Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
07. Ajakan makan siang


__ADS_3

Shaka masih terdiam mematung berusaha mencari solusi dan jalan keluar yang tepat untuk masalahnya saat ini, tak lama pikirannya tertuju pada Gadis yang sudah ia tinggalkan selama 4 hari ini tanpa kabar dan pemberitahuan. ia pun segera beranjak dari kursi kerjanya dan bergegas keluar kantor di parkiran sudah ada supir dan beberapa bodyguard yang siap melayaninya, namun kali ini ia justru ingin pergi sendiri, bahkan iya mengendarai mobil perusahaan yang standar untuk akomodasi karyawannya.


Shaka pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, karena sebenarnya iya masih sangat trauma dengan peristiwa malam itu yang sampai merenggut nyawa seseorang, ia melajukan mobil membelah jalanan ibu kota dan memasuki kompleks perumahan sederhana dan menghentikan mobilnya tepat di depan rumah kecil bercat putih yang terlihat sangat sepi meski sebenarnya hari masih siang karena jarum jam masih menunjuk angka 11.30. Shaka pun turun dari mobilnya dan menuju Teras kemudian mengetuk pintu beberapa kali namun tak ada jawaban dari penghuni Rumah


"kemana Syaqina apa mungkin dia sudah masuk kuliah?"


ucapnya lirih, setelah beberapa kali mencoba mengetok pintu tersebut namun tetap tak ada respon dari dalam sana Ia pun memutuskan untuk pergi dan mungkin akan kembali beberapa Saat lagi nanti. baru berjalan beberapa langkah menuju mobilnya Shaka melihat Seorang mengendarai motor matic menuju kearah rumah yang ia tuju saat ini.


"lhoo..itu bukanya gadis itu?"


gumamnya, ia pun mengurungkan langkahnya untuk meninggalkan rumah tersebut.


"tuan Shaka ?!"


Syaqina setegah kaget


"kok bisa ada disini anda mau apa?"


tanya Syaqina dengan sedikit was was jangan..jangan..


"Iya aku kesini mau nengokin kamu, gimana kabar mu setelah beberapa hari ini?"


"ah..alhamdulillah saya baik Tuan"


jawab Syaqina dengan penuh hormat, karena menurutnya Shaka adalah sosok yang luar biasa ia sudah menjadi malaikat penolong bagi ayah dan dirinya saat Ayahnya mengalami peristiwa naas itu.


" bolehkah kita berbincang di teras atau...?"


"oh iya,..silahkan maaf ya saya simpan motor saya dulu "


Shaka hanya menaikkan alisnya sebagai isyarat mempersilahkan


"silahkan duduk tuan, sya kedalam sebentar "


"baiklah "


Shaka tampak mengamati detail rumah ini meskipun sederhana tapi terlihat nyaman bersih dan terawat, di depan teras terdapat mini garden dengan beberapa bonsai yang sangat unik tertata rapi, dan beberapa bunga yang kini tengah naik daun. ada air mancur dengan ukuran mini dan sederhana dibawahnya terdapat kolam ikan kecil yang berisi beberapa ikan hias. Syaqina pun keluar membawa nampan berisi air minum


"maaf tuan dirumah cuma ada ini saja"


, ucapnya sambil meletakkan Segelas Lemon tea di meja depan Shaka duduk.


" boleh minta tolong ?"


tanya Shaka


"tolong apa ?"


"jangan panggil aku dengan sebutan tuan karena aku bukan majikan kamu, jadi panggil saja namaku Shaka"


"ta..tapi..."


"nggak ada tapi tapian, bukan kah kemaren kamu sudah memanggilku cukup nama saja dan asal kamu saya paling tidak suka di bantah! panggil gue Shaka, sepertinya umur kita juga tak jauh beda kok "

__ADS_1


"Iya deh..S ..Shaka "


"nah.. itu baru cakep "


"oh iya, kamu dari mana tadi ?"


"ke kampus "


"kamu kuliah ?"


Syaqina hanya mengangguk


"dimana ?"


"kampus Putra Bangsa"


"ambil jurusan apa?"


