
Jarum jam telah berada pada angka 00.30 menit Syaqina masih saja merasa gelisah dan tidak nyaman dengan tidurnya, sejak dari beberapa saat lalu ia memang sudah terusik tidurnya mungkin karena hormonal ibu hamil jadi tidak menentu seperti ini.
Shaka yang tengah tertidur nyenyak sedang berpelukan dengan putri kesayangannya jadi merasa tak tega untuk membangunkannya, entah kenapa tetiba ia sangat ingin makan soto kwali yang ada di dekat kosan yang dulu pernah ia tinggali.
Syaqina sebenarnya sudah berusaha menepis keinginannya tapi malah semakin menjadi
" aduh.. sayang apa kamu bener - bener pingin makan makanan itu?, tapi Bunda nggak yakin bisa dapat ini kan sudah lewat tengah malam pasti udah tutup dari jam sepuluh malam tadi "
ia pun mengusap perutnya yang masih datar mencoba membujuk sang jabang bayi untuk mengurungkan keinginannya. Karena Pergerakan dari Syaqina yang terus menerus membuat Shaka yang tengah pulas tertidur pun terusik dan mengerjapkan sepasang netranya
" loh... Sayang kamu kenapa kok belum tidur ?"
tanyanya sambil mendekatkan kepalanya ke pangkuan istrinya yang tengah bersandar di head board
" iya nih By,.. Nggak bisa tidur "
" kenapa ? apa ingin makan sesuatu ?"
" emhh... Iya "
jawabnya dengan ragu
" kamu mau makan apa sayang ? bilang biar aku siapkan ?"
Shaka pun langsung bangun dari tidurnya karena merasa sangat antusias mengingat dulu saat kehamilan putri pertamanya Shaka tidak mendampingi Syaqina bahkan ia berjuang sendiri
" eh.. tapi aku nggak yakin bisa mendapatkannya By ?"
" emangnya kamu mau makan apa sih sayang ?"
" aku pingin makan soto kwali yang berada di dekat rumah Kos yang dulu aku tempati "
" hah... ??!! , sayang ini tuh jam berapa gimana mungkin masih buka "
" ya aku juga nggak tahu By orang pinginnya tiba - tiba "
" ya udah kamu tunggu sebentar siapa tahu masih ada di Go food yang ready "
" tapi aku maunya makan disana di tempatnya langsung By "
__ADS_1
" aduh... sayang ini tuh udah hampir jam satu malam nggak mungkin kan kamu aku bawa kesana ? udara malam apalagi diluar gerimis itu nggak bagus untuk kamu sayang "
" hiks... hiks... "
Syaqina tertunduk dan menangis hal itu membuat Shaka kelimpungan tak tahu harus bagaimana
" Sayang... jangan nagis dhonk, Kita tunggu sampai besok saja ya aku janji besok kita pagi - bagi langsung kesana kalau perlu kita tungguin masak disana "
Syaqina semakin menangis tersedu ia juga tak tahu kenapa jadi selebay ini padahal saat mengandung putri pertamanya dulu ia sama sekali tidak merasakan yang namanya ngidam atau mual ia justru tampak sehat selayaknya bukan wanita hamil
" udah lah By.. lupain saja mau gimana lagi nggak mungkin juga kita tinggalin Queen malam - malam gini lagi pula pasti itu udah tutup "
" Maaf ya sayang disaat kamu inginkan sesuatu justru aku nggak bisa mengabulkannya , maaf .. maafin Daddy ya dek "
ucapnya sambil menelusupkan tanganya ke dalam piyama istrinya dan mengusap perut rata itu
" ya udah.. sebagai gantinya gimana kalau aku masakin sesuatu ?"
" enggak perlu By... aku cuma pingin.... "
Namun Syaqina tak melanjutkan ucapannya ia justru tertunduk malu dengan muka bersemu merah
" itu... "
jawab Syaqina ambigu dan semakin membuat Shaka bingung
" itu ? ... itu apa Sayang ?"
" ya sudahlah kalau nggak peka juga "
tiba - tiba mood ibu hamil itu berubah dan memburuk seketika
" loh, kok malah ngambek sih ?"
