
setelah komersial break acara dadakan minta rujak Aldopun melanjutkan kembali melajukan kendaraannya ketempat tujuan semula yaitu mengunjungi makam Ayah Syaqina setelah kurang lebih 40 menit merekapun telah sampai di pemakaman umum komplek tempat tinggal Syaqina dulu, setelah membeli bunga dan botol air mineral Syaqina pun melangkahkan kakinya memasuki area pemakaman diikuti oleh Rissa dan Aldo dibelakangnya, Rissa yang seorang penakut tampak sedikit Ragu bahkan berjalan sambil clingak clinguk mengandeng tangan Aldo, sadar dengan yang dilakukan Rissa Aldopun tampak santai dan menikmatinya
kapan lagi bisa pengantin tangan Rissa kalau nggak lagi kayak gini
batin Aldo sambil tersenyum penuh kemenangan
"Assalamualaikum ... Ayah Syaqina datang, kali ini Syaqina tak sendiri tetapi bersama Rissa dan Aldo Ayah tentu masih ingat kan dengan mereka, Ayah... Syaqina kangen dengan Ayah maafkan aku Yah lama tidak menemui Ayah"
Syaqina menyeka air matanya yang dari tadi sudah membanjiri kedua pipinya
"Ayah... Ayah sudah tahu kan kalau Syaqina sudah menikah, meskipun Syaqina tidak datang kesini tapi Syaqina selalu ceritakan apapun yang terjadi pada Syaqina. tapi Yah... Syaqina masih kecewa dan marah dengan bajingan itu, kenapa dia tidak berani jujur dengan apa yang sudah dia perbuat kenapa justru ia menyakiti Syaqina lebih dalam lagi Yah... setelah Syaqina mulai menerima pernikahan kami dan mencoba menjalani dengan saling menerima keberadaan kami masing - masing. tapi justru kenyataan itu terungkap, apa salah jika Syaqina memanggilnya bajingan pem**nuh Yah.. sedangkan itu kenyataanya. Syaqina benci dia Yah, setelah Syaqina menyerahkan segalanya."
Syaqina menangis sejadinya kini sudah ada Rissa yang duduk berjongkok disamping pusara Ayahnya Syaqina sambil mengusap bahu sahabatnya untuk memberi penguatan pada Syaqina
"sabar Sya... kamu harus tenang "
Setelah puas menceritakan semua beban hatinya di atas pusara Sang Ayah, beban hatinya mungkin kini sudah berkurang meski tidak sepenuhnya, kemudian Syaqina, Aldo dan Rissa membacakan Tahlil diatas Pusara dengan khidmat sampai selesai. kemudian mengambil bunga yang dibelinya di depan gerbang masuk area pemakaman tadi di taburkanya penuh dengan perasaan rindu, dan terakhir menuangkan air mineral yang ia bawa. kemudian tak lupa meletakkan seikat buket diatas Batu marmer bertuliskan nama sang Ayah.
Puas berada di Makam sang Ayah Syaqina pun berpamitan karena hari mulai beranjak siang,
"Ayah... Syaqina pamit dulu ya.. nanti kapan -kapan Syaqina datang lagi "
"kita pamit ya Om .. om tenang saja kita pasti akan selalu menjaga sahabat kami om"
__ADS_1
Merekapun berjalan meninggalkan Area pemakaman, Rissa pun tak seperti saat berangkat tadi yang merasa takut bahkan harus menggenggam tangan Aldo saat memasuki area pemakaman.
" nggak butuh tangan buat di genggam lagi nih ?"
