
Selamat pada... readers setia, AUTHOR mau mengucapkan terimakasih ya untuk dukungan dan partisipasi nya terhadap karya AUTHOR hingga kini mencapai 100 episode.
semoga tidak bosan dan masih berharap ini cerita bakal lanjut 🤲 Jangan lupa terus dukung ya 😀 mohon komentar, like ❤, vote dan juga hadiahnya🙏🏻🙏🏻
mohon maaf jika masih banyak Typo karena AUTHOR masih pemula.
❤❤❤❤
Sore telah menepi, semburat jingga pun membalut langit yang masih tampak membiru meski temaram kian menjemputnya menuju malam. Tampak sesosok lelaki dengan perawakan yang sangat atletis tengah berdiri dipinggir pantai tanganya tampak memeluk dengan posesive sesosok perempuan bertubuh ramping dengan penampilan yang tampak tertutup dengan apiknya.
Sepasang anak manusia itu kini tengah menikmati Senja yang begitu indah mungkin saja seindah kebersamaan mereka kali ini.
" Kak... hari sebentar lagi malam kita balik ke Vila yuk, sebentar lagi magrib tuh "
" iya, saking asyiknya sampai nggak terasa udah magrib aja "
Keduanya berjalan menyusuri bibir pantai dengan Tangan masih saling bertaut. sepasang pengantin baru yang kini masih menikmati kebersamaan mereka selama honey moon meskipun mereka belum sepenuhnya berhasil disebut sebagai suami istri seutuhnya namun setidaknya kebersamaan mereka yang selalu romantis mampu menyembunyikan fakta yang sesungguhnya.
Meski hakekat dari sebuah pernikahan bukanlah soal ranjang semata namun hal itulah yang mampu mengingat hubungan suci itu semakin sempurna, begitupun dengan Mahesa yang sangat memahami dan mengerti kondisi psikis Tiara saat ini yang mengalami trauma akibat kejadian buruk yang sempat menimpanya beberapa waktu lalu.
Mahesa tidak menuntut hal itu karena ia tak ingin menyakiti wanitanya jika saja ia tahu sebelumnya peristiwa itu ia pasti akan membuat perhitungan dengan pelaku.
" Honey... kita mandi dulu yuk, habis itu kira sholat magrib bersama "
seru Mahesa saat telah berada di dalam kamar Villa
" Kak, kakak mandi duluan saja ya nanti Tiara gantian "
Mahesa sebenernya tak yakin akan hal itu , mengingat istrinya adalah type wanita pemalu, satu server dengan Syaqina. namun tak ada salahnya mencoba siapa tahu ia bersedia
" kalau kita gantian mandinya nggak keburu waktu magribnya cantik "
Mahesa lebih mendekat lagi, kemudian meraih bahu istrinya
" kita cuma mandi berdua, nggak ada adegan aneh - aneh, percaya sama suami tamvan kamu ini "
ucapnya dengan lembut dan dengan suara dibuat sensual mungkin
" i.. iya ta.. tapi kan "
__ADS_1
" percaya saja sam imammu "
Mahesa tak ingin membuang waktu, Sesegera ia meraih tangan Tiara masuk dalam kamar mandi mengisi bathtub dan segera menanggalkan kemeja putih dan juga celah pendek seluruhnya, menyisakan CD sementara Tiara masih tampak diam mematung dengan pandangan yang tertunduk ke lantai
" udah, buruan dibuka bajunya kamu mau mandi berendam kan ?"
seketika darah Tiara seperti membeku syaraf - syarafnya seakan lumpuh bayangkan saja berada dalam kamar mandi berdua dengan suaminya yang baru ia beri sekedar ****man saja tak lebih dari itu, dan kini harus mandi berdua.
" Honey... kamu ingin terbebas dari trauma itu kan ? , kamu ingin menjadi istri yang baik untuk suamimu ini kan ?, menurutlah "
Mahesa perlahan mendekat menyentuh bahu Tiara yang tampak jelas sangat kaku mungkin pengaruh dari rasa tegang itu.
"ma..maaf Kak, Tiara akan mencobanya "
Mahesa pun perlahan membuka kancing baju dress panjang yang Tiara kenakan dengan perlahan dan penuh kehati hatian akhirnya baju tersebut dapat tertanggalkan dari tubuh dengan lekuk yang indah menawan postur tubuh yang standar perempuan indonesia kulit putih bersih bak susu, body sintal yang masih sangat padat semua terlihat jelas masih sangat terjaga dengan baik.
Melihat pemandangan yang luar biasa indahnya mengalahkan indahnya senja di sore tadi tentu membuat Mahesa sebagai lelaki normal seketika timbul jiwa kelelakianya, jiwanya meronta menahan sebuah hasrat namun ia tetap fokus pada niat awalnya, ditepisnya segala hasrat itu dengan susah payah, demi mewujudkan sebuah janjinya tadi.
Mahesa telah berhasil menanggalkan kain penutup tubuh istrinya tinggalah menyisakan 2 kain penutup dua benda paling sakral
" kita mandi Honey "
Mahesa tetap bersikap sewajar mungkin, meskipun dibawah sana sudah ada yang berdiri tegak menantang lawannya, beruntung air bathtub sudah berubah putih karena bercampur dengan busa yang dihasilkan oleh sabun yang mereka gunakan untuk mandi, setelah kurang lebih berada dalam bathtub kurang lebih sepuluh menit Mahesa pun mengajak Tiara untuk menyudahi berendamnya dan menuju ke shower untuk membilas butuh mereka hingga bersih.
