Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
143. Siaga Maksimal


__ADS_3

Setelah mengantar Bu Susan dari Bandara Syaqina dan Shaka segera pulang kerumah utama, Shaka seakan ingin membagi berita bahagia itu kepada semua orang. Senyum bahagia dan ucapan syukurnya terus mengembang di bibirnya rona bahagianya benar - benar menguar keseluruh penjuru kehidupannya saat ini.


Sambil terus melajukan mobilnya dengan kecepatan standar sebelah tangannya terus saja mengusap kepala sang istri yang terbungkus hijab


" Sayang... aku benar - benar sangat bahagia, dan aku sangat bersyukur akhirnya Allah memberi kita kepercayaan lagi "


" apalagi aku Mas rasanya masih seperti mimpi "


" tapi kan kita belum memeriksanya ke dokter sayang, bagaimana kalau sekarang kita periksa ke dokter Clara, supaya lebih jelas semuanya "


" sebenernya aku sih udah dari bulan kemaraen merasakan tanda - tanda itu Mas tapi aku nggak mau kecewa seperti yang sudah - sudah, sampai bulan ini dan aku yakin apalagi setelah merasakan ada beberapa perubahan bentuk tubuhku Mas dan akhirnya aku beranikan diri untuk mengetesnya dan hasilnya memang garis 2 "


"maaf ya Sayang aku tak bernaksud meragukanmu hanya saja aku terlalu bahagia dengan semua ini "


" iya Mas aku tahu itu "


setelah berkendara hampir 30 menit mereka pun kini sudah sampai di depan rumah sakit yang mereka tuju untuk menemui dokter Clara. Setelah memarkir mobilnya mereka pun segera berjalan masuk ke dalam gedung tersebut, tangan Shaka tetap saja menggandeng tangan sang istri sebagai isyarat kalau dialah milikku.


Setelah menunggu satu pasien yang melakukan pemeriksaan dan kini sudah keluar, sampailah giliran Syaqina sekarang. mereka berdua masuk ke ruangan dokter Clara


" selamat sore, apa kabar ?"


Sapa dokter Clara dengan senyum ramahnya


" selamat sore juga dokter Clara, alhamdhulillah baik dokter, dokter sendiri bagaimana ?"


" tentunya aku juga baik, ada perlu apa ini mencariku ? kalau saya lihat dari wajah kamu Shaka aku mencium atmosfer kalau kamu akan menjadi seorang Daddy lagi ?"


" hais.. kamu ya Cla sok - sokan mau melucu, orang awam pun tahu kalau orang yang menemuimu bisa dipastikan karena mau menjadi Orangtua "


" jadi benar tebakanku?"


" sudah buruan lakukan tugasmu biar aku semakin yakin 1000% kalau aku akan menjadi Ayah lagi "


Dokter Clara memang terbiasa berbicara seperti itu dengan Shaka mengingat hubungan kekerabatan mereka dan juga usia yang sepantaran.


Dokter Clara pun mempersilahkan Syaqina berbaring dan segera melakukan pemeriksaan, gel cairan untuk USG pun kini sudah dioleskan pada perut Syaqina, setelah menggeser- geser benda itu fokus Dokter Clara pun terhenti setelah apa yang dia cari ditemukan


" nah lihat.. itu bukan lagi kantong kehamilan tapi sudah menjadi janin usia janin ini sudah sekira 10 minggu, semua bagus dan normal tidak ada yang harus di khawatirkan "

__ADS_1


" alhamdhulillah, ternyata ini benar - benar nyata, thanks ya Cla, terimakapsih istriku mulai detik ini aku akan menjadi suami siaga maksimal "


Binar bahagia tampak jelas terukir di wajah lelaki berusia 27 tahun itu tak henti- hentinya ia mencium wajah sang istri sebagai reflek dari rasa bahagianya


" kamu ini ya Shaka memang tak tahu malu main sosor saja, nggak ingat apa ada temanmu yang jomblo ini "


canda Clara setelah selesai memeriksa pasienya yaitu Syaqina dan kini tengah menuliskan resep vitamin dan juga obat yang diperlukan nantinya untuk Syaqina


" makanya buruan sana cari pasangan, jangan terlalu banyak memilih, jangan pasang standar terlalu tinggi ingat, usia ibarat bunga kalau mekar udah terlalu lama nanti bakal layu juga "


" kamu nih suka asal kalau ngomong, nggak mikir apa kalau itu kena di mental aku "


jawab dokter Clara dengan wajah masam meskipun itu hanya sekedar candaan receh


"Mas, udah dhonk jangan ngejekin dokter Clara terus, harusnya kalau kamu peduli dengannya carikan solusinya dhonk "


kali ini Syaqina turut unjuk suara


" Hemmss... temen ku sih banyak yang recomended Sayang dan cocok untuk jadi pendampingnya tapi Clara yang terlalu pemilih, entah apa kriteria pria yang dia inginkan"


" udah deh nggak usah kepo, sekarang aku sudah menemukanya kok hanya perlu sedikit waktu untuk menyempurnakanya, tunggu saja undangan itu pasti segera datang ke kalian "


" alhamdhulillah, kami tunggu ya dokter Clara "


" baiklah kalau tidak ada lagi yang mau disampaikan ini resep vitaminya, dan ingat jaga kesehatan, hindari stress dan istirahat yang cukup "


" terimakasih dokter, kalau begitu kami pamit ya dokter, maaf kalau suami sata sudah keterlaluan bercandanya tadi "


ucap Syaqina sembari bersalaman dengan dokter Clara untuk berpamitan.


