Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
30. Diantara adik dan kakak


__ADS_3

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 16.00 Syaqina yang baru saja pulang dari kampus langsung memarkir motornya di garasi menyempil diantara barisan mobil mewah yang berjejer dengan rapi, kontras memang pemandangannya namun itulah yang Syaqina mau baginya motor matic itu satu-satunya yang ia miliki dan masih tersisa, yang selama 2 tahun terakhir selalu menemaninya ke Campus dan juga bekerja, motor pemberian dari sang ayah yang di beli secara mencicil setiap bulan alias kredit namun itu semua tidak mengurangi rasa bersyukurnya dengan motor itu setidaknya bisa mempermudah mobilitasnya untuk pergi kuliah dan bekerja.


Syaqina pun bergegas memasuki rumah yang memang tidak terkunci sembari mengucap salam namun tak ada yang menyaut rumah terlihat sepi mungkin penghuninya sedang ada di kamar Syaqina pun langsung menuju kamar iya ingin segera mandi membersihkan dirinya yang sudah terasa gerah dan lengket karena aktivitasnya di Campus seharian ini. baru menaiki separuh dari anak tangga iya dikejutkan dengan keberadaan kak Mahes yang juga berjalan menuruni anak tangga jika dilihat sih sepertinya akan pergi, karena terlihat berdandan rapi dengan di tangannya juga terdapat kunci mobil


"hay... Sya baru pulang kuliah ?"


Mahes menyapa Syaqina dan menghentikan langkahnya menuruni anak tangga


"Iya kak.. oh ya kok sepi mama dan yang lainnya kemana kak ?, Shaka belum pulang ya, terus kak Mahes juga sepertinya akan pergi kemana kak?"


Mahes menggelengkan kepalanya dan terkekeh mendengar pertanyaan Syaqina yang seperti petasan memberondong


"kebiasaan dari kecilmu tak hilang juga, bawel dan berisik "


"kak Mahes apaan sih pakai bawa bawa masa kecil segala "


"Iya maaf deh, tapi kamu kebiasaan kalau kasih pertanyaan tuh rombongan satu -satu kenapa sih Biar kakak bisa jawabnya "


"Kan tinggal jawab saja apa susahnya sih kak ?"


"Ya.. baiklah perempuan itu selalu benar meskipun sedang salah "


"Ya emang bener kak, apa susahnya orang tinggal jawab pun kan bisa satu-satu jawabnya"


"ok... mama sama papa pergi menjenguk teman papa yang sedang sakit,


Shaka belum pulang! kan kamu bini nya harusnya lebih tahu kok malah tanya gue, ?


kalau gue... gue bakal pergi jalan jumpa temen gue ! sudah jelas jawabanya ?"

__ADS_1


"temen kakak cewek ya mau kencan ya secara i i kan weekend ?"


"ih.. ada yang kepo kenapa cemburu ya karena malaikat pelindungmu udah bisa move on"


seketika wajah Syaqina berubah mendengar ucapan Mahesa


"maaf kak Sya lupa nggak seharusnya bertanya seperti itu sama kakak, karena aku sudah bertekad untuk mulai menerima pernikahan ini dan itu artinya aku harus menghormati kakak sebagai kakak iparku"


mendengar Syaqina Mahes pun merasa tidak enak hati dia tahu Syaqina tersinggung saat ini karena tadi iya reflek menyebutkan masa lalu


"Sya.. kak Mahes minta maaf kakak nggak ada maksud mengingatkan masa lalu kita, kakak tahu sekarang kamu adalah adik iparku dan kakak tidak akan melebihi batas itu, tapi satu hal kamu harus tahu perasaan kakak tetap tersimpan rapi disini dan selamanya akan tinggal dan diam disini , berjanjilah kalau kamu akan menjalani pernikahan dan hidupmu ini dengan bahagia karena kakak akan merasa ini bahagia "


Mahesa pun pengacak-acak rambut Syaqina dan tersenyum tipis


"udah ya.. gue pergi dulu tenang saja kamu nggak sendiri dirumah masih ada bi Sum dan juga mang Ujang kalau yang lainya masih pada cuti pulang kampung, Shaka juga sebentar lagi pulang kok, kenapa kamu tidak menghubunginya saja, maaf kakak nggak bisa menunggui kamu karena kakak udah janji dengan seseorang dan harus on time , kamu tenang dia bukan perempuan tapi laki-laki teman waktu SMA ku dulu "


