Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
24. cemburu


__ADS_3

Shaka menatap Syaqina dengan tatapan tak seperti biasanya terlihat ada amarah dimatanya, Syaqina sepertinya juga menyadari itu sehingga ia hanya tertunduk tak berani menatap wajah Shaka lebih lama. Shaka tampak menarik tangan Syaqina untuk masuk ke dalam kamar dengan kasar


"sakit Shaka.."


ucap Syaqina lirih, namun berharap Shaka melepaskan pergelangan tangannya yang memerah karena ditarik dengan kasar olehnya.


"tidakkah ada yang ingin kamu jelaskan ?"


ucap Shaka dengan datar namun terlihat jelas bahwa ia sedang menahan amarah


"je..jelaskan soal apa ?"


"apa saja yang menurutmu harus di jelaskan"


"iya apa, aku nggak ngerti harus jelaskan apa?"


"baiklah.. jika kamu tidak mengerti maksudku, bisakah kamu jelaskan ada hubungan apa antara kamu dengan kak Esha?"


Deggggg


Syaqina gelagapan antara bingung dan takut, namun sepertinya ini saatnya Syaqina berkata jujur tentang apa yang terjadi sebelumnya antara dirinya dan Mahesa


"kenapa diam? masih belum paham juga !"


Shaka tampak meninggikan suaranya rahangnya pun mulai mengeras raut wajahnya pun tampak merah selaras dengan darahnya yang mungkin sebentar lagi mendidih


"kalau kamu tidak bisa menjelaskan setidaknya kamu jawab pertanyaanku, apa kalian sebelumnya saling mengenal?"


Syaqina mulai takut dengan sikap Shaka yang diliputi dengan kemarahan, membuat nyali Syaqina menciut melihat begitu sangarnya wajah yang biasanya tampan itu kini mirip seperti monster yang siap melalapnya dalam keadaan utuh


"kalau suamimu bertanya itu di jawab "


Shaka tampak mendekat kearah Syaqina, Syaqina pun memundurkan langkahnya hingga mentok pada dinding kamar kedua tangan Shaka mencengkeram kedua sisi pundak Syaqina dengan kuat, matanya terlihat berapai-api Syaqina semakin meringis menahan takut dan sakit


"i..iya aku mengenalnya"


"argghhhhh"


seketika Shaka melepas cengkramannya kemudian mengusap rambutnya kasar


"jadi benar dia malaikat pelindungmu itu?"


Syaqina tak berani menjawab iya hanya menganggukkan kepalanya mengiyakan

__ADS_1


"aku minta maaf.. aku juga tidak menyangka kalau aku akan bertemu lagi dengan kak Mahes dan ternyata kalian bersaudara, sungguh ini sangat aneh, kamu juga tahu kan kita sebelumnya tidak saling kenal namun tiba tiba kita harus menikah "


Shaka terdiam dia tampak berpikir


# POV shaka#


kenapa gue bisa semarah ini ?


kenapa saat melihat mereka berduaan berbicara sambil menikmati kopi hati ini sungguh ngilu


kenapa aku tidak menyukainya ?


apa mungkin aku sedang cemburu ?


itu tidak mungkin !


aku belum mencintai Syaqina jadi mana mungkin aku cemburu


Aku tidak boleh egois ini bukan salah Syaqina justru aku yang salah aku yang membawanya masuk dalam rumah dan keluarga ini,


tapi bagaimana jika Syaqina masih mengharapkan Esha tidakkah itu keterlaluan karena aku adalah suaminya.


tapi bagaimana dengan Esha itu artinya aku sudah menyatiki mereka berdua


POV berakhir #


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Syaqina masih terdiam dalam ketakutan air matanya terus merembes menuruni pipinya yang mulus, sesekali tubuhnya terguncang menahan tangisannya. Shaka merasa telah salah berbuat hal itu iya pun mendekat kearah Syaqina perlahan meraih tubuh ramping itu ditarik dalam pelukannya, Syaqina tampak ingin memberontak namun tubuhnya terlalu lemah untuk menolaknya. iya pun melepas kan tangisannya yang tak bisa ditahannya lagi dan menangis sesenggukan baju piyama Shaka pun basah dengan airmata Syaqina , namun Shaka membiarkannya dia tahu benar saat ini Syaqina tengah butuh sandaran untuk melepaskan beban yang ditahannya tadi.


