
Dokter Candra kini sudah sampai dan sedang memeriksa keadaan Syaqina yang masih belum sadarkan diri
"bagaimana keadaan istri saya om.?"
tanya Shaka yang begitu cemas. Dokter Candra adalah dokter pribadi keluarga Darmawan Mahantara sejak lama oleh sebab itu baik Shaka maupun Mahesa sudah sangat akrab dan terbiasa dengan panggilan Om.
" tekanan darahnya sangat rendah, tetapi detak jantungnya sangat cepat apa sebelum ini pasien mengalami syok berat?, jika berdasarkan pemeriksaan saya ada indikasi pasien hamil muda "
" apa dok hamil ?!"
Mahesa dan Shaka tampak kompak
"Dokter yakin ?!!, "
" berdasarkan pemeriksaan saya seperti itu tapi karena keterbatasan alat sebaiknya besok kamu bawa istri kamu periksa ke dokter spesialis kandungan untuk lebih memastikannya"
"ba..baik Om "
" selamat ya Shaka sebentar lagi kamu akan menjadi ayah , tolong diperhatikan pola makan dan asupan nutrisinya ya agar ibu dan calon bayinya sehat, sekarang saya pamit dulu, saya tidak memberikan resep karena sebaiknya biar dokter spesialis saja yang memberikan, dan satu lagi usahakan jaga suasana hatinya hindari stress karena perempuan hamil itu mood nya gampang berubah karena perubahan hormonal "
" baik terimakasih om"
Mahesa mengantar dokter Candra sampai ke depan pintu luar. Sementara Shaka tengah berkecamuk dengan perasaannya ada rasa takut dan khawatir bagaimana jika Syaqina telah mendengar semuanya tadi, bagaimana kalau Syaqina membencinya dan meninggalkannya, bagaimana kalau Syaqina benar-benar hamil, akh... bagaimana ?? bagaimana ?? banyak sekali pertanyaan kini memenuhi pikiran Shaka.
__ADS_1
Mahesa telah kembali masuk ke dalam kamar ada bik Minah yang tampak mengurut kedua kaki Syaqina sambil sesekali menghirupkan minyak kayu putih di hidung Syaqina, perlahan Syaqina menggerakkan tangannya kemudian matanya mengerjap mencoba membuka matanya.
"akhhh... "
Syaqina tampak memegang pelukisnya yang masih terasa pusing, bik Minah tersenyum rasa khawatirnya telah memudar setelah melihat nyonya muda nya sadarkan diri, Shaka dan Mahesa pun merasakan hal yang sama.
" kak.. Mahes.."
Entah mengapa justru nama Mahesa yang dipanggilnya untuk pertama kali setelah sadar
" kamu tenang lah, jangan berpikir yang bukan -bukan, kamu harus tenang dokter bilang kamu tidak boleh stress tekanan darahku sangat rendah, jadi kamu harus istirahat dulu, kamu tenang semua bisa dijelaskan nanti "
Suara Mahesa seakan mampu menenangkan Syaqina, Shaka terdiam menunduk kaku ada rasa takut yang kini menderanya, sebenarnya ia sangat cemburu melihat ini namun ia harus tetap berpikir waras sekarang bukan saatnya membahas tentang kecemburuan. bagaimanapun saat ini hanya Mahesa yang bisa membantunya menenangkan Syaqina
Syaqina terus merancau meski tubuhnya kini masih sangat lemah. dan Akhirnya Mahesa menyuruh Shaka untuk keluar dari kamarnya sementara waktu sampai emosi Syaqina stabil
" keluarlah biarkan dia tenang dulu"
titah Mahesa pada Shaka karena memang untuk saat ini tidak mungkin Syaqina bisa mendengar penjelasan darinya. Shaka pun menurut dia melangkah dengan gontai tanganya mengacak - acak rambutnya pertanda ia sangat frustasi. sementara di dalam kamar Mahesa yang masih ditemani Bik Minah berusaha menenangkan Syaqina yang masih kacau.
