
" Ayo pak Pras, jeng Susan diminum teh jasminenya sama sekalian di icip kue buatan saya "
Mama Vina mempersilahkan kedua tamunya untuk menikmati suguhan yang barusan disajikan oleh Bik Sumi
" iya Ayo silahkan diminum dulu Pak Pras sambil kita ngobrol "
Papi Andi pun turut mempersilahkan
" tenang Tuan Nyonya pasti kami minum Kok, hanya saja saya dan istri saya ingin menyampaikan maksud kedatangan kami kesini, selain untuk bersilaturahmi dan mengucapkan terimakasih karena telah memulihkan perusahaaan saya dengan kembali menanamkan saham di perusahaan kami, ada hal lain yang lebih penting untuk kami sampaikan "
" untuk persoalan perusahaan itu tidak maslah Pak, karena memang sedikit banyak perusahaan saya harus bertanggung jawab karena tindakan Shaka yang mengedepankan emosi hingga berakibat fatal terhadap perusahaan Anda "
" saya pribadi sangat mengerti akan hal itu Tuan, semua karena ulah anak kami Camila yang memang sudah sangat keterlaluan, dan wajar jika Shaka berbuat seperti itu untuk membuatnya jera "
" Ayo jangan ngobrol saja itu kue jangan di anggurin loh pak, jeng "
Mama Vina memang tuan rumah yang sangat ramah dan sangat hangat, meskipun sebelumnya mereka tak sedekat dan seakan sekarang ini dengan keluarga Prasetyo meskipun dulu mereka sempat akan melakukan perjodohan bisnis untuk Shaka dan Chamila.
" iya Jeng ini juga kami sambil ngemil kok, dan... kue nya sangat enak dan lezat sekali , ternyata setelah pensiun dari Butik Jeng tetep bisa berkarya ya "
" aduh Jeng Susan bisa saja, ini hanya iseng saja kebetulan suami dan anak - anak memang lebih suka kue bikinan Mamanya, apalagi si kecil Queen kalau udah minta di bikinin cake bisa satu loyang dia sendiri yang habiskan "
" saya jadi iri sama Jeng bisa menikmati masa tua dengan bersantai kumpul dengan anak cucu, beda jauh dengan saya anak saya entah kapan itu mau berumah tangga sekarang malah menetap di Singapura "
" sabar Jeng.. Nanti juga tiba kok saatnya masa itu datang, lagipula Chamila kan masih cukup muda biarkan berkarier dulu lah Jeng"
Mereka pun saling bercengkrama sambil menikmati coffe time dan tea time
" Tuan Andi dan Nyonya Vina sekarang saya dan istri saya langsung pada inti maksud kedatangan kami kesini selain untuk bersilaturahmi dan mengucapkan terimakasih, ada hal lain yang jauh lebih penting untuk kami sampaikan pada Anda berdua "
Pak Pras pun menyela pembicaraan santai mereka
" oh iya, soal apa itu pak Pras ? kok saya jadi penasaran ini "
seloroh Papa Andi sabil menyandarkan punggungnya pada sofa agar lebih rileks
" ini soal masa lalu istri saya dimana secara tidak langsung saya juga ikut andil di dalamnya "
" soal Apa itu Jeng kok saya jadi deg degan"
" Biar Mami yang ceritakan Pi "
Pak Pras pun mengangguk menyetujui ucapan istrinya
__ADS_1
" saya minta maaf sebelumnya jika nantinya pengakuan saya membuat Anda bingung dan juga akan membenci saya "
" Jeng sebenarnya ini soal apa ? apa ini berkaitan dengan masa lalu anak saya Shaka dengan Chamila yang kami tidak ketahui ?"
" bukan sama sekali Jeng. tapi ini masalah Syaqina menantu jeng Vina "
" soal Syaqina?! ada apa dengan menantu kami Jeng ?"
" hahhh..."
