Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
84. Kontraksi Palsu


__ADS_3

Shaka baru saja pulang dari Kantor jarum jam sudah menunjukkan angka pukul 21.30 malam suasana rumah sudah sangat sepi Shaka pun langsung menuju kamarnya dan mendapati sang istri yang sudah tertidur pulas dengan posisi miring ke kiri , karena dokter menyarankan untuk Syaqina tidur dalam posisi itu untuk menghindari bengkak pada kakinya karena usia kehamilannya yang sudah tua.


Shaka langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya setelah 15 menit Shaka pun keluar dengan boxer dan kaos oblongnya, kemudian langsung mendekati istrinya yang terlihat sangat cantik


" sayang.. kamu tuh cantik banget sih apalagi kalau lagi tidur gini bikin gemes "


Shaka pun segera mengecup kening dan pipi chubby istrinya hingga mbuat empunya terusik


" eghhhh, Mas "


" hemm, kamu terusik ya maaf ya Sayang habisnya aku kangen banget seharian ini nggak liat wajah cantik kamu "


Syaqina pun berusaha bangun dari tempat tidur namun di cegah oleh Shaka


" ssttt, udah nggak usah bangun lanjut saja tidurnya"


Shaka pun ikut berbaring dan segera memeluk tubuh Syaqina dengan erat , Syaqina pun berbalik menghadapai wajah suaminya kemudian tersenyum manis melihat senyuman dari Bibir mungil merah chery itu Shaka pun reflek langsung menyantapnya


" mmmppuhh.. Mas "


" kenapa sih , Mas kangen loh "


" iya tapi jangan dadakan gitu kalau aku jantungan terus _"


belum sempat melanjutkan kalimatnya Shaka kembali membekap mulut Syaqina dengan mulutnya, kemudian me ***nya dengan rakus namun Syaqina juga ikut menikmatinya, dan cukup lama adegan rujak bibir itu berlangsung hingga akhirnya sudah berganti lahan bukan hanya bibir tapi sudah menjalar kemana - mana, dan keduanya cukup tahu apa yang saling mereka inginkan saat seperti ini dan terjadilah olahraga malam mereka. Shaka melukan penuh dengan kelembutan karena takut akan menganggu si kecil yang di dalam sana, bercinta di usia kehamilan tua seperti ini sangat di anjurkan oleh dokter karena bisa mempermudah proses melahirkan nantinya. Namun disaat mereka sedang berada di puncak nirwana dan sebentar lagi keduanya akan mencapai puncak tiba - tiba Syaqina mengaduh dan merintih menahan sakit di perutnya hal itu langsung membuat Shaka panik dan segera menyudahi aktivitasnya


" ahkk.. Sakit aaakhh Mas sakit sekali, tolong mas sakit"


Shaka pun langsung panik


" sayang kamu kenapa ?, coba tarik nafas kamu pelan terus kamu keluarkan, iya kamu ulang lagi "


ucapnya sambil terus memberikan intruksi pada Sang istri dan perlahan rasa sakitnya mereda


" gimana Sayang, ada perubahan ?"


" iya Mas, tapi masih sakit "


" ya udah kita kerumah sakit sekarang, kita ke kamar mandi dulu ya "


OMG .. kebayang nggak sih lagi enak - enak nya tiba - tiba terjadi ketegangan seperti itu 🤔 maafin AUTHOR ya Mas Shaka🙏🏻🙏🏻


setelah membersihkan dirinya dan juga Istrinya dari sisa sisa permainan malam mereka meski nasib si junior yang terabaikan begitu saja sehingga menyisakan rasa sakit di kepala Shaka namun ia tak lagi menghiraukan itu, setelah berganti pakaian dan mengganti baju istrinya, Shaka pun segera memapah istrinya utuk masuk ke dalam mobil dan segera meluncur ke Rumah Sakit setelah terlebih dulu menghubungi dokter Clara dan memastikan ia bisa menangani Syaqina karena ia tak mau jika dokter yang menangani istrinya itu dokter laki - laki


" sayang apa masih sakit ?"


" iya Mas tapi nggak sesakit tadi udah mendingan "

__ADS_1


" maaf ya sayang, gara - gara ulahku kamu sampai kayak gini, aku takut kalian kenapa - kenapa"


" Mas tenang saja memang seperti kalau udah hamil tua tuh pasti sering ada kontraksi"


" tapi aku takut sayang "


" udah Mas tenang saja ,ini juga sakitnya sudah berkurang kok "


" apa mungkin kamu udah mau melahirkan ya ?"


" nggak tahu juga sih Mas tapi menurut perkiraan dokter 2 mingguan lagi, aku juga belum ada tanda - tanda mau melahirkan"


" semoga kalian baik - baik saja sayang "


setelah menempuh perjalanan kurang lebih 25 menit, sebentar lagi samapai di rumah sakit dan detik itu juga Syaqina menjerit lagi menahan sakit di perutnya hingga membuat Shaka sangat panik. mobilnya telah memasuki area Rumah sakit dan segera menghentikannya tepat di depan pintu IGD Rumah sakit tersebut, dan Dr. Clara sudah menunggunya disana dengan dua orang perawat lainnya


Shaka pun menggendong Istrinya dan segera membaringkanya di Bangkar yang sudah disiapkan oleh dua orang perawat itu


" Cla .. tolongin istriku, dia tadi mengeluh perutnya sakit"


" iya kamu tenang jangan gugup gitu, saya akan periksa dulu tolong kamu tunggu diluar sebentar ya"


ucap Dokter Clara sambil masuk ke ruangan yang bertuliskan IGD pada pintu kacanya. Dengan cekatan Dokter Clara memeriksa keadaan Syaqina namun belum ada tanda - tanda akan melahirkan sama sekali


" apa ini tadi sakit nya tiba - tiba bu ?"


