
Mahesa dan Tiara masih saling diam dan suasana dalam mobil menjadi sangat hening hanya terdengar suara mesin mobil dan sesekali klakson terdengar, Mahesa pun akhirnya memutar music di dasboard mobilnya
"hemmm... kamu sudah lama kenal dengan Syaqina? "
Mahesa membuka percakapan
" lumayan sih kak dari awal semester, kita nggak cuma berteman tapi kita sahabatan kak"
" Wah.. asyik dhonk bisa saling berbagi cerita dan juga saling bantu ketika lagi galau "
"ya.. gitu deh kak "
" habisnya Syaqina orangnya baik banget , dan yang pasti kita sama - sama merasa senasib kak"
" maksudnya ?"
" saya dan Syaqina bisa masuk universitas Putra Bangsa karena lewat jalur beasiswa kak, jadi kita sama - sama mahasiswa yang modal nekad dan impian biar bisa menuntut ilmu di universitas bergengsi yang notabene tempat kuliahnya orang - orang dengan kelas ekonomi menengah ke atas dan di dominasi anak - anak kolomerat kak "
" kamu tuh sama saja dengan Syaqina suka merendah dan terkesan tidak percaya diri, justru kampus seperti itu lebih layak dihuni oleh orang - orang berotak cerdas seperti kalian bukan anak - anak hedonis yang cuma buang waktu untuk menyombongkan diri dan menghamburkan uang orangtua mereka "
wah... ni orang selain ganteng rupanya bijaksana juga ya... huffff meleleh hati adek kak
Tiara tampak terdiam entah sedang memikirkan apa
"ini rumah kamu yang arah mana ya ?"
tapi tak disauti oleh Tiara dia masih asyik melayangkan pikirannya entah kemana
Mahesa pun meminggirkan mobilnya dan berhenti sesaat, baru Tiara tersadar dari lamunannya
" kok berhenti disini kak ?"
"tadi aku tanya kamu arahnya yang mana kamu diam saja asyik ngelamunin apa sih ? mikirin bunda kamu bakal marah ? atau mikirin takut pacar kamu cemburu karena kamu saya anterin ?"
"ah.. nggak.. nggak kok kak kan Tiara nggak ada cowok kak. eh.. Iya nih mikirin Bunda iya lagi mikirin bunda "
Tiara tampak gugup wajahnya pun memerah dan Mahesa hanya terkekeh
"so... bisa dilanjutkan perjalanan kita ?"
" i.. Iya kak depan itu belok kanan nanti pas di pertigaan lurus rumah Tiara yang bercat hijau pandan nomer 4 yang pagarnya Putih "
Tiara memberikan intruksi terhadap Mahesa sehubung dengan letak rumahnya. Mahesa pun tampak faham dengan yang disampaikan Tiara dan tak lama mereka pun sudah berhenti di depan pagar rumah bercat hijau pandan dengan pagar berwarna cat putih, Rumah yang terdiri satu lantai saja namun dari luar terlihat tampak lumayan luas di dalamnya mungkin karena penghuninya lumayan banyak.
setelah memarkirkan mobil dalam pekarangan dengan benar Mahesa pun mematikan mesin mobilnya dan bermaksud membukakan safety beltnya Tiara namun Tiara menolaknya karena ia sudah berhasil membukanya lebih dulu. tak lama terlihat pintu rumah terbuka dan keluar seorang perempuan paruh baya menggunakan baju rumahan ala ibu - ibu berdaster lengkap dengan jilbab instan warna senada dengan daster yang digunakan. Mahesa dan Tiara pun turun bersamaan dari pintu masing- masing dan segera menghampiri wanita tersebut
" assalamualaikum bunda.. maaf Tiara telat"
" waalaikumsalam handphone kakak kenapa tak bisa dihubungi dan kenapa baru pulang jam segini "
__ADS_1
tanpa basa - basi wanita itu langsung memberondong anak gadisnya dengan pertanyaan
" emhh... itu bund "
belum lagi Tiara meneruskan sudah terlebih dulu di potong oleh Mahesa
" Maaf bunda.. biar saya yang menjelaskan. sebelumnya perkenalkan saya Mahesa "
Mahesa pun menyalami tangan Bunda Tiara yang di ketahui Bunda Mayang
"sebenarnya tadi Tiara telat pulang karena harus mengantar adik saya yang teman sekelas Tiara pulang karena adik saya sedang sakit, dan mengenai Handphonenya Tiara tidak aktif karena habis baterai Bunda jadi saya harap Bunda tidak salah paham dan memarahi Tiara"
Mahesa menjelaskan dengan nada lembut dan sangat sopan, mendengar pria yang begitu sopan dengan wajah sangat tampan siapapun pasti akan terkesima dan terpesona di buatnya
termasuk Bunda Mayang
" oh.. jadi begitu, Bunda hanya khawatir saja nak karena tidak biasanya Tiara seperti ini, kalaupun telat pulang pasti memberi kabar makanya bunda tadi jadi was was nak "
" maaf ya Bunda udah buat Bunda khawatir?"