"maafkan Syaqina ya kak... karena nggak bisa menunggu kakak lebih lama lagi, maafkan Syaqina harus menyakiti hati dan perasaan kakak setiap hari dengan melihatku bersama Shaka, tapi aku juga sudah berjanji dan memutuskan untuk belajar menerima pernikahan ini"


Syaqina pun menyudahi tangisannya dan segera masuk ke kamar mandi iya ingin berendam di dalam bathub dengan air hangat dan aromaterapi iya ingin menetralkan segala beban dan rasa penat di sekujur tubuh dan pikirannya agar dapat fress kembali.


setelah tiga puluh menit iya berendam Syaqina pun menyudahi dan membilas tubuhnya di shower kemudian mengeringkan seluruh badan dengan handuk kemudian membungkus kepalanya dengan handuk kecil dan segera memakai kimono yang telah tersedia di kamar mandi ia pun segera keluar dari kamar mandi tanpa iya sadari Shaka sudah pulang dan sejak sepuluh menit lalu sudah berada di dalam kamar dan tengah duduk di sofa dengan kepala tersadar pada sandaran sofa seperti nya dia sangat letih dan capek namun seketika rasa capek nya sirna setelah melihat sesosok perempuan ayu berkulit kuning langsat tampak begitu sexy dengan kimono diatas lutut dan handuk membungkus rambutnya yang basah


"Sha... Shaka.. kok tiba-tiba kamu udah didalam kamar sejak kapan kamu pulang? "


ia yang merasa terkejut dengan kehadiran Shaka yang tiba -tiba sudah ada dikamar mereka


"kenapa masih gugup saja.. hemm?"


Shaka tampak mendekat dan memeluk dari belakang dan langsung mnengelamkan kepalanya dibalik bahu Syaqina sambil berbisik

__ADS_1


"Sha.. aku baru selesai mandi "


Syaqina terlihat gugup melihat reaksi suaminya yang menurut Syaqina sangat agresif kali ini


suara lembut dan hembusan nafas di tengkuk dan telinga yang membuatnya merinding


"biarkan seperti ini aku ingin memelukmu seperti ini saja dulu karena ini sangat nyaman, rasa lelahku terasa musnah begitu saja dengan memelukmu dan menikmati harusnya tubuhku sayang "


Syaqina hanya pasrah dan menuruti keinginan suaminya tersebut, Iya sangat paham jika beban pekerjaan Suaminya saat ini cukup banyak bahkan dirumahpun iya tetap bekerja terbukti iya tetap berkutat dengan laptop nya terkadang sampai larut malam.


"kamu pasti capek kan mandi lah biar aku persiapkan air hangat untukmu biar penatnya hilang "


"baiklah sekarang aku yang akan menurut denganmu "


setelah melepaskan pelukannya Syaqina pun masuk kembali kedalam kamar mandi untuk mempersiapkan air hangat untuk Shaka belum juga selesai dia mempersiapkan segala Shaka sudah menyusunnya masuk kedalam kamar mandi dan sengaja mengerjai Syaqina dengan memeluknya kembali dari belakang,Syaqina pun terperanjat dan berteriak kaget


"seperti nya aku tidak akan puas jika hanya memelukmu dalam beberapa menit saja sayang, bahkan aku ingin selalu memelukmu seperti ini aku sangat Merindukan mu meski sesaat saja kita berpisah"


"Shaka.. Mulai deh ngegombal, sebentar lagi airnya penuh buruan mandi akan dipersiapkan baju ganti untukmu, dan akan aku persiapkan makan malam untuk kita"


"aku tidak akan mandi jika kamu tidak menjadikannya "


"apa.. !! kenapa seperti anak kecil minta dimandikan"


"Ya terserah kalau nggak mau berarti aku juga nggak akan melepas kan pelukan ini"


setelah berpikir Syaqina pun segera menuruti permintaan suaminya dan sudah tentu mereka bukan hanya sekedar mandi sudah pasti Shaka akan memintanya lebih dan dengan terpaksa Syaqina pun mengulang kembali mandinya.


Terimakasih yang sudah membaca cerita ku semoga suka dengan ceritanya🤲 mohon maaf jika banyak Typo atau pun alur cerita yang belum sesuai. AUTHOR mohon dukungannya untuk like dan comentnya🙏🏻🙏🏻😍

__ADS_1


__ADS_2