
Setelah melakukan olah raga ringan dengan berjalan pagi seputaran komplek merekapun akhirnya memutuskan untuk memenuhi keinginan si Bumil untuk sarapan Nasi uduk yang berada di dekat taman kota, meskipun jarak dari taman kompleks ke taman kota lumayan jauh namun Shaka tak mau membuat istrinya kecewa, ia pun segera mengorder aplikasi taxi online mengingat mereka tadi hanya berjalan kaki dan tidak membawa kendaraan.
" oh iya , terus kita kesananya naik apa dhonk Mas kan jauh nggak mungkin kan kita mau jalan kaki, bisa kempor dhonk nih betis "
" Asgata Yank apa kamu pikir suamimu ini bukanlah orang yang peka, tuh lihat "
Benar saja sebuah mobil berwarna putih muncul dan langsung berhenti di depan mereka
" Selamat pagi, dengan Bapak Shaka ?"
setelah kaca mobil terbuka sang pengemudi pun bertanya
" iya pak benar "
jawab Shaka singkat
" Ayok Yank masuk, ntar keburu nasi uduknya habis "
Tanpa menunggu lama Shaka segera membuka pintu dan mempersilahkan istrinya untuk masuk
"loh.. Mas kamu ternya pengertian banget Ya, hemm kadi makin sayang deh, makasih suami tampanku "
ucapnya manja sambil memeluk lengan suami tampannya itu
" everything for you Yank .."
ucapnya seraya mengecup pucuk kepala istrinya yang tertutup bergo warna Dusty tersebut.
Shaka memang tak inginbkehilangan moment seperti saat dulu Syaqina mengandung putri pertama mereka sehingga untuk kehamilan kali ini ia bertekad untuk selalu ada dan siaga disamping istrinya, melewati danbmenjalani moment indah menanti kelahiran buah cinta mereka.
☘☘☘
Sore ini mendung bergelayut menghiasi langit, gerimis pun mulai merintik, angin pun berhembus lebih kencang pertanda akan hujan lebat.
Shaka tengah duduk memangku laptopnya memeriksa pekerjaan di perusahaannya meski saat ini ia memilih cuti tapi lebih tepatnya ia memilih Work from home karena ia ingin menikmati waktu lebih banyak bersama sang istri sampai keluarga besarnya kembali dari liburan di pulau Bali.
" Mas... loh kok kamu nggak istirahat sih ?"
Syaqina yang baru terbangun dari tidur siangnya mendapati sang suami yang kini tengah bergelut menyelesaikan pekerjaannya
" aku sydah terbangun dari satu jam lalu Yank, kok kamu udah bangun baru Jam 14.25 loh, diluar juga hujan istirahat lagi ya "
__ADS_1
Syaqina pun beranjak dari kasur empuk dan mewahnya menghampiri suaminya yang duduk di sofa bad tak jauh dari ranjang mereka
" udah puas kok Mas tidurku, kelamaan malah berat nih kepala nanti "
tanpa dimintapun Syaqina langsung menggelayut manja memeluk tubuh suaminya dan Shaka pun segera meletakkan laptopnya di meja dan menyambut sikap manja sang istri yang semenjak mengandung berlipat 100% padanya, dan itu tentu membuatnya sangat senang.
Shaka pun mengelus pipi putih istrinya dengan lembut kemudian memberikan kecupan lembut dipipi yang terlihat semakin chubby itu.
" Yank... Mas suka deh liat kamu kayak gini, manja dan pingin nempel terus gini "
" Issh... bilang saja Mas ngarep "
" hehee... emang, kan justru dengan kamu seperti ini membuat aku semakin merasa selalu kamu butuhkan, dan aku merasa sangat berarti "
" heemmss.. aku juga nggak ngerti bawaaanya nggak mau jauh saja dari kamu Mas, apalagi aku selalu kangen sama aroma tubuh kamu terutama ketek kamu "
ucapnya sambil terkekeh dengan terus menduselkan wajahnya kedada dan ketiak suaminya.
" kok bisa ya Yank.. baby ke tiga kita ini demen Ketek Bapaknya ?, pasti nanti dia cowok deh habisnya extrime banget hobbynya "
" ya nggak tahu Mas, kalau dulu hamil pertama kan aku nggak ngidam apa - apa lagian kalaupun mau manja yang manjain juga nggak ada "
" maaf ya.. Yank.. please jangan di ungkit lagi karena itu menyakiti kamu Yank dan aku tak mau itu"
" maaf,.. suka terbawa suasana Mas "
" ok.. aku tahu itu, dan sekarang aku mau kamu tetep happy menjalani hari - hari indah kita dengan selalu bersama "
keduanya kini tengah menikmati pelukan ternyaman sambil menikmati rintikan hujan yang mulai deras, sehingga menyusupkan hawa yang dingin.
samar - samar terdengar hand pone berdering dan itu hand phone milik Syaqina yang diletakkan di atas nakas
" Yank.. hand phone kamu bunyi itu"
" iya Mas, sebentar ya aku lihat dulu"
Syaqina pun mengurai pelukan sang suami dan berjalan menuju letak hand phone nya
" Loh.. Pak Setyawan ?"
ucapnya setelah melihat nama kontak yang menghubunginya pada layar benda pipihnya itu
__ADS_1
" tumben, angkat Yank mungkin ada hal penting "
Syaqina pun mengangguk dan segera menggeser tombol berwarna hijau untuk menerima panggilan tersebut
" Assalamualaikum, iya Pak maaf ada apa ya ?"
