Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
14. canggung


__ADS_3

Syaqina telah ke luar dari kamar mandi dengan kepalanya masih terbungkus handuk, ia berjalan menuju meja rias bermaksud mengeringkan rambutnya yang masih basah, namun hal itu diurungkan mengingat ada Shaka disana dan ia masih canggung utuk membuka rambutnya bagaimanapun Syaqina merasa bahwa Shaka tetap orang asing.


"sini aku bantu keringkan rambutmu"


"hah.. kok perhatian banget dia? tahu saja isi hati gue"


tanpa aba-aba Shaka langsung bangkit dan menarik gulungan handuk di kepala Syaqina kemudian meraih hairdryer dari tangan Syaqina


, melihat itu ia hanya terbengong


"sweet juga dia, baru beberapa jam jadi suami udah pengertian dan perhatian gitu "


"kenapa senyum -senyum sendiri, ?baper ya?"


"nggak..emang nggak boleh senyum, dari pada aku merengut pilih mana?"


"Iya deh apa kata kamu saja penting kamu happy "


Shaka sudah selesai mengeringkan rambut Syaqina yang hitam mengkilat kini terjuntai sepunggung, membuat hati Shaka berdesir kagum ternyata Syaqina tetap cantik dalam keadaan apapun wajah polos tanpa make up nya sudah menjadi jawaban bahwa kecantikannya hakiki dan alami.


"udah selesai "


ucap Shaka dengan nada dan ekspresi yang berbeda. hal itu membuat Syaqina terheran


"maaf ya,..sudah merepotkanmu, terimakasih untuk bantuannya dari tadi"


Shaka sepertinya masih belum tersadar dari perubahan sikapnya karena kini kesadarannya masih terbawa oleh dunia Halu nya.


"hemm.. sorry aku ..aku memikirkan sesuatu tadi"


"apa?"


"memikirkan upahku tadi ?


"dasar komersil"


ucapnya sambil mencubit lengan namun sepertinya salah sasaran justru cubitanya melenceng ke perut Shaka,


"awww.. geli,, apa kamu sedang menggodaku "


suara Shaka terdengar lirih di telinga Syaqina hembusan nafasnya membuat hatinya berdesir


"dasar menyebalkan!!"


TOKK TOKKK


terdengar suara pintu diketuk


"sayang.. kalian tidak sedang sibuk kan ?"

__ADS_1


suara mama Vina dari balik pintu, Shaka bergegas membuka pintu


"maaf ya mama menganggu kalian "


"mama apa an sih orang kita nggak ngapa2in kok"


"oh iya, hari masih sore ya "


"tahan bentar lagi papa dan mama cuma mau pamit kok"


suara papa tak kalah menggoda dari sang mama


"hemmss...kompak bener kalau udah begini"


gerutu Shaka, sementara Syaqina hanya tertunduk malu mendengar kedua mertuanya kompak berkata iseng


"kalian baik-baik ya dirumah mama dan papa akan ke Surabaya selama 1 minggu, kalian akur akur, sementara waktu honeymoon nya dirumah saja, nanti kalau kami sudah kembali giliran kalian honeymoon keliling eropa, papa udah persiapkan semuanya"


"Iya sementara waktu gas tipis tipis dulu dirumah ya,siapa tahu hasilnya juga maksimal nantinya"


celetuk papa Andi tak kalah dahsyatnya membuat pipi Syaqina semakin memerah.


" udah ah..papa mama nih,apa mau terus gangguin kita, buruan berangkat ntr pesawatnya telat, soal itu biar jadi urusan kita berdua papa mama terima jadi saja"


"itu papa suka.. jadi cucu kan ?"


"ya sudah papa mama berangkat ya kalian baik baik, kalau ada apa-apa kabari kami, dan kamu Shaka jaga istri kamu baik baik"


ucap Syaqina sambil menyalami dan mencium punggung tangan kedua mertuanya bergantian. mereka pun mengantarkan papa Andi dan Mama Vina di teras depan.


