Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
85. Belum Waktunya


__ADS_3

Drrttt


Hand phone Shaka bergetar kemudian ia pun merogoh saku celananya dan di layar terlihat nama kontak Mama, dengan cepat Shaka pun segera mengangkatnya


" Assalamualaikum Ma "


"(..........)


" Ini Syaqina masih di IGD , Mama nggak perlu kesini itu tadi cuma kontraksi palsu "


"(..........)


" maaf Ma, tadi Shaka panik nggak ngerti setahu Shaka kalau perempuan hamil tua gini kalau mengeluh sakit perut pasti dia mau lahiran "


" (.........)


" jadi kalian sudah di parkiran?"


"(...........) "


" ya Maaf , Waalaikumsalam "


Shaka pun menutup telphon yang ternyata dari Mama Vina, Syaqina yang hanya menyimak obrolan suaminya dengan seseorang di dalam handphone terlihat penasaran


" siapa Mas ?"


" Mama, mereka semua udah datang kesini setelah tadi aku kasih tahu Mama kalau kamu Mas bawa kerumah sakit"


jawab Shaka dengan wajah bersalah , ia tahu kalau istrinya pasti tidak suka dengan ini.


" Mas... kan aku tuh belum mau melahirkan kenapa udah heboh kan kalau kayak gini malu "


Syaqina tampak merengut dan kesal pada suaminya


" ya Maaf sayang.. Tadi kan Mas panik dan ini tuh pengalaman pertama jadi mas bingung makanya tadi langsung telphon Mama "


Syaqina pun masih dalam mode kesalnya kemudian menarik selimutnya dan bertukar posisi miring membelakangi suaminya. tak berapa Lama Mama Vina, Papa Andi dan juga Mahesa sudah sampai di Ruangan observasi


" Nak bagaimana keadaan kamu ? apa sudah ada pembukaan ?"


rasa penasaran mereka sudah terwakilkan oleh Mama Vina yang menanyakan keadaan Menantu tercintanya


" Mama, Papa dan kak Mahes kenapa kalian semua kesini, ? ini tuh ulah mas Shaka kan pastinya padahal aku kan belum mau melahirkan itu tadi hanya kontraksi palsu, dan sebentar lagi dokter memperbolehkan pulang kok "

__ADS_1


" jadi ini belum waktunya melahirkan ?"


Mahes tampak sedikit kesal langsung menonyor kepala Shaka yang tampak cengengesan merasa malu karena salah memberikan informasi pada kedua orangtuanya.


" sorry... habisnya Ini pengalaman pertama jadi aku belum tahu karena panik aku pikir memang karena mau melahirkan "


" Ya sudah... yang penting semua baik - baik saja"


Papa Andi menengahi perdebatan itu


" pasti tuh ponakanku lahirnya nungguin uncle nya menikah dulu, liat saja "


" semoga saja benar jadi sekarang kita pulang nih sayang ?"


" iya Mah tadi dokter bilang kalau dua jam ini tidak ada kontraksi atau keluhan lagi boleh pulang "


Sesaat dokter Clara pun datang dan merasa kaget dengan kehadiran keluarga Darmawan Mahantara disini


" selamat malam Tuan dan nyonya, kenapa anda bisa ada disini ? ini sudah lewat tengah malam lo "


" iya nih dok tuh gara - gara calon bapak amatiran kita semua dibikin heboh kalau istrinya sudah mau melahirkan makanya kita semua kesini, padahal lagi nyenyaknya tidur tadi "


Lagi - lagi Mahesa menggerutu


Dokter Clara sambil memeriksa keadaan Syaqina


" baiklah kondisi Nona Syaqina sudah normal dan dalam keadaan baik - baik saja bayi dan ibunya, jangan khawatir Nona bisa pulang dan kalau ada apa - apa bisa langsung hubungi saya "


" ok terimakasih ya Cla kita pulang dulu kalau begitu "


ucap Shaka sambil membantu istrinya bangkit dari bangkar


" Shaka, Syaqina bagaimana jika sementara waktu sampai melahirkan kalian tinggal dirumah utama dulu, biar kalau ada apa - apa dengan Syaqina Mama bisa pantau, lagipula sekarang ini kita akan disibukkan dengan pernikahan Mahesa dan juga Rega pasti Shaka akan sibuk dengan pekerjaannya selama Rega cuti dan Syaqina akan kurang diperhatikan "


kini giliran Papa Andi yang bicara dan semua setuju dengan saran Papa Andi termasuk Shaka dan Syaqina. merekapun sepakat pulang kerumah utama keluarga Darmawan Mahantara .


Setelah sampai di pelataran Parkir rumah Mahantara langsung keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah dan segera masuk ke dalam kamar masing - masing termasuk Syaqina dan Shaka masuk ke dalam kamar mereka sewaktu tinggal dirumah utama, semua barang barang mereka masih ada disini karena mereka sengaja tidak membawa semuanya karena mereka tahu mereka akan sering menginap disini.


" rasanya kangen deh sama kamar ini "


Suara Syaqina saat merebahkan dirinya di kasur empuk yang sudah hampir dua bulan ini tidak iya tempati


" kok kangennya sama kamarnya sih Sayang, bukanya sama suaminya "

__ADS_1


Shaka tampak cemberut, dan Syaqina tampak terkekeh melihat suaminya yang kini semakin posesive


" memang kamu nggak kangen gitu sama suasana kamar ini ?, kamar ini kan menyimpan banyak kenangan loh buat kita"


"Iya sayang aku tahu itu, aku tadi hanya bercanda kok sayang, mana mungkin aku nggak rindu kan di kamar ini segalanya kita mulai, hemmm.... tuh kan jadi inget first time kita emhh"


" apa sih Mas kok cengar cengir gitu ?"


" itu sayang ... jadi inget .. "


melihat ekspresi suaminya Syaqina langsung paham yang dimaksud Shaka


" Mas.... nggak ingat kenapa tadi bisa masuk IGD ? karena ulah siapa ?"


" iya.. sayang Maaf, semua tuh karena kamu sayang kamu terlalu menggemaskan sehingga aku tak bisa menahanya setiap kali berada di dekatmu dan lihatlah dia selalu saja berontak tiap dekat dengan pawangnya"


ucap Shaka ambigu dengan menunjuk pada tubuh bagian tengahnya yang kini sudah menegang


" kamu tuh ya sekarang jadi Mesum gini sih Mas"


" kan efek kamu tinggalin hampir 6 bulan sayang , makanya dia jadi jablay"


ucap Shaka lagi sambil mengeratkan pelukanya pada Syaqina yang kini sudah mulai membaringkan tubuhnya membelakangi Shaka


" sayang.. jangan marah dong ?"


" Mas udah hampir dini hari nih aku capek ngantuk mau tidur, nggak kasihan sama si baby nih ?"


" iya maaf tapi kalau tidur membelakangi suami gini dosa loh "


bujuk Shaka, Syaqina pun mau tidak mau membalikkan posisi tidurnya meski dengan susah payah dan berhati - hati karena kondisi perutnya yang sudah membulat penuh akan sangat repot ketika sedang tidur sekalipun


" nah.. gitu dhonk itu baru istri aku yang sholehah jadi makin cinta "


cup


cup


Shaka mendaratkan kecupnya di kening dan juga bibir merah chery Syaqina


"selamat malam, sayang mimpi yang indah ya i love you so much baby "


" hemm love you to hubby"

__ADS_1


Keduanya pun terlelap saling berpelukan dan menikmati tidur meski jarum jam telah menunjuk 02.35 dini hari.


__ADS_2