Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
31. Mengenal lebih dekat


__ADS_3

Syaqina tampak begitu lincah memainkan perannya mengeksekusi bahan makanan yang telah iya pilih menjadi menu makan malam kali ini setelah hampir tiga puluh menit Syaqina pun sudah menyelesaikan masakannya, kali ini iya memasak cah baby kaylan, perkedel daging dan brokoli goreng tepung crispy. Malam ini hanya ada dia dan Shaka yang akan makan malam dirumah makanya Syaqina memasak tak terlalu banyak karena tak mau mubazir.


"wahh... udah siap ya masak nya? kebetulan udah lapar banget nih, apalagi cium aroma masakan kamu yang sangat lezat bikin cacing di perut ini makin berontak nggak sabar pingin di kasih makan"


suara Shaka yang tiba -tiba sudah berada di dapur dan itu cukup membuat Syaqina terkejut


"kamu tuh kebiasaan bikin aku jantungan, kalau misalkan aku mendadak jantungku copot mau tanggung jawab?"


Syaqina yang tampak terkejut langsung memasang muka cemberut


"hehe.. maaf ya sayang habisnya aku sudah sangat lapar , jangan merengut gitu donk nanti cepet tua lho"


"Huhhh menyebalkan memang"


Shaka justru semakin terkekeh melihat istrinya yang semakin merengut dan memajukan bibirnya pertanda sedang kesal.


"makin gemes deh kalau liat kamu kayak gini, jadi pingin nyium nih"


Shaka semakin bersemangat menggoda istrinya yang sedang dalam mode Bete


"Ya udah, makan dulu yuk.. jangan kebanyakan godain aku"


"siapa suruh kamu nya gemesin jadi semangat nih godainya"


"yaudah ini mau makan pakai apanya?"


"semua deh sayang, semua masakan kamu aku mau makan semua"


Syaqina pun memenuhi request Shaka dan segera mengambilkan semua lauk dan juga sayur dalam piring Shaka kemudian mempersilahkan pada Shaka untuk makan. Syaqina pun segera mengambil piring untuk dirinya sendiri namun segera di cegah oleh Shaka


"tunggu kita makan sepiring berdua saja ya biar lebih romantis kayak di cerita-cerita novel itu"


"kamu nih sejak kapan suka baca novel yang ada kamu tuh baca proposal ataupun berkas-berkas kerjaan kamu yang tak ada habisnya itu "


"hehee.. Iya tahu aja kamu , tapi makan sepiring berdua itu kan termasuk sunnah nabi juga "


"Iya.. Iya ayok buruan ntar keburu dingin makanannya"


"tapi suapin... please "


Shaka pun memasang tampang puppy eyes nya


membuat Syaqina langsung menurut dan segera menyuapi Shaka. mereka pun menghabiskan makan malam berduanya dengan sangat romantis meski terkesan recehan namun sangat berkesan untuk pertama kalinya mereka makan bersama dalam satu piring sesekali tampak bergantian menyuapi dengan sendok yang sama.


seperti nya mereka sudah mulai bisa menerima keberadaan masing-masing sebagai suami dan istri meski baru dua bulan mereka menjalani pernikahan dadakan ini. dan jauh di dalam hatinya Shaka ada kekhawatiran yang selalu mengusik ketenangan jiwanya apalagi kalau bukan tentang ketidak beranianya untuk berkata jujur dan mengakui semua perbuatannya yang telah menabrak ayahnya hingga menyebabkan meninggal dan juga soal penyitaan rumah peninggalan Ayahnya.


Syaqina menaruh piring di tempat cucian piring kemudian membersihkan meja dan setelah dapur kembali rapi baru dia beranjak ke kamar, meskipun dirumah ini sudah ada tiga orang ART namun Syaqina tetap melakukan hal itu sendiri kecuali jika dia sedang terburu-buru.


