Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
67. Anniversary part# 2


__ADS_3

Riyan dan Syaqina berjalan memasuki tempat acara dengan berdampingan, meski sebenarnya saat itu Riyan sangat ingin mengandeng tangan wanita cantik disebelahnya itu namun hal itu ia urungkan, karena logikanya masih berfungsi dengan baik ia tentu tak ingin menambah masalah untuk Syaqina karena jika itu terjadi bisa saja akan timbul berbagai spekulasi dan rumor tak sedap seperti beberapa waktu lalu pasti akan mencuat terlebih disini pasti banyak mata dan telinga lambe turah mengingat acara ini wajib diikuti oleh seluruh karyawan perusahaan.


Sedangkan baru melihat kehadiran Syaqina berbarengan dengan Riyan saja sudah terdengar kasak kusuk dari beberapa pasang mata dan juga bibir si lambe turah


" Yan.. aku kesana dulu ikut gabung temen - temenku bagian Administrasi kamu kan harus duduk di tempat VVIP"


pintanya pada Riyan setelah melihat Silvi, Jody dan beberapa orang yang Syaqina kenal lainya


" loh.. kenapa kan kamu kesini aku yang ngajakin kenapa malah kumpul dengan mereka, aku kan nanti mau kenalin kamu sama dua temen aku sekaligus CEO perusahaan ini"


" Ya itu kan bisa nanti, lagian kamu pasti harus ikut menyambut beberapa tamu penting dan tamu kehormatan perusahaan secara kamu kan yang menjalankan perusahaan ini"


" ehmmm iya sih, tapi nggak apa nanti aku bawa kamu juga berbaur dengan mereka "


" Yan... please nggak pingin kan kejadian kayak kemaren terulang lagi, jadi please banget biarkan aku disini gabung dengan temen - temen aku, aku janji nggak bakal kemana- mana "


"tapi kan .."


" udah tenang saja aku nggak akan hilang kalau kamu memerlukan aku tinggal kesini kan ada tuh bacaannya di meja sesuai devisi "


" iya deh.. nurut saja sama bumil cantikku "


" heh.... ngawur saja apa an pakai kata 'Ku' segala "


" Ya udah aku tinggal ya kamu baik - baik jangan nakal disini banyak kucing kucing garing berkeliaran ntar kamu kena gondol "


" iya.. iya kayak emak - emak rempong saja sih "


Riyan pun meninggalkan Syaqina di tempat yang tersedia untuk karyawan yang sesuai dengan devisinya masing - masing. beberapa detik Syaqina sudah sampai di hadapan teman teman satu devisinya


" Gila.. nih bumil cantik bener ya "


puji bang Jody


" giliran Bumil aja yang datang langsung disambut dengan pujian sini saja yang berangkat bareng yang dandan udah all out gini boro - boro di puji dilirik saja kagak Sya "


celetuk Gita dengan sedikit bercanda


" iya Sya kamu memang cantik, wajar saja kalau boss Riyan termehek -mehek sama kamu "


imbuh mbak Silvi lagi

__ADS_1


" kalian nih apa - apaan sih, sebelumya terimakasih untuk pujiannya tapi aku tuh orangnya dipuji nggak akan terbang dihina tak kan tumbang "


mereka yang berada di meja itu pun saling tertawa renyah.


sebelum acara inti dimulai dari tadi musik penghibur sudah menyanyikan beberapa lagu silih berganti, mulai lagu lokal hingga manca negara, mulai dari lagu lagu yang hits sampai yang lawas sesuai request para hadirin yang meminta.


"kamu ken ap gelisah gitu Sya "


bisik Silvi saat melihat Syaqina terlihat duduk tak begitu nyaman


" iya nih mbak HIV aku "


" iya ngawur kamu "


" ih.. maksudnya Hasrat Ingin Vivis"


" ohh. kirain apaan, ya udah yuk aku antar sekalian aku mau liat make up aku masih rapi nggaknya"


" Ya udah yuk"


setelah berpamitan dengan Gita mereka berdua pun berjalan tampak clingak clinguk mencari bacaan yang mendakankan keberadaan toilet, mereka pun berjalan melintas disebelah meja VVIP dimana disana tempat duduknya para petinggi perusahaan, termasuk Presdir, CEO, dan juga para kolega penting perusahaan baik dari lokal maupun mancanegara.


Tak terkecuali anggota keluarga Darmawan Mahantara yaitu Mama Vina, Papa Andi, Mahesa dan juga Shaka,bahkan Sherena dan suami serta ketiga anaknya juga ada disana,tak terkecuali Riyan dan kedua orang tuanya mereka juga tampak duduk di barisan meja VVIP dan saat Syaqina melewati tempat tersebut tanpa sengaja Mama Vina menoleh dan sangat terkejut


gumam Mama Vina meski merasa tidak yakin, namun jika tidak berusaha ia cari tahu mungkin ia tak kan tenang karena merasa penasaran, mama Vina pun berpamitan pada papa Andi untuk pergi ke toilet dan Papa Andi yang saat itu tengah berbincang dengan rekan bisnisnya hanya mengangguki izin Mama Vina, dengan segera wanita berusia 45 tahun namun tetap terlihat begitu cantik dan segar bugar.


