Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
132. Insiden


__ADS_3

"Silahkan diminum dan dicicipi kue nya, Pak Pras, jeng Susan "


Mama Vina pun mempersilahkan tamunya untuk menikmati hidangannya berupa Teh jasmine dan beberapa kue kering bikinan mama Vina dan juga swiss roll cheese yang masih hangat karena baru saja keluar dari oven.


"Iya jeng nanti juga kami icip kok, Jeng Vina sekarang udah pensiun dari butik jadi rajin bikin bikin kue gini ya ?"


" ah.. cuma iseng saja Jeng lagipula anak - anak dan Papa nya pada suka ngemil, apa lagi si kecil Queen kalau udah minta di bikinin cake bisa - bisa habis sama dia sendiri "


" seneng sekali ya jadi Jeng Vina anak - anak udah pada mapan semua, tinggal nikmati masa tua dengan anak cucu "


" iya,.. alhamdulillah sekali Jeng apalagi saya juga mau tambah cucu lagi Syaqina lagi hamil anak kedua Mereka "


" kedatangan kami kesini tadi selain ingin mengucapkan terimakasih karena beberapa waktu lalu perusahaan keluarga Darmawan Mahantara sudah membantu memulihkan perusahaan kami yang hampir bangkrut. kami juga mau membicarakan hal yang sedikit penting Pak Andi dan Jeng Vina "


Bu Susan tampak mengubah mode bicaranya yang tadi santai menjadi lebih serius hal itu mengundang rasa penasaran dari Papa Andi dan Mama Vina


" apakah ada hal lain yang lebih serius Jeng ?"


"sebelnya saya minta maaf Jeng, mungkin pernyataan saya ini nanti akan membuat keluarga ini kecewa "


" sebenarnya ada apa ini Pak Pras ?"


papa Andi pun merasa penasaran


" ini sebenarnya adalah kesalahan dari istri saya dimasa lalu dan secara tidak langsung saya pun ikut berperan, tetapi istri saya sudah menyadari kesalahanya itu dan kini pun menyesalinya "


" sebenarnya apa yang terjadi Pak Pras ? terus terang saya semakin bingung ini "


Papa Andi pun merasa penasaran dengan perkataan Pak Pras


" Biar Mami yang ceritakan Pi "


Bukan pun mengambil alih obrolan kami dengan wajah tertunduk dan seperti ada beban yang menghimpitnya


" sebelumnya saya minta maaf jika ini akan sangat menyakiti keluarga Darmawan Mahantara terutama Syaqina, karena kesalahan saya pada menantu keluarga ini. se... sebenarnya Syaqina itu an.. anak saya dan saya ini ibu kandung Syaqina "


" apa ??!! "


Papa Andi dan Mama Vina bersamaan merasa tidak percaya


" iya saya adalah ibu kandung Syaqina yang telah meninggalkannya sejak ia berusia 5 tahun"

__ADS_1


" tidak mungkin !"


suasana seketika menjadi hening sekaligus menegangkan tanpa sengaja Syaqina telah mendengarkan meski tidak dari awal namun cukup jelas untuk intinya jika perempuan yang kini tengah duduk dengan kedua mertuanya adalah ibu kandungnya.


Semua mata kini tertuju pada sosok perempuan muda yang kini tengah berdiri mematung dengan mimik wajah yang sulit diartikan. Shaka yang baru saja masuk ke dalam Ruang tamu merasa bingung dengan apa yang dilihatnya, karena tadi Shaka sempat kembali lagi ke mobil untuk mengambil buah rambutan yang tadi ia dapat dengan susah payah tertinggal di jog belakang.


" loh... ada tamu Tante dan Om ada apa nih tumben ?"


Shaka yang tak tahu menahu perihal kejadian di dalam rumah beberapa menit yang lalu justru dibiarkan begitu saja bahkan tak ada yang menjawab pertanyaanya semua fokus pada ketegangan yang terjadi


" Sayang... ada apa kok wajahmu tegang begini dan-"


belum sempat dilanjutkan ucapannya Syaqina sudah terlanjur berlari menuju kamar mereka di lantai dua rumah ini, ia berlari tanpa mengingat keadaan dirinya yang kini tengah hamil muda dengan usia kandungan 9 minggu


" Sayang hati - hati, kamu kenapa ? ingat kamu sedang ..."