Syaqina pun tanpa tahu malu langsung menarik tangan Shaka dan mengajaknya beranjak dari kasur kemudian menariknya ke sofa , tanpa paham maksud sang istri Shaka pun menurut saja karena takut jika ia banyak bertanya nanti malah akan membuat mood bumil itu makin hancur.
Tanpa ba bi bu Syaqina langsung menyambar bibir suaminya meski harus berjinjit karena Shaka mang yang memiliki postur tubuh yang jangkung sehingga Syaqina harus berjinjit jika ingin menyejajarkan bibir keduanya, Syaqina yang biasanya hanya menerima serangan kini berbalik dia yang melakukan serangan dadakan hingga membuat Shaka gelagapan karena masih syok melihat tingkah istrinya yang entah kenapa malam ini jadi agresif begini.
Sampai disini Shaka sudah paham apa yang diinginkan istrinya itu sekarang, Shaka pun akhirnya mengambil peran utama karena tak ingin mengecewakan istrinya itu lagi keduanya pun beberapa saat terlibat perang lidah dengan saling menyesap kenikmatan satu sama lainnya.
__ADS_1
Tanpa menunggu lama mereka pun kini sudah sampai pada inti permaianan dan Saat ini Syaqina yang memimpin meskipun mereka tengah di sofa bad namun tak mengurangi keleluasaan mereka menyelesaikan misi. hingga hampir satu jam permainan baru mereka sudahi dengan keduanya yang masih terengah - engah dan berbaring penuh kepuasan di sofa
" Sayang... kamu luar biasa terima kasih ya kamu selalu bisa buat aku kocar kacir mengimbanginya "
ucap Shaka sambil mengeratkan pelukanya dan beberapa kali mengecup pucuk kepala istrinya
" Maaf ya By... aku juga nggak tahu kenapa tiba - tiba jadi seperti itu, dan aku merasa itu bukan diriku "
jawabnya tertunduk malu malu pada lelaki yang kini sudah berhasil mbuatnya mengandung kedua kalinya
" Sayang... kalau kamu ngidamnya yang gini aku nggak akan pernah keberatan , malah aku yang semangat "
" kamu tuh By... jadi memanfaatkan kesempatan dalam kesempItan "
keduanya kini terkekeh lirih mengingat putrinya tengah tertidur di atas kasur mereka, karena memang maunya mereka untuk tidur dalam ranjang yang sama semenjak Baby Queen berusia beberapa bulan mereka bener - bener ingin bonding dengan putri mereka.
" kita bersihkan diri dulu ya "
ucap Shaka sambil memungut boxer dan kaos tipis yang tadi ia kenakan dan tengah terongongok di lantai tak beraturan
" ayo sayang sini Mas bantu ke kamar mandi ya "
" boleh, tapi awas jangan macam - macam, aku udah capek tadi kita main lumayan lama "
" haha... kok kamu gitu sih Yang.. Tadi aja kayak singa betina kelaparan kenapa sekarang jadi jual mahal gini "
" ihhh.. dasar nyebelin "
Hemmm sabar Shaka cari aman saja mending nurut apa maunya dia saja, lagipula nggak ada ruginya toh aku juga yang menang banyak kalau seperti tadi ngidamnya
" iya.. iya.. ya udah ayok kita ke kamar mandi sekarang, kamu pasti capek dan harus istirahat, ingat kamu harus jaga kesehatan biar kamu dan adek di dalam sehat terus sampai hari lahir nanti "
" Amin.. ma kasih ya By udah selalu ngerti in aku , yang susah di tebak gini "
" ssttt , nggak boleh ngomong gitu, itu udah jadi kewajibanku. Karena aku sangat berterimakasih karena kamu sudah mau bersusah payah mengandung anak - anakku"
"i love my wife, terimakasih untuk kebahagiaan tak terhingga ini "
ucapnya lagi sambil menggendong tubuh ramping yang kini terlihat berisi dan merekapun membersihkan sisa pertempuranya sebelum akhirnya melanjutkan tidur mereka yang terjerat dengan aktivitas malam mereka.
__ADS_1
Mohon maaf ya READERS kalau telat up banget🙏🏻🙏🏻 jangan lupa like❤, komentar, juga vote dan jangan lupa jadikan favorit.