Shaka tampak terdiam berdiri di balkon kamarnya ada yang sedang mengusik pikirannya saat ini


#Shaka POV#

__ADS_1


"aku tidak menduga sama sekali jika akhirnya


pernikahan yang aku jalani akan berjalan dengan baik, aku merasakan kebahagiaan yang selayaknya orang lain rasakan dalam pernikahan yang sewajarnya, bahkan aku sudah sangat mencintai istriku secepat ini, Syaqina memang gadis yang sangat baik meskipun dia belum pernah mengucapkan kata cinta padaku, tapi setidaknya ia sudah berusaha menjadi istri yang baik dengan menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai seorang istri termasuk melayani kebutuhan lahir dan batinku, bahkan aku sudah mulai meyakini jika dia juga sudah mulai mencintaiku. terbukti setiap kali dia melayaniku di ranjang ia sangat tulus. sepertinya ia juga sudah bisa melupakan tentang malaikat pelindungnya yaitu kakak kandung gue sendiri meskipun aku tahu kak Esha masih menyimpan cinta untuknya.


jujur semakin aku merasakan kebahagiaan ini semakin takut untuk kehilangan, rasa bersalahku pada istriku sebenarnya aku ingin menceritakan semua dengan jujur bahwa aku yang telah menabrak Ayahnya, Dan aku menerimanya karena aku tidak ingin berhadapan dengan masalah hukum aku terlalu egois, aku terlalu takut reputasi keluargaku memburuk hanya karena aku telah melakukan pelanggaran lalu lintas yang berakibat hilangnya sebuah nyawa.


sejujurnya aku sangat takut jika suatu saat Syaqina akan mengetahui semua pasti dia akan sangat membenciku dan dia bisa saja meninggalkan aku, dan aku tahu itu tak akan mudah untukku. karena selama dua bulan ini aku sudah sangat bergantung padanya semua kebutuhan pribadiku semua dia yang mengurus lebih dari itu tentang perasaanku yang sudah mulai mencintainya dan sering muncul ra posesifku. dan mungkin jika hal buruk itu terjadi aku pasti tidak akan sanggup kehilangannya.


terkadang aku berpikir untuk segera membuatnya mengandung benih ku agar tak ada alasan baginya untuk meninggalkan ku jika hal itu benar- benar terjadi.


#POV berakhir


Syaqina yang sudah memasuki kamar tak mendapati Shaka, diedarkan pandangannya keseluruh ruangan namun tak ada dia dapati sosok yang iya cari, Syaqina pun mencoba mendekati pintu kamar mandi namun tak ada tanda -tanda keberadaan seseorang di dalam sana, kemudian matanya tertuju pada pintu menuju balkon yang terbuka, Syaqina pun bermaksud kearah sana untuk memastikan keberadaan Shaka disana. dan benar adanya Syaqina mendapati Shaka tampak berdiri di dekat pagar pembatas balkon tangannya tampak menghisap sebatang rokok. Syaqina yang merasa heran melihat hal yang tak biasa pada Shaka meski sebelumnya mereka tidak saling mengenal dan tentu tidak pernah tahu kebiasaan Shaka sebelumnya tapi setidaknya dalam dua bulan terakhir ia tak pernah melihat Shaka merokok bahkan sampai detik ini ia juga tak pernah tahu dengan siapa saja Shaka bergaul atau berteman Syaqina hanya mengenal satu -satunya teman yang sekaligus sebagai asisten pribadinya di kantor.


"hemm... hemm"


Syaqina mendehem sengaja untuk mengalihkan perhatian Shaka yang tampak fokus menatap langit yang tampak beberapa bintang berkerlip dan juga bulan yang belum sepenuhnya purnama


"eh... ada apa ?"


Shaka pun menoleh kearah suara Deheman berasal


" tidak ada apa -apa cuma memastikan saja kalau kamu lagi nggak kenapa - kenapa"


Syaqina seolah balik bertanya


"memangnya aku kenapa?"


Syaqina bermaksud menujuk pada sebatang rokok yang tengah Shaka hisab yadi dan masuk terselip diantara jari telunjuk dan jari tengahnya


"oh..ini hanya iseng saja kok"


melihat gelagat Syaqina yang tidak menyukai hal itu Shaka pun langsung membuangnya dan menginjak dengan kakinya untuk mematikan apinya


"sejak kapan iseng dengan rokok?"


"sorry,, apakah kamu tidak menyukainya?"


