Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
74. Kunjungan keluarga Darmawan Mahantara


__ADS_3

Hari belum sepenuhnya siang karena jarum jam baru menunjukkan pukul 11.45 menit, Syaqina sudah siap mempacking baju dan dan keperluan pribadinya karena sesuai rencana sore ini mereka akan melakukan pindahan kerumah baru yang sudah Shaka persiapkan


" sudah siap semua ini ?"


" sudah "


" sekarang kamu istirahat saja dulu, sebentar lagi dzuhur, nanti habis Ashar kita pindah "


" Auuhhh "


Syaqina mengaduh sambil memegangi perut buncitnya itu sambil terduduk di atas kasur


" kenapa apa ada yang sakit ?"


" emmmhh... dia menendang "


Shaka pun mengulurkan tanganya untuk mengusap perut Syaqina


"maaf ya, apa dia sering seperti ini ? sering buatmu merasa sakit ?"


Syaqina menggeleng dan kembali meringis menahan nyeri


" sayang... baik baik ya di dalam perut Mommy jangan bikin Mommy merasa sakit seperti ini, kasian kan mommy sini Daddy elus ya nak "


Shaka mengusap dan sesekali mengecup perut Istrinya dengan penuh sayang, dan hal itu membuat Syaqina tersenyum kecil namun hatinya cukup bahagia dan senang dengan semua itu, kemudian tangan Syaqina terulur meraih tangan Shaka dan meletakkannya di tepat di bagian yang sedang berdenyut


" sayang... kamu menendang , Daddy bisa merasakannya sayang "


Shaka tampak tersenyum bahagia bahkan air matanya teruarai ini pertama kalinya ia merasakan tendangan Bayi mungil yang berada di dalam sana


" Sayang.. Terimakasih ya kamu sudah menjaganya selama aku tidak berada di sisi kalian, maaf karena aku sudah banyak membuatmu menderita selama ini "


" Sudahlah Mas nggak usah bahas itu lagi, sekarang yang terpenting kamu sudah berada disisihnya sampai nanti saatnya dia terlahir "


Shaka pun memeluk erat tubuh Syaqina yang sudah terlihat kepayahan saat duduk di tempat rendah seperti ini, seperti biasa Tak ada balasan pelukan dari Syaqina ia hanya menerima setiap perlakuan dari Shaka


TOKK TOKK


terdengar suara pintu di ketuk Shaka pun melepaskan pelukannya


" mungkin itu Mama, aku buka pintu dulu ya"


" mas...Mama mau kesini?"


" tidak hanya Mama tapi seluruh keluarga Darmawan Mahantara, termasuk kak Sherena dan suaminya juga para krucils nya "


"Hah... Mas bercanda masak iya mereka datang kesini , gimana coba dengan Mama dan kak Sherena pasti nggak akan nyaman Mas, tempat ini lo lebih sempit dari Kamar para ART dirumah kamu "


" udah... mereka saja santai kok kamu yang bingung, mereka itu tidak pernah keberatan mau dimanapun asalkan bisa bertemu dengan menantu tercintanya"


" udah ya aku buka pintu dulu kelamaan kasian mereka"

__ADS_1


Syaqina masih termangu tak percaya dengan Kedatangan keluarga mertuanya, tak lama terdengar suara beberapa langkah kaki memasuki ruangan itu dan yang pertama masuk ke dalam kamar adalah Mama Vina


" sayang... Syaqina "


" mama ??"


wanita paruh baya itu langsung memeluk menantunya penuh sayang


0


" kok mama repot - repot kemari sih "


" mama tidak sabar ingin bertemu dengan kamu dan calon cucu mama ini "


Syaqina sungguh tercengang satu persatu keluarga Darmawan Mahantara menampakkan wajahnya, setelah Mama Vina, Papa Andi, kak Sherena, bang David, ketiga anaknya Rayyan, Rarden, dan Rania, terakhir kak Mahes dan yang lebih mengejutkan lagi ada Tiara


kedua sahabat itu saling berpelukan bahkan sampai menitikkan airmata


" kamu jahat Sya.. tega menghilang begitu saja "


" maaf .. aku nggak bermaksud buatmu khawatir, oh iya jadi sekarang kamu sudah termasuk dalam anggota keluarga Darmawan Mahantara?"


tanyanya penuh selidik


" sebentar lagi, kakak udah melamarnya kok, setelah kamu berkumpul dengan keluarga besar kita kami akan menikah "


" kakak serius ??, alhamdulillah Syaqina seneng denger nya, akhirnya kak Mahes mendapatkan wanita baik ini untuk menjadi istri"


" ihhh ..kok kak Mahes buka kartu sih,, kan jadi malu kak, itu loh cerita si gadis cengeng dengan Malaikat pelindung yang tampan "


" kok kalian jadi bahas masa lalu kalian sih "


Shaka terlihat tidak suka dengan pembahasan antara Mahes dan Syaqina


" hem... sepertinya ada yang cemburu dengan kisah masa kecil kita tuh, terus kalau sama yang kemaren sepupu kita yang lagi nungguin cintanya disambut sama bini sepupunya itu gimana cemburu nggak ?"


