Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
103. Bertemu lagi


__ADS_3

Setelah semua yang diinginkan Shaka telah terbeli Shaka pun mengajak Istrinya untuk makan siang di sekitaran Mall itu juga.


mereka pun langsung menuju ke food court area yang berada di lantai 3 Mall tersebut setelah memesan makanan yang di inginkan merekapun menunggu beberapa saat, sambil menunggu pesanan datang Shaka tampak asyik bercanda dengan putri kesayangannya yang kini tampak menikmati keahlian barunya dengan main ci lu ba. Shaka pun sangat antusias bermain ci lu ba karena baby girl montok itu tak henti hentinya tertawa sampai terkekeh - kekeh membuat wajah bulat pipi pow itu memerah karena terlalu banyak tertawa.


visual baby Queen



"By.. aku ke toilet sebentar ya, tolong titip Queen "


" iya Sayang ..tenang saja ini juga anaknya lagi tertawa riang begini "


Syaqina pun berdiri dan beranjak dari tempat duduk mereka menuju toilet yang ada di pojok belakang Restaurant itu. Setelah beberapa menit Syaqina pun selesai dengan urusan toilet dan segera kembali ke meja nya pasti makanan yang mereka pesan sudah datang dan ia tak mau jika Shaka menunggunya lama.


Saat sudah berada di dekat meja yang Shaka tempatiseseorang tiba - tiba memanggilnya


" Syaqina "


" loh... Nyonya ? anda berada disini ?"


tanpa disangka perempuan paruh baya itu langsung memeluk Syaqina begitu saja hingga membuat Syaqina tercengang dan bingung, pasalnya ini pertemuan kedua Mereka dan mereka belum kenal dekat bahkan jika diingat mereka tidak saling berkenalan waktu itu. tapi entah kenapa perempuan itu langsung memeluk Syaqina meski ragu akhirnya Syaqina pun membalas pelukan itu dan tanpa ia pungkiri Syaqina merasa nyaman dan tenang dalam pelukannya tiba - tiba perasaan aneh pun muncul itu semacam rasa rindu terhadap sosok wanita yang selalu ia rindukan meski mungkin itu tak mungkin ia temukan


Shaka yang melihat beberapa jengkal dari posisi duduknya merasa heran dengan apa yang ia saksikan barusan. Istrinya berpelukan dengan perempuan yang tak lain adalah ibu dari mantan pacarnya


Wanita tersebut akhirnya menyadari tindakannya yang bisa dibilang aneh, ia pun segera mengurai pelukanya dari tubuh ramping Syaqina


" maaf... maafkan saya Nak "


ucapnya gugup karena merasa tidak enak dengan Syaqina


" tidak apa kok Nyonya "

__ADS_1


" maaf ya, Tante jadi reflek peluk kamu habisnya Tante sangat merindukan anak Sulung tante yang hampir 18 tahun tidak bertemu, dan ketika bertemu dengan kamu entah kenapa ingatan Tante akan putri tante kembali berputar mungkin saat ini dia juga se usia kamu "


" oh.. gitu ya Nyonya "


" bolehkah kamu panggil dengan Tante atau ibu juga boleh tidak usah Nyonya terlalu kaku kesannya "


" baiklah saya akan panggil Anda ibu saja, karena kebetulan saya sudah tidak memiliki seorang ibu sejak usia saya lima tahun"


" terimakasih ya Nak kamu mau memanggil Ibu, hati saya rasanya bahagia sekali mendengarnya "


" baiklah, kalau begitu saya permisi dulu ya bu Suami dan anak saya sudah menunggu"


" oh iya baiklah nak , silahkan kasian nanti jika Suami kamu terlalu lama menunggu "


Syaqina pun segera berlalu dari meja itu dan berselang dua meja adalah meja dirinya dan Shaka


" By.. maaf ya lama "


" iya gak masalah Sayang, oh iya kenapa tadi tiba - tiba kamu berpelukan dengan Tante Susan apa kalian sudah kenal dekat ?"


" jadi ibu tadi itu bu Susan namanya ?"