" tenangkan dirimu dulu.. Kakak pun baru tahu akan hal ini, tapi apapun itu kakak harap kamu tenang dulu, kontrol emosi kamu "
" ternyata semua kebaikan yang aku fikir adalah ketulusan semua palsu semua hanya untuk menutupi kebusukannkanya, bahkan aku sudah luluh karena melihat semua yang dia lakukan, cinta kasih sayang yang ia berikan semua palsu semua kamuflase untuk menutupi perbuatan jahatnya"
__ADS_1
" aku benci dia kak.. kenapa dia tidak jujur saja dari awal pasti tidak akan sejauh ini kak"
Syaqina terus merancau emosinya benar-benar tidak stabil, bahkan sampai badanya melemah
"udah ya cukup ya, sekarang kamu istirahat dulu, kamu tenangin pikiran kamu dulu besok kita bahas lagi kita cari jalan keluar untuk kalian. sekarang kamu minum teh hangat ini terus istirahat ya "
Syaqina memang menyadari jika saat ini tubuhnya benar - benar sedang lemah tak berdaya, bahkan untuk beranjak dari tempat tidur saja nggak kuat sama sekali. akhirnya diapun menurut semua perkataan Mahesa
Bin Minah masih tetap setia menemani Syaqina sampai ia tertidur pulas, baru setelahnya bik Minah keluar dari kamar Syaqina untuk istirahat di kamarnya. Mahesa tengah berada diruang keluarga bersama dengan Shaka yang tengah khalut pikirannya benar - kacau da frustasi saat ini tak tahu harus berbuat apa untuk menghadapi kemarahan Syaqina.
"gue harus gimana sekarang Kak ?"
" sabar , elo harus tenang dan mengalah untuk sekarang kamu harus memahami posisi dia saat ini sedang dia masih syok dan pasti nggak mudah buat dia menerima semua ini, selama ini dia sudah menganggap kamu sebagai malaikat penolong setelah semua kemalangan yang iya alami, semua kebaikan yang Elo berikan dan dia sudah mulai mencintai kamu ternyata kenyataannya lain. kamu harus lebih bersabar menghadapi semua ini apalagi menurut om Candra tadi dia... "
Mahesa berusaha menengkan dan memberi pengertian pada Shaka belum lagi selesai meneruskan ucapannya sudah di potong terlebih dulu oleh Shaka
"tapi dia udah benci dia pasti bakal ninggalin gue"
" sekarang kamu istirahat, besok kita bahas lagi untuk jalan keluarnya untuk kalian. sekarang kita istirahat kamu tidur saja di kamar tamu , kasih waktu untuk dia tenangin diri "
Shaka pun mengangguk dan menurut apa yang Mahesa katakan. dia pun beranjak ke kamar tamu dan merebahkan tubuhnya yang sudah terasa lelah meskipun begitu pikirannya tetap tak bisa diajak berkompromi meski kantuk menyerangnya namun tetap saja tak mau terpejam. Shaka hanya bolak balik mencari posisi ternyaman agar bisa terlelap namun belum juga berhasil, akhirnya diapun memutuskan untuk ke kamarnya sekaligus melihat keadaan Syaqina.
Dilihatnya Syaqina masih terlelap dengan nyenyaknya matanya masih tampak membengkak, Shaka pun mendekati wajah Syaqina yang sudah tak sepucat tadi perlahan di kecupnya dengan lembut kening Syaqina yang tersembunyi di balik jilbab instan yang dikenakannya. kemudian diraihnya telapak tangan Syaqina diciumnya punggung tangan itu dengan lembut tanpa terasa bulir - bulir air matanya berjatuhan, merasa takut tindakannya bisa saja mengusik tidurnya Syaqina dengan sangat hati - hati diletakkanya kembali seperti sedia kala. Terlihat Syaqina bergerak merubah posisi tidurnya dari posisi semula. takut Syaqina akan terbangun dan mengusirnya kembali dengan terpaksa ia pun meninggalkan kamarnya dan kembali ke kamar tamu. Shaka merebahkan kembali tubuhnya di kasur kamar tamu entah kenapa setelah melihat Syaqina pikirannya sedikit tenang, rasa kantuk pun menggelayuti kedua pelupuk matanya dan perlahan mata itu pun terlelap.
__ADS_1
Yeeyy.... terimakasih banyak ya pembaca setia yang sudah mendukungku mengapresiasi karyaku dengan membaca dan menjadikan ini bacaan favorit, terimakasih untuk like dan juga komentarnya,🙏🏻🙏🏻 semoga Author bisa lebih meningkatkan mutu cerita ini lagi.🤲🤲