" tenang saja ..kami memang seperti ini kalau bertemu, maka dari itu tak sabar rasanya ingin ku bungkam mulut pedasnya itu dengan kartu undangan "


" ya.. ya baiklah aku tunggu itu "


seketika ketiganya tampak tertawa sebelum akhirnya Syaqina dan Shaka benar - benar berpamitan.


Hari sudah senja ketika mobil Shaka bergerak meninggalkan Rumah sakit, mereka bermaksud membeli martabak kesukaan Syaqina dan juga cup cake coklat kesukaan anak sulung mereka Queen setelah mendapatkan keduanya merekapun segera melanjutkan perjalan menuju rumah utama


" Sayang... aku rasa aku harus ambil cuti beberapa hari deh?"

__ADS_1


"untuk apa Mas ambil cuti ?, oh iya aku lupa kita kan harus pergi liburan bersama keluarga ke Bali kok sampai lupa "


" bukan itu, setelah kabar bahagia ini aku sudah memutuskan tidak ada liburan paling tidak sampai kamu memasuki trimester kedua kandungan kamu sayang "


" loh.. kok gitu kan aku dan bayi kita baik - baik saja bahkan aku tidak merasakan gejala seperti kehamilan pertama dan keduaku Mas"


" Sayang... kamu pasti mengerti alasan kekhawatiranku, aku hanya ingin kamu dan calon bayi kita baik - baik saja okey,.. kali ini kamu harus menurut "


Shaka tampak sangat serius dan seolah tidak ada bantahan sama sekali


" lagi pula Mama merencanakan liburan keluarga ini tuh salah satunya juga biar kamu bisa secepatnya hamil lagi dan itu sudah terjadi kan pasti Mama dan Papa akan jauh lebih bahagia dan pasti akan melarang kamu ikut karena tak ingin terjadi hal buruk pada kalian berdua "


Kali ini Shaka tampak mencoba memberi penjelasan agar istrinya tak salah paham karena dia tahu mood ibu hamil itu akan sangat mudah berubah


" iya Mas aku ngerti kok, tapi bagaimana dengan Queen pasti dia ingin ikut dia sudah seneng banget waktu kuta kasih tahu mau liburan apalagi perginya rame - rame dengan sepupu - sepupunya dan gank krucils "


" Queen tetap bisa ikut kok dengan Oma nya nanti Mbak Rini juga tetap ikut jadi tetap ada yang menjaga dia tidak hanya Mama saja "


" tapi kan kasian Mama Mas pasti repot nanti "


" nggak mungkin repot kan mereka rame, pasti Queen bakal aman dengan mereka kamu tenang saja sayang "


" terserah kamu sajalah Mas,"


seketika Air mukanya berubah cemberut , melihat perubahan itu Shaka jadi semakin mengerti dengan kondisi istrinya yang mengalami perubahan hormonal akibat kehamilannya


" heyy... sayang apa kamu sedang marah padaku saat ini ?"


tanya Shaka sembari melirik sang istri yang tampak acuh dan lebih memilih memalingkan pandanganya keluar kaca jendela mobil yang membawanya menuju kerumah utama keluarga Darmawan mahantara


" Mas pikir saja sendiri "


jawabnya lagi dwngan nada tak bersahabat. hingga membuat Shaka memijat tengkuknya yang sedikit pegal sembari menghembuskan nafasnya sedikit keras


" terus maunya kamu gimana ? mau nekad ikut liburan ?, kalaupun aku melarang semua demi kamu dan calon bayi kita sayang, aku janji setelah lepas trimester pertama kita kan liburan kemanapun kamu mau "


" tapi aku maunya ke Bali sekarang Mas, ngerti nggak sih"


" iya sayang aku paham itu, tapi coba lebih mengerti keadaan kamu saat ini, ya... please sekali ini saja nurut ya "

__ADS_1


ucapnya dengan lembut dan wajah memohon, hingga Syaqina pun luluh dan memutuskan untuk urung berlibur dengan keluarga besarnya.


Sepertinya Shaka harus banyak bersabar untuk menghadapi hari -hari berikutnya mengingat kondisi hormonal ibu hamil yang sering berubah - ubah. meskipun demikan Shaka tetap berusaha menjadi suami siaga untuk istri dan anak - anaknya.


__ADS_2