" oh.. aku ingat sekarang ibu itu kan Mommy nya mantan kamu itu kan By , yang waktu resepsi pernikahan Kak Mahes ibu itu nyaris pingsan dan perempuan yang ternyata mantan pacar kamu ngamuk - ngamuk sama aku waktu tanpa sengaja kami bertabrakan dan bajunya terkena tumpahan minumannya sendiri "


" udah ya, nggak usah di bahas lagi, dan satu hal yang harus kamu tahu kamu jangan terlalu dekat dengan Tante Susan "


" kenapa memangnya, ibu itu kasian lo By.. dia sangat rindu dengan anak Sulungnya yang terpisah sejak 18 tahun lalu, dan beliau bilang aku mirip dengan anaknya itu "


" apapun alasanya kamu harus menurut dan menjaga jarak dengannya, paham !"


Entah kenapa Shaka terlihat serius dengan ucapannya barusan dan itu membuat Syaqina merasa seperti ada yang beda

__ADS_1


" Ya sudah sekarang kita makan dulu, nanti makananya dingin "


Merekapun menikmati makan siang mereka hingga habis dan setelahnya merekapun pulang kerumah.


Sementara di sisi lain wanita paruh baya tadi tampak tidak menikmati makan siangnya, bahkan ia hanya mengaduk aduk makanya tanpa memakannya


" kamu kenapa sih Mih ? kok makananya nggak dimakan cuma di acak - acak seperti itu ?"


Suara laki - laki yang tak lain adalah suami perempuan tersebut


" eh.. ini Pi tiba - tiba Mami nggak selera makan "


" kok gitu, tadi Mami yang pilih tempatnya katanya disini enak makananya ,kok sekarang Mami bilang jadi nggak selera ?"


" maksud Mami badan Mami yang menjadi nggak enak tiba - tiba Pih "


" jadi Mami sakit ? ya Sudah kita pulang saja sekarang "


" iya Pih, tapi habiskan dulu makananya setelah itu kita pulang "


Wajar saja karena saat kejadian tadi suaminya sedang berada di toilet makanya tidak tahu menahu kenapa istrinya tiba - tiba tidak selera makan


# Bu Susan POV


Sejak pertemuan ku denganya di pesta waktu itu aku merasa seperti tidak asing dengan wajah itu, hatiku juga seperti telah lama mengenalnya meski baru kali pertama kami bertemu, Wajah itu mengingatkanku pada sosok pria dimasa laluku, Pria yang menjadi suami pertama ku meski aku tidak pernah mencintainya karena dia tak bisa memberikan kebahagiaan padaku. meskipun dia adalah suami dan Ayah yang baik, serta bertanggung jawab dan aku tahu dia lelaki yang setia dan mencintaiku dengan tulus namun semua itu tak mampu meluluhkan hatiku begitu saja. nyatanya 6 tahun kami hidup sebagai suami istri bahkan aku sudah melahirkan putri kecil yang sangat cantik. Namun hatiku masih tetap belum bisa menerimanya.


Hingga pada akhirnya malam itu aku pergi meninggalkannya dan juga putri kecilku yang saat itu berusia 5 tahun. Dan malam ini pertemuanku dengan perempuan itu seolah mengingatkanku pada sosok kecil yang telah aku tinggalkan 18 tahun yang lalu.


Dan alangkah terkejutnya aku saat aku tahu namanya sama persis dengan nama putri kecilku, Wajahnya begitu mirip dengan lelaki itu dan ternyata perempuan hamil yang tadi aku temui tanpa sengaja di pesta itu adalah istri dari Shaka Ibrani Darmawan Mahantara yang tak lain adalah mantan kekasih anakku Chamila.


Dan hari ini setelah beberapa bulan pertemuan itu aku kembali bertemu dengannya jujur aku sangat merindukan putri kecil ku yang dulu aku tinggalkan , ingin sekali aku datang dan mengakui jika aku adalah ibunya namun aku tidak memiliki keberanian yang cukup, aku takut jika dia menolakku dan aku tak ingin sakit hati karena penolakannya.

__ADS_1


Aku ingin dekat denganya meski tanpa tahu bahwa aku ibu yang sudah melahirkanaya namun itu akan sulit karena hubungan antara Dia dan Shaka dan juga Chamila.


__ADS_2