Aldo kembali berniat menggoda Rissa yang kini berjalan sendiri di belakang Syaqina lebih tepatnya di depan Aldo
" yee... ngarep banget sih, dasar memanfaatkan kesempatan dalam ketakutan "
" lho... tadi kamu yang memulainya loh, gue kan cuma membantu kamu yang sedang membutuhkan tangan untuk menggenggam, bahu untuk bersandar dan tubuh untuk memeluk aku selalu ada dan siap 24 jam on"
"apaan sih, lebay banget "
"ciey.. yang lagi di PDKT in,.. pepet terus Al jangan kasih kendor , semangat !!!!"
celoteh Syaqina dengan niatan menggoda kedua sahabatnya itu, sementara Aldo hanya terkekeh, Sementara Rissa tampak memanyunkan bibirnya dan tersenyum mengkal. Merekapun telah keluar dari Area pemakaman dan setelah mencuci kaki dan juga tangan pada tempat yang disediakan sebagai fasilitas umum area pemakaman, mereka pun
Sementara mobil Aldo keluar area Pemakaman sebuah mobil yang sepertinya sangat mirip dengan mobil Shaka memasuki Area pemakaman. tak berapa Lama mobil pun terparkir di lokasi parkir yang telah tersedia
sesosok Lelaki muda berperawakan Tinggi badan atletis tak lupa kaca mata hitam bertengger di hidung mancungnya semakin menambah kadar ketampanannya. kali ini Shaka ditemani Mahesa karena menurut feeling nya Syaqina pasti akan mengunjungi Makam Ayahnya mengingat selama menikah dengannya mereka tidak pernah datang berziarah. Tak lupa Shaka membawa bujet bunga berwarna ungu kemudian berjalan menuju pusaran ayah mertuanya, yang tanpa sengaja dialah penyebab dari semua ini sehingga dengan mendadak telah membawanya untuk tinggal di sini.
"Eh... coba kamu lihat ini kan makam baru banget di datangi liat itu bekas air yang disiramkan masih tampak basah dan bunganya juga masih tampak segar, pasti Syaqina yang datang baru saja "
Mahesa mengamati pemandangan di hadapannya karena memang diatas pusaran masih tergeletak buket bunga yang sama seperti yang Shaka bawa karena Syaqina pasti akan memilih yang seperti itu setiap kali kesini, dan juga taburan bunga yang masih basah.
__ADS_1
Shaka pun tanpa menunggu dan membuang waktu, langsung belari pandangannya diedarkan keseluruh area pemakaman dan meneliti setiap melihat seseorang berpakaian lengkap dengan hijabnya. Mahesa hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah adiknya yang sudah seperti orang gila yang labil. berbeda dengan ketidakwarasan Shaka Mahesa lebih memilih menghampiri dan menyakanperihal kedatangan seseorang yang berziarah ke makam yang mereka maksud.
" permisi pak,.. maaf saya mau menanyakan apakah tadi yang mengunjungi makam itu orang nya seperti ini ?"
Mahesa pun menyodorkan Handphonenya berharap yang berziarah tadi akan sama dengan yang ada di layar Hp nya ucapnya sambil menunjukkan sebuah photo Syaqina pada bapak penjaga makan tersebut.
" iya Den.. bener tadi mbak ini yang datang bersama dua temennya baru saja dan keluar mobilnya warna hitam tadi den"
"ok terimakasih ya pak untuk informasinya"
Mahesa pun memanggil Shaka yang kini sudah meletakkan buket yang iya bawa
"Menurut bapak penjaga Makam ini Syaqina memang baru saja kesini tapi belum lama mereka pergi dari sini"
"udah ayok buruan kita kejar siapa tahu masih terkejar"
Shaka pun berlari menuju mobil yang terparkir diikuti Mahesa kali ini Shaka yangakan mengemudikan mobilnya, sesaat mobil pun melesat meninggalkan pemakaman dengan kecepatan diatas rata - rata beruntung jalanan cukup sepi, Mahesa yang duduk disebelah kemudian hanya bisa teratapan melihat Shaka yang mengemudi dengan Bar -barnya.
Terimakasih untuk yang sudah setia mengikuti cerita ku, terimakasih tak terhingga juga untuk yang sudah mendukung semoga kita bisa saling menebar manfaat dan kebaikan.
jangan lupa
LIKE ❤
__ADS_1
komentar
dan Vote nya..🙏🏻🙏🏻