" iya dok, tiba - tiba saja kayak kram gitu?"


" apa sebelumnya pernah merasakan seperti ini ?"


" beberapa hari yang lalu iya tapi tidak sesakit ini tadi dan hanya sekali terus hilang begitu saja, tapi ini tadi sakit banget nggak mau hilang meskipun mereda dan kembali sakit lagi "


" ok, berdasarkan hasil pemeriksaan ini belum ada tanda - tanda bayi akan lahir, ini hanya kontraksi palsu dan biasa terjadi pada kehamilan trimester ketiga, dan juga adanya pemicu lain seperti sedang kelelahan, ataupun stress, jadi ibu tenang ya, semua baik - baik saja dan setelah ibu beristirahat pasti akan pulih, rileks jangan tegang ya Bu "


Syaqina pun mengangguk dan mengikuti yang disarankan dokter


" baiklah ibu istirahat dulu kita akan dalam observasi, dan saya akan temuai Bapak Shaka dulu pasti beliau sangat khawatir sekarang"


"terimakasih dokter Clara "


" sama - sama bu "


Sementara Shaka masih menunggu dengan kekhawatirannya, tampak mondar mandir di depan pintu ruangan tersebut, hingga pintu terbuka menampilkan sosok dokter Clara yang sudah sangat paham dengan kondisinya saat ini


" Shaka.."


" Cla gimana anak dan istriku ?, mereka selamat kan , apa udah saatnya melahirkan ?"

__ADS_1


Dokter cantik itu langsung di brondong dengan pertanyaan bertubi - tubi oleh Shaka


" tenang dulu, biar aku jelaskan "


" aku khawatir Cla soalnya tadi karna aku Istriku seperti itu "


Dokter Clara tersenyum seakan paham apa yang dimaksud oleh Shaka


" hemmm.. aku sudah menduganya, dasar kamu mentang - mentang dikasih saran langsung tancap Gas terus tanpa perhitungan yang pas "


" hehe.. Sorry Cla habisnya tadi aku terlalu merindukanya"


jawabnya dengan cengiran malu


" tenang istri dan Baby kalian baik - baik saja tidak ada yang mengkhawatirkan, itu hanya kontraksi palsu dan biasa terjadi di kehamilan trimester ketiga, dengan istirahat dan dibuat rileks pasti akan segera pulih kok ?"


" jadi istriku belum mau melahirkan Cla ?"


" belumlah Shaka, kan istri kamu mau lahiran normal, kecuali kalau dia mau SC sekarangpun bisa dia melahirkan "


" Dia maunya seperti itu Cla padahal aku nggak tega kalau nanti harus lihat dia kesakitan, seperti tadi saja aku udah takut setengah mati "


" kamu harus tenang harus dukung kemauan istri kamu, kamu harus menguatkan dia dan meyakinkan dia kalau melahirkan itu nggak seseram apa yang orang ceritakan, nikmati prosesnya saja semua atas kuasa Tuhan pasti semua akan berjalan dengan baik, jadi kuncinya kamu nggak boleh panik seperti tadi, kamu harus lebih tenang dan siap untuk mendampingi istri kamu nanti"


" iya Cla kamu bener, aku pasti akan berusaha untuk seperti yang kamu bilang"


" harus dhonk kan Istri kamu itu wanita hebat dia lebih memilih berjuang dengan semestinya padahal sekarang zaman udah modern banyak orang yang memilih melahirkan secara operasi agar tidak merasakan sakitnya merasakan pembukaan tapi istri kamu justru lebih memilih untuk yang alami "


" Dia memang wanita spesial Cla, kesederhanaanya membuatku semakin jatuh cinta "


" aduh sumpah ya baru ini loh aku menangani pasien BUCIN seperti ini, dan itu membuat jiwa jomblo aku meronta - ronta "


keduanya pun terkekeh,


" makanya jangan kelamaan ngejomblo buruan cari gandengan ingat kamu tuh perempuan bentar lagi usia kamu 26 tahun, gue saja cowok udah mau jadi Ayah masak kamu masih anteng - anteng saja sih "


" iya nggak usah worry masih nunggu yang tepat "


" ya udah aku ke ruangan istriku dulu ya Cla, makasih udah membantu kami "


" ok, dia masih kami observasi tunggu 2 jam lagi kalau semuanya ok kalian bisa pulang tanpa harus dirawat, tadi aku udah minta istri kamu istirahat kok "


Shaka pun segera bergegas masuk ke ruangan yang ditunjuk oleh dokter Clara. dan Shaka sedikit tenang melihat istrinya sudah baik- baik saja dan kini telah terlelap dengan nyenyaknya, senyum pun terurai dari wajah tampanya perlahan rasa khawatirnya pun hilang, dikecupnya kening istrinya dengan lembut


" Alhamdulillah kalian baik-baik saja, maafin Daddy ya sayang "


dielusnya perut buncit itu dengan sangat hati - hati takut jika mengusik empunya yang kini tengah tertidur pulas.

__ADS_1


__ADS_2