
Sore ini tepat setelah Ashar Syaqina telah diperbolehkan pulang dari Rumahsakit setelah dua minggu berada di tempat tersebut. Rona bahagia terpancar jelas di wajah ayu wanita yang kini telah bergelar sebagai ibu dari dua anak itu. Meskipun kini tampak dinaungi kebahagiaan yang nyaris sempurna namun jika di kulik jauh pada masa yang terlewat semua itu tak semudah yang terbayangkan saat ini.
Bagaimana tidak Syaqina Azzahra hanyalah seorang gadis biasa dari keluarga sederhana, namun nasib Allah membawanya pada keluarga kaya raya dan menerimanya dengan tulus memberikan kasih sayang dan cinta dari sebuah keluarga utuh.
Tak henti - hentinya ia selalu merasa bersyukur jika nasib baiknya kini mampu membawanya pada kehidupan yang bahagia. Meskipun pada awalnya harus merasakan sakit kehilangan, merasa dipermainkan, namun semua itu kini terbayar dengan ketulusan serta kasih sayang dari keluarga.
" sayang.. Gimana perasaan kamu sekarang ? Jauh lebih baik ?"
Tanya Shaka memecah kesunyian di dalam mobil,
" tentu dhonk Mas.. Aku bersyukur sekali Allah masih memberiku kesempatan untuk bersama kalian lagi, kalau saja aku nggak membuka mata kembali gimana ya mas ?"
" astaqfirullah.. Kamu ngomong apa sig Yang, kamu tuh pasti baik - baik saja memangnya kamu tega lihat suami ganteng kamu ini jadi Duda dua anak ?"
Shaka tampak menggoda istrinya dan mengedikan kedua alisnya sambil membawa istrinya ke dalam pelukanya
" ih.. Mas bilang saja kamu suka jadi duda keren terus dikerubutin janda - janda centil "
" hahaa... Kamu pasti cemburu dari akhirat sana ya Yang kalau itu terjadi "
__ADS_1
Shaka pun semakin menjadi menggoda istrinya dan Syaqina pun tampak memberengutkan bibir mungilnya yang kini masih polos tanpa polesan lipstik
" jadi udah ngarep dan berkhayal kalau seandainya aku nggak ada kamu bakal jadi rebutan janda - janda ataupun kaum Valakkor ya "
" ya bukan gitu Yang... Nggak mungkinlah aku berpikir kayak gitu sedangkan aku saja kamu koma 14 hari saja udah nggak tahu harus bagaimana menjalani hariku, bahkan aku sempat frustasi dengan keadaan kamu , kamu tahu Yang aku benar - benar takut kehulangan kamu saat itu, bagaimana bisa aku melanjutkan hidup dengan kedua anak kita yang masih kecil - kecil "
Mata Shaka tampak berkaca - kaca menaharan haru
" maafin aku ya Mas karena aku ternyata nggak sekuat itu saat melahirkan buah hati kita, padahal kamu pinginya aku melahirkan banyak anak biar nanti saat kit menua kita nggak akan kesepian dan kita bisa bermain dengan anak cucu kita yang ramai "
" Sayang... Dengerin ya aku nggak mau lagi melihat kamu menderita seperti itu hanya karena untuk memberikan apa yang aku inginkan cukup dua anak kita bagiku sudah sangat cukup membuat kita bahagia, aku nggak akan lagi memintamu melahirkan anak lagi. Cukup dua kali aku membahayakan nyawamu demi untuk mewujudkan kebahagiaanku. Sekarang yang terpenting adalah membesarkan anak - anak kita dengan baik , memenuhi tumbuh kembangnya dengan kasih sayang kita "
" kamu tu beneran takut kehilangan aku atau takut setelah aku tinggalkan nggak ada yang merawat anak - anak kita sih Mas ?"
