
Suara Adzan subuh telah berkumandang menggema membangunkan jiwa - jiwa yang peluk sepenuhnya terjaga, Syaqina pun mengerjapkan sepasang matanya yang terasa lengket dan berat, meski demikian Syaqina tetap bersemangat untuk segera bangun dan menunaikan kewajibannya sebagai seorang Muslimah. Setelah semua nyawanya terkumpul ia pun bangun dari kasur nya dan melirik kearah suaminya yang masih nyenyak berselimut Syaqina pun segera membangunkannya dengan lembut
" Mas, bangun udah subuh tuh kita sholat subuh dulu "
namun yang di bangunkan masih tak bergeming bahkan kini Syaqina telah mengguncangkan badannya
" Mas, bangun dhonk telat nanti dapat subuhnya "
masih juga tak berhasil justru Shaka menarik selimutnya sampai ke kepala
" Mas, "
"hemm"
Syaqina pun akhirnya menggunakan jurus pamungkasnya yaitu dengan mendaratkan kecupan di kening dan juga berbisik ditelinganya dengan suara dibuat se seksi mungkin
" Sayang ayok bangun kamu nggak mau olah raga pagi ?"
dan benar ternyata cara tersebut berhasil Shaka pun segera bangun dan membuka matanya yang masih lengket
" tuh kan giliran dapat morning kiss aja langsung bangun "
" hooam.. maaf sayang semalam badan aku capek banget makanya tidurnya pulas gini "
" ya udah yuk ambil wudhlu dulu kita "
" tapi beneran ya habis sholat kita olah raga pagi "
Shaka meraih kedua tangan Istrinya sambil tersenyum smirk dengan menaik turunkan alisnya
" iya kan kita memang mau olah raga pagi, bukanya kamu hampir setiap pagi menemani aku keliling komplek untuk jalan pagi kalau dirumah kita, berhubung sekarang kita di rumah utama jadi cukuplah temani aku keliling halaman rumah ini kan jauhnya udah sama kayak kita keliling kompleks "
mendengar jawaban istrinya seketika semangatnya melemah dan hendak menjatuhkan tubuhnya ke kasur lagi namun dengan sigap Syaqina langsung menarik tangan suaminya
"eitt mau ngapain, buruan kita sholat dulu setelah itu terserah kamu mau ngapain"
" iya baiklah bu ustadzah "
Keduanya kini beranjak turun menuju kamar mandi setelah selesai merekapun melaksanakan sholat subuh berjamaah dengan Shaka sebagai imamnya. Setelah Selesai Syaqina pun mengemasi peralatan sholat mereka termasuk menaruh baju koko serta sarung yang di gunakan Shaka tadi ketempat semula.
sementara Shaka kembali memejamkan matanya diatas sofa setelah berganti baju rumahan dengan kaos oblong berwarna kuning dan celana training.
__ADS_1
hubby.. kamu beneran nggak ikut aku jalan pagi keliling halaman rumah ini ?"
" hemm,, aku masih ngantuk sayang , eh tapi tunggu kamu tadi panggil aku dengan panggilan apa ? kok sepertinya lain "
Shaka pun langsung terbelalak dan bangkit dari sofa
" memangnya aku panggil apa ?"
" coba ulang lagi panggilan yang tadi kedengarannya sangat enak "
" kan tadi aku bilang beneran Mas mau tidur lagi nggak nemenin aku jalan pagi keliling halaman rumah ini ?"
" oohh.. aku tahu kamu pasti sedang menggodaku kan makanya kamu tadi
" memanggilku dengan panggilan Hubby "
" nggak kok ngapain juga aku menggoda orang tanpa aku godain saja kamu udah tergila - gila sama aku "
ucap Syaqina kini dengan tingkat kepercayaan diri diatas rata - rata
" hemmm .. sekarang udah mulai berani ya ? "
Shaka pun mencubit hidung bangir istrinya hingga memerah
" hubby .. sakit tahu "
memangnya selama ini panggilanku nggak pas gitu ?"
