Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
60. Bukit Bintang


__ADS_3

Syaqina berjalan gontai menuju Halte di depan kantor MH propertisindo, kondisi fisiknya dengan perut yang semakin membuncit membuatnya mudah capek sejujurnya ia merasakan tubuhnya sangat lelah, beruntung perkuliahan sedang libur setelah habis ujian semester jadi ia bisa sedikit bersantai saat malam. kaki dan punggungnya terasa pegal terlebih saat malam hari.


"Sya.. pulang yuk "


suara Riyan dari dalam mobil Fortuner hitam yang sedari tadi berhenti di depan halte dan memperhatikan dirinya cukup lama termasuk saat tadi ia mengusap pinggangnya dan juga meregangkan urat urat kakinya dengan menselonjorkan kakinya pada permukaan lantai Halte


" Ri.. maaf pak Riyan "


" Haahaa.. kamu panggil aku apa tadi? pak ?"


Riyan tertawa cekikikan mendengar panggilan pak untuk dirinya oleh Syaqina


"kok kamu gitu sih maaf ya aku nggak tahu kalau kamu itu Boss kami di kantor"


" Terus... sekarang kamu udah tahu ?, makanya kamu panggil aku dengan sebutan Pak "


" ya.. Iya memang begitu kan seharusnya kan kamu Bos aku karyawan kamu "


" ok.. kalau begitu sekarang kamu nurut sama perintah Boss kamu kalau kamu mau jadi karyawan teladan , sekarang cepat kamu naik kita pulang bareng, sekalian ada yang mau aku omongin "


" kok jadi maksa sih, sekarang kan udah bukan jam kantor nggak bisa dhonk seenaknya main perintah saja "


" loh.. kamu sendiri tadi yang panggil aku ini Pak Boss kamu, ingat ya.. Bos itu bebas mau ngapain saja termasuk ngajakin kamu pulang bareng"


"tapi... tapi..."


" nggak ada tapi - tepian buruan masuk"


dengan terpaksa Syaqina pun masuk kedalam mobil Riyan setelah Riyan membukakan pintu dan menutupnya kembali ia pun berjalan mengitari mobilnya dan membuka pintu dan segera duduk di balik kemudi sesaat kemudian menghidupkan mestinya dan segera melajukan mobilnya membelah jalanan yang tampak ramai karena jam pulang kantor.


" lhooh.. ini bulan jalan ke rumah emang kamu mau kemana Yan ?"


" udah duduk saja, tenang nanti juga kamu tahu"


"Yan.. please deh kita mau kemana?:


"kamu nggak usah khawatir aku nggak bakal aneh-aneh apalagi sama istri orang aku cuma mau nunjuk in kamu suatu tempat yang kamu pasti rindukan"


" Yan.. kita pulang saja ya please aku capek pingin cepet sampai rumah"


Syaqina tampak memohon dengan wajah puppy eyes nya

__ADS_1


" aku ngerti nggak bakal capek kok dan... dijamin nanti capek kamu langsung hilang"


"awas saja kalau sampe aneh - aneh "


" seorang Riyan nggak pernah ingkar janji apalagi janji dengan seorang gadis :


" ya iyalah.. orang kamu janjinya bukan sama gadis tapi.sama emak bunting"


seketika ucapan Syaqina mengundang gelak tawa Riyan tampak terpingkal -pingkal.


"Iya juga ya.. kok aku bisa lupa kalau kamu ini bukan gadis lagi tapi emak -emak bunting , ralat deh kalau gitu Riyan nggak akan pernah ingkar janji dengan seorang perempuan "


" hem.. suka - suka kamu sajalah Yan "


" oh ya, Sya lusa adalah Anniversary Perusahaan kita loh semua karyawan wajib hadir karena disana bakal banyak door prize dan juga lucky draw dan dijamin seru banget, Siangnya diadain juga Family gathering "


" emang acaranya dimana ?"


" di resort milik Big bos MH propertisindo, acaranya bakal dimeriahkan oleh beberapa Artis tanah air yang lagi ngehits "


" kayaknya aku nggak bisa ikutan deh Yan, soalnya kan kondisi aku yang kayak gini nggak memungkinkan lagi buat ikut acara kayak gitu"


"siapa bilang nggak bisa? tahun lalu aja ada kok beberapa karyawan yang lagi hamil besar ikutan acara family gathering lagian ya itu acaranya di resort dan perusahaan sudah memfasilitasi semua akomodasi dan juga penginapannya Perusahaan sengaja mengadakan acara itu untuk membuat karyawan terhibur dan sejenak terlepas dari urusan kantor yang memicu stress, sekalian acara itu buat sarana liburan jadi semua wajib ikutan"


" iya pasti itu acara kan emang untuk ajang suka - suka dan hiburan banyak acara perlombaan dan games yang menarik loh , pokoknya kamu harus ikut tidak boleh tidak nanti aku yang minta ijin sama suami kamu sekalian kita ajak suami kamu juga kan acara ini untuk seluruh karyawan dan juga keluarga"


" emh.. Nggak perlu kok minta izin Yan semua keputusan ditangan aku "


Riyan jadi semakin yakin Syaqina sedang menyembunyikan sebuah rahasia mengenai pernikahannya


" maksud kamu apa Sya ?"


tanpa mereka sadari mobil yang iya kendarai sudah sampai di tempat tujuan yang dimaksud Riyan setelah memarkirkan mobilnya dengan benar Riyan pun mengajak Syaqina untuk turun


" udah sampai turun yuk "


" hah.. Nggak salah nih , ini bukanya Bukit Bintang tempat kita waktu masih zaman sekolah sering ngumpul ngerjain kerja kelompok ataupun party recehan ala ala kita anak SMA ? kamu masih ingat tempat ini Yan ?:


" yupss.. tempat favorit kita semasa SMA dan... tempat dimana aku pernah nembak cewek tapi di tolak mentah-mentah "


" kamu tuh ya.. ngapain juga inget -inget itu udah basi tahu "

__ADS_1


"Nggak do inget - inget emang masih inget kok"


" Terus maksudnya kamu bawa aku kesini mau ngapain ? kalau cuma mau mengingat hal yang udah basi kayak gitu ngapain ?"