terlihat Bu Susan menarik nafas yang terdengar berat kemudian dilepaskan begitu saja dengan perlahan
" sebenarnya ibu kandung Syaqina itu masih ada dan.... orang itu adalah saya "
" apa ??!! "
papa Andi dan Mama Vina menjerit hampir bersamaan setelah mendengar perkataan Bu Susan
"i- iya dan saya adalah ibu kandung yang tak punya hati itu yang tega meninggalkan anaknya yang masih berusia 5 tahun bahkan belum genap saya tinggalkan di dalam rumah sendiri "
kali ini bu Susan sudah tampak.berurai airmata dan terisak menangis
" saya benar - benar menyesal telah menjadi ibu yang buruk untuk anak - anak saya, tapi apa boleh buat semua sudah terlanjur terjadi "
" Jadi saat itu saya dan istri saya yang memiliki hubungan masa lalu karena Susan adalah pacar saya ketika kami kuliah dan saya juga bukanlah lelaki yang baik karena saya pernah meninggalkan Susan ketika dia sedang mengandung anak saya hingga pada akhirnya ada lelaki baik yang menikahinya menutupi aibnya hingga pada akhirnya anak saya tidak bisa terselamatkan dan lahirlah Syaqina kemudian beberapa tahun kami pun bertemu kembali dan saya dengan tidak tahu malunya menawarkan hubungan yang belum sepenuhnya usai dan setelah istri saya meninggal Susan kembali mengandung anakku dan saat itu Chamila terlahir dengan akta sebagai anak Susan Dengan Damiri padahal saya adalah ayah biologisnya hingga pada akhirnya Susan pun pergi meninggalkan suami dan anak pertamanya dengan suaminya dan membawa Chamila untuk menjalani kehidupan dengan saya dan kami pun akhirnya tinggal di Singapura selama beberapa Tahun dengan identitas baru terutama Susan dan Chamila "
" Astaqfirullah, jadi ini benar - benar nyata ?"
Mama Vina masih belum sepenuhnya yakin atas apa yang ia dengar
" iya Jeng seburuk apapun kenyataanya saya adalah ibu kandung Syaqina "
" Bohong !! itu tidak mungkin "
tiba - tiba suara itu muncul dari depan pintu ruang tamu, dan semua orang berkesiap mendapati siapa pemilik suara itu
" Syaqina?!!"
mereka berucap hampir bersamaan
" Tolong anda jelaskan kalau apa yang saya dengar itu tadi tidak benar, itu hanya bohong, dan mungkin saya salah dengar "
" ma.. maaf Nak tapi ibu memang ibu kandungmu "
__ADS_1
bu Susan tampak gemetaran dengan keringat dingin mengucur di tubuhnya, kekhawatirannya dan ketakutannya jika Syaqina tahu maka akan membuatnya dibenci itu hampir pasti
" tidak.. Itu tidak mungkin ibu saya sudah meninggal sejak hari itu dia meninggalkan saya jadi saya harap anda berhenti mengada - ada "
" tidak nak, ibu jujur ibu tidak bohong kamu memang anak kandungku"
" saya tidak percaya dengan lelucon ini "
kemudian ia berlari menuju kamar nya di lantai dua, hingga ia pun lupa akan kondisinya yang kini tengah mengandung anak keduanya dan janin itu berusia 10 minggu
" Sayang... jangan lari seperti itu hey.. "
teriak Shaka yang baru saja masuk ke dalam rumah karena tadi ia harus kembali ke mobil untuk mengambil rambutan yang sempat tertinggal di jog tengah
Belum lagi tertutup mulut Shaka sudah terdengar suara jeritan dan suara benda terjatuh dari tangga
" aaakhh.... "
Brughhhhh
" Sayang! "
Shaka pun berlari dan membuang rambutan itu begitu saja setelah dari kejauhan tubuh ramping itu terguling - guling menuruni setiap anak tangga hingga baru berhenti di lantai dasar, darah pun keluar dari hidung dan juga pangkal paha Syaqina, semua orang histeris dengan insiden tersebut dan segera bergerak menghambur ke arah tangga
" Mang Udin tolong siapakan mobil "
" Sayang kamu tenang kamu sabar kita kerumah sakit kamu harus kuat "
dibopongnya tubuh lemah itu dengan tanpa perdulikan sekitar karena Shaka terkaya sangat khawatir dan panik dengan kondisi istrinya
" sa... sakit "
suara Syaqina merintih dengan mata terpejam hingga kesadarannya menghilang
" Sayang.. kamu harus kuat tolong kamu harus kuat demi anak kita tolong "
Suasana begitu kacau, tegang dan juga histeris Mama Vina sudah tak dapat lagi berkata - kata selain hanya menangis dan bingung, kemudian dipapah oleh papa Andi untuk mengikuti Shaka kerumah sakit. hal yang sama juga terjadi pada Susan bahkan saat ini wanita paruh baya itu sudah seperti mayat hidup. tubuhnya kaku, dan bibirnya gemetaran dengan sigap pak Pras membimbing langkahnya menuju mobil dimana seorang supir sudah menunggunya disana.
Maaf ya READERS tadi tuh sebenarnya episode 32 sudah selesai tapi nggak tahunya tanpa sengaja kehapus😭😭 jadi harus ketik ulang lagi.
mohon dukungannya untuk tetap memberikan like, komentar , dan juga jadikan favorit kamu , jangan lupa juga vote dan hadiahnya
matur thank you🙏🏻🙏🏻
__ADS_1