" akhhhhhh"


" bruugggg"


belum lagi selesai Shaka berucap suara teriakan dan dentuman benda terjatuh mengagetkan semua orang yang berada di dalam rumah itu. Shaka pun berlari menuju arah suara itu berasal dan ia menyaksikan tubuh ramping itu menggelinding menuruni beberapa anak tangga dan berhenti di tindakan paling bawah. Shaka sudah seperti hilang kesadaran menyaksikan hal buruk itu terjadi di depan matanya


mereka berteriak bersamaan dan segera mengerubuti tubuhnya yang terkulai lemah dan kini sudah beralih di pangkuan Shaka


" Sayang.. bangun.. sayang kamu bertahan kita kerumah sakit "


suara Shaka begitu panik dan tak karuan mencoba memanggil istrinya berharap masih memiliki kesadaran


" By.... sa... kit "


terdengar suara rengekan lirih dengan bibir bergetar dan mata terpejam


" Mang Udin tolong siapkan mobil kita kerumah sakit "


teriaknya dari dalam rumah dan Mang Udin pun dengan sigap segera menjalankan tugasnya menuju garasi untuk segera mempersiapkan mobil.


Shaka sama tak memperdulikan hal lainya dengan cepat dibopongnya tubuh Syaqina menuju mobil untuk di bawa kerumah sakit


" Astaqfillulah.. jeng ini bagai mana kenapa ada darah ? ayo kita susul mereka Pa "


teriak Mama Vina tak kalah paniknya mengkhawatirkan kondisi menantu tersayangnya, sementara Bu Susan hanya terdiam tidak sanggup berucap apa apa , rasa bersalah dan ketakutan mendominasi pikirannya saat ini hingga ia seperti patung hidup

__ADS_1


" Ayo Mi kita susul mereka kerumah sakit, pasti semua akan baik - baik saja "


Pak Pras pun menenangkan hati istrinya yang saat ini benar - benar dalam kondisi sangat buruk


setelah hampir dua puluh menit Mobil yang dikemudikan mang Udin pun sampai rumahsakit dengan cepat Shaka turun dang menggendong istrinya yang sejak dari rumah tadi tepat berada di dalam gendonganya, bahkan kini kemeja dan celananya sudah dipenuhi noda darah yang keluar dari area vital Sang istri. dengan cepat petugas medis langsung mendorong bangkar menuju ruang IGD


" tolong selamatkan istri saya dokter "


ucapnya dengar suara bergetar


" itu tugas kami pak, sekarang bapak tenang dan sabar ya , silahkan tunggu di luar agar tidak mengganggu proses penanganannya "


Dokter umum di Rumah sakit tersebut berkata dengan sopan sebelum akhirnya Shaka keluar dan pintu IGD segera terbuka


Tak berselang lama dokter Clara dokter spesialis kandungan yang menangani Syaqina sejak kehamilan pertama dulu kini sudah datang dan menghampiri Shaka dan keluarga


" Cla.. tolong selamatkan istri dan calon anakku "


" tenang Shaka itu pasti akan kami lakukan tapi kenapa bisa hal ini terjadi?"


" aku tak tahu kejadian awalnya yang pasti saat itu wajah istriku seperti sedang marah, kesal dan kecewa bahkan dia mengabaikan ucapanku dia berlari menaiki anak tangga menuju kamar dan akhirnya dia terjatuh dari tangga "


" Astaga.. ya Sudah kamu tenang dulu biarkan kondisi Syaqina diperiksa dokter umum dulu setelah itu akan tahu tindakan apa selanjutnya untuk pasien "


" Clara.. tolong lakukan yang terbaik untuk menantu tante "


ucap Mama Vina dengan deraian air mata dan isak tangis


" tante tenang ya , semuanya tenang nanti kami dengan doa semoga semuanya baik baik saja"


Kemudian dokter Clara pun masuk ke dalam Ruang IGD


" dokter Clara ?"


" bagaimana keadaan pasien dokter Dina ?"


" saya sudah memeriksanya dan sepertinya kandungan pasien tidak bisa dipertahankan "


" baiklah dokter saya akan melakukan USG untuk memastikan kondisi kandungnya "


setelah memeriksa dengan detail dokter Clara pun keluar ruangan untuk menemui Shaka dan keluarganya

__ADS_1


__ADS_2