Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
49. Bertemu Bunda Mayang


__ADS_3

Setelah keluar dari perusahaan yang baru saja menerima ia bekerja Syaqina langsung mencari ojek dan minta diantar ke pusat perbelanjaan Yang berada tak jauh dar Gedung perkantoran tersebut kurang lebih 10 menit Syaqina sudah sampai di tempat yang dimaksud kemudian biaya membayar ongkos kang ojek dan segera masuk ke dalam Mall yang lumayan besar itu.


Syaqina tampak melihat -melihat beberapa outlet yang menjual berbagai macam pakaian dan setelah keluar masuk beberapa outlet oya pun menemukan toko yang harga badan barang-barangnya sesuai dengan isi dan kemampuan kantongnya, meskipun sebenarnya ia sangat ingin dan harus berhemat namun ia juga perlu untuk membeli beberapa baju formal untuk dipakai bekerja, karena selama ini Syaqina memang tidak memiliki banyak baju yang sesuai untuk dipakai bekerja di kantoran, karena sebelumnya iya hanyalah seorang mahasiswa dan bekerjapun di restauran yang menggunakan seragam.


Setelah memilih beberapa helai pakaian dan bawahan Syaqina pun pergi ke kasir untuk membayar, Setelah itu iya berpindah ke toko sepatu membeli sepasang sepatu yang sesuai dan cocok dengan seleranya. iapun kembali membayarnya meskipun ia hanya mampu membeli barang -barang dengan harga standart orang biasa namun itu sudah sangat iya syukuri. Beruntung uang tabungan Syaqina belum pernah iya gunakan apalagi selama beberapa waktu kemaren iya tinggal di keluarga Darmawan Mahantara jadi tabungan itu tidak pernah Syaqina pergunakan karena semua kebutuhannya sudah dipenuhi bahkan waktu itu Shaka sudah memberinya black card yang pasti isinya saldonya lebih dari puluhan juta namun ia juga tidak pernah sama sekali menggunakannya bahkan sebelum iya pergi dari rumah itu ia kembalikan bersama dengan handphone dan beberapa barang berharga lainnya termasuk perhiasan yang dibelikan oleh mama Vina bahkan ia tak membawa satupun barang pemberian mama Vina yang harga baju satu helai saja masih lebih mahal dari 5 pasang baju dan satu pasang sepatu yang baru saja Syaqina beli tadi.


Mungkin jika Syaqina perempuan matre pasti semua barang - barang yang di belikan mertuanya itu dia bawa pergi dan dijual kembali pasti uangnya bisa untuk hidup sampai anaknya SMA masih cukup ditambah dengan saldo di black card yang dibuatkan khusus untuknya, karena waktu itu mama Vina menghabiskan ratusan juta untuk membelanjakan dirinya pakaian, sepatu, perhiasan dan juga tas yang semuanya branded. tapi ia tidak melakukan itu meskipun itu sudah menjadi haknya karena mama Vina sudah memeberikan untuknya.


Tapi disitulah letak keistimewaan Syaqina ia tidak merasa sialau dan gila terhadap harta suami dan mertuanya baginya kesederhanaanya yang dia miliki selama ini sudah sangat bersyukur.


Setelah dirasa cukup barang barang yang ia perlukan Syaqina pun beranjak dari outlet pakaian dan turun ke lantai 2 disana iya melewati food court area , Tiba - Tiba ia sangat ingin makan Sup Iga sapi padahal selama ini iya tidak menyukai makanan itu sama sekali tapi kali ini iya sangat menginginkanya


"apa kamu sangat ingin makanan itu nak "


batinya sambil mengelus perutnya, akhirnya tanpa berpikir panjang iya pun segera masuk dan memesan sup iga sapi tersebut, Setelah beberapa saat menunggu pesanan pun datang dengan asap yang masih terlihat mengepul sehingga aroma masakan itu tercium sangat nikmat di hidung Syaqina setelah menambahkan beberapa bumbu pelengkap yang sudah disediakan di wadah -wadah kecil setelah dirasa cukup iya pun menyantap dengan rakus hingga tak tersisa .


