Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
26. merencanakan resepsi


__ADS_3

Setelah Shaka berangkat ke kantor Syaqina masih terlihat santai di kamarnya ia memandangi layar laptop nya untuk mengerjakan tugas kuliahnya yang baru satu minggu ini semester V ia jalani, namun hari ini libur kelas sehingga ia hanya dirumah saja. terdengar suara pintu di ketuk dari luar


"sayang... Syaqina boleh mama masuk?"


suara mama Vina dari luar kamar, Syaqina pun berdiri dan berjalan menuju pintu untuk membukanya


"mama... ada apa ma ?"


mama Vina pun masuk setelah pintu kamar di buka oleh Syaqina


"apa kamu sedang sibuk sayang?"


"tidak Ma.. tadi hanya mengecek ulang tugas kuliah saja dari pada tak ada yang di kerjakan "


"kalau begitu tepat sekali,.. mama mau minta tolong temani mama belanja bulanan sekalian nanti kita ke butik, kamu kan menantu dirumah ini nanti semua tugas mama kamu yang akan mengambil alih jadi Mama fikir mulai sekarang kamu harus belajar supaya nanti terbiasa dan paham , kamu mau kan Sayang?"


"mah.. bukan Syaqina tak mau tapi saya rasa Syaqina belum pantas untuk itu Syaqina masih baru di keluarga ini mah"


"sudah sayang itu bukan alasan pokoknya kamu cukup ikuti kata mama saja kan tadi mama bilang belajar dulu, nanti kalau sudah tahu semuanya kamu harus siap untuk menghendaki semuanya yaitu mengurusi segala macam keperluan rumah tangga ini, dan juga mengelola butik. tapi berhubung kamu masih kuliah sepertinya kamu mama arahkan dulu mengelola butik dan... karena itu minggu depan kamu harus sudah siap untuk mulai menjalankan butik kebetulan mama dan papa ada planning mau mengunjungi kakak mu sheren yang di Paris mama sudah rindu dengan mereka terutama cucu-'cucu mama disana Ayara dan Ryden"


"apa Mama yakin Syaqina bisa?"


"tentu saja sayang , kamu tuh berbakat kamu juga masih muda pasti tidak akan susah mempelajarinya"


"baiklah.. Syaqina akan mencobanya mah"


"kalau begitu sekarang kamu bersiap ya mama dan kak Esha tunggu di bawah"


"Kak Esha juga mah ? tapi Syaqina belum minta izin sama Shaka mah"


"udah itu mama yang urus sekarang kamu siap-siap mama telphon Shaka ya"


"Iya Mah "

__ADS_1


Mama Vina langsung mengambil hand phone yang ada di dalam tasnya kemudian menggeser -geser layar benda pipih tersebut kemudian mendekatkan ke telinganya.


Di kantor Shaka


Shaka yang tengah fokus membolak balik lembaran lembaran kertas putih itupun sesaat menghentikan aktivitasnya setelah mendengar bunyi panggilan dari gawainya


"mama tumben jam segini nelpon ada apa ya ?"


kemudian iya mengambil handphone yang berbunyi tersebut


"hallo .. ma ada tumben telphon?"


"maaf ya sayang Mama cuma mau minta izin mau ngajak Syaqina buat temen mama belanja sekalian nanti mampir ke butik biar dia terbiasa dengan suasana di butik nanti kalau sudah nyaman kan Syaqina yang akan menangani butik, apalagi minggu depan mama sama papa akan mengunjungi kakak mu sheren yang di Paris "


"kalau Shaka terserah Syaqina saja ma"


"berarti kamu udah izinkan dia buat pergi sama mama kan ?"


"Iya mah"


"Iya mah, hati-hati ya mah "


"terimakasih ya sayang "


Shaka pun meletakkan handphone nya diatas meja kemudian melanjutkan menyelesaikan pekerjaannya.


🌸🌸🌸🌸🌸


di sebuah Mall


Setelah Mahesa memarkir mobilnya mama Vina dan Syaqina pun segera turun dari mobil, disusul oleh Mahes kedua wanita itu berjalan sambil bergandengan tangan sementara Mahes mengikuti di belakang mereka selayaknya sang body guard Mama Vina menunjuk ke swalayan karena tujuan utamanya adalah mama ingin belanja bulanan, dan sekaligus membawa anak menantunya untuk membeli beberapa pakaian, sepatu, tas bahkan perlengkapan make up, meskipun mama Vina memiliki butik namun untuk memilih out fit yang non formal mama Vina tetap memilih membelinya di outlet pusat perbelanjaan seperti sekarang ini. karena butiknya lebih banyak menyediakan baju-baju formal seperti gaun dan baju pesta ataupun baju pernikahan.


