Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
62. Mulai menemukan jejakmu


__ADS_3

Dengan langkah Gontai terlihat wajah Shaka yang kian tirus, wajahnya kini juga tampak memucat, setiap hari Shaka lewati dengan berkutat dengan pekerjaan dia bekerja siang dan malam tak kenal lelah dan waktu karena ia bertekad tak ingin mempunyai waktu luang karena saat itu iya akan memikirkan Syaqina dan ia tahu itu akan membuatnya frustasi dan terpuruk, meskipun ia belum.lelah masih berusaha mencari meski belum ada hasilnya.


Langkahnya terhenti saat sebuah suara memanggil namanya dari Ruang keluarga,


" baru pulang kamu, jam berapa ini ? apa kamu mau terus - terusan menjadi budak dari pekerjaanmu itu, atau kamu mau perlahan lahan pekerjaanmu itu yang nantinya akan membunuhmu"


" Kak Esha , kapan kamu datang ?"


" tadi sore, sampai kapan kamu akan melakukan kegilaan seperti ini? apa kamu ingin mati konyol, dengan terus bekerja tanpa memikirkan kesehatan mu?"


" bukan urusan mu, peduli setan dengan hidupku, hidupku sudah hancur "


"kamu memang payah, tiga bulan aku meninggalkanmu aku fikir kamu bisa menemukan keberadaan Syaqina tapi ternyata tidak sama sekali, justru kamu malah semakin memupuk kebodohanmu dengan terus menyalahkan dirimu bukanya berusaha mencari keberadaannya "


" untuk apa lagi toh dia benar-benar sudah membenciku, karena aku memang tak lebih dari seorang pecundang dan aku memang pembunuh"


" stop .. berhenti berbuat bodoh dengan menyesali semua yang terjadi, sekarang kamu harus bangkit kamu buktikan pada Syaqina jika kamu bersungguh - sungguh dan menyesali semua itu, kamu akan bertanggung jawab dan tetap menjaga Syaqina seperti janji kamu pada Almarhum Ayahnya"


" gue ngerasa nggak pantas Kak, gue terlalu takut untuk menghadapi kemarahan Syaqina "


"ok.. sekarang gue udah memutuskan untuk kembali ke sini dan menggantikan posisi Papa di perusahaan semua urusan perusahaan di AUSI sudah aku serahkan pada Kakek dan juga uncle jadi sekarang aku fokus dengan perusahaan papa, kamu bisa fokus dengan perusahaan kamu sendiri sehingga waktu mu akan longgar untuk bisa fokus mencari keberadaan Syaqina. aku dan Tiara juga akan tetap membantumu."


" apa aku masih bisa bertemu dengannya, setelah semua yang aku lakukan ?"


"kenapa kamu malah jadi pesimis gini ?, kenapa kamu udah menyerah sekarang ?, kamu pikir dhonk Syaqina itu lagi mengandung anak kamu dan kamu tidak tahu keberadaan dia sekarang? dan sekarang kamu malah mau menyerah begitu saja, bener- bener nggak bertanggung jawab dan nggak gentleman lo "


Mahesa tampak kesal melihat adiknya yang kini sudah putus asa dan berpatah arang.


" Terus aku harus gimana lagi sekarang kak ?"


" nyesel aku udah merelakan Syaqina jadi milikmu, seharusnya aku merebutnya darimu kalau akhirnya cuma kamu permainkan dan buat menderita begini "


Shaka tampak semakin kacau wajahnya terlihat begitu lelah bahkan nyaris tak lagi bertenaga untuk meladeni perdebatan dengan Mahesa


"sekarang lo istirahat tidur, serahin kerjaan ke Rega. kamu butuh waktu lebih untuk memulihkan kondisi fisikmu yang nyaris bobrok itu "


Shaka pun mulai melangkahkan kembali kakinya menapaki anak tangga menuju ke kamarnya

__ADS_1


"oh iya besok ada meeting di MH propertisindo untuk CEO harus menghadiri karena ada beberapa berkas dan nota kesepakatan yang harus kita tandatangani, berkaitan dengan pengalihan pemegang perusahaan yang papa serahkan kepada kita berdua, karena MH propertisindo merupakan anak perusahaan terbesar kedua yang dimiliki DM corporation maka kita wajib memghadirinya"


" kalian saja yang pergi aku pingin rehat 3 hari ini"


"tapi untuk meeting besok nggak bisa salah satu dari kita nggak hadir, bahkan termasuk Riyan "


"Huff... tadi kamu bilang gue suruh rehat kerjaan suruh serahin ke Rega ini malah bilang kalau kita wajib menghadiri meeting di MH propertisindo nggak konsekwen banget ngomong mencla mencle "


"maksudnya Tuh kerjaan lain biar saja di handle Rega, khusus untuk Meeting besok tetep kamu harus ikut"


" terserah atur saja "


🍁🍁🍁


Matahari menyunggingkan senyumnya dengan ramah, membelai penuh kehangatan jiwa -jiwa yang baru terjaga dari tidur, segala hiruk pikuk kehidupan pun berawal dari pagi hari, begitupun dengan Syaqina pagi ini dia sudah siap untuk berangkat ke tempat kerja menunaikan tugas dan tanggung jawabnya supaya dapat menghasilkan rupiah, untuk saat ini ia memang sedang berjuang mengumpulkan rupiah demi rupiah mengingat sebentar lagi ia akan memerlukan biaya yang cukup banyak tidak hanya untuk biaya persalinan tetapi ia juga memerlukan untuk membeli kebutuhan dan perlengkapan si Baby.


pagi ini ia sudah tampak ready dengan rok plisket berwarna hijau botol dipadu dengan atasan model bolero bermotif songket dengan hijab pasmina berwarna peach yan menjuntai hingga menutup sebagian perutnya, pipinya yang tampak chubby semakin menambah kesan segar.



