Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
91. Inilah perjuangan


__ADS_3

Shaka senantiasa mendampingi istrinya diruang bersalin menunggu proses melahirkan buah hati mereka disela - sela menunggu waktu pembukaan penuh mereka terus berbincang dan terkadang diselipkan candaan kecil meski banyak keharuannya


" sayang.. kamu jangan mikirin hal yang tidak penting ya fokus saja sama kelahiran buah cinta kita , dan nanti kamu boleh kok ngejambak rambut aku, mencakar bahkan mengigit aku asalkan itu bisa mengurangi rasa sakitmu "


" tapi... kalau seperti kejadian beberapa saat lalu bagaimana ? kalau ada yang menyebut suamiku dengan sebutan sa _yang ?"


jawab Syaqina dengan memberikan penekan pada kata ' sayang'


" sa_ sayang aku bisa jelaskan itu tapi bukan saat ini"


" kenapa ? sepertinya masih ada perasaan yang belum kelar "


ucapan Syaqina membuat Shaka terdiam seketika dan salah tingkah


" bu_ bukan begitu"


" lalu ?"


" ya.. baiklah biar aku jelaskan tapi kamu janji kamu nggak boleh marah sama aku, karena apapun yang kamu dengar nantinya itu hanya masa lalu dan tidak berarti apa - apa buatku, itu hanya sampah yang harus dibuang. saat ini dan selamanya kamu dan anak - anak kita nanti adalah masa depanku dan juga kehidupan ku , jadi kamu jangan sampai berpikir macam - macam "


Shaka tampak mewanti wanti istrinya untuk tidak salah mengerti jika ia cerita masa lalunya dengan perempuan yang ditemuinya beberapa jam yang lalu di pesta pernikahan kak Mahesa


" iya aku janji nggak mikir macam- macam "


Shaka pun mulai menceritakan semuanya tanpa terkecuali sehingga pada akhir karena akibat penghianatan wanita bernama Camila itulah yang akhirnya mempertemukannya dengan dirinya meski harus dengan awal yang begitu menyakitkan, namun itu sudah berlalu Syaqina kini sudah berdamai dengan kecewanya dan ia sudah mulai menerima kenyataan jika semua itu bukanlah kesengajaan melainkan jalan takdir , takdirnya yang juga berjodoh dengan seorang keturunan Darmawan Mahantara


Syaqina pun mulai merasakan kontraksi yang semakin menjadi dengan jeda waktu yang kian sedikit kontraksi semakin sering dan hal itu membuat Syaqina merasakan sakit yang luar biasa hingga ia merasakan ada sesuatu mirip cairan yang keluar dari areanya dan itu membuatnya panik hingga Shaka pun menekan tombol untuk memanggil dokter juga perawat yang segera datang dan dokter Clara pun segera memeriksa kondisi pasien


" baiklah Nona Syaqina pembukaan sudah penuh anda sudah siap untuk melahirkan, maka ikuti aba - aba dan intruksi saya ya "


Dokter Clara memberikan penjelasan dan juga arahan untuk Pasiennya tersebut. Shaka pun ikut menyimaknya dengan seksama


" hitungan ketiga kita mulai ya Nona anda harus mengejan "


Syaqina tidak menjawab kecuali hanya mengangguk karena saat ini ia sedang menahan sakit yang luar biasa hingga butiran keringat terus membasahi tubuhnya


" eeghhhhh... "

__ADS_1


" bagus sekali ayo Nona semangat "


namun belum ada hasil hingga setelah sepersekian menit ia kembali mengejan dan kali ini sudah ada perkembangan kepala bayi sudah terlihat


" ayo sayang... semangat kamu pasti bisa sebentar lagi bayi kita lahir "


Shaka pun mengambil peran meski tidak banyak setidaknya beberapa cengkeraman dan jambakan sudah bisa mewakili rasa sakit yang dirasakan istrinya, hingga ketiga kalinya Syaqina pun mengejan panjang


" eghhhhhhh.... ibu .. sakit , By.... sakit "


" iya sayang... kamu hebat kamu kuat ya "


hingga pada keempat kalinya terdengarlah suara tangisan bayi


" oeekk... oeekk "


tangisan bayi perempuan yang terlihat mungil itu kini memenuhi ruangan bersalin dan terdengar hingga keluar ruangan dimana disana sudah ada beberapa yang menunggu ada Papa Andi dan juga Mama Vina, Rega dan Rany, termasuk pengantin baru yang sepertinya terpaksa harus menunda malam pertamanya karena mereka kekeh ingin ikut menunggui kelahiran keponakan mereka, ada juga bang David suami kak Sherena karena kak Sherena tidak ikut berhubung ketiga krucils nya tidak mungkin ia tinggal dirumah sehingga dengan terpaksa ia tidak ikut.


" Pah... tangisan bayi itu apakah suara cucu kita ?"