"......"
" maksudnya .... Ibu.... "
Tubuh Syaqina limbung dan merosot kelantai Shaka dengan sigap pun segera menangkap tubuh dang istri, panggilan masih tersambung Shaka pun mengambil alih hand phone yang tergenggam ditangan lemah istrinya kemudian mencoba mencari tahu kebenarannya penyebab sang istri tiba - tiba syok berat begini
"Halo... Om "
" Shaka Om hanya mau mengabarkan kalau Ibunya Syanqina sudah tiada, tadi pagi beliau telah berpulang, maafkan segala kesalahan Ibu kalian ya "
Terdengar suara Pak Setyawan tampak parau pertanda saat ini hatinya sedang bergejolak karena kehilangan istri tercintanya
"innalillahiwainailaillaihi rojiun, kami turut berduka dan kehilangan bu Susan Om"
Sementara Syaqina sudah sangat kacau, nafasnya tersengal menahan sesak di dadanya merasa kabar ini seperti petir menyambar dan meluluh lantahkan seluruh hatinya.
Baru saja ia mulai membuka hatinya menerima dan memaafkan kehadiran ibu kandungnya tapi justru sekarang kabar duka yang datang
Meskipun saat ini hubungan Ibu dan anak itu belum berjalan sebagaimana mestinya tapi kenyataanya kehilangan wanita yang sudah melahirkan kita itu sangat menyakitkan.
" Sayang.. sabar ya, kita iklaskan aku tahu merasa belum siap kehilangan tapi semua yang terjadi sudah menjadi takdir Allah, kamu harus kuat karena aku yakin Ibu pasti merasa tenang meninggalkan kita karena kamu sudah memaafkan dan mau menerima beliau "
Syaqina masih menangis tergugu dalam pelukan suaminya
" tapi kenapa harus secepat ini Allah mengambilnya bahkan aku belum sempat menikmati waktu bersamanya, apalagi membuatnya bahagia, aku menyesal selama ini sudah mengabaikannya, aku egois karena lebih memikirkan dendam dan sakit hatiku, aku bukan anak yang baik mas, dan sekarang aku benar - benar kehilangan kesempatanku, aku sangat menyesal kenapa bisa aku menjadi manusia yang akuh seperti itu , aku bahkan mengabaikan kata maaf dari ibuku , menyiksanya dengan membuatnya merasa bersalah hingga akhirnya Allah benar - benar mengambil kesempatan itu "
Syaqina terus merancau dengan airmata yang mengucur deras dari sepasang mata indahnya yang sudah memerah sembab membengkak selaras dengan hidung kembang kempis kian memerah
" sudah.. sudah.. Sayang dengarkan aku, kamu nggak boleh menyalahkan diri kamu apalagi membuat penyesalan dan menghakini diri kamu sendiri, percayalah semua ini terjadi sesuai ketetapan takdir, tentu kamu tahu kan yang dinamakan jodoh, rejeki, dan juga maut itu adalah rahasia Tuhan dan begitupun dengan ajal seseorang semua sudah di tentukan. pasti selalu ada hikmah di balik semua peristiwa Sayang. aku percaya kamu sangat menyanyangi Ibumu tapi kenyataanya Allah lebih menyanyanginya dengan begini Ibu tak lagi merasa sakit, kita hanya harus mengiklaskan agar beliau juga secepatnya merasakan kebahagian di sisi Allah. yang kita lakukan sekarang hanya mendoakanya semoga Beliau termasuk dalam golongan umat yang beruntung , di beri tempat terindah oleh Allah sesuai dengan amal perbuatanya "
Shaka pun terus menguatkan sang istri, hingga merasa tenang
" ingat kamu sedang mempertahankan kehidupan bayi kita di dalam sini , jadi kami nggak boleh stres, karena itu akan berdampak buruk kepadanya, kamu tenang, sabar , dan iklas semua pasti akan lebih ringan jika demikian"
Shaka pun terus berkata - kata sambil memeluk tubuh istrinya mengusap punggung dan berkali - kali mencium pucuk kepala sang istri , hingga Syaqina pun kini merasa tenang karena sebenarnya inilah yang sangat ia butuhkan saat ini, yaitu penguatan untyk jiwanya yang tengah rapuh.
__ADS_1