten youtube.


"sekarang silahkan kalian pesan sepuasnya.."


"Hemmss.. dengan senang hati kita akan memesan menu terlezat di disini "


Syaqina tampak antusias sementara Rissa mendadak tampak canggung setelah apa yang dia dengar di mobil tadi tentang ucapan Aldo.


"kamu pesen apa Ris? biasanya kamu sangat bersemangat kalau soal makan -makan, kenapa sekarang tak sesemangat tadi ?"


" aku .. aku ngikut kalian saja deh, nggak tahu kenapa tiba- tiba kurang enak badan"

__ADS_1


" kamu ken ap sih Ris? apa karena ucapanku tadi ?, biar aku bicara di depan Syaqina juga ya Riss "


"terserah kamu saja "


" ada apa sih kok dari tadi aku menangkap ada signal keanehan dengan kalian ?"


Syaqina merasa tak mengerti apa yang terjadi pada kedua sahabat itu


"Sya.. jadi aku mau cerita sama kamu nih kalau beberapa waktu lalu gue pernah mengungkapan perasaan aku sama Rissa kalau Gue memiliki perasaan yang lebih dari sekedar sahabat "


"seriusan ini ?"


"iya, gue beneran dan yakin dengan perasaan ini ke Rissa bahkan Bundamu juga setuju kok kalau Rissa menjadi calon menantunya"


"gimana kamu bisa seyakin itu sedangkan aku saja belum memberi jawaban apa -apa"


Rissa menjawab dengan ekspresi yang datar


" ciey ..cieyy... berarti ini judulnya sahabat jadi cinta dhonk ?


"ledekin saja terus Sya..."


"kok ngeledikin sih.. kan Aldo juga serius lagian nih ya kalian udah cukup lama saling mengenal satu dengan lainnya, bukankah itu tidak terlalu sulit untuk menyesuaikan diri, Aldo baik, ganteng, pekerja keras, dan pasti tanggung jawab apa lagi yang menjadi bahan pertimbangan ?"


"hemmss... aku memang terlalu percaya diri Riss tapi aku yakin meskipun aku tak memiliki harta melimpah tapi aku yakin untuk selalu membahagiakan Kamu dan anak - anak kami kita nantinya , aku akan bekerja lebih rajin lagi agar nanti bisa menunjukkan hidup kita"


Visual Syaqina



visual Aldo Mahendra



Visual Carissa Agnia



Terimakasih untuk yang sudah setia mengikuti cerita ku, terimakasih tak terhingga juga untuk yang sudah mendukung semoga kita bisa saling menebar manfaat dan kebaikan.


jangan lupa


LIKE ❤


komentar


dan Vote nya..🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2