Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
98. Orang tua Baru


__ADS_3

Jarum jam di Kamar Shaka dan Syaqina sudah menunjuk di angka 01.00 namun keduanya masih terjaga, baby Queen masih tampak asyik menyusu dalam buaian Mommy nya, bahkan Bayi kecil berusia satu minggu itu terlihat enggan ditidurkan dalam box bayi nya yang sangat nyaman dan empuk tentu saja box bayi dengan harga yang cukup funtastic yaitu mencapai 50 juta, Namun sepertinya tidak begitu pada Bayi kecil itu ia lebih nyaman berada dalam dekapan Mommy nya terlihat jika di gendong atau di bangku ia tertidur pulas namun ketika di Tidur Kan di dalam Box langsung menangis


" Sayang.. kamu pasti lelah sekali ini udah larut tapi kamu belum tidur bahkan dari siang kamu sudah mengurus Bayi kita sendirian, kayaknya kamu harus nurut deh buat pakai jasa baby sister buat bantuin kamu :


" By... aku nggak apa apa kok, seperti ini hal yang wajar dialami Bayi karena dia masih penyesuaian dengan lingkungan barunya "


" tapi aku nggak tega lihatnya, kamu juga belum pulih benar, wajah kamu saja masih pucat , kamu tuh masih butuh istirahat yang cukup "


" By..Nggak usah khawatir gitu kenapa sih, aku baik - baik saja "


" kalau saja Mama nggak ada kepentingan mendadak harus menemani Papa buat pertemuan penting dengan Rekan Bisnisnya di luar kota pasti kamu nggak akan serepot ini "


Setelah acara Aqiqah Baby Queen memang Shaka dan Syaqina pun pulang kerumah mereka sendiri, karena kebetulan bersamaan dengan ini Mahesa dan Tiara pergi honey moon kak Sherena dan suami serta anaknya mendadak harus kembali ke Paris karena mertuanya sakit, dan Pagi tadi Mama Vina dan Papa Andi juga harus pergi ke Batam untuk menghadiri pertemuan para pembisnis hebat Seluruh Asia, Dan Shaka juga harus mengurus pekerjaan kantor selama Mahesa dan Papa tidak ada di sini.


" Sayang, sini Queen biar aku gendong kamu tidur dulu ya nanti kita gantian :


" kamu serius By, ? tapi kan besok kamu juga harus kerja kamu juga pasti capek sekarang ini "


" Udah, nurut saja sama kata Suami, kan ini anak kita buatnya saja berdua ngejar dan merawatnya juga harus berdua dhonk "


Seketika Syaqina merasa terharu dengan ucapan suaminya itu tak berapa Lama keduanya terkekeh , sambil menyerahkan baby Queen ke tangan Daddy nya dan Syaqina pun segera kembali membaringkan tubuhnya di kasur untuk memejamkan sepasang matanya yang sudah sangat lengket karena kantuknya.


Tak berapa lama baby Queen pun terlelap dalam gendongan Daddy nya dan dengan hati - hati Shaka pun menidurkan putri kecilnya di kasur yang sama dengan dirinya dan Syaqina dan benar saja itu berhasil baby Queen tampak anteng dan tidur denga pulas.


Shaka mendekatkan wajahnya ke wajah mungil putrinya dipandangnya lekat wajah bayi mungil itu, ada rasa bahagia dan Bangga pada diri Shaka hingga ia pun tersenyum haru bahkan tanpa ia sadari bulir - bulir bening itu lolos dari matanya


" sungguh cantik kamu nak, Daddy sangat bersyukur mendapatkan anugerah ini, semoga kelak kamu tumbuh menjadi anak yang baik, sholehah, dan jadilah wanita yang kuat seperti Mommy mu , Daddy sangat bangga dan bersyukur memiliki kalian berdua "


Shaka pun mengecup pipi mungil yang masih memerah itu, dan ikut merebahkan diri disebelah buah hatinya, hingga mereka bersama - sama menuju alam mimpi.



Pagi pun menjemput , Syaqina terlebih dulu terbangun terusik oleh bunyi alarm di handphone nya, ia pun merasakan tubuhnya lebih segar meski hanya tidur beberapa jam saja, mungkin karena ia sangat pulas karena Baby Queen pun tak terusik tidurnya.


Syaqina tersenyum bahagia melihat pemandangan yang sangat indah itu tampak.suaminya masih tertidur sambil memeluk putri kecil mereka dan keduanya masih sangat nyaman dan pulas.