" apaan sih, Kak "


" ya udah nggak usah cemburu gitu dhonk aku kan sama Syaqina cuma bercerita waktu kita masih bocah ingusan jadi nggak usah kecemburuan "


" iya tapi kakak tetep nggak bisa move on sebelum tahu dia udah jadi istri aku kan "


Melihat gelagat tak beres kedua adik kakak yang bisa jadi menjadi masalah besar itu pun akhirnya Papa Andi menengahi


" sudah .. sudah kalian itu masih saja seperti bocah kalian kan udah punya kehidupan masing - masing sekarang nggak perlu lagi permasalahkan masa lalu kalian, sekarang kalau sudah selesai berkemas barang - barang Syaqina kalian bawa ke mobil terus kita langsung pindah "


" tuh.. dengerin apa kata papa nggak boleh bahas masa lalu , yang ada masa depan karena waktu itu berputar kedepan bukan kebelakang "


" iya in aja deh "


Mahes pun mengalah dan memilih keluar ruangan yang pasti bagi mereka terasa sempit.

__ADS_1


Setelah semua barang - barang Syaqina dimasukkan dalam bagasi mobil Syaqina pun berpamitan kerumah mbk Anggi yang sekarang juga sedang hamil 2 bulan, dan sudah resign dari tempat kerjanya dan fokus pada kehamilannya.


"tahu nggak kamu Sya mbak masih kayak nggak percaya ternyata kamu itu menantu presdir DM corporation, bener - bener nggak nyangka loh "


" Syaqina juga nggak terlalu paham mbak dengan status sosial Keluarga suami aku mbak, bahkan aku juga nggak tahu kalau tempat kita bekerja itu juga perusahaan milik mertuaku mbak"


" berarti kamu sangat beruntung Sya menjadi bagian dari keluarga Darmawan Mahantara, semoga kamu bahagia dan sehat selalu ya Sya "


" terimakasih mbak, hari ini sekalian aku mau pamit dengan mbak Syaqina diajak pindah kerumah mas Shaka , maaf ya mbak selama Aku tinggal disini sudah banyak buat mbak dan suami mbak repot terimakasih banyak untuk semua support dan juga bantuannya, semoga mbak Anggi sehat terus dan lancar kehamilannya sampai kelahiran nanti, "


"Iya sama - sama mbak seneng bisa mengenalmu, havana lupa nanti main - main kesini mentang - mentang udah jadi Nyonya Menantu Darmawan Mahantara nanti lupain mbak"


" apaan sih mbak mana ada Syaqina seperti itu, janji kok nanti bakal sering main dan kunjungi mbak kesini "


Kedua wanita itupun berpelukan dan saling cipika cipiki


"assalamualaikum "


" waalaikumsalam "


" loh kok Mas Shaka nusulin kesini ?"


" maaf Tuan muda Shaka Ibrani Darmawan Mahantara, astaga ... ini mimpi apa ya rumah saya kedatangan Anda "


"biasa saja mbak, malah saya dari semalam sudah menginap di rumah Kos "


" hah... seriusan ?"


" iya mbak maaf ya kemaren nggak sempat minta izin soalnya udah larut banget cuma saya sudah izin dengan security yang jaga kalau suami saya menginap dirumah "


" iya mbak paham dan itu bukan masalah, "


" Oh iya mas perkenalkan ini mbak Anggi pemilik rumah yang aku kosin "


" Shaka mbak "


keduanya bersalaman meski Anggi merasa sangat rikuh dan canggung bersalaman dengan putra Big Boss nya itu


" kami pamit ya mbak terimakasih selama ini sudah banyak membantu istri saya, dan mohon maaf jika sudah banyak merepotkan selama tinggal disini"


" sama - sama Dan saya sudah anggap Syaqina seperti adik saya sendiri, titip Syaqina tolong jangan buat dia bersedih lagi ya tuan muda"


" jagan panggil saya tuan muda panggil Shaka saja mbak, dan pasti saya akan menjaga Syaqina dan bayi kami dengan sebaik mungkin "


" pamit ya mbak "


" hati - hati ya , jaga kesehatan kamu"


" mbak juga ya ".


Syaqina pun berjalan beriringan meninggalkan rumah utama Mbak Anggi dan segera masuk ke dalam mobil yang sudah terparkir di halaman. tiga mobil keluarga Darmawan Mahantara pun meninggalkan rumah Kos tersebut dan langsung menuju ke Rumah baru Shaka di Flamboyan residance

__ADS_1


__ADS_2