"jujur .. aku paling tidak suka dengan itu, menurutku orang - orang perokok itu adalah orang yang merugi, selain berdampak buruk untuk dirinya sendiri juga merugikan orang di sekitarnya "


"tapi jangan salah rokok itu penyumbang devisa terbanyak untuk negara ini "


"terlepas dari itu semua aku nggak pernah setuju ketika seseorang sedang mengalami masalah kemudian menjadikan rokok sebagai pelarian "


"apakah ini sedang menyindirku ?"


"tergantung "


"ok.. baiklah aku minta maaf dan aku janji nggak bakalan mengulangnya "


Shaka pun mengangkat kedua jarinya berbentuk V, raut wajahnya pun terlihat menyesal, sementara Syaqina hanya tersenyum kemudian lebih mendekat ke pada Shaka mengambil kedua tangannya kemudian menautnya matanya memandang lekat pada wajah Shaka

__ADS_1


"tidak maukah kita saling berbagi ketika salah satu dari kita ada masalah? apa kamu tak mau berbagi denganku meski mungkin aku hanya bisa sekedar menjadi pendengar ,setidaknya itu bisa menguranginya "


"terimakasih, tapi aku baik -baik saja hanya masalah pekerjaan saja kok, kamu tidak usah khawatir ini bukan masalah yang berat, kamu cukup seperti ini berada disisihku selalu memberi kenyamanan itu sudah cukup menjadi penyemangatku untuk bisa melewati semuanya"


"ishh... pandai banget sih ngegombal "


Syaqina pun mencubit perut Shaka hingga ia pun mengaduh


"akhh sakit sayang "


makanya nggak usah julid


"tapi.. kamu beneran nggak lagi ada masalah ?"


tanyanya lagi karena merasa belum yakin


" yakin deh, itu bukan masalah berat"


"tapi janji ya .. apapun masalahnya kamu harus cerita denganku "


"Iya sayang.. aku janji"


keduanya pun masuk kedalam kamar dan melanjutkan obrolan mereka diatas tempat tidur dengan obrolan ringan dan sederhana karena memang hal seperti ini sangat jarang mereka lakukan. selain karena tak banyaknya waktu yang dimiliki Shaka mereka belum terbiasa dan belum terlalu dekat untuk saling mengenal pribadi masing -masing.


"sayang...boleh tanya sesuatu nggak ?"


"soal apa ?"


"apa yang paling kamu sukai dan tidak sukai dalam sebuah hubungan ?"


"kenapa pertanyaanya seperti itu?"


"ya.. nggak apa-apa sih cuma pingin tahu saja kan selama ini kita belum terlalu mengenal satu sama lain nanti kita gantian jawabnya "


"yang aku harapkan atau aku sukai dalam sebuah hubungan itu yang paling utama kejujuran, dan kalau hal yang paling aku tidak suka dalam sebuah hubungan sudah pasti kebohongan kejujuran dan kebohongan adalah hal yang aku dan kebohongan adalah hal yang paling aku tak suka "


Shaka cukup tercengang mendengar jawaban Syaqina sehingga membuatnya terdiam beberapa saat


" berarti kalaupun kejujuran itu sangat menyakitkan kamu tetep memilih kejujuran dhonk ?"


"Iya, sesakit dan sepahit apapun yang namanya kejujuran itu jauh lebih berarti bagiku "


"ok.. aku setuju akan hal itu "


dengan sedikit berbohong Shaka harus sependapat dengan prinsip Syaqina meski iya tahu itu bertolak belakang dengan kenyataan dirinya saat ini .


Tak ingin terlalu panjang membahas persoalan ini Shaka pun kemudian mengajak Syaqina untuk segera tidur karena jarum jam telah menunjuk pada angka 23.00 Syaqina pun menurut dan segera mengambil posisi dan menarik selimutnya lalu keduanya tertidur.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸


terimakasih yang sudah membaca cerita ku semoga suka dengan ceritanya🤲 mohon maaf jika banyak Typo atau pun alur cerita yang sesuai. AUTHOR mohon dukungannya untuk like dan comentnya🙏🏻🙏🏻😍

__ADS_1


__ADS_2