Mood Syaqina langsung memburuk berubah 180 derajat entah mungkin karena iya merasa marah dengan mengingatkan masa lalu, karena sejak awal Syaqina memang tidak pernah berniat menjalin hubungan lebih dari teman biasa. atau mungkin karena Syaqina yang kini tengah hamil jadi mood nya mudah berubah.


"aku minta maaf, aku bener -benar minta maaf aku nggak ada maksud aku cuma pingin buat kamu happy dengan mengingat kenangan kita semasa SMA dulu, dan aku ngajakin kamu kesini tujuanku mau ngajakin kamu makan Bakso Gunung yang legend banget yang jadi favorit kita dan temen - temen yang lain saat masih sekolah itu saja Sya "


"please.. jangan marah ya, sekarang kamu tunggu sebentar aku udah pesenin Baksonya kalau kamu mau pulang tunggu sebentar kamu harus makan bakso nya dulu, setelah itu aku bakal langsung antar kamu pulang"


Syaqina terdiam digarapnya manik mata berwarna coklat milik Riyan dengan lekat berusaha mencari kebohongan disana namun nyatanya tidak ia temukan karena memang Riyan berkata jujur,


" ok .. Aku nggak akan pernah lagi mengungkit masa lalu bahkan soal pertemanan kita, aku janji Sya, terus terang aku bahagia banget bisa bertemu dengan kamu lagi tapi aku juga sadar sekarang kamu sudah bersuami bahkan kamu sedang mengandung kalaupun aku ingin berada disisihmu karena aku ingin menjadi teman dan sahabat yang akan selalu ada saat kamu membutuhkan bantuan, karena aku tahu saat ini kamu sedang tidak baik - baik saja dengan suami kamu, bahkan kamu sekarang tinggal sendiri di Kosan "


Akhirnya Riyan mengatakan bahwa selama ini sebenarnya ia sudah berhasil mengetahui kenyataan yang sebenarnya soal kondisi rumahtangga Syaqina, dan Syaqina hanya bisa terdiam mematung mendengar semua itu


" maaf ya Sya jika aku sudah melebihi batasanku sebagai temanmu jika mungkin aku terlalu ingin tahu kondisi rumahtanggamu, aku hanya ingin memastikan bahwa kamu tidak menikah dengan orang yang kurang tepat, karena aku sungguh tidak rela melihatmu seperti ini, kamu cantik, cerdas, mandiri, dan kamu sangat baik, bahkan jika kesempurnaan itu berhak dimiliki manusia kamu sudah termasuk di dalamnya. kamu berhak mendapatkan lelaki yang terbaik dalam segala hal, tidak hanya secara moralnya tapi juga finansialnya karena kamu wanita luar biasa"


Syaqina kembali tercekat mudahnya terasa lengket untuk sekedar ia telan, entah kenapa kata - kata Riyan seakan membuatnya terharu, air matanya pun terurai. betapa bersyukur nya ia ternyata ia selalu di kelilingi orang - orang baik yang selalu menyayangi dirinya.


" hey.. kenapa kamu malah menangis? aku.. aku.. minta maaf jika ucapanku menyakiti ataupun membuatmu tersinggung "


" emmh.. Nggak ada yang salah kok, justru aku yang berterimakasih sama kamu karens selama ini kamu selalu care denganku, "


" kalau gitu.sekarang kamu harus makan dan ngabisin bakso nya kalau kamu mau berterimakasih sama aku, karena aku nggak mau baby yang di perut kamu kelaparan"


"Iya ini aku makan, tapi kamu juga harus makan"


" baiklah.. kita makan, dan siapa yang paling cepat habis dia pemenangnya dan yang kalah harus mau menuruti apapun permintaan yang menang, gimana masih berani ?"


"ok, siapa takut "


" ayok kita mulai"


mereka pun mulai menyantap Semakin bakso yang terlihat masih mengepul itu, seperti kebiasaan mereka dulu saat SMA mereka menikmati makan Bakso dengan cara yang selalu unik salah satunya seperti yang mereka lakukan saat ini meskipun Tidaklah yang kali ini memenangkan permainan, namun Syaqina cukup semangat menerima tantangan itu


"yeahh.. aku yang menang ! yes.. yes menang "


Riyan tampak kegirangan dengan tawanya yang terus mengembang diwajah tampanya.


Visual Riyan Permana

__ADS_1



Terimakasih ya READERS setiaku ❤ karena berkat dukungan kalian semua novel Cinta orang biasa ini akhirnya lulus kontrak, semoga AUTHOR semakin bersemangat dan lebih berkualitas lagi ya membuat ceritanya. tetap LIKE, dan juga komentarnya ya 🙏🏻🙏🏻


__ADS_2