Tampak Mahes mendorong sebuah troli sambil mengikuti kemanapun perginya dua perempuan beda usia namun terlihat sama-sama cantik dan mempesona. sesaat Mahesa pun terdiam melamunkan sesuatu, menatap Syaqina dengan lekat meski tampak curi kesempatan karena tentu saja ia tak ingin hal itu diketahui oleh Mamanya dan juga Syaqina sendiri, mengingat kini status nya yang resmi menjadi istri dari adik bungsunya, Mahesa harus benar-benar bisa menjaga sikap dan perilakunya terhadap wanita yang dicintainya namun tak bisa ia miliki karena telah lebih dulu dinikahi adek bungsunya. namun Mahesa adalah lelaki gentle yang dengan legowo merelakan itu semua dan lebih memilih menyimpan rapi semua rasa itu dalam hatinya.

__ADS_1


setelah dirasa cukup dan terbeli semua kebutuhan bulanan keluarga Darmawan Mahantara mama Vina pun segera menuju meja kasir. mereka telah selesai dengan 2 troly belanjaan


merekapun menuju sebuah butik pakaian wanita Mama Vina tampak antusias mendandani menantunya dengan memilihkan beberapa out fit kekinian sesuai dengan style menantunya yang berhijab.


"sayang, coba ini juga pasti cantik banget kamu pakai ke kampus "


seru mama Vina sambil menyodorkan beberapa lembar baju dan juga bawahan


"ma... kayaknya udah cukup deh udah terlalu banyak yang kita pilih. "


"sayang...mama nggak menerima penolakan, kamu cukup mencobanya jika kamu suka tinggal ambil, denger ya sayang kamu ini sekarang sudah menjadi menantu keluarga Darmawan Mahantara jadi kamu harus terbiasa dengan semua ini sayang,.. percayalah mama hanya ingin memberikan apa yang sudah seharusnya kamu dapatkan"


mama Vina memegang kedua tangan Syaqina dan menatap dengan tatapan ketulusan membuat Syaqina benar-benar merasa menjadi satu-satunya wanita paling beruntung, setelah beberapa waktu lalu ia sempat merasa marah kepada Allah karena terus mengujinya dengan mengambil ayahnya satu-satunya keluarga yang ia punya, setelah itu ia harus kehilangan rumah peninggalan sang Ayah, kemudian iya terpaksa menikah dengan orang yang tidak dia kenal sebelumnya, akan tetapi di keluarga ini ia diterima dengan baik bahkan dia diperlakukan seperti seorang Tuan putri. airmata Syaqina pun meleleh menuruni wajah ayunya melihat ketulusan yang diberikan mertuanya Syaqina pun memeluk mama Vina


"kenapa kamu malah menangis sayang?"


"terimakasih untuk semua ini ma kasih sayang dan semua yang mama berikan untuk Syaqina semua ini sudah lebih dari cukup Ma"


"sayang.. kamu itu udah mama anggap seperti anak Mama sendiri dan kamu berhak mendapatkan semua ini sayang. kamu itu sekarang menantu keluarga Darmawan Mahantara kamu bukan lagi gadis biasa, semua yang melekat didirimu akan menjadi perhatian orang sayang. meskipun untuk saat ini hanya keluarga dekat yang tahu status pernikahan kalian, tapi dalam waktu dekat ini kalian akan segera melakukan resepsi pernikahan kalian dan papa sudah membicarakan itu kemaren, jadi mulai dari sekarang kamu harus persiapkan diri dan mental kamu sayang. keluarga ini memiliki relasi yang sangat luas bahkan keluarga Darmawan Mahantara memegang posisi teratas untuk kerajaan bisnis tanah air, jadi kamu cukup menurut saja dengan mama ya sayang"


ringkasnya sambil melepas pelukan pada anak menantunya itu, kemudian menyelesaikan pembayaran dan setelah itu bergegas ke toko perhiasan lagi-lagi Syaqina dimanjakan oleh mama mertuanya dengan dibelikan beberapa set perhiasan meski Syaqina menolak namun mama Vina tidak pedulikan itu.


"ma... udah ya belanja nya Syaqina lapar mah,kak Mahesa juga pasti sudah lapar ini kan sudah hampir lewat jam makan siang "


Syaqina terpaksa mengambil langkah itu karena sepertinya dengan cara ini dia bisa menghentikan kegiatan mama mertuanya untuk terus membelanjakan dirinya, karena menurutnya ini sudah sangat berlebihan baginya ini udah lebih dari cukup mengingat dirinya sudah dibelikan berbagai macam pakaian,tas, sepatu, perhiasan, bahkan sampai hijab, alat make up semua adalah barang-barang branded.


"iya mah, Esha udah lapar banget sekarang mending kita makan siang dulu lagi pula kaki Esha juga udah pegel banget nih ma"


"baiklah... ya ya mama nurut kalian kali ini kita break lunch dulu tapi.... setelah itu kita lanjut lagi shopping "


"hah..lanjut lagi ?!!"


teriak Syaqina dan Mahesa bersamaan. setelah akhirnya mereka sudah berada di food court area untuk melakukan isi ulang daya setelah hampir habis digunakan berkeliling Mall.

__ADS_1


Terimakasih yang sudah membaca cerita ku semoga suka dengan ceritanya🤲 mohon maaf jika banyak Typo atau pun alur cerita yang sesuai. AUTHOR mohon dukungannya untuk like dan comentnya🙏🏻🙏🏻😍


__ADS_2