Syaqina tampak cemberut dengan bibirnya mengerucut
" bukanya gitu sayang, cuma Mas itu seperti kurang pas dengan karakter aku saja, kamu tahu kan karakter aku seperti apa aku sadar kadang aku masih terlalu labil meskipun usia aku udah 24 tahun bahkan aku masih sering bersikap egois dan kadang belum bisa bersikap yang Dewasa mungkin karena aku sebagai anak bungsu jadi sifat manjaku masih sering kali mendominasi "
" jujur aku tak pernah mempermasalahkan itu semua kok, yang penting aku merasa nyaman di dekatmu itu yang terpenting karena hal utama yang di cari dalam sebuah hubungan rumah tangga itu adalah rasa nyaman. Meskipun kadang kamu tuh sering menyebalkan "
Keduanya pun terkekeh , perlahan Shaka mendekati istrinya dan memeluk tubuh Syaqina yang kini perutnya tampak membulat sempurna
" kamu tuh istri paket lengkap selain cantik, sholehah, pandai ngurus semua kebutuhan suami, kamu pengertian bisa terima kekurangan dan keburukan aku "
" kamu juga suami paket lengkap aku, selain tampan, tahir melintir, kamu juga menyebalkan "
" sayang... itu namanya bukan pujian kalimat yang terakhir tadi tapi itu ejekan, sekarang mulai nakal ya hemmm"
Shaka menghujani wajah ayu istrinya dengan ciuman hingga tanpa seincipun yang terlewatkan
__ADS_1
" Hubby.. geli tahu "
Namun Shaka tak menggubrisnya justru semakin nekad
" udah.. udah .. sekarang sebagai gantinya Hubby harus ikut aku keliling halaman buat olah raga pagi kita "
" sayang itu bukan olah raga pagi namanya lagi pula diluar masih dingin enakan juga kita olahraga paginya di kamar saja "
Shaka pun memainkan mata dan alisnya seraya mengoda istrinya
" itu sih maunya kamu , ya udah kalau nggak mau nggak maksa kok aku bisa sendiri "
" he..he.. ada yang merajuk nih ?"
" enggak kok biasa saja "
" iya.. Iya.. suamiku ini akan menemaniku kemanapun itu kan aku suami dan Daddy siaga "
" itu baru namanya sayang istri "
Merekapun beranjak keluar dari kamarnya dan segera turun menggunakan lift ke lantai bawah dan menuju halaman rumah utama keluarga Darmawan Mahantara yang luasnya sebanding dengan kompleks perumahan Shaka dan Syaqina.
Halaman rumah utama ini terbagi menjadi beberapa bagian mulai dari area depan terdapat taman kecil dengan berbagai macam tanaman hias dan lengkap dengan air mancur dan kolam ikan hias, di halaman belakang terdapat kolam renang dan beberapa Gazebo dan juga terdapat halaman yang luas yang biasa di gunakan saat mengadakan Barbeque dan juga acara keluarga yang bersifat out door, selain itu terdapat taman bunga milik Mama Vina dan juga ada semacam kebun sayur mini dengan mefia tanam Hydroponik yang ditanami beberapa sayuran seperti selada , kangkung, aneka daun bawang dan juga ditanami beberapa macam jenis cabai, karena pada dasarnya Papa Andi dan Mama Vina sangat menyukai hal hal yang berbau alami seperti itu, karena saat mereka sedang memiliki waktu luang mereka bisa menghabiskan waktu dengan bersantai dirumah sambil bernostalgia pada masa kecil mereka terutama Papa Andi sebelum menjadi pebisnis hebat dan ternama dulu almarhum orangtuanya tinggal di luar kota sebagai petani sayur dan pemilik perkebunan Teh yang mana hidup beliau menyatu dengan alam bebas. bukan seperti saat ini yang semua serba modern.
" sayang kamu pasti capek kita istirahat di Sana yuk "
ajak Shaka sambil menunjuk bangku taman yang menghadap langsung ke taman bunga milik Mama Vina yang kini tengah banyak bunga bermekaran berwarna warni begitu indah menjadikan pagi ini semakin sempurna, harusnya aroma bunga mawar dan juga melati menguar menusuk rongga hidung sehingga menghadirkan rasa tenang dan nyaman ketika kita menghirup udara pagi yang masih segar ini.
" Hubby ... lihat deh indah banget ya taman bunganya, jadi berasa kita lagi di botanical"
" kamu suka ?"
" hemm suka banget, lumayan bisa juga buat aroma terapi secara alami "
" jadi kalau misalkan halaman belakang rumah kita nanti dibangun taman bunga kamu mau ?"
" hah... kamu serius Hubby ?"
"tentunya apa sih yang nggak buat istri tercintaku ini "
" makasih ya Hubby jadi makin sayang "
" sayang aja ? cintanya enggak nih ?"
__ADS_1
" emmmhh... Iya.. Iya itu juga "
Baik Shaka maupun Syaqina memang sangat jarang mengumbar kata cinta mereka lebih banyak mewujudkannya dengan tindakan bukan hanya sebuah ungkapan meskipun terkadang ungkapan itu sangat penting, namun kenyataannya seperti itu Shaka dan Syaqina yang awalnya menjalani pernikahan tanpa ada rasa cinta mungkin akan terasa canggung jika harus selalu mengucapkannya namun setiap apapun yang mereka lakukan adalah karena cinta dan untuk cinta diantara mereka.