Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
23. Kopi spesial


__ADS_3

Shaka menyudahi makan malamnya dan segera menyusul Syaqina ke kamar dan mendapatinya tengah menangis menelungkupkan badan ya diatas ranjang menyembunyikan air matanya di bawah selimut .


"aku minta maaf untuk ucapan Esha tadi, aku tahu kamu pasti merasa tersinggung"


Shaka masih berdiri disamping ranjang kemudian mendekat dan membungkukkan badan ya, kemudian menyibak selimut yang kini menutup seluruh badan Syaqina


"kalau mau nangis, nangis saja nggak usah pakai bergumul di selimut nanti yang ada kamu tambah enggap "


Syaqina tetap tak meresponnya bahkan semakin terisak, Shaka masih tetap membujuk meski masih dengan keadaan yang sama.


"Sya.. aku minta maaf sungguh ini tuh nggak seperti yang kamu pikirkan. Kak Esha bilang seperti itu mungkin karena dia menganggap aku ini lekat dengan julukan play boy makanya dia bilang seperti itu tadi. please... maafkan aku, aku janji bakal jelasin keadaan yang sebenarnya pada kak Esha agar tidak menjadi salah paham berpandangan , aku janji"


seraya menganngkat kedua jari tangannya keatas . namun tetap tak di respon akhirnya Shaka pun menyerah dan memilih menjatuhkan dirinya keatas sofa, karena hari ini ia bener-bener lelah dengan kerjaan di kantor menumpuk hingga meeting dengan klien beberapa kali karena ada penaganan proyek yang baru dimenangkan pihak DM group.


Shaka pun terlelap diatas sofa dengan kaki terjuntai ke lantai dan kepala tersadar pada punggung sofa. Syaqina yang telah menyudahi adegan menangisnya merasa tenggorokan kering ia pun beranjak dari tempat tidur berniat mengambil air minum ke dapur. di lihatnya Shaka yang terlelap dengan posisi tak nyaman Syaqina pun merasa tak tega, kemudian mengambil bantal dan selimut dengan sangat hati-hati ia membenarkan posisi kepalanya dan menaruhnya keatas bantal, namun gerakannya dengan posisi membungkukkan kepalanya dengan kaki berjongkok disebelah sofa tanganya melingkar meraih pangkal leher Shaka sehingga wajah keduanya sangat dekat bahkan hembusan nafasnya sangat terasa menerpa wajah satu sama lainnya. Shaka pun mengerjap kan matanya Syaqina pun terkejut dan meletakkan kepala Shaka dengan kasar, karena sejujurnya sangat takut jika sampai diketahui Shaka bisa-bisa dia salah sangka dan berpikir yang aneh-aneh.


"awww.. sakit tahu"


Shaka pun memekik karena kepalanya diletakkan dengan kasar dan sembarangan oleh Syaqina


"apa kamu mau membuatku gegar otak?, kenapa main lempar sembarang ini tuh kepala manusia bukan barang"


Shaka tampak mengusap usap kepalanya dan membenarkan posisi tidurnya.sementara Syaqina tampak sangat malu


"Ya maaf, lagian kamu tiba tiba melek gitu, aku kan jadi kaget."


"hemmss..iya udah by the way makasih untuk bantal dan selimutnya"


seringai Shaka dengan senyum tertahan


"lupakan saja"


jawab Syaqina sambil beranjak dan berlalu dari kamar kemudian turun menuju dapur kembali pada niat semula yaitu mengambil air minum.


Syaqina pun meraih gelas kemudian mengisi dengan air yang ada di dispenser kemudian meminumnya hingga tandas kemudian mengisi nya kembali hingga penuh dan segera ia bawa ke kamarnya. baru saja Syaqina memutar badan dari letak dispenser Syaqina menabrak sesosok lelaki gagah dengan dada bidang yang tersembunyi di balik kaos putih,


BRUUGGGGG


"awww..." wajah ayu itu terbentur pada dada kokoh itu. entah apa ini jantung keduanya tampak bergemuruh berdetak diatas normal sesaat mereka beradu pandang, tampak kewalahan mengatasi gejolak masing-masing.


"kak Mahes..??!!"


"so...sorry kamu kaget ya?"


"iya kak...sedikit "


"kak Mahes mau apa malam-malam gini ke dapur ?"


"sama kakak juga haus mau ambil minum"


"oh..kok bisa sama an ya "


"kebetulan mungkin, oh ya.. bisa temani kakak minum kopi nggak ?"

__ADS_1


tiba-tiba Mahes berucap entah itu permintaan atau sebuah tawaran, setelah berpikir sejenak Syaqina yang sejujurnya ingin mendapat kesempatan untuk bisa ngobrol berdua pun tak menolak, toh cuma sekedar ngobrol dan itu di dalam rumah.


"apa tidak apa-apa ?"


tanyanya sedikit ragu, karena bagaimanapun sekarang status Syaqina adalah seorang istri dan sekaligus adik ipar dari lelaki yang selama ini selalu ia banggakan, selalu iya rindukan karena baginya Mahesa adalah malaikat pelindungnya dimasa kecilnya dulu.


"maksudnya?"


