
Setelah sampai di kos Rissa dan Syaqina pun segera turun dari dalam mobil, namun Aldo tidak ikut mampir ia masih ada urusan lain. Rissa dan Syaqina pun langsung membersihkan diri di kamar mandi bergantian.
kali ini Rissa menyuruh Syaqina lebih dulu, karena ia faham dengan kondisi sahabatnya saat ini ia pasti sangat lelah dan butuh untuk segera beristirahat. Dokter yang mereka temui tadi juga menyarankan bahwa ia harus banyak istirahat dan memperhatikan asupan nutrisinya agar bayinya cepat tumbuh dengan sehat. "
Tidak perlu menunggu waktu Syaqina pun keluar dari kamar mandi dengan wajah yang terlihat berseri dan bersih jadi terlihat lebih fress, Rissa pun tersenyum melihatnya
" sekarang kamu istirahat, nanti setelah mbk Anggi sudah pulang kita temui dia buat minta izin kalau kamu bakalan sewa kamar disebelah, kamu harus inget orang hamil itu nggak boleh stress karena itu berpengaruh sama si baby, dan satu lagi kalau kamu pingin apa - apa makan kamu harus bilang sama aku nggak boleh diem - diem"
"iya miss bawel, ya baiklah sekarang aku istirahat "
Syaqina pun segera merebahkan tubuhnya di atas kasur tanpa ranjang itu. sementara Rissa segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Meski sudah merebahkan tubuhnya dari beberapa menit yang lalu kedua mata Syaqina tetap saja tak mau terpejam, bahkan sudah membolak balikkan badanya mencari posisi ternyaman namun tak juga berhasil membuatnya ngantuk.
" kok masih belum tidur juga kenapa ? mikirin apa?"
suara Rissa yang telah keluar dari kamar mandi
" nthlah Ris rasanya penuh sekali otakku ini sampai over load "
"kan aku dah bilang Sya.. jagan stress dibawa santai saja nikmati prosesnya jangan dibuat terlalu rumit nikmati seperti jalannya air "
" tapi nggak mengalir sampai Jauh kan ?"
celetuk Syaqina membuat Rissa terkekeh
"korban iklan pipa loh kayaknya"
"sotoy.. loh "
__ADS_1
" tapi beneran deh Ris gue lagi bingung mikirin nasib kuliah gue ?, nggak mungkin gue ke Kampus pasti si Ba*****n kampret itu bakal bisa nemuin keberadaan gue, kalau harus cuti rasanya sayang dan itu nggak mungkin secara gue kuliah disana karena beasiswa"
"iya juga ya, pastilah Laki loe bakal nyariin keberadaan kamu , terus gimana dhonk ?"
"yach... malah balik nanya lagi "
"ya udah soal kuliah kamu kita pikirkan natal- nanti saja, sekarang yang terpenting kamu fikirin kondisi kesehatan kamu karna disini ada kehidupan yang harus kamu lindungi, sekarang kamu harus istirahat karena aku tahu dari tadi malam kamu udah kurang tidur "
Rissa memang tipe orang yang perhatian apalagi dengan kondisi sahabatnya saat ini, ia tak mau terjadi hal buruk pada sahabatnya itu.
" Sya aku keluar dulu ya mau beli makan siang kamu mau makan apa ?"
" apa saja lah Ris Soto Ayam kampung juga boleh "
" ok Aku pergi bentar "
Sementara Syaqina masih rebahan di atas tempat tidur perlahan tangannya mengelus perutnya yang masih Rata namun terlihat lebih padat
" nak... sayang maafkan Mommy ya karena tidak tahu harus bagaimana, kehadiranmu di rahim mommy tidak pernah mommy sangka, seharusnya mommy menjadi orang yang paling bahagia setelah mendapat kabar jika ada kamu yang sedang tumbuh. tapi justru mommy bingung harus bahagia atau sedih, maafkan Mommy yang masih meragukanmu ya nak , dia yang seharusnya orang paling bahagia saat tahu kamu tumbuh disini tapi dia sudah menyakiti hati mommy nak, karena dia mommy kehilangan Ayah yaitu kakek kamu nak"
Syaqina pun menyeka air matanya yang mulai berderai dengan telapak tangannya, tangannya terus mengelus perutnya sambil terus berbicara seolah janinnya bisa mengerti maksud ucapannya.
" Nak... tapi mommy sadar kamu tidak salah dan tidak mengerti apa -apa semua salahnya yang tak bisa jujur pada Mommy. mommy sadar tidak boleh egois apapun yang terjadi nanti kamu harus mommy jaga dan mommy lindungi, bantu mommy ya nak kita sama-sama berjuang dan saling menguatkan ya sayang "
Cukup lama Rissa baru kembali padahal biasanya nggak sampai 30 menit juga udah balik ke Kos kalau cuma membeli makan di warung makan depan perumahan ini, tapi kali Rissa hampir 1 jam baru kembali
"aku datang,... maaf ya Sya lama ya nunggu nya?"
" kok tumben lama banget, kamu beli makanya ke Jonggol dulu ya Riss ?"
__ADS_1
"sorry... tadi di tempat biasa nggak ada soto nya dah habis, jadi harus ke tempat kuliner yang di dekat taman kota itu makanya lama "
"hah.. serius kamu ? ngapain sih di bela - belain jauh gitu cuma buat beli soto saja "
"kan ini permintaan bumil, aku nggak mau ya nanti ponakanku ileran cuma gara - gara minta soto nggak kesampaian"
"masyaallah.. Riss nggak gitu juga kali, aku tuh nggak apa - apa nggak dapat soto juga nggak masalah, kamu tuh ya udah panas - panas gini sampe segitunya demi sebungkus soto "
" nggak apa - apa , setidaknya nanti Elo harus ingat kalau segitunya pengorbanan gue buat penuhi ngidam loe"
"eh.. aku nggak ngidam tahu, cuma kalau makan soto sepertinya enak, itu saja "
"ya udah sekarang buruan kita makan udah laper banget, awas saja kamu nggak ngabisin tuh Soto bisa ngambek 7 hari 7 malem gue "
"iya.. iya.. aunty bawel "
"bawel bawel juga ngangenin "
Merekapun akhirnya menikmati makan siang yang sudah telat karena jarum jam sudah hampir pukul 13.30 namun gegara sebungkus soto ayam kampung mereka tetep menikmati makannya sampai ludes tak tersisa. beberap saat setelah makan siang dan beberes merekapun tertidur pulas dan baru terbangun saat terdengar suara adzan Ashar yang berasal dari pengeras masjid perumahan itu.
Terimakasih untuk yang sudah setia mengikuti cerita ku, terimakasih tak terhingga juga untuk yang sudah mendukung semoga kita bisa saling menebar manfaat dan kebaikan.
jangan lupa
LIKE ❤
komentar
dan Vote nya..🙏🏻🙏🏻
__ADS_1