Sebenarnya Mama Vina tak berhajat untuk ke toilet kalaupun ia pasti akan ke toilet khusus mengingat dirinya sebagai istri Presdir, namun itulah Mama Vina pribadinya yang low profile dan suka apa adanya dan tidak mau terlalu ribet soal status sosialnya, yang mungkin bagi orang lain akan di jujung tinggi dan menjadi sebuah kebanggan tiada tara, namun itu tidak pada Mama Vina.


Suasana toilet tidak begitu ramai hanya ada beberapa orang didalamnya Silvi yang hanya membetulkan make up nya pun tampak sudah selesai, sementara Mama Vina yang juga berakting membetulkan make up nya pun matanya terus mengawasi setiap bilik toilet yang terbuka namun belum menemukan wanita yang membuatnya penasaran itu


" Syaqina .. udah belum ?, ihh kamu suka lama deh "


Silvi yang sudah siap seolah tak sabar menunggu Syaqina keluar dari bilik yang masih ada tiga bilik yang tertutup


"astagfirullah Syaqina.."


Rasanya seperti mimpi bisa mendengar seseorang menyebutkan nama itu, perasaan Mama Vina semakin tak karuan, rasa penasarannya mendekati kenyataan kalau tadi ia melihat sepintas wajah itu sangat mirip dengan wajah menantunya yang meninggalkan rumah dan suaminya hampir enam bulan lamanya dan sudah dicari dengan berbagai cara dan sekarang wanita itu ada disini, rasanya seakan tak sabar ingin segera memeluk menantunya itu, apalagi tadi mama Vina juga melihat kalau perempuan tadi perutnya tampak membuncit, jadi besar kemungkinan bahwa itu adalah menantunya yang menghilang


Bilik pertama terbuka mama Vina pun sudah tersenyum sumringah, namun saat yang didapati malah gadis yang masih belia kemungkinan anak salah satu karyawan ataupun tamu undangan, mama Vina pun tampak sedikit kecewa namun ia tak patah arang karena masih ada dua bilik yang masih tertutup dan ia yakin satu diantaranya pasti ada menantunya, dan benar adanya saat bilik nomor tiga terbuka tampak seorang wanita dengan Gaun berwarna peach lengkap dengan hijab dan sepatu flatnya ditambah dengan perutnya yang membuncit mbuat Mama Vina bertingkat sangat bahagia bahkan jika saja ia tak dengan cepat menguasai dirinya pasti akan berteriak menyerukan


' aku menemukan menatuku '

__ADS_1


" maaf ya Sil lama habis ribet nih bajunya, makanya aku malas buat pergi tuh pasti begini"


ucapnya sambil mencuci tangan dan melihat Silvi yang berdiri tak jauh dari pintu masuk,


" iya nggak apa kok tadi aku cuma takut kamu kenapa napa saja habisnya lama"


Sementara Mama Vina semakin mendekat pada washtuffel yang disana terdapat kaca cermin dengan ukuran yang hampir memenuhi sepanjang dinding Washtuffel


Mama Vina tersenyum penuh haru saat melihat wajah di pantulan cermin itu dan ternyata benar itu adalah menantunya yang hilang


"Sya- Syaqina.. "


suara Mama Vina bergetar sambil menatap lekat cermin besar tersebut, dengan reflek orang yang disebut namanya itupun mencari sumber suara yang sebenernya nggak asing di telinganya.


Degggg


tiba - tiba pandangan mereka beradu lewat pantulan cermin besar itu, jantungnya seperti terlepas dari darahnya seketika tanganya gemetar saat melihat wajah yang tak asing untuknya


" nak... Syaqina ini benar kamu sayang "


Syaqina masih mematung jantungnya masih belum normal justru semakin berdetak dengan ritme yang tak beraturan


"ma.. maaf Nyonya"


Mama Vina yang tanpa menunggu persetujuan dari si empunya langsung dipeluknya tubuh ramping itu meski dengan perutnya yang membuncit namun untuk berat badanya tidak jauh berbeda dari beberapa bulan lalu saat masih tinggal sebagai menantunya


" nak.. kamu kemana saja kami semua bingung mencarimu, bahkan suami kamu sampai frustasi sayang "


dipandangnya lekat wajah Ayu menantunya yang kini masih diam mematung dan tak bergeming itu,


Silvi yang tidak tahu menahu soal keluarga Syaqina hanya terheran menyaksikan adegan tersebut, meski timbul berbagai macam pertanyaan di benaknya namun saat ini ia hanya bisa diam dan mengamati adegan tersebut


" ma- mama"


" iya sayang ini Mama, ternyata Allah mendengar doa Mama akhirnya kita bertemu sayang dan.."


kalimat Mama Vina terhenti saat tanganya meraba perut yang menyembul dibalik Gaun berwarna peach itu


" ini.. ini cucu Mama sayang ?"


kedua wanita beda usia itupun kembali berpelukan kini Syaqina sudah lebih open terbukti dengan iya membalas pelukan sang Mama mertuanya

__ADS_1


Jujur ada rindu disana, ada perasaan yang setiap mengingat saat dulu Mama Vina begitu tulus menyayanginya, menerima kehadirannya dengan kedua tangan terbuka bahkan memanjakanya seperti seorang putri itu semua membuatnya sangat rindu, dan hari ini iya merasakan kembali pelukan yang telah hilang selama hampir enam bulan.


__ADS_2