Sungguh READERS pasti bisa membayangkan rasanya situasi didalam sana jika berada pada posisi Mahesa dan Tiara saat ini, suasana begitu hening, kedua manusia itu seakan membeku dalam diam menahan gejolak masing - masing, seketika mereka menjadi seperti orang asing yang baru saling bertemu, padahal faktanya mereka adalah sepasang suami istri yang sebelumnya telah saling mengenal selama Kurang lebih 6 bulan sebelum mereka akhirnya terikat dalam sebuah pernikahan suci.
" pakai ini "
Mahesa memberikan sebuah kimono yang yang sudah tersimpan rapi dalam rak perlengkapan kamar mandi tersebut
" makasih Kak "
jawabnya dengan suara lembut nyaris tak terdengar dengan tanganya meraih benda tersebut, Tiara pun menyingkir dan segera melepaskan sisa pakaian yang masih melekat dan kemudian menyelesaikan ritual mandinya sebelum akhirnya segera keluar dari dalam kamar mandi terlebih dulu meninggalkan Mahesa yang masih menyelesaikan mandinya
" hufff... sabar ya boy, kamu masih harus bersabar karna lawan mainmu belum siap "
ucapnya sambil mengelus lembut aset berharganya kemudian segera menyudahi mandinya dan segera menyusul Tiara keluar
Tiara sudah berpakaian rapi dan siap melakukan sholat magribnya tinggal menunggu sang imamnya
__ADS_1
Mahesa pun segera memakai pakaian yang sudah disiapkan oleh Tiara kemudian secepatnya menuju saja dah yang sudah di bentangkan oleh Tiara mereka pun menunaikan kewajibannya dengan berjamaah
Tiara merapikan kembali perlengkapan sholat yang mereka gunakan sementara Mahesa pun segera melepas sarung dan juga baju koko nya menyisakan celana pendek selutut dan menukar baju koko dengan kaos oblong dengan merek terkenal dunia yang sudah Tiara siapkan.
" Kak.. "
" hemm "
Tiara mendekati Mahesa yang tengah menyisir rambutnya yang masih sedikit basah dan berantakan habis terkena peci tadi
Cup
sebuah kecupan mendarat di pipi kiri Mahesa dan itu membuat Mahesa terkaget karena ini pertama kalinya Tiara melakukannya selalu Mahesa yang memulai lebih dulu, Mahesa memutar badanya hingga saling berhadapan
" Honey... "
" emmmhh... kita coba lagi kak?"
"kamu yakin ?"
" tapi kalaupun nanti tidak berhasil juga jangan kecewa ya Kak "
ucapnya dengan perlahan tampak jelas ada raut keraguan dimata indah itu
Perlahan Mahesa pun mendekati Tiara dan menangkup wajah sayu itu, dirilisnya jarak antara mereka perlahan sebuah kecupan lembut mendarat di kening, mata, kedua belah pipi kemudian berakhir di bibir ranum itu Mahesa menempelkan bibirnya pada bibir Tiara sedikit lama dan akhirnya Mahesa pun m***** bibir ranum itu penuh kelembutan Tiara belum memberikan respon gadis itu hanya diam seperti patung hidup
Meskipun ragu Mahesa terus mencoba mengulangi memberikan sentuhan demi sentuhan pada bibir ranum itu, hingga Mahesa pun mengigit kecil bibir itu hingga sedikit terbuka dengan cepat Mahesa memanfaatkan hal itu hingga l**** nya mampu menjelajah dengan leluasa lidah keduanya sudah saling berbelit bibir mereka masih saling bertaut hingga mereka nyaris kehabisan oksigen. Mereka pun saling melepaskan tautan dan mengambil stok oksigen sebanyak mungkin, Mahesa tersenyum pandangannya kini berkabut gairah, Kemudian mengulang hal yang sama namun kini semakin rileks tak sekaku saat tadi.
Keduanya sudah sangat terbuai dalam kenikmatan itu ****** itu kini sudah semakin memanas dan menuntut, Mahesa pun beralih menyesap leher jenjang yang tampak putih bersih , Tiara pun melenguh membuat Mahesa semakin tertuntut tangan Mahesapun mulai bergerilya menyelusup pada punggung Tiara hingga melepas pengait pengaman gundukan kembar itu. Mahesa semakin leluasa meski melakukannya dengan lembut dan penuh perasaan tangan kanannya kini mulai menyentuh benda kenyal yang tidak terlalu besar juga tidak terlalu kecil namun cukup membuat darah keduanya berdesir dan semakin memanas, lagi dan lagi Tiara melepaskan suara indahnya yang terdengar sangat menggoda di telinga Mahesa perlahan tanganya semakin liar memainkan pucuk gunung kecil nan kenyal itu.
Mahesa semakin terbakar gairah meskipun ini terasa tabu untuk Tiara dan ini pertama bagi keduanya namun naluri mereka menuntun dan menjadi pemandu yang sangat handal, meskipun mungkin masih terkesan amatir namun cukuplah membanggakan untuk kategori pemula
" Honey... apa kita bisa melanjutkannya?"
suara Mahesa semakin serak berselimut kabut gairah, Tiara terlihat ragu mata indahnya memancarkan rasa takut meski tanpa menolak
" aku akan melakukannya dengan perlahan dan hati - hati Honey, aku akan membawamu pada kenikmatan yang selayaknya surga dunia "
Mahesa terus memprovokasi pikiran Tiara yang sesungguhnya juga sudah dalam kekuasaan rasa nikmat yang menuntut hingga Anggukan kecil dari kepalanya mengisyaratkan persetujuannya untuk mereka menyatukan hasrat itu, hingga terjadilah yang seharusnya.
__ADS_1