__ADS_1


Diulurkanya tangan itu untuk mengusap kepala Shaka dan memberikan sebuah kecupan di kening lelakinya, Shaka pun terusik dan mengerjapkan sepasang netranya


" hum, udah pagi ya Sayang "


suara serak khas orang bangun tidur


" iya, bangun By sholat subuh dulu udah jam 05.00 "


" morning kiss dulu dhonk "


" kan tadi udah "


" itu tadi cuma sebuah kecupan sayang bukan morning kiss"


" kok manja gini sih lupa ya kalau udah jadi seorang Bapak sekarang ?"


" Sayang, kamu janji ya bakal adil membagi kasih sayang , perhatian juga waktunya buat baby Queen dan aku "


" hey... ada apa dengan Anda Bapak Shaka Ibrani Darmawan Mahantara kenapa ucapan Anda terdengar seperti seorang yang sedang cemburu dengan bayinya ?"


"bahkan beberapa hari ini aku sudah sangat merindukan mu"


" siapa bilang aku baik - baik saja bahkan aku sudah hampir gila dibuatmu "


" baiklah tidak ada cara lain untuk membuatmu cepat.bangun dan segera melaksanakan kewajibanmu "


Syaqina pun segera mendekatkan wajahnya pada wajah tampan itu dan tanpa aba aba segera men**** bahkan me**** bibir Shaka hingga beberapa menit lamanya sampai keduanya nyaris kehabisan pasokan oksigen


" akhh... Sayang kenapa setelah melahirkan dan menjadi ibu kamu jadi seganas ini sih, kamu harus bertanggung jawab jika sampai yang sedang bersemedi di bawah ini terusik "


" hehee... selamat menikmati puasa panjang ya pak "


Syaqina malah semakin meledek suaminya yang saat ini masih mengharapkan penguat sistem imunnya ditambah lagi.


" By... buruan sholat dulu, bucinya dilanjut lagi entar "

__ADS_1


Shaka pun menuruti perkataan istrinya dan segera pergi ke Kamar mandi untuk membersihkan diri dan segera sholat subuh meski waktu sudah menunjuk pada angka 05.20 menit.


Syaqina pun beranjak ke kamar mandi 30 puluh menit kemudian ia pun sudah cantik menggunakan gamis rumahannya, meski wajah pucat khas orang habis melahirkan masih terlihat jelas hal itu sangat wajar karena baru 9 hari pasca melahirkan.


Tampak Shaka yang tengah menimang putri kecilnya yang sudah bangun saat Syaqina berada di dalam kamar mandi tadi.


" lho.. cantiknya Bunda udah bangun ya ?"


" iya nih sepertinya dia pingin digendong Daddy nya sebelum ditinggal kerja "


" ya udah By, sini Queen sama Bunda dulu ya Daddy mau kerja sayang "


" kok jadi bunda sih panggilnya sayang ?"


" nggak apa By, kalau panggil Bunda tuh rasanya lebih Indonesia saja lebih natural beda kalau dengan Mommy kesannya jadi kayak ke barat baratan, nggak cocok sama aku wajah ndeso gini di panggilnya Mommy "


" siapa bilang wa kah kamu ndeso ? malah kamu loh mirip wajah orang Turki ada sensasi bulenya "


" bule ndeso iya "


" ya udah deh terserah kamu nyaman ya do panggil apa yang penting aku tetep cinta dan sayang sama kamu "


" elleh, pagi - pagi udah obral gombalan recehan "


" kok gombal sih ini serius lo sayang "


" iya in aja deh"


" ya udah aku berangkat ke kantor dulu ya sayang , nanti jangan lupa makan teratur jangan lupa minta bantuan bi Marni kalau kamu kerepotan menjaga Baby Queen "


" iya By, kamu tenang saja kalau siang hari baby Queen pasti a teng bobok terus "


" ya udah kita turun sarapan yuk, bibik tadi udah kasih tahu kalau sarapan udah siap "


" ya udah kita turun yuk, ini tas dan juga jas nya biar baby Queen aku gendong dulu "

__ADS_1


Merekapun berjalan beriringan menuju meja makan untuk sarapan bersama sebelum memulai aktivitas pagi ini.


Senyum kebahagiaan senantiasa terpancar dari sepasang orangtua baru tersebut meski usia mereka masih terbilang muda untuk menjadi orang tua namun mereka selalu berupaya dan belajar menjadi orang tua yang baik untuk buah hatinya.


__ADS_2