" sepertinya begitu Mah "


kembali ke dalam Ruang bersalin


setelah bayi di potong plasentanya kemudian di bersihkan bayi perempuan yang mungil dan menggemaskan itu kini ditaruh menempel di dada ibunya dan bayi kecil itu tampak sedang sibuk mencari sumber makananya saat bibir mungilnya menemukan pu **ng ibunya


Syaqina pun tampak sangat bahagia rasa sakit dan lelahnya musnah begitu saja ketika melihat buah cintanya telah berhasil ia lahirkan dengan selamat dan sehat tanpa kurang satu apapun.


Sementara Shaka masih seakan tak percaya kini di usianya yang 24 tahun sudah mendapat gelar baru yaitu menjadi seorang Ayah , ia tampak sibuk menghapus airmata yang dia tahan sejak tadi awal proses persalinan, begitu bayinya lahir ia pun sujud syukur di atas lantai ruang bersalin dan segera menghujani wajah istrinya dengan ciuman dan terus berucap terimakasih untuk perjuangan hebatnya melahirkan putri kecilnya dengan selamat.


Shaka terus memegang tangan Istrinya dengan tatapan rasa sayang dan cinta yang besar untuknya saat dokter masih harus mengeluarkan Ari - ari dari dalam perut istrinya dan akhirnya berhasil


" Wah... anda hebat pintar sekali tidak ada robekan ataupun penambahan jalan untuk si baby jadi tidak perlu ada jahitan ya Nona, meski bayinya kurang sedikit beratnya hanya 28 ones dan panjangnya 50 cm tapi semuanya normal dan sehat, selamat ya Nona putri cantik kalian sudah terlahir dengan selamat keduanya sehat semoga menjadi anak yang Sholehah ya Nona dan Daddy Shaka selamat untuk gelar barunya "


Dokter Clara pun juga sangat bersyukur telah berhasil membantu proses melahirkan pasiennya dengan selamat.


" silahkan bayinya di adzankan dulu Tuan "

__ADS_1


seru salah satu dari perawat yang khusus menangani si baby , bayi mungil itu kini sudah selesai di dandani lengkap dengan bedongnya kemudian diletakkan dalam box khusus untuk memanaskan suhu bayi baru lahir.


Shaka pun tampak terharu bahkan bulir - bulir air matanya pun berjatuhan saat mengumandangkanadzan di telinga bayinya, bayi mungil itu tampak seolah menyimak dan mendengarkan suara merdu sang Daddy


Setelah semua selesai Syaqina pun siap dipindahkan ke ruang perawatan VVIP dan Shaka pun diminta keluar ruangan dan bisa menemui istrinya diruang perawatan nanti. Shaka keluar diikuti seorang perawat yang menggendong bayi mungil itu untuk di perlihatkan pada Opa dan Omanya juga para uncle dan onty di luar ruangan.


" Mah, Pah, semuanya terimakasih ya untuk support dan dukunganya Syaqina sudah melahirkan anakku dengan selamat "


semua yang ada di depan ruangan itu tersenyum bahagia dan juga lega, apalagi Mama Vina dan Papa Andi tampak begitu bahagia menimang cucu perempuanya meski ini bukan cucu pertama mereka namun tetap saja excited menyambutnyań.


" loh.. kok kak Esha dan Tiara ikut disini juga ?? terus malam pertama kalian gimana ? yaah... kena pending ya ?"


suara Shaka tampak heran sekaligus mengejek kakak keduanya yang gagal malam pertama


" Huhhh pasti sengaja kan Lo nyuruh anak kamu brojol di saat nggak tepat gini , ganggu kesenangan uncle sama uantinya"


" kok jadi nyalahin anak aku sih? "


" terus... bapaknya gitu yang harus disalahkan?"


" enak saja, nih kan baru jam 2 dini hari masih sempet kok ya setidaknya 2 / 3 ronde , udah buruan ajak kakak ipar pulang , besok kesini lagi kalau mau jumpa Syaqinanya nanti aku sampein kalau kalian datang juga "


" tapi kan aku pingin jumpa Syaqina sebentar lepas itu kita pulang "


pinta Tiara dengan tatapan memohon pada suaminya dan akhirnya merekapun masuk ke ruang perawatan menemui sahabatnya yang baru saja melahirkan. hingga pada pukul 02.30 dini hari mereka semua pamit kecuali Mama dan Shaka yang tinggal dan menunggui Di rumah sakit. dan menurut dokter Clara besok pasien sudah bisa pulang karena kondisi kesehatan Syaqina sudah normal tinggal menunggu pemulihan.


Visual Shaka saat meng adzani baby Girls nya



**Maaf ya masih banyak typo🙏🏻🙏🏻


gimana nih readers visualnya bikin gumus nggak ? gumus dhonk pastinya 😀**


jangan lupa like❤


komentar

__ADS_1


vote dan juga


hadiahnya🙏🏻🙏🏻🙏🏻


__ADS_2