" morning.. bumil cantik , maaf lama menunggu "


" morning to jomblo rupawan , nggak kok baru juga 5 menit nunggunnya"


" ck.. bisa nggak Jomblonya nggak usah dibawa - bawa cukup Rupawannya saja "


Riyan berdecak mendengar dirinya disebut Jomblo rupawan


" he..he.. bercanda kok Yan , nggak usah bete gitu mukanya entar hilang loh kegantenganmu yang selalu kamu banggakan "


" hem.. ya udah berangkat yuk, ntar keburu siang soalnya aku ada meeting penting pagi ini bersama pemilik perusahaan dan seluruh pemegang saham "


Riyan pun segera membukakan pintu mobil dan mempersilahkan wanita itu masuk ke dalamnya sesaat kemudian mereka meluncur menuju tempat kerja


Setelah kurang lebih menempuh perjalanan selama 30 menit Riyan pun mendaratkan mobilnya di pelataran parkir perusahaan dengan cantik, secantik wanita yang tengah duduk disebelahnya .


Riyan yang pagi ini menggunakan jas berwarna hitam dengan celana senada, dan dalaman kemeja berwarna putih semakin menguarkan kadar ketampanannya.

__ADS_1


keduanya pun siap untuk turun dari dalam mobil dan segera menuju meja kerjanya untuk segera menuntaskan pekerjaan yang menanti di meja kerja mereka masing - masing.


kurang lebih seperti ini ya READERS penampilan Riyan pagi ini😎


Riyan Permana



Bersamaan dengan itu Duo tuan muda Darmawan Mahantara juga telah sampai di pelataran parkir MH propertisindo untuk mengadakan meeting bersama presiden direktur DM corporation, karena kali ini bertepatan dengan akan dirayakanya Anniversary ke -5 MH propertisindo, yang merupakan anak dari perusahaan DM corporation maka meeting diadakan di kantor MH propertisindo bukan di kantor pusat DM corporation.


Shaka dan juga Mahesa sudah bersiap dan akan segera turun namun pandangan Shaka tiba - tiba terkunci pada sesosok perempuan cantik berhijab pasmina berwarna Milo dengan setelan dan rok plisket berwarna hijau botol yang hendak keluar dari dalam mobil Fortuner berwarna hitam metalic yang bagi Shaka tidak asing lagi mobil tersebut, bahkan iya juga mengenali siapa pemilik fan yang mengemudikanya saat ini meski dari jarak yang lumayan jauh.


Shaka #POV


"perempuan itu... seperti tak asing dimataku, dan kenapa tiba - tiba dadaku gemetaran tak karuan begini, padahal aku tadi udah sarapan, dan itu bukanya Riyan ? apa Riyan sudah menikah tapi seperti nya perempuan itu sedang hamil, apa mungkin itu istrinya Riyan? sepertinya mereka mesra sekali terlihat dengan bahasa tubuh Riyan yang begitu sabar membukakan pintu dan membantu perempuan itu turun dari mobil.


ah...kenapa aku jadi kepo dan memikirkan mereka, toh itu bukan urusanku, kalaupun benar Riyan sudah menikah tapi kok aku nggak dengar mama juga nggak pernah cerita, atau mungkin aku lupa atau karena aku yang selama ini terlalu asik dengan duniaku dan pekerjaanku sehingga tak memperhatikan apa yang terjadi di sekitar.


Tapi ada apa dengan jantungku kenapa jadi abnormal gini setelah akau melihat sosok wanita berhijab itu apa mungkin karena aku terlalu merindukan Syaqina hingga seperti ini efeknya, tapi kenapa perasaanku tiba - tiba jadi tak karuan begini, aku merasa seperti dekat dengan Syaqina, meski kenyataannya aku sama sekali tak tahu dimana sekarang dia berada"


POV OFF


" woey.. ayok buruan turun ngapain malah bengong, kalau kesambet ini masih pagi , buruan masih ada yang perlu kita persiapkan untuk meeting nanti "


suara Mahesa membuyarkan lamunan Shaka yang telah melanglang buana entah sampai dimana ia menjelajah.


"Iya ini turun, bawel banget udah kayak emak - emak saja "


merekapun turun dan segera menuju lift khusus pimpinan untuk membawa mereka berdua sampai di ruangan meeting.


Shaka Ibrani Darmawan Mahantara



Mahesa Farda Darmawan Mahantara


__ADS_1


__ADS_2