Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
06.kegelisahan Shaka


__ADS_3

Satu minggu sudah berlalu peristiwa menyedihkan itu terjadi, Syaqina kehilangan satu satunya keluarga yang ia miliki. Ia bener-bener terpuruk untuk saat ini bahkan ia masih enggan untuk masuk kuliah dan juga bekerja, sesekali teman kerjanya Aldo dan Raisa datang mengunjunginya sekedar menghibur dan memberi dukungan untuknya bisa bangkit dan mengiklaskan kepergian sang Ayah. seperti hari ini sebelum mereka masuk kerja Aldo dan Raisa menyempatkan diri untuk mampir dan membawa makanan untuk Syaqina mereka bertiga pun makan bersama di teras belakang.


"Syaqina.... kamu nggak kasian dengan almarhum ayah kamu kalau terus terpuruk seperti ini? aku yakin Ayah kamu akan jauh lebih sedih ayah kamu pasti ingin kamu kembali menjadi seperti Syaqina yang dulu, yang selalu ceria, dan bersemangat. "


ucap Aldo di sela sela makan mereka, Raisa pun ikut juga menambahkan apa yang dikatakan Aldo


"Iya Sya..kamu harus bangkit harus iklasin kepergian Ayahmu kasian Ayah kamu, bukankah kamu ingin menjadi anak yang bisa membuat Ayahmu bangga dan senang dengan keberhasilanmu?, lalu jika kamu seperti apa mungkin kamu bisa wujudkan keinginan itu, ayok kamu harus bangkit dari keterpurukan ini, semangat dan kembalikan Syaqina yang dulu selalu ceria, energic dan selalu terlihat bahagia"


Syaqina kembali termenung dan berusaha mencerna nasihat dari kedua sahabatnya itu, kemudian tersenyum kaku kearah mereka berdua.


"kalian bener, aku harus bangkit aku harus tunjukkan pada Ayah aku bukan gadis lemah aku pasti bisa melewati ini semua"


"nah...itu baru namanya Syaqina sahabat kita ,..ya Nggak Ra"


ucap Aldo sembari mengangkat alisnya menunjuk pada Raisa


"berarti mulai besok kamu harus kembali bekerja dan juga kuliah "


imbuh Raisa dengan penuh semangat.mereka pun segera pamit untuk berangkat kerja


"kita berangkat dulu ya Sya...kita tunggu kedatangan loe besok di Cafe "


"Iya.. makasih ya kalian berdua udah selalu ada untukku "


Raisa pun memeluk erat Sahabatnya tersebut dan akhirnya berangkat meninggalkan Syaqina.


🌸🌸🌸🌸🌸


sementara di Kediaman Darmawan


"sayang... bagaimana urusan mu dengan orang kamu tabrak kemaren apa udah beres?, mama nggak mau loh itu nanti bakal menimbulkan masalah apalagi kalau sampai Papa kamu tahu bisa fatal akibatnya"


suara mama Vina saat melihat sang putra kesayangannya duduk menghampiri dirinya di ruang makan, karena mereka berdua akan makan malam meski hanya berdua saja, Papa Andi Darmawan Mahantara memang sangat jarang berada dirumah karena kesibukannya sebagai pengusaha terkemuka di Negeri ini, Shaka pun juga baru pulang tadi siang setelah melakukan perjalanan bisnis selama 3 hari di Hongkong.


Keluarga Darmawan Mahantara memiliki 2 orang putra dan 1 orang putri bernama Sherena Putri Darmawan Mahantara (30 tahun) adalah putri sulung sekarang menetap di Paris mengurusi perusahaan keluarga yang disana dan sudah menikah dengan warga Indonesia keturunan Paris bernama David dan telah memiliki 2 orang putra bernama Rayden(5 tahun), dan Rayyan (2,5 tahun), putra kedua bernama Mahesa Farda Darmawan Mahantara (25 tahun) dan kini telah menetap di Australia dan menagani beberapa Perusahaan keluarga yang disana. sementara sebagai putra Bungsu Shaka Ibrani Darmawan Mahantara (23 tahun) harus tetap tinggal dengan orangtuanya karena nantinya iya yang akan mengambil alih setelah orangtuanya sudah pensiun dari urusan bisnisnya.

__ADS_1


"ma.. terus terang Shaka sangat khawatir dengan keadaan Gadis itu, dia benar benar sendiri sekarang satu-satunya keluarganya telah Shaka renggut nyawanya "


Shaka berkata dengan berkaca-kaca mungkin merasa iba dengan keadaan Syaqina yang kini hidup sebatang kara dan harus membiayai hidupnya sendiri untuk kebutuhan hidupnya dan kuliahnya.