Shaka tampak terbelalak mendengar pertanyaan istrinya hingga terlihat airmukanya berubah menegang
" kok kamu tanyanya gitu sih sayang.. Tentu saja aku takut kehilangan kamu dan aku pasti nggak akan sanggup menjalani semua ini sendiri. Aku bahkan sudah tak karuan saat kamu koma kemaren apalagi saat mendengar rengekan Queen yang selalu menayakan Bunda nama Daddy ? Kenapa Bunda belum bangun?, dan lebih menyiksa lagi setiap kali melihat bayi kita yang baru lahir namun belum bisa bertemu dengan sosok malaikat yang sudah memperjuangkanya terlahir kedunia Hati ini sakit, hancur, takut jika kamu benar - benar pergi meninggalkan kami Sayang"
Shaka menghela nafasnya dengan mata yang masih berkaca - kaca dengan tangan sebelah kiri mengenggam jemari Syaqina penuh kasih kemudian membawanya dalam wajahnya dan menciumi jemari lentik itu
__ADS_1
" please.. Jangan buat aku merasa ketakutan sperti itu lagi ya sayang. Jujur saja selama kamu belum sadar aku selalu dipenuhi pemikiran buruk dan prasangka yang tak baik terhadapmu dan juga Allah. Aku merasa marah mengapa lagi dan lagi aku di uji kesabaranku dengan perihal anak, dulu kita sempat kehilangan calon buah hati kita hingga kita harus berjuang lagi untuk mendapatkan kepercayaan itu lagi, namun mengapa masih di uji lagi saat melahirkanya dengan nyaris memisahkan kita. Aku merasa saat itu duniaku sudah nyaris hancur dan aku merasa frustasi "
" maaf Mas.. Aku nggak bermaksud membuat kamu jadi seperti ini pertanyaan aku tadi hanya bercanda aku tahu dan aku percaya dengan ketulusanmu dan juga rasa cinta kamu yang sangat besar untukku dan juga untuk anak - anak kita, aku percaya kok Mas, maaf ya semua itu kan terjadi diluar kuasaku, mungkin benar aku yang payah baru berjuang melahirkan begitu saja sudah lemah "
" udah ya.. Kita jangan lagi bahas yang swdih - sedih begini sekarang yang terpenting kamu sudah kèmbali dengan kondisi sehat dan baik - baik saja itu yang terpenting. Karena aku hanya mau itu agar kita bisa mewujudkan mimpi - mimpi dan juga harapan kita akan masa depan dengan merawat, membesarkan anak - anak kita dengan baik, membahagiakan kamu dan anak - anak itu adalah pencapaian terbesarku melebihi saat aku memenangkan tender mega proyek sekalipun. bahkan tidak ada bandinganya dengan hal apapun. I love you istriku , sholehahku, wanita terbaikku, wanita sederhanaku namun memiliki cinta dan kebaikan hati yang luar biasa. Kamulah hidupku, duniaku bahkan nafasku. Jangan pernah kamu berani membuatku merasa takut kehilanganmu seperti kemaren dan aku tidak akan mengampuni itu jika kamu berani membuatku tak karuan sperti itu "
Syaqina terdiam dengan sepasang mata yang berkaca - kaca bahkan kini bulir - bulir crystal itu sudah menganak sungai menuruni pipi kemerahanya yang kini masih terlihat polos tanpa saapuan bedak dan make up
"maaf Mas, jika itu yang kamu mau sampai kapan pun aku akan selalu patuh dengan perintahmu aku tidak akan pernah mau pergi menjauh apalagi sampai meninggalkan kamu dan anak - anak kita, kecuali atas kehendak Allah bahkan jika itu terjadi maka aku akan meminta pada Allah terlebih dahulu untuk meohon kemurahanya agar aku bisa tetap bersama ddnganmu dan keluarga kecil kita sampai kita menua bersama, agar aku bisa melihat anak - anak kita tumbuh dannmenjadi dewasa, dan aku juga akan membuktikan apa jika nanyi kita sudah menua, saat kecantikan telah memudar berganti dengan kerutan - kerutan di wajah ini kamu masih akan berkata I love you dan masih akan mengatakan aku lah wanita tercantik itu "
" Sayang... Kenapa kamu jadi menggemaskan begini sih.. Bikin aku gregetan , dannrasanya nggak sabar lagi pingin melepas rindu "
" apa sih Mas, nggak inget aku baru saja sembuh fan aku masih dalam masa nifas, dan... Yang terpenting aku belum memakai portal jadi jangan coba - coba untuk nekad kalau tak mau kamu menjadi yang ke empat "
" huffft.. Nasib - nasib harus puasa lebih lama lagi dhonk kalau gitu ?"
Wajah dramatis Shaka pun kini berubah sendu meskipun Syaqina tahu suaaminya akan sangat mengerti keadaanya saat ini tapi mengoda suaminya adalah hal yang menyenangkan saat ini
Hay...breaders tersayangku.. Maaf ya Author kelamaan semedinya dan nggak up maklum banyak kesibukan di dunia nyata akhirnya dunia perhaluan di kesampingkan sebentar. Terimakasih untuk yang masih setia mengikuti certa ini , terimakasih untuk like dan juga komentarnya. Semoga kita diberi kesehatan dan kemudahan selalu🙏🏻🙏🏻😍
__ADS_1