ucap Tiara dengan wajah penuh bersalah
" memangnya siapa yang sakit Ra ? "
" itu loh bu Syaqina yang sakit, memangnya Tiara punya temen deket berapa sih bund di kampus "
Tanya Bunda dengan nada curiga
" Bund... jadi Syaqina tuh setelah Ayahnya meninggal dia diperistri adiknya Kak Mahesa ini "
"lebih tepatnya Syaqina itu adik Ipar saya bund "
" syukurlah kalau Syaqina sudah menikah jadi ada yang menjaga dan melindunginya dan yang terpenting ada yang menanggung kehidupanya"
"iya Bund "
"oh.. iya kok tidak bunda persilakan duduk, atau kita masuk ke dalam saja , tadi Bunda baru siap membuat chake brownies ketan hitam, kamu harus coba sekalian nitip untuk Syaqina "
"wah.. tidak usah repot - repot bund"
" silahkan duduk dulu Bunda ambilkan sebentar"
Bundapun masuk ke dalam untuk mengambil chake yang di maksud. Kue buatan Bunda Mayang memang tidak diragukan lagi rasanya, bahkan sudah cukup terkenal di seluruh??Γ komplek rumahnya dan juga di beberapa komunitas ibu- ibu perwiritan. karena Bunda memang melayani pesanan kue dan catering namun hanya sekala kecil namun hasilnya cukup lumayan untuk menambah biaya hidup dengan ketiga anaknya.
Tak lama berselang Bunda Mayang sudah kembali dan masuk ke dalam Ruang tamu membawa baki berisi secangkir Teh manis hangat sebuah piring berisi potongan kue serta satu kotak berisi cake terbungkus plastik warna Putih
" wah... Bunda pakai repot - repot segala ini "
setelah melihat Bunda menaruh minuman dan piring yang dibawa ke atas meja
__ADS_1
"tidak repot kok nak, kebetulan tadi ada yang pesan terus di cancel jadi dari pada mubazir lagi pula menurut Tiara Syaqina juga menyukai cake buatan Bunda soalnya Tiara sering bawa ke kampus dulu "
" ayo.. dicipi nak jangan cuma dilihat saja nanti nggak tahu rasanya "
" iya bunda ini saya makan ya bunda"
ucap Mahesa sabil mencomot sepotong kemudian lanjut ke kue kedua dan..
" hemm.. ini tuh lezat lembut sekali Bund kue nya Premium rasanya nggak kalah sama cake buatan bakery ternama bund "
"ah.. nak Mahes ini terlalu berlebihan "
" serius Bund.. Mahes tulus dan apa adanya loh"
Bunda pun terkekeh.Mahes pun melanjutkan makan kue dan minumnya, tiba -tiba hujan turun dengan lebatnya tadinya Mahesa sudah akan berpamitan namun setelah hujan turun dengan lebatnya Bunda pun mencegahnya dan Mahesa pun mengurungkanya. Iya pun langsung menghubungi Shaka
π¨ SHAKA
pulang jam berapa lo
π¨ Brother Esha
kayaknya malam
π¨ SHAKA
dasar bo**h , bini lo sakit
tadi diantar pulang temenya
sekarang gue lagi dirumah temennya
yang tadi nganterin, gue antar dia balik
π¨ Brother Esha
hah.. Sakit. gue otw
Setelah hujan mereda Mahesa pun segera pamit pada Bunda dan Tiara namun saat tiara mengantar Mahesa ke luar dia menyodorkan Hand phone nya meminta Tiara menuliskan nomor HP nya. sepertinya Mahesa bertekad menanggalkan predikat Jones ataupun Joppy yang melekat padanya saat ini.
visual Mutiara Putri Gunawan
visual Mahesa Farda Darmawan Mahantara
semoga suka dengan visualnyaππ»ππ»
__ADS_1