"mama mengerti perasaan kamu nak, kamu pasti merasa sangat bersalah pada Gadis itu"


sang mama berusaha menenangkan putranya


"dan... saat sebelum Bapak itu meninggal beliau berkata kalau saya harus menjaga dan melindungi putrinya menggantikannya, dan Shaka juga sudah berjanji seperti itu ma"


" Shaka .. itu sama halnya dengan wasiat nak dan kamu harus menjalankannya, tapi bagaimana caranya mah..? sedangkan Shaka sendiri tidak berani mengakui kesalahan Shaka bahwa yang menyebabkan ayahnya meninggal itu aku , aku yang sudah membunuh ayahnya mah"


Shaka tampak sangat tertekan dan ketakutan dengan masalah yang ia hadapi saat ini


"siapa yang sudah kamu bunuh Shaka ?!"


tiba-tiba suara sang Papa muncul dan membuat Shaka beserta mamanya begitu terkejut, masalahnya papanya sedang ada di Hongkong setelah beberapa hari yang lalu berangkat ke hongkong dengan Shaka dan berdasarkan jadwal papa Andi masih lusa baru akan kembali ke tanah air, namun tiba-tiba hari ini sudah pulang kerumah tanpa ada yang diberi tahu.


"pa..papa ?"


"jadi benar kamu sedang dalam masalah besar Shaka?, makanya pada saat di Hongkong kamu sama sekali tidak bisa fokus pada pekerjaan kamu ?"


Shaka tak bisa lagi berkata-kata ia tampak bingung bagaimana cara menjelaskannya pada sang Papa, pak Andi Darmawan sudah lekat dengan karakternya yang tegas, disiplin, namun sangat bijaksana. Meski beliau seorang pengusaha sukses terkaya nomor dua di Negeri ini beliau termasuk orang dengan kepribadian yang baik, tidak sombong bahkan lebih low profile.


"pa... papa tenang dulu, Papa sabar nanti Shaka akan cerita sekarang sebaiknya papa istirahat dulu, Papa mandi karena papa pasti capek"


bujuk sang istri dengan maksud untuk menenangkan sang suami.


"mama.. tidak perlu membujuk papa, mama tahu kan papa orangnya gimana kalau memang ada maslah harus saat ini juga di selesaikan"


pak Andi menjawab dengan tegas


"Iya pah,.. mama paham"


"pah... sebelumnya Shaka minta maaf sama papa karena sudah tidak terus terang dengan papa. jujur Shaka takut dan bingung menghadapi semua ini"

__ADS_1


Shaka mulai tertunduk disampingnya ada sang mama yang senantiasa mendampinginya dan mengusap pundaknya sebagai bukti dukungan dan penguatan terhadap putra bungsunya


"masalah apapun pasti ada jalan keluarnya Shaka, kamu itu anak laki laki putra penerus kerajaan bisnis Darmawan corp. apapun itu kamu harus menghadapinya "


"Shaka tahu pa.. Shaka sudah menabrak sesorang dan orang itu meninggal pa"


kalimat itu lolos begitu saja dari mulut Shaka, dan tak anyal membuat Papanya terkaget


"apa !! kenapa kamu busa secerobah itu Shaka? bagaimana kalau sampai media tahu reputasi keluarga Darmawan akan tercoreng Shaka"


"ta..tapi Shaka sudah bertanggung jawab pah, Shaka mengurus dan menanggung semua biaya mulai dari operasi sampai biaya pemakaiannya semua Shaka sudah beres kan, dan kalau soal media kemungkinan tidak akan ada yang tahu, karena saat kejadian tidak ada satupun saksi mata dan anak buahku sudah mengatasi semuanya"


"lalu yang masih menjadi masalahnya apa lagi?"


tanya papa Andi dengan tegas


"masalahnya orang yang Shaka tabrak itu memiliki anak dan itu satu-satunya keluarga yang beliau miliki, dan pada saat kejadian sebelum korban meninggal beliau meminta tolong untuk menjaga dan melindungi putrinya, dan karena Shaka bingung, Shaka takut Shaka pun berjanji untuk menjaga dan melindungi putrinya"


"lantas itu,


masih dengan ekspresi yang sama


"Shaka bingung, harus bagaimana Pah?"


"kamu sudah pernah menemui gadis itu?"


"sudah pah, pada saat malam kejadian itu dan sampai esok harinya setelah ayahnya meninggal Saya sudah menemaninya, dan memenangkannya, tapi Shaka tidak berani jujur jika Shaka yang menyebabkan ayahnya meninggal "


" Dalam keturunan Darmawan papa tidak pernah mengajarkan pada kalian semua untuk menjadi pengecut, apapun kesalahan yang sudah kalian perbuat maka kalian harus mempertanggung jawabkannya"


Shaka sepertinya paham dengan maksud pembicaraan Ayahnya namun ia tak mau menerka-nerka.


HALLO... PARA READERS TERCINTA DAN TERSAYONG.. AUTHOR SANGAT BERTERIMAKASIH UNTUK YANG SUDAH MEMBACA MOHON UNTUK MENINGGALKAN JEJAKNYA ya.. like, comment, dan vote nya sangat membantu AUTHOR.


happy reading ya..πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»

__ADS_1


__ADS_2