🌸🌸🌸🌸🌸


Kedua pengantin baru itu masuk kembali ke dalam kamar Shaka kembali membaringkan tubuhnya ke atas kasur badannya terasa lelah setelah acara pernikahannya tadi tak menunggu waktu lama dia pun terlelap terdengar suara dengkuran halus dari nafasnya.


Sementara Syaqina melaksanakan sholat ashar di dalam ruang solat kamar tersebut. setelah selesai iya pun beranjak menyusun baju dalam koper memindahkannya ke lemari yang sepertinya ini di persiapkan untuknya, didalam sudah ada beberapa baju dan gaun yang cantik dan semuanya dari brand kenamaan.


Setelah selesai beberes Syaqina yang juga merasa lelah langsung tertidur di sofa kamar.tanpa terasa sudah hampir magrib merekapun terbangun bersamaan setelah mendengar suara adzan magrib yang berkumandang saling bersahutan


"astagfirullah sudah magrib"


ucap Syaqina sambil mengumpulkan nyawanya, kemudian bergegas menuju kamar mandi untuk mengambil wudhlu. Sementara Shaka masih terdiam diatas tempat tidur dan menyandarkan tubuhnya pada sandaran tempat tidur.


selesai melaksanakan sholat magrib Syaqina melanjutkan membaca ayat suci alquran kemudian dilanjutkan mengirimkan doa untuk almarhum sang Ayah.


Shaka mendengarkan suara merdu dan indah Syaqina saat melantunkan ayat suci alquran begitu menyentuh dan menggetarkan jiwa Shaka, dia memang muslim tapi seiring berjalannya waktu ia seakan lupa dengan kewajiban sebagai makluk Allah. hatinya gini berkecamuk campur aduk ada kerinduan akan rasa damai itu.


Syaqina sudah menyelesaikan kewajibannya dan beranjak keluar menuju kamar utama, dilihatnya Shaka yang diam mematung dengan kedua telapak tangannya menyangga pucuk hidung mancungnya.


"apa ada masalah, kenapa kamu sepertinya sedang bingung?"

__ADS_1


Syaqina mendekati Shaka yang terduduk di sofa dan duduk disampingnya.


"nggak ada apa-apa kok, oh ya.. kamu mau makan malam dirumah atau di luar ?"


tanya Shaka mengalihkan topik pembicaraan


"emmmhh dirumah saja, kalau gitu biar aku masak untuk makan malam kita"


"nggak usah udah ada bibi yang mempersiapkan semuanya"


"tapi aku mau melayanimu sendiri"


"hemmss terdengar sweet sepertinya"


Syaqina pun turun ke dapur disana sudah ada para ART yang siap melayani segala keperluannya.


"selamat malam nona muda, apa perlu kami persiapkan untuk makan malam"


"malam juga bi, maaf bi biarkan saya mempersiapkan masakan untuk Tuan muda sendiri saja"


"tapi non,..itu sudah tugas kami"


"bi sekarang saya istrinya biarkan saya sendiri yang melayani dan mempersiapkan semua kebutuhan tuan muda"


"tapi nanti tuan muda marah dengan kami"


"itu saya yang jamin bi, bibi tenang saja bibi berdua bantu saya persiapkan saja ya"


setelah 30 menit Syaqina sudah menyelesaikan masakannya dan dibantu bibi menghidangkan di meja makan, Syaqina pun menghampiri Shaka yang masih di kamarnya


"makan malam sudah siap silahkan turun"


"hey.. kenapa ngomongnya kayak sama bos kamu saja"


protes Shaka tidak suka


"kan kamu memang bos ku sekarang, aku kan sudah menjadi pelayan pribadimu sekarang"


"berarti pelayan di sini juga" dengan mata menggoda dan melirik ke arah ranjang


"tahu lah.."


"baiklah,.. kita turun makan malam pingin cobain masakan istriku ini"


"hah.. istri?"


"Iya memang kamu istriku dan aku suamimu kamu nggak lupa itu kan? atau kamu belum terbiasa ya kalau kamu sudah bergelar nyonya Shaka Ibrani Darmawan Mahantara "


"Iya aku tahu itu".

__ADS_1


mereka pun turun ke meja makan dengan berjalan masing masing beriringan.


__ADS_2