Mahesa tampak mengernyitkan dahi sedikit kurang paham dengan ucapan Syaqina


"Ya.. Sya temani kak Mahes malam-malam begini"


"oh... i know, kamu tenang saja kita cuma duduk ngobrol saja kurasa tak ada salahnya, lagipula aku ingat kok kamu sekarang itu adik iparku"


"maaf ya kak"


Syaqina menundukkan kepalanya


"biar Syaqina yang bikin kopinya kak "


"ok. terimakasih ya Sya, maaf merepotkan"


"nggak kok kak cuma bikin kopi ini"


setelah beberapa saat kopi pun sudah tersedu dan di bawa Syaqina ke meja yang mirip dengan pantry


"silahkan dinikmati kopinya kak "


"makasih ya.. sepertinya ini kopi enak banget, kopi spesial dibuat oleh orang spesial dan diminumnya ditemani orang spesial juga. pokoknya temanya special coffe heehee..."


celoteh Mahes panjang kali lebar, terlihat dari wajahnya terpancar kebahagiaan meski hanya sekedar minum kopi di rumah namun di temani seseorang yang selama ini mendiami ruang hatinya


"kak Mahes... jangan bicara seperti itu, Syaqina tak enak hati jadinya"


raut wajah Syaqina sesaat berubah menjadi sendu


"heyy...kenapa jadi jelek gitu dengan wajahmu?"


"maafkan Syaqina ya kak,."


"maaf untuk apa?"


maafkan Syaqina sudah tak sabar menunggu Kakak, maaf karena Syaqina harus menikah dengan adikmu


"kok malah ngelamun..? sya...Syaqina!"


"oh.. iya kak "


"ditanya bukannya dijawab malah ngelamun, kamu mikirin apa sih ?"


"Nggak ada kok kak"


"bagaimana dengan pernikahan mu, apa kamu bahagia ?"

__ADS_1


DEGGG


pertanyaan Mahes spontan membuat Syaqina tersentak andai saja Mahesa tahu kenapa Syaqina bisa menikah dengan Shaka yang tak lain adik kandungnya Mahesa.


"kenapa kak Mahes tanyakan itu ?"


bukanya menjawab Syaqina justru kembali bertanya


"oh iya.. maaf ya tadi waktu di meja makan aku udah membuat kamu tersinggung, jujur aku merasa butuh penjelasan kenapa sampai bisa kamu menikah dengan Shaka, karena kalau


setahu ku kamu bukan perempuan tipenya Shaka "


Entah sejak kapan dibalik perbincangan keduanya sudah ada sepasang mata yang mengamati dari atas tangga.


"kok seperti ada yang janggal dengan mereka, jika dilihat keduanya sudah sangat dekat sebelumnya, atau mungkin... Kak Esha adalah lelaki yang disebut Syaqina sebagai malaikat pelindungnya itu?, Seingat ku Syaqina menyebut lelaki itu dengan panggilan kak Mahes. itu artinya...... hah....nggak mungkin, tapi kalau itu benar berarti kak Esha adalah lelaki yang selama ini ada dihati Syaqina "


kecurigaan Shaka semakin beralasan ketika melihat tatapan keduanya saat mereka saling berbicara mata mereka menyimpan sebuah rasa yang sulit diartikan. melihat kedekatan mereka hati Shaka tiba-tiba terasa sesak, ada rasa keberatan dan marah dan Shaka pun tanpa basa basi segera menghampiri keduanya


"Wahh sepertinya asyik minum kopi malam-malam berdua dengan ipar ya"


Shaka seolah menyindir keduanya, seketika membuat keduanya terlihat kikuk dan canggung


"Shaka.."


ucap Syaqina lirih dengan rasa bersalah dan kikuk


" hey...nggak usah baper dulu, kebetulan tadi gue bikin kopi terus ada bini loe lagi ambil air minum terus gue ajak ngobrol, gue tahu batasannya kalau dia itu sekarang adik ipar gue, nggak usah merasa cemburu gitu"


"siapa juga yang cemburu,"


Shaka tampak mengelak, tapi Esha tahu betul kalau adiknya itu tengah cemburu dengan dirinya


"nggak usah ngeles ..ingat elo hutang penjelasan untuk pernikahan loe ini "


"'next time gue bakal cerita "


"baiklah adek ipar seperti nya kamu harus kembali ke kamar suamimu sepertinya membutuhkanmu, terimakasih sudah menemaniku "


Mahes pun lebih dulu menyudahi acara minum kopinya dan meninggalkan dapur untuk kembali ke kamarnya. Syaqina pun juga mengambil langkah yang sama diraihnya gelas berisi air putih yang ia isi tadi dan dibawanya ke dalam kamar.


visual Mahesa Farda Darmawan Mahantara



visual Syaqina Azzahra



🌸🌸🌸


Maaf ya READERS setiakuh telat up nyaπŸ™πŸ»πŸ™πŸ» dikarenakan kesibukan di dunia nyata yang nggak bisa ditinggalkan. jangan lupa ya mohon keilkasananya untuk like, komentar dan votenya


terimakasih yaa...❀❀

__ADS_1


__ADS_2