Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
141. Suami over protective


__ADS_3

Matahari pagi telah menyapa dengan hangatnya hiruk pikuk aktivitas manusia pun telah berjalan sebagaimana mestinya, begitupun aktivitas di keluarga Darmawan Mahantara pagi ini seluruh keluarga tampak berkumpul dirumah utama karena nanti sore mereka semua akan berangkat berlibur ke Bali.


Saat ini mereka tengah berkumpul di meja makan untuk melakukan sarapan pagi, setelah para wanita melayani mengambilkan makanan untuk para suami mereka yaitu Mama Vina, Syaqina dan juga Tiara, dan tak ketinggalan kak Sherena yang baru tadi malam datang dari Batam untuk ikut liburan bersama di Bali dengan memboyong serta Suami dan ketiga anaknya Rayyan, Ryden, dan juga Rania.


mereka pun memulai santab pagi dengan khidmad dan penuh kehangatan. karena momen seperti ini sangat jarang terjadi kecuali hanya karena suasana khusus begini.


Papa Andi atau lebih tepatnya kini Opa Andi dan Oma Vina tampak sangat bahagia berkumpul dengan anak ,menantu dan juga keempat cucunya, dan sebentar lagi Mahesa dan Tiara juga akan dianugerahi anak pertama mereka setelah harus menunggu selama empat tahun dan kini usia kandungan Tiara sudah memasuki usia tujuh bulan. maka dari itu liburan keluarga ini sengaja Mama Vina susun selain untuk menikmati moment kebersamaan keluarga juga merupakan Babymoon untuk Tiara, dan honeymoon untuk Shaka dan juga Syaqina. Meskipun faktanya mereka setiap hari selalu menyempatkan waktu untuk menikmati kebersamaan dengan masing - masing pasanganya, Namun Mama Vina tetap ingin memberikan hal yang lebih spesial untuk para menantu dan anak- anaknya serta cucu tercintanya. terlebih di Bali mereka memiliki Vila dan beberapa usaha restaurant milik keluarga Darmawan Mahantara jadi sekaligus bisa melakukan kunjungan.


" Sayang... semua keperluan kamu sudah aku persiapkan pokoknya udah fix masuk dalam koper semua, jadi kamu nggak perlu repot apalagi sampai kecapekan mempersiapkan semua, karena aku nggak mau kamu sampai kecapekan mengingat nanti kita bakal sepuluh hari berada di Bali aku khawatir dengan calon Baby kita "


ucap Mahesa sembari menyuapkan potongan buah Mangga ke mulut Tiara


" iya Kak,.. tenang saja aku dan Baby kita bakal baik - baik saja, lagian dokter Clara juga udah bilang kalau keadaan aku dan si Baby aman dan sehat kok, jadi nggak perlu khawatir berlebihan gitu dhonk Kak "


jawab Tiara setelah mengunyah dan menelan buah yang disuapkan suami posesive nya itu.


" tahu nih,.. kamu tu ya Sha jadi suami over protective banget sih kasian kan Tiaranya jangan sampai nanti jadi tertekan dengan semua itu "


kak Sherena pun merasa jika adiknya itu terlalu over protective terhadap istrinya


" loh.. kok kak Sherena jadi ikutan ngatain aku overprotective sih, wajar dhonk kak kalau aku mau semua yang terbaik dan teraman untuk mereka berdua, kami loh nunggunya lama coba bayangin empat tahun kak baru di beri kesempatan Tiara hamil, itupun harus dengan proses bayi tabung "


Mahesa pun merasa harus meluryskan prasangka kakak perempuanya terhadap dirinya

__ADS_1


" iya kakak tahu, tapi bukan berarti melarang Tiara untuk beraktivitas sama sekali seperti yang di keluhkan Tiara, justru ibu hamil itu harus aktiv beraktivitas asalkan tudak berat, agar nanti proses persalinananya lebih mudah "


" jadi Tiara ngadu gitu ke kakak ?"


