Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
125. Sebuah Mimpi


__ADS_3

Malam merayap memanjat dinding - dingin waktu menuju tengah malam. Rasa lelah beraktivitas sepanjang hari tadi akhirnya menghadirkan rasa kantuk yang luar biasa tak luput Shaka dan Syaqina pun kini sudah terlelap menikmati indahnya mimpi.


Meski sedang tertidur sepasang suami istri itu seperti enggan terpisahkan satu sama lainnya, keduanya saling berpelukan dan berlindung di balik selimut tebal meskipun malam ini mereka lewati tanpa melakukan aktivitas rutin mereka bukan Shaka tak menginginkannya melainkan Shaka sedang memberi toleransi untuk istri tercintanya karena ia sangat tahu kondisi dan suasana hati Syaqina yang sedang diliputi kegundahan memikirkan soal ibu kandungnya yang sampai saat ini tidak pernah ia tahu keberadaannya.


Tak ingin menjadi suami yang egois Shaka pun mengerti jika saat ini Syaqina juga sedang disibukkan dengan kuliahnya, dan juga masih harus mengurus bayi mereka yang kini semakin aktiv dan tengah belajar merangkak jelas sekali betapa repotnya istrinya mengurusi semua itu.


Meski sudah berkali - kali Shaka menawarkan untuk memperkerjakan seoarang baby siter tapi ia tetap bersikeras menolaknya karena ia ingin mengurus anaknya dengan tanganya sendiri dan Shaka pun mau tak mau menyetujui kemauan sang istri meski itu berarti Shaka akan membiarkan istri tercintanya kerepotan dan kecapekan.


Malam terus berlalu hingga merangkak menuju dini hari Syaqina yang semula tertidur dengan nyenyak tiba - tiba menjadi gusar tak menentu tampak butiran keringat muncul di keningnya meski matanya masih terpejam namun tubuhnya seperti menggelinjang dan akhirnya hal itu mengusik tidurnya Shaka, dengan mengerjapkan matanya yang sebenarnya sangat berat terasa Shaka pun dibuat kaget dengan kondisi Sang istri bisa di pastikan jika saat ini ia sedang bermimpi


" Sayang... Sayang bangun ... istiqfar Sayang.. ayo bangun "


berkali kali Shaka menepuk pipi itu dengan lembut bahkan Shaka juga mengguncangkan tubuh istrinya yang belum juga tersadar dari mimpinya, hingga Shaka tetap tak menyerah membangunkan Syaqina dengan terus - terusan memanggil nama Syaqina, hingga pada akhirnya berhasil dan detik itu juga Syaqina langsung menangis histeris dan memeluk erat tubuh suaminya

__ADS_1


" hiksss.. hiksss Mas,.. Aku takut aku mimpi Mas "


" tenang sayang kamu istiqfar ingat itu hanya mimpi , kamu tak perlu takut karena aku akan selalu ada disini kamu tenang ya "


" sekarang Mas ambilkan minum dulu ya ?"


Syaqina hanya mengangguk setuju dengan tawaran suaminya, sesaat kemudian Shaka sudah membawa segelas Ir putih untuknya yang diletakkan di sebuah meja di sudut kamar ini. Setelah meminum satu gelas hingga tandas Syaqina pun kini telah kembali menemukan kesadarannya


" entahlah by tapi dalam mimpi itu aku bertemu seorang perempuan yang mengaku sebagai ibuku namun aku tak mengenalnya "


Shaka menarik tubuh ramping istrinya dalam pelukannya untuk memberi ketenangan kembali karena saat ini Syaqina therlihat sangat ketakutan


" sudah, tenang itu hanya mimpi. Wajar karena kamu dari kemaren selalu memikirkan keadaan ibumu dan itu berlanjut ke alam bawah sadarmu "

__ADS_1


" tapi By... dalam mimpi itu perempuan yang mengaku ibuku itu tengah menangis bersedih dan dua tengah berdiri di tepian jurang yang curam didalam hutan yang sepi, dia menangis bersimpuh meminta tolong dan ingin merengkuhku, namun aku semakin menjauh hingga akhirnya ia terpeleset jatuh ke dasar jurang dan hanyut terbawa arus sungai, seketika aku sadar aku ingin membantunya namun arus sungai telah membawanya jauh dariku"


Syaqina pun menceritakan mimpinya dengan tangis sesenggukan


" dan aku sangat menyesalinya By.. bahkan aku belum sempat memanggilnya ibu dia sudah menghilang By... apa mungkin ibuku saat ini masih mengharapkanmu ya By, lalu harus kemana aku mencarinya jika memang dia masih mengharapkanku, selama ini tak pernah ada niatanku untuk bertemu dengannya bahkan tak ada satupun petunjuk yang bisa me jelaskan siapa dan dimana keberadaannya saat ini. yang ku tahu ibuku bernama Diana Susanti "


" apa sekarang kamu berniat mencari keberadaan ibu kamu? jika ia aku akan melakukannya meminta bantuan Beny beserta kawan - kawannya untuk mencari informasi tentang ibu kandungmu "


" tapi aku tak memiliki petunjuk lain selain nama itu By, bahkan almarhum Ayah sengaja menghilangkan jejak tentang sosok ibu di dalam rumah kami, Ayah hanya mengatakan jika ibu pergi karena kesalahan Ayah yang tak bisa mewujudkan hidup sesuai impiannya "


"Kita coba dulu sekecil apapun kemungkinannya kalau kita mencobanya mungkin akan ada hasilnya, sekarang kamu tenang ya sayang, tidurlah ini masih terlalu malam untuk bangun"


Syaqina pun mengangguk patuh terhadap perintah suaminya ia pun kembali berbaring dan Shaka membenarkan selimut menutupi tubuh istrinya hingga ke bagian dada dan dengan segera ia pun membaringkan tubuhnya disebelah sang istri kemudian menodongkan tubuhnya dan merengkuh tubuh Syaqina dalam pelukanya agar kedua dapat tidur kembali dengan nyamanya.

__ADS_1


__ADS_2