"kamu senang ya sayang.. mama akan melakukan apapun untukmu nak, maafkan mama yang kemaren sempat bermaksud mengingkarimu nak, mama janji kita akan selalu berjuang bersama nak "


Setelah puas menikmati makananya Syaqina pun beranjak dari tempat tersebut dan mulai berjalan menuju supermarket di dalam pusat perbelanjaan itu, iya memilih beberapa buah karena iya sadar ada janin yang sedang tumbuh dan butuh asupan nutrisi yang bergizi meskipun saat ini semua masih sulit namun ia akan berusaha memberikan yang terbaik untuk calon bayinya, ia pun membeli satu kotak susu ibu hamil rasa coklat meskipun iya bukan penyuka susu namun lagi - lagi demi si utun ia tetap membelinya. Saat sedang mengantri di kasir tiba - tiba ia dikejutkan dengan tangan seseorang yang tiba -tiba menepuk pundaknya Syaqina pun menoleh dan...


"Bu...bunda Mayang ?"


"kamu beneran Syaqina kan ?"

__ADS_1


Syaqina mengangguk pelan, iya tidak menyangka akan bertemu bunda Mayang yang tak lain adalah bunda Tiara dan juga Rega


"nak,..kamu apa kabar ?"


Bunda Mayang sudah mengetahui semuanya dari Tiara dan juga Rega apa yang sebenarnya telah terjadi pada Syaqina


"iya bunda Syaqina baik, bunda Syaqina selesaikan bayar dulu ya "


ucap Syaqina setelah telah sampai di antrian barang belanjaanya


"baiklah, tapi tunggu bunda ya nak bunda mau bicara sebentar "


"iya bunda"


Syaqina sudah menyelesaikan pembayaran badan belanjaannya, begitupun bunda yang gilirannya setelah Syaqina pun sudah selesai membayar semua, kali ini bunda Mayang belanja tidak begitu banyak sehingga tidak repot untuk membawanya meski hanya sendirian, biasanya bunda tiap belanja selalu ditemani Tiara ataupun Rega kalau tidak si bungsu tapi kali ini bunda sendirian.


Bunda menujuk ke sebuah salah satu outlet makanan di mall tersebut


"boleh, tapi Syaqina tidak makan ya bund karena baru saja Sya selesai makan "


" iya terserah kamu saja "


mereka pun duduk di tempat yang masih kosong bunda memesan semangkuk sup Ayam kampung dan nasi dan juga minuman dan cemilan untuk Syaqina. Sambil menunggu makanan datang merekapun saling berbincang

__ADS_1


tak lupa menanyakan keadaan Tiara sahabatnya.


"nak, kenapa kamu tidak memberi kabar pada Tiara sama sekali dan sekarang kamu tinggal dimana?"


" maafkan Syaqina bund, Syaqina tak mau menyusahkan Tiara dan bunda, dan yang paling penting jika saya menghubungi Tiara pasti mereka bisa dengan mudahnya menemukanku bund. jangan khawatir ya bunda sekarang Syaqina tinggal dengan teman Syaqina dan mulai besok saya sudah mulai bekerja, jadi bunda tidak perlu khawatirkan keadaanku, bunda tolong jangan sampai orang lain tahu kalau kita bertemu ya, Syaqina masih butuh waktu sendiri Bund."


"Bunda tahu nak, tapi bagaimana dengan ini "


Bunda Mayang mengarahkan pandangannya pada arah perut sepertinya bund sudah tahu keadaan Syaqina saat ini sedang mengandung


"dia akan baik - baik saja bunda, dan aku akan menjaganya dengan baik"


"baiklah jika itu yang menjadi pilihanmu saat ini nak, tapi apapun keputusanmu nanti kamu tidak bisa menghilangkan kenyataannya darah yang mengalir di tubuhnya adalah darah keturunan Darmawan Mahantara, dan mereka juga berhak atas itu nak"


Syaqina pun terdiam dengan mata yang tampak berkaca -kaca


"iya bunda Syaqina tahu itu".


Terimakasih untuk yang sudah setia mengikuti cerita ku, terimakasih tak terhingga juga untuk yang sudah mendukung semoga kita bisa saling menebar manfaat dan kebaikan.


jangan lupa


LIKE ❤

__ADS_1


komentar


dan Vote nya..🙏🏻🙏🏻


__ADS_2