Mahesa tam0ak melongo dan sanga istri tertunduk sambil terkekeh


" habisnya aku kan kesel Kak , kakak selalu saja mengawasiku seperti tawanan ini nggak boleh itu nggak bolehbahkan sekedar mencuci piring bekas makan ku sendiri pun tak di izinkan, kan keterlaluan "


" iya.. itu karena suami kamu nggak mau kamu kecapekan sayang "


Mama Vina ikut menimpali sehingga Mahesa merasa mendapat dukungan


"iya Ma aku tahu tapi kan Tiara juga bosan kalau cuma harus tidur, makan, duduk, rebahan nonton televisi bahkan sekedar naik atau turun tangga saja tak di izinkan selama tujuh bulan ini "


" iya Tiara kamu bawa happy saja kita beruntung kok menjadi istri para pangeran dari keluarga Darmawan Mahantara, jadi kita ini di perlakukan tak ubahnya tuan putri "


kali ini Syaqina juga turut menghibur dan membesarkan hati saudara ipar sekaligus sahabatnya itu.


" ya sudah , sekarang kita bisa lanjutkan obrolan kalian di gazebo belakang kalian pasti sudah pada saling kangen kan ? Mama dan papa juga mau main dengan cucu kami yang tampan dan cantik - cantik ini "


Mereka pun membubarkan diri dari meja makan dan menuju gazebo belakang sesuai instruksi sang nyonya besar rumah ini sebelum akhirnya Shaka dan Syaqina berpamitan untuk mengunjungi bu Susan sebelum berangkat ke Singapura, karena Syaqina merasa sakit yang di derita ibunya saat itu bukan hanya sekedar sakit lambing saja. karena dilihat dari perubahan fusiknya beliau tampak lebih kurus dengan wajah yang tampak pucat sangat berbeda dari beberapa waktu sebelum ini.


" Baiklah.. kak Sherena, bang David, kak Mahes, dan juga Tiara kami pergi dulu ya takutnya nanti keburu siang soalnya kalau tidak salah pesawatnya berangkat selepas dzuhur nanti "

__ADS_1


Setelah berpamitan dan menitipkan putri kecilnya pada sang mertua Shaka dan Syaqina pun segera beranjak berangkat menuju ke kediaman pak Setyawan


" sayang... kamu kenapa sepwrtinya sangat gugup ?"


suara Shaka memecah keheningan sesaat setelah melihat istrinya yang tampak gelisah tak tenang, wajar saja karena ini pertama kalinya istrinya akan menemui bu Susan setelah tahu bahwa beliau adalah ibu kandungnya,


" ah.. entahlah mas aku hanya sedikit bingung, gimana nanti kalau sudah disana mau ngomong apa rasanya seperti aneh saja Mas "


" tenang... kamu harus rilexs sayang, nggak perlu kamu rancang segala sesuatunya biarkan berjalan apa adanya pasti kamu tidak akan terbebani sehingga membuatmu tegang seperti itu "


" kamu yakin aku bisa menghadapi ini Mas ?"


"tentu saja sayang, percaya deh ibu kamu juga pasti akan sangat senang kamu datang padanya sebagai seorang anak yang ingin memberi dukungan kesembuhan untuk ibunya, jadi tenang, santai jangan tegang begini "


Syaqinapun menghela nafas dalam dan melepasnya perlahan setelah dirasa cukup iya pun merasakan hatinya sedikit tenang dan rileks.


Merekapun akhirnya sampai dirumah Bu Susan setelah menempuh perjalanan selama hampir 45 menit.


mobil yang dikendarai Shaka pun berhenti dihalaman rumah mewah bergaya artistik modern.


" yuk Sayang, udah siapa kan kita turun sekarang Bu Susan pasti sudah menunggu kita "


" i.. iya Mas "

__ADS_1


Shaka mengerti jika saat ini suasana hati sang istri sedang berada pada fase tidak nyaman, entah itu gugup atau karena masih tersisanya rasa sakit hati atas perbuatan sang ibu dimasa lalu. yang pasti saat ini Shaka selalu berusaha memberi penguatan dan dukungan untuk istri tercintanya.


__ADS_2