"aku minta maaf tadi udah kasar dan itu membuat mu takut, aku tak bermaksud kasar padamu, aku hanya terbawa perasaan. aku marah ketika melihatmu tengah duduk berdua dengan asyiknya saling ngobrol "


Syaqina masih terisak dan mulai menarik dirinya dari pelukan Shaka


"tidak salah kan jika aku merasa keberatan istriku dekat dengan laki-laki lain ?"


hah... apa maksudnya ini ? apa mungkin Shaka cemburu? apa itu artinya Shaka mulai menyukai aku ? tapi bagaimana mungkin perasaan itu datang dengan tiba-tiba dan secepat itu


Syaqina berbicara sendiri dalam hatinya. sementara Shaka meraih tubuh Syaqina kembali dan menariknya dalam pelukannya


"aku rasa aku sudah mulai menyukaimu istriku"


gumamnya lirih namun masih dapat terdengar oleh Syaqina, ia pun mendongakkan kepala mencoba mencari kebenaran dari ucapan itu, digarapnya lekat sepasang manik mata lelaki itu, Shaka mengulas senyum penuh ketulusan kemudian perlahan mendekatkan wajahnya semakin mendekat dan menempelkan bibirnya pada bibir ranum penuh madu pada bibir merah seperti buah chery itu dengan lembut. Syaqina hanya diam tak memberi penolakan juga balasan. Shaka sepertinya mulai merasakan kecanduan dengan bibir mungil semerah chery

__ADS_1


itu sehingga iya ingin selalu menyesap manisnya, hingga ia mengulanginya lagi dan kali ini sang empu memberi respon diraihnya tengkuk Syaqina untuk memperdalam lagi *****nya, desahan lirih terurai dari bibir mungil semerah chery itu semakin memacu semangat Shaka untuk menyelami madu kenikmatan mereka sepertinya ingin menikmati puncak kenikmatan itu untuk keduakalinya. kini Syaqina telah lihai mengimbangi permainan Shaka bukan berdasarkan tutorial melainkan mengikuti naluri kenikmatan yang mereka rasakan. kali ini mereka beraksi cukup lama sepertinya keduanya sudah sangat menikmati permainan itu hingga tak ada satupun adegan yang mereka lewatkan hingga mereka mampu menyelesaikan hingga akhir episode dengan sempurna. tubuh Shaka ambruk tepat disamping istrinya


"terimakasih honey...and i love you"


"hemmm"


Syaqina tak mampu lagi berkata-kata setelah lebih dari dua kali Shaka menggarapnya tanpa ampun tubuhnya seakan remuk lunglai tanpa tulang. merekapun tertidur dengan pulasnya sampai pagi menjemput.


Syaqina mengerjap kan matanya melirik jam di layar handphone sudah menunjukkan pukul 05.15


"hah..kok bisa aku bangun sesiang ini ?"


ia pun terperanjat dan turun dari tempat tidurnya dipunguti bajunya yang tercecer kesembarang tempat akibat ulah Shaka tadi malam. kemudian ia masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi wajib setelah hampir 15 menit iya pun keluar dari kamar mandi dan melaksanakan sholat subuh yang hampir habis waktu. sementara Shaka masih tidur dengan pulasnya. Syaqina pun langsung turun ke dapur membantu Bibi mempersiapkan sarapan untuk seluruh anggota keluarga. kali ini iya memasak nasi uduk ayam suwir tak lupa jus jambu untuk tuan besar, lemon tea hangat untuk nyonya besar, orange jus untuk tuan muda Shaka dan jus alpukat untuk tuan muda Mahesa atau Esha setelah semuanya tertata di meja makan Syaqina pun naik ke kamar untuk membangunkan Shaka


"Shaka bangun.. udah siang nih ntar telat ke kantornya "


Syaqina terus mengguncang tubuh Shaka berharap untuk segera bangun karena jarum jam sudah menunjuk pada angka 07.00


"hemmm sebentar lagi "


jawab Shaka dengan suara khas orang bangun tidur


"nanti bisa telat kamu, ayok bangun"


"kasih morning kiss dulu biar bisa bangun"


"ihhh modus lo"


"terserah... kalau gitu aku nggak bakalan mau bangun


"ihh .. kok ngancam sih, nggak mau ya udah kan yang telat kamu jadi bukan urusanku dhonk"


CUP


kecupan singkat dari bibirnya langsung mendarat di bibir mungil semerah chery itu.


"dasar... tukang mencuri kesempatan"


"terimakasih ya sayang untuk tadi malam kamu luar biasa"


bisiknya di telinga Syaqina sebelum akhirnya melompat ke dalam kamar mandi dengan keadaan polos.


"Shaka...huh dasar sembarangan tidak tahu malu ".

__ADS_1


Terimakasih yang sudah membaca cerita ku semoga suka dengan ceritanya🤲 mohon maaf jika banyak Typo atau pun alur cerita yang sesuai. AUTHOR mohon dukungannya untuk like dan comentnya🙏🏻🙏🏻😍


__ADS_2