"management bisnis"


"kereennn kamu suka dunia bisnis ya.."


"hemm saya hanya sedang berusaha saja, siapa tahu dengan ambil jurusan itu nanti setelah lulus bisa mudah cari kerja, biar bisa wujudkan impian Ayah"


"semester berapa ?"


"empat"


"berati sekarang umur kamu 20 tahun dhonk ?"


"asal tebak saja "


"ohhh.."


"aku jalan 23 "


Syaqina mengernyitkan dahi dan tersenyum kecil


"nggak tanya "


"tapi aku kasih tahu, siapa tahu kamu malu mau tanyanya"


"apa sih, nggak penting juga"


"Btw... boleh minta tolong lagi ?"


"apa ?"


"temenin aku makan siang boleh kan ?"


"emmmhh... gimana ya.."


"kali ini kamu nggak boleh nolak"

__ADS_1


"ih..kok maksa.."


"biar saja, kamu kan punya hutang sama aku "


seketika wajah Syaqina berubah antara sedih dan mungkin juga khawatir


"Iya deh.. aku inget kok, kalau begitu tunggu sebentar ya aku ganti baju dulu "


"ok... kalau gitu kan enak "


Huhhh dasar anak sultan mentang-mentang gue berhutang banyak sama dia jadi semena-mena, lihat saja nanti kalau aku sudah bisa membayar hutangku tidak akan aku nurut gini saja sama dia


Syaqina mendengus dalam hati kemudian masuk kedalam rumah dan bersiap untuk mengikuti ajakan makan siang Shaka


setelah Beberapa saat Syaqina masuk ke dalam kamar, mencuci muka dan berganti pakaian dengan out fit yang santai celana berwarna cream dan atasan berwarna baby pink dengan jilbab senada dengan celananya.


"ayok kita berangkat "


serunya setelah sampai di depan pintu, dan seketika Shaka melongo, melihat gadis sederhana itu terlihat sangat cantik dengan make up natural


"ca...cantik.."


ucapnya tanpa sadar dan membuat Syaqina salah tingkah


"maksud aku ayok kita berangkat"


Setelah mengunci pintu merekapun berjalan menuju mobil yang terparkir di halaman rumah Syaqina.


"jangan lupa pakai safety beltnya "


suara Shaka dengan nada memerintah


"Iya udah tahu juga "


jawab Syaqina dengan datar cenderung cemberut


"eh... tapi kok beda mobil kamu ganti sepertinya bukan yang kemaren ?"


"kenapa ? terlalu biasa saja jadi kamu nggak suka nih ?"


"apaan sih orang cuma tanya juga "


Syaqina tampak semakin cemberut


"itu kemaren mobil punya boss ku, kamu nggak nyaman ya pakai mobil begini ?"


"hey... siapa bilang begitu ini tuh udah lebih dari cukup bagiku, hanya saja aku merasa aneh kemaren sepertinya mobil yang kamu gunakan mobil mewah dan sepertinya kamu dikawal bodyguard dan supir juga kok hari ini berbeda itu maksudku, bukan karna aku nggak suka atau nggak nyaman dengan mobilnya, untuk orang biasa sepertiku ini sudah jauh lebih dari kata mewah "


jelas Syaqina panjang lebar sepertinya dia takut jika Shaka akan melebeli dirinya dengan predikat cewek matre sehingga ia harus meluruskannya. sementara Shaka justru berniat mengetes kepribadian Syaqina sebenarnya bagaiman jika ia berpenampilan alaa orang biasa seperti ini dengan kemeja biasa dan mobil perusahaan tentunya tanpa bodyguard


"itu semua fasilitas punya bos ku kebetulan waktu itu aku sedang bekerja"


"jadi begitu... baguslah aku nggak perlu was was kalau harus jalan dengan kamu aku pikir kamu anak sultan bikin aku gemetaran saja "

__ADS_1


" ok.. baiklah sekarang kita berangkat udah lapar banget nih "


Shaka melajukan mobilnya dengan kecepatan standar dan menuju tempat